mengatasi speech delay pada anak

Cara Mendeteksi dan Tips Mengatasi Speech Delay pada Anak

Tidak semua hal di dunia ini bisa kita dapat sesuai keinginan kan, Mam? Begitupun dengan tumbuh kembang anak. Meskipun sudah membaca pedoman mengasuh anak, bisa saja dia mengalami sedikit keterlambatan akan suatu hal. Yang paling sering terjadi adalah keterlambatan berbicara atau speech delay. Bagaimana cara mengatasi speech delay pada anak?

Mungkin, Mama akan bertanya-tanya, memangnya bagaimana cara mendeteksi bahwa anak kita mengalami keterlambatan berbicara? Apakah ada patokan khusus anak usia berapa harus bisa mengatakan berapa kata?

Betul sekali, Mam. Dalam ilmu kebahasaan atau linguistik, ada tahapan anak bisa mengatakan berapa kata pada usia berapa. Untuk lebih jelasnya, Mam bisa menyimak penjelasan berikut.

Mendeteksi Speech Delay pada Anak

mengatasi speech delay pada anak
Photo by Neonbrand on Unsplash.com

Saat bayi baru lahir, hal pertama yang bisa dideteksi adalah dia menangis. Tangisan tersebut merupakan tanda bahwa dia hidup dan dapat memberikan tanda bahwa dia bisa mengeluarkan suara.

Selanjutnya, seiring dengan perkembangan usianya, bayi adalah bisa mengoceh, mengatakan suku kata sederhana tanda bahwa dia belajar untuk mengutarakan sesuatu, bahkan bisa mengatakan kata pertamanya, seperti mama, ibu, papa, ayah, dll.

Namun, saat ternyata anak mengalami keterlambatan bicara, Mam akan mendeteksi hal-hal berikut:

1. Anak tidak mengoceh meskipun usianya sudah setahun lebih

2. Belum mengatakan kata pertama padahal usia sudah lebih dari 2 tahun

3. Cara berujar atau artikulasi tidak bisa dipahami oleh orang lain

4. Belum bisa mengatakan kalimat sederhana meskipun sudah berusia 3 tahun lebih

5. Sulit merangkai kata saat mengutarakan kalimat sederhana

Kelima tanda tersebut bisa Mama jadikan sebagai acuan untuk mendeteksi apakah anak mengalami keterlambatan bicara atau tidak. Setelah ternyata Mama menjumpai semua tanda tersebut pada si buah hati, Mama harus belajar tentang mengatasi speech delay pada anak.

5 Cara Mengatasi Speech Delay pada Anak

Yang pertama perlu Mama tanamkan dalam benak hanya satu: speech delay pada anak bukanlah kesalahan orang tua. Mama dan suami tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Jika Mama adalah ibu pekerja lalu tetangga akan mencibir keterkaitan tersebut terhadap kondisi anak, Mama jangan merisaukannya sama sekali.

Mama dan suami hanya perlu fokus terhadap cara mengatasi speech delay pada anak. Bagaimana melatihnya agar mulai berbicara sesuai dengan tingkatan umurnya. Bagaimana membuat mereka nyaman saat berlatih sehingga emosi mereka terjaga dengan baik.

Nah, Mama bisa nih menyimak artikel ini supaya lebih paham bagaimana memperlakukan anak yang mengalami speech delay. Yuk, langsung simak saja, Mam!

1. Sering Ajak Mengobrol

Cara pertama mengatasi speech delay pada anak adalah dengan sering mengajak si kecil mengobrol ya, Mam. Hal ini dikarenakan si kecil bisa mendengar kata-kata Mama dan dia bisa menyerapnya yang kemudian ia coba ucapkan sendiri.

Dengan sering diajak bicara, bonding Mama dan anak juga semakin kuat loh. Jadi, hubungan kalian akan semakin akrab.

2. Ajak Main

Seru-seruan dengan si kecil tentu akan membuat mereka merasa nyaman dan dihargai. Mereka juga tidak merasa bosan di rumah dan semakin dekat dengan Mama.

Mama bisa mengajak si anak dengan main peran, seperti memperagakan suatu cerita dongeng atau bahkan bernyanyi bersama. Nah, di sini Mam bisa sekali nih menggunakan mainan-mainan berukuran besar supaya gerak si kecil lebih leluasa.

Mainan besar tentu saja lebih membutuhkan space ya, Mam, di rumah. Nah, daripada membeli, lebih baik menyewanya di Mamasewa. Lebih ringkas dan tidak memakan tempat setelah tidak digunakan.

3. Membaca Buku Cerita Bersama

Sebelum tidur, kegiatan paling asyik untuk dilakukan tentu membaca buku cerita bersama anak. Kegiatan ini juga bisa menjadi salam satu cara mengatasi speech delay pada anak, Mam. Sebab, anak bisa mendengar kosakata baru dan mencoba mengatakannya.

4. Jangan Biarkan Berlama-lama dengan Gawai

mengatasi speech delay pada anak
Photo by Vitolda Klein on Unsplash.com

Suatu hal yang dilakukan secara berlebihan tentu saja akan berdampak tidak baik ya, Mam. Terlebih jika berkaitan dengan gawai.

Anak yang berlama-lama dengan gawai pasti akan tenggelam dengan dunianya sendiri. Tanpa berinteraksi dengan lingkungan, ia tentu saja tidak bisa belajar mengatakan suatu kata maupun kalimat sebagai interaksi timbal balik.

Nah, mencoba membatasi anak dengan gawai menjadi solusi yang baik untuk mengatasi speech delay pada anak ya, Mam.

5. Minum dengan Sedotan

Selain membantu seseorang dalam meminum air karena sedang mengalami sariawan, sedotan juga ternyata bisa membantu si kecil menguatkan otot lidahnya loh, Mam.

Lidah merupakan salah satu bagian mulut yang berperan penting saat berbicara. Nah, ketika otot lidah kuat dan si kecil bisa menggerakannya dengan bebas, berbicara akan semakin mudah dilakukan.

Setelah kelima cara mengatasi speech delay pada anak tersebut sudah Mama lakukan, berkonsultasi ke dokter masih perlu Mama lakukan supaya lebih tahu bagaimana kondisi anak sebenarnya. Sebab, kita tidak akan pernah tahu dengan pasti bukan apa penyebab si buah hati mengalami keterlambatan bicara tanpa konsultasi dengan tenaga ahli?

Penyebab Anak Mengalami Speech Delay

mengatasi speech delay pada anak
Photo by WIlliam Portunato on Pexels.com

Ada beberapa hal yang Mama harus ketahui mengenai penyebab anak mengalami keterlambatan bicara, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Keluarga Berbicara secara Multilingual

Mama adalah orang Sunda, papa orang Surabaya. Meskipun di rumah menggunakan bahasa Indonesia, tetapi Mama maupun papa kerap kali berbicara dengan bahasa ibu masing-masing sehingga anak merasa bingung.

Atau yang lebih membingungkan lagi, Mama yang merupakan orang berkebangsaan Indonesia lahir di tanah Batak, menikah dengan suami asal Jerman dengan kemampuan bahasa Indonesia kurang. Komunikasi sehari-hari menggunakan bahasa Inggris.

Perbedaan bahasa dalam berkomunikasi di rumah akan membuat anak bingung dalam menyerap kata, kalimat, dan logat. Karena faktor ini, anak bisa saja mengalami keterlambatan bicara.

2. Gangguan Pendengaran

Pernah menonton film Ayah Mengapa Aku Berbeda?, Mam? Dalam film tersebut, tokoh utama perempuan mengalami speech delay yang ternyata diakibatkan gangguan pendengaran. Saat dia sudah menggunakan alat bantu dengar, dia bisa menangis karena mendengar suara dari sekitarnya.

Nah, untuk mengetahui ini, Mama tentu saja harus berkonsultasi ke dokter sehingga bisa mengatasi speech delay pada anak yang disebabkan oleh gangguan pendengaran.

3. Anak Menderita Autisme

Salah seorang selebriti, yaitu Agatha Suci, menceritakan bahwa anaknya menderita autisme. Karena autisme tersebut, anak beliau mengalamai keterlambatan berbicara.

Pentingnya Mama untuk berkonsultasi kepada tenaga ahli adalah untuk mengetahui hal ini. Sebab, tanpa bantuan profesional, kita tidak akan pernah tahu penyebab ilmiah mengapa sang anak mengalami speech delay ya, Mam.

4. Gangguan pada Mulut

Ankyloglossia, sebuah gangguan pada lidah yang terlalu pendek sehingga sulit bergerak dengan bebas dan menyebabkan seseorang kesulitan berbicara. Gangguan ini bisa menjadi faktor mengapa si kecil mengalami speech delay ya, Mam.

Itulah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendeteksi dan mengatasi speech delay pada anak. Setelahnya, dengan berjalannya waktu dan kesabaran, sang anak pasti mengalami kemajuan dalam berbicara. Semangat selalu ya, Mam!

kondisi school from home

Kondisi School from Home dan Ragam Kendalanya

Keadaan sekolah anak di kala pandemi ini memang menjadi hal yang berat. Kondisi school from home tidak pernah terasa lebih baik ketimbang belajar di sekolah pada umumnya. Banyak kendala yang harus dipecahkan oleh anak dan orang tua. Dan hal ini tidak bisa dilakukan oleh seluruh keluarga, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Perbedaan Sekolah di Rumah dan Sekolah

Belajar di rumah dan sekolah tentu memiliki perbedaan yang signifikan ya, Mam. Yang paling terasa adalah lingkungan bermain yang berbeda.

Ketika belajar di sekolah, anak-anak akan dengan leluasa bermain dengan teman sebaya, tetapi saat belajar di rumah, kesenangan tersebut seakan direnggut. Mereka mungkin merasa lebih bebas di rumah karena tidak terikat aturan yang terlalu ketat seperti di sekolah, tetapi ketidakbisaan mereka bertemu dengan temannya menjadi hal yang berat.

Nah, apalagi nih, Mam, kendalan yang timbul dari kondisi school from home? Simak artikel ini yuk yang akan membahas dengan tuntas mengenai kendala sekolah dari rumah.

Kendala Kondisi School from Home

7 Kendala Kondisi School from Home
Photo by Jonathan Borba on Unsplash

Sudah hampir dua tahun keadaan seakan berhenti dan aktivitas begitu terbatasi. Rumah seakan menjadi tempat paling aman sehingga banyak kegiatan dipindahrumahkan. Akibatnya adalah keterbatasan interaksi fisik.

Bagi anak, interaksi fisik dengan teman dan lingkungan sangat perlu untuk pertumbuhannya. Namun, apa daya, keadaan tidak bisa dipaksa untuk melakukan hal tersebut. Begitupun dengan kegiatan sekolah.

Berikut 7 kendala yang timbul akibat kondisi school from home.

1. Jaringan Internet Lambat

Belajar dari rumah tentu saja hanya bisa dilakukan jika kita memiliki jaringan internet ya, Mam. Nah, masalahnya, tidak semua daerah bisa mencakup jaringan internet dengan baik. Ada beberapa titik daerah yang sangat sulit untuk mendapatkan jaringan lancar.

Akibatnya, belajar anak menjadi terganggu bahkan bisa lumpuh karena tidak bisa mengikutinya.

2. Biaya Internet Menguras Kantong

Selain masalah jaringan yang lelet, biaya internet yang mahal pun menjadi kendala akibat kondisi school from home. Setiap bulannya harus mengeluarkan ongkos ekstra untuk membeli paket internet yang seharusnya bisa dihemat dan digunakan anak untuk membeli kebutuhan lain.

Mungkin, dengan kondisi sekolah di rumah, Mama berpikir untuk tidak memberi uang jajan. Namun, melihat aktivitas anak yang terkungkung hanya di rumah, pasti tidak tega kan, Mam? Rasa kasihan membuat Mama ingin memanjakan anak dengan membelikan hal yang ia sukai, baik makanan atau mainan.

Untuk mainan, Mama tidak perlu membelinya loh, Mam. Terlebih, mainan yang diinginkan anak kerap kali hanya dipakai ketika dia ingin dan saat bosan akan dilupakan. Nah, solusinya adalah menyewa mainan di Mamasewa.

Tidak perlu khawatir soal kebersihannya. Menyewa peralatan anak di Mamasewa terjaga kualitas dan kehigienisannya.

3. Anak Kurang Konsentrasi

Konsentrasi di rumah dan sekolah tentu saja berbeda. Ketika di sekolah hanya dijaga untuk aktivitas belajar, di rumah akan berinteraksi dengan berbagai aktivitas, mulai dari aktivitas pekerjaan orang tua hingga aktivitas membersihkan rumah.

Jika di kecil memiliki kakak atau adik tentu menjadi hal berbeda lagi. Akan ada suara berisik bertengkar yang semakin membuat dia tidak berkosentasi belajar.

4. Ketidakpahaman Orang Tua Memandu Pelajaran

7 Kendala Kondisi School from Home
Photo by Robo WUnderkind on Unsplash

Meskipun sudah ada guru yang akan membimbing mereka belajar, tetapi karena jarak tentu saja anak tetap membutuhkan dampingan orang tua akibat kondisi school from home ini, Mam. Jadi, Mama mau tidak mau harus memahami pelajaran anak.

Meskipun masih tahap sekolah dasar, tetapi perbedaan kurikulum pasti membuat Mama kesulitan kan? Inilah yang kemudian membuat orang tua merasa frustrasi akan keadaan di kala pandemi ini.

5. Tidak Mudah Berinteraksi

Anak yang belajar hanya melalui layar gawai membuatnya tidak mudah memahami pelajaran. Interaksi bersama teman untuk saling berdiskusi juga tidak dapat dilakukan. Diskusi bersama guru juga terbatasi.

6. Anak Sering Bermain Sendiri

Karena merasa kesulitas, biasanya anak akan merasa bosan lalu menyerah dengan kondisi school from home. Ia kemudian terdistraksi dengan keadaan di rumah, baik itu mengajak orang di sekitarnya bercanda atau dia bermain sendiri dengan mainannya.

7. Keterbatasan Gawai

Mungkin, bagi Mama yang memang berasal dari kelas ekonomi menengah atas, kondisi sekarang tidak terlalu masalah. Namun, bagi keluarga dengan kondisi ekonomi kurang, kondisi school from home menjadi keadaan yang begitu menyebalkan karena tidak memiliki gawai lebih untuk digunakan sekolah anaknya.

Itulah 7 kendala yang muncul akibat kondisi school from home yang hingga sekarang masih sulit untuk dipecahkan bersama. Solusi terakhir dan paling ampuh adalah ketika semua orang menaati aturan protokol kesehatan sehingga pandemi ini segera berakhir dan sekolah bisa diadakan lagi di sekolah.

Dengan begitu, tidak ada lagi kegiatan yang hanya di rumah saja dan kita bisa bebas melakukan aktivitas di luar rumah.

teknik power pumping

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Teknik Power Pumping

Teknik power pumping merupakan topik yang harus Mama ketahui sedini mungkin. Ini berguna untuk mencari alternatif dalam memenuhi kebutuhan ASI si kecil, bila sewaktu-waktu suplai ASI Mama tidak mencukupi.

Mengapa terkadang suplai ASI Mama tidak cukup? Melansir laman Verywell Family, ini disebabkan dari beberapa di antara Mama yang menghasilkan lebih banyak ASI melalui teknik pemompaan. 

Lebih tepatnya sesuai ritme tubuh dalam memproduksi ASI di suatu waktu tertentu. Misal, ada Mama yang lebih banyak memproduksi ASI di pagi hari, namun lebih sedikit di sore hari sehingga butuh pemompaan untuk bisa mengeluarkan ASI. 

Meski begitu, belum tentu pemompaan bisa menambah pasokan ASI secara efektif, sehingga tidak sesuai yang diharapkan oleh Mama. Dalam laman Milkin’ Cookie saja, misalnya, dikatakan banyak Mama yang mengeluhkan pasokan ASI yang rendah.

Inilah sebabnya Mama dianjurkan untuk menggunakan teknik power pumping, dalam upaya memproduksi ASI dalam jumlah besar namun tidak membebani fisik Mama. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenainya.

Apa itu Teknik Power Pumping?

teknik power pumping
Photo by Helena Lopes on Unsplash

Teknik power pumping atau yang dikenal sebagai cluster pumping, merupakan suatu cara mendapatkan lebih banyak ASI dengan meninggalkan pompa di payudara Mama. Dengan kata lain, Mama memerah ASI sebanyak frekuensi Mama menyusui bayi yang sedang di masa lonjakan pertumbuhan.

Misal, awalnya Mama perlu menyusui si kecil setiap 3 jam sekali. Namun dengan menggunakan teknik power pumping, si kecil hanya perlu asupan ASI sebanyak dua atau tiga kali setiap harinya.

Sifat teknik power pumping ini tidak wajib dan hanya sebagai pelengkap pemompaan reguler, dilakukan di luar rutinitas Mama. Meski begitu, pasokan ASI yang dihasilkan bisa menggantikan satu sesi pemompaan reguler.

Namun, perlu digaris bawahi bahwa Mama tidak bisa melakukan teknik power pumping bila bayi sering menyusui. Sebab, tubuh Mama akan kesulitan membuat susu tambahan di jam-jam istirahat.

Catatan Tambahan

Menggunakan teknik power pumping juga perlu memperhatikan berapa banyak Mama melakukan sesi menyusui. Lantaran bisa berpengaruh terhadap suplai ASI yang dihasilkan ke depannya.

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan penurunan suplai ASI:

  • Mama kembali bekerja sehingga tidak bisa menyusui sesering dulu.
  • Melewatkan sesi menyusui karena sekarang bayi lebih sering makan makanan padat.
  • Sakit/menelan obat yang mengandung pseudoefedrin.
  • Sedang menstruasi.
  • Kebutuhan kalori yang tidak tercukupi.
  • Dan masih banyak lagi.

Terlepas itu, teknik power pumping tetap bisa membantu merangsang produksi susu secara alami dan mengembalikan rutinitas pemompaan Mama ke jalur semula.

Sebelum Melakukan Teknik Power Pumping

teknik power pumping
www.mamasewa.com

Sebelum melakukan teknik power pumping, tentu Mama perlu menentukan, apakah ingin menggunakan pompa manual atau elektrik. Jika Mama ingin kemudahan, coba gunakan pompa elektrik karena kinerja dan frekuensinya lebih efektif. Tidak ada yang salah dengan menggunakan pompa manual, namun ini bisa membuat Mama cepat lelah.

Menggunakan pompa ASI elektrik milik Mamasewa sangat direkomendasikan untuk Mama. Selain bisa menggunakan pompa dengan kualitas dan higienitas terbaik, Mama bisa cerdas dalam mengelola keuangan keluarga. Solanya, Mama tidak perlu membelinya, dengan menyewanya Mama sudah bisa menggunakan pompa ASI yang berkualitas apik. Sekali mengayuh, dua tiga pulau terlampaui kan, Mam?

Lebih baik lagi bila Mama menggunakan pompa payudara listrik ganda dan bra menyusui bebas tangan. Karena nantinya Mama bisa memerah ASI sambil melakukan berbagai aktivitas menyenangkan, seperti mengemil, membaca, dan lain sebagainya.

Cara Melakukan Teknik Power Pumping

teknik power pumping
Photo by Nikolai Chernichenko on Unsplash

Jika sudah meyakini power pumping mendatangkan banyak manfaat bagi tubuh Mama dan kebutuhan si kecil, maka selanjutnya adalah mempraktekkannya. 

Mulai saja dengan menghidupkan pompa selama satu jam/hari, dengan catatan tidak ada gangguan saat Mama melakukannya. Akan lebih baik jika Mama melakukannya di pagi hari, karena saat itulah persediaan susu banyak wanita paling tinggi. 

Selama proses pemompaan, usahakan tidak memompa secara asal-asalan karena bisa merugikan diri Mama sendiri dan si kecil. Ada baiknya Mama menggunakan pola pemompaan yang ditunjukkan sebagai berikut:

  • Mulai dengan memompa selama 20 menit, lalu istirahat selama 10 menit.
  • Pompa lagi selama 10 menit, kemudian dilanjutkan dengan istirahat selama 10 menit.
  • Akhiri dengan memompa lagi selama 10 menit.
  • Lakukan ini sebanyak sekali atau dua kali sehari.

Jika Mama merasa keberatan dengan cara di atas, Mama bisa menggunakan alternatif lain yang lebih ringan:

  • Pompa selama 5 menit, lalu istirahat selama 5 menit.
  • Pompa lagi selama 5 menit, kemudian dilanjutkan dengan istirahat selama 5 menit.
  • Akhiri dengan memompa lagi selama 5 menit
  • Lakukan ini sebanyak lima atau enam kali sehari.

Anda juga dapat mencoba pemompaan ganda: menggunakan kedua payudara selama setiap sesi. Sebagai alternatif, Anda mungkin ingin menyusui bayi Anda dengan satu payudara sambil memompa payudara yang lain.

Sisa hari bisa Mama gunakan untuk mengikuti rutinitas pemompaan dan/atau menyusui reguler. Idealnya meniru jadwal menyusui bayi seperti biasa dengan durasi waktu yang normal.

Namun, perlu diingat bahwa melakukan dua sesi cluster pumping yang panjang dalam satu hari dapat menguras mental dan fisik Mama. Sadarilah bahwa tubuh setiap Mama berbeda. Maka itu, sesuaikanlah penetapan lama waktu menghidupkan pompa dengan kondisi tubuh Mama.

Demikianlah artikel mengenai teknik power pumping dari Mamasewa. Semoga bisa memudahkan perjalanan Mama dalam men-ASI-hi si kecil, ya!

tips parenting

Inilah 5 Tips Merawat Anak Positif Covid-19

Berita Covid-19 yang semakin mengganas bikin khawatir, ya, Mam. Apalagi berdasarkan ungkapan organisasi kesehatan dunia (WHO), anak kecil termasuk kelompok rentan positif covid-19. Jadi, jika si kecil menunjukkan gejala atau bahkan terkonfirmasi positif, Mama Papa harus segera melakukan penanganan yang tepat, ya!

Berikut beberapa tips merawat anak positif Covid-19 yang bisa Papa Mama lakukan. 

1. Biasakan Mencuci Tangan Sebelum Melakukan Kontak Fisik dengan si Kecil

merawat anak positif covid-19
Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Sering-seringlah mencuci tangan Mama dan tangan anak Mama selama kurang lebih 20 detik, terutama setelah melakukan segala jenis kontak dengan anak dan setelah melepas sarung tangan.

Akan lebih baik jika Mama menggunakan cairan pembersih dengan kandungan alkohol sebesar 60 persen. Bersihkan dulu bagian tanganmu yang kotor dengan laps basah, baru kemudian menggunakan cairan pembersih. 

Lalu keringkan tangan dengan handuk kertas sekali pakai. Jika tidak punya, gunakan saja handuk yang ada namun setelah itu harus langsung dicuci dan tidak dipakai bersama.

Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Mama dengan tangan yang belum dicuci dan doronglah anak Mama untuk tidak menyentuh wajah mereka juga.

2. Sering-Sering Memantau Gejala Covid-19 pada si Kecil

merawat anak positif covid-19
Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Periksa suhu tubuhnya menggunakan termometer sebanyak dua kali per hari, setiap 4 jam setelah memberikan obat. Sebisa mungkin Mama Papa juga memantau suhu tubuh si kecil, dengan menuliskannya di buku catatan. Supaya tahu, apakah kondisinya semakin memburuk sehingga perlu menghubungi dokter atau tetap dirawat oleh Mama Papa.

Ukur pula saturasi oksigen si kecil dengan menggunakan oximeter, guna memastikan saturasi oksigennya tidak mengalami penurunan.

Pastikan si kecil beristirahat dengan baik, makan makanan sehat, dan minum cukup air. Gunakan obat penurun demam sesuai anjuran dokter jika anak Mama demam.

3. Kurangi Potensi Penyebaran Covid-19

Selama terjangkit covid-19, anak Mama harus tetap berada di rumah atau di ruang terbuka yang mudah dipantau. Tidak boleh bermain dengan teman atau pergi ke sekolah atau ke tempat umum, dan tidak boleh dekat-dekat dengan orang lain.

Selain itu, Mama juga harus membiasakan si kecil untuk menggunakan tisu ketika sedang batuk/bersin, supaya dapat mengurangi potensi penyebaran melalui droplet pernapasan. Tuntunlah mereka buat memakai barang pribadinya sendiri selama terpapar Covid-19, alias ya tidak memakai barang milik bersama.

Jika memungkinkan, imbau si kecil untuk menggunakan kamar mandi terpisah dari keluarga. Namun, jika tidak memungkinkan, minta ia menutup toilet sebelum mandi.

Apabila status Mama adalah busui, tetaplah menyusui si kecil dengan memberinya ASI bersih, yang bisa didapatkan dari pompa ASI terbaik. Menyewa pompa ASI dari Mamasewa menjadi opsi terbaik saat si kecil terpapar Covid-19. Selain bisa memenuhi kebutuhannya dengan higienitas dan kebersihan yang terjamin, Mama bisa tetap cerdas dalam mengelola keuangan keluarga. Sekali mengayuh, dua tiga pulau terlampaui.

Untuk Mama yang memiliki hewan peliharaan, usahakanlah untuk menghindarkan anak dari kontak fisik dengannya. Sebab ada beberapa laporan orang yang menyatakan bahwa penularan Covid-19 terjadi dari hewan piaraan ke Covid-19 atau sebaliknya. 

4. Menjaga Kebersihan Sekitar

merawat anak positif covid-19
Photo by Anton on Unsplash

Selain memantau kesehatan si Kecil, Mama juga harus menjaga kebersihan sekitar. Dimulai dengan mencegah terjadinya kontaminasi lebih lanjut dalam peralatan-peralatan di rumah. Misalnya menempatkan sarung tangan bekas dan barang-barang lain yang terkontaminasi dalam wadah berlapis, lalu mengamankan isinya dan buang bersama limbah rumah tangga lainnya.

Tempatkan pula cucian yang mungkin terkontaminasi ke dalam wadah dengan lapisan plastik, jangan digabung dengan cucian lain. Cuci dengan sabun cuci biasa dan air panas (60-90 °C), dan keringkan dengan baik. 

Untuk mendesinfeksi, gunakan desinfektan yang sesuai imbauan tenaga kesehatan dengan kandungan alkohol minimal 70 persen setiap harinya. Semprotkan pada perangkat-perangkat elektronik yang sering disentuh anggota keluarga.

5. Beri Dukungan Psikologis pada si Kecil

merawat anak positif covid-19
Photo by Heike Mintel on Unsplash

Memantau kesehatan sudah. Membersihkan lingkungan secara rutin sudah. Lantas, apa langkah selanjutnya yang mesti dilakukan? Jawabannya, tentu saja mendukung pemenuhan psikologis si kecil, biar tidak mudah terjangkit Covid-19 lagi.

Ajaklah si kecil melakukan berbagai aktivitas menyenangkan yang tidak membebani fisiknya, seperti bermain gim di gawai, membaca buku kesukaan, menonton film, menekuni hobi, ataupun berkomunikasi dengannya melalui video call

Sering menanyakan kabar si kecil, tidak sering membahas Covid-19 yang dideritanya, apalagi menyalahkan atau menakuti anak sebagai calon penyebar virus di rumah. Ucapkan kalimat positif kepadanya, biar efek Covid-19 pada dirinya tidak semakin memburuk.

Itulah beberapa tips merawat anak positif covid-19 yang bisa Mama terapkan di rumah. Jangan lupa selalu jaga kesehatan, ya, Mam. Dan patuhi terus protokol kesehatan!

tips memilih bumper bed

Inilah 5 Tips Memilih Bumper Bed untuk Diberikan pada si Kecil

Mau percaya atau tidak, informasi seputar tips memilih bumper bed untuk si kecil perlu Mama ketahui sedini mungkin. Sebab, bumper bed atau kasur bermain menjadi salah satu penentu tumbuh kembang si kecil ke depannya. Entah itu si kecil belajar duduk, merangkak, berjalan, ataupun bermain. 

Mengapa bumper bed berperan penting dalam tubuh kembang si kecil? Karena ia merupakan arena aman untuk bebas bereksplorasi bagi si kecil. Dengan area yang luas dan pagar di sekelilingnya, bumper bed mampu menjaga keamanan pergerakan si kecil. 

Tambah lagi ada alas tebal yang dapat meringankan beban si kecil ketika terjatuh imbas bermain. Jadi, Mama tak perlu mengkhawatirkan kesehatan tulang si kecil lagi. Mama pun bisa meninggalkan si kecil sejenak untuk melakukan pekerjaan lain. 

Meski begitu, tentu itu bisa dicapai bilamana Mama memilih bumper bed terbaik. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti bahan yang digunakan, higienitas, dan faktor penentu kualitas lainnya. Berikut tips terbaik memilih bumper bed untuk diberikan pada si kecil:

1. Perhatikan Usia si Kecil

tips memilih bumper bed
Photo by Colin Maynard on Unsplash

Jangan terburu-buru memutuskan membeli bumper bed untuk si kecil, jika keinginan Mama adalah merawatnya sembari melakukan pekerjaan lain. Apalagi jika bertujuan untuk menjadikan bumper sebagai kasurnya. 

Mengutip laman Mattressnut.com, Mama tidak direkomendasikan menempatkan bayi berusia 4-9 bulan di atas bumper bed. Sebab, bayi dengan rentang usia ini berisiko besar berguling ke luar bumper dan mati dalam kondisi sesak napas. Alangkah baiknya memberikan bumper bed pada si kecil ketika dirinya sudah menginjak umur 1 tahun.

2. Tips Memilih Bumper Bed Berikutnya, Memperhatikan Aspek Kenyamanannya 

tips memilih bumper bed
www.mamasewa.com

Tidak jauh berbeda dengan tips sebelumnya, dimana Mama sama-sama dianjurkan untuk memilih bumper bed dengan alas yang empuk dan tebal. Ketebalan ini membantu meredam dampak jatuh si kecil imbas merangkak berdiri, dan berjalan. Selain itu, bumper bed yang tebal juga bisa dijadikan sebagai tempat bobo si kecil.

Namun, jika pertimbangan Mama memilih bumper bed untuk dijadikan sebagai arena bermain si kecil, bumper bed dengan alas tipis merupakan pilihan yang tepat. 

Tidak hanya ketebalan, tekstur bumper bed juga menjadi faktor penting yang harus Mama perhatikan. Tekstur berfungsi sebagai perangsang sensasi si kecil agar bisa tetap terhibur di atas bumper bed meski Mama sedang sibuk mengerjakan pekerjaan lain.

Perhatikan pula, apakah bumper bed yang hendak Mama pilih dilengkapi bantal atau tidak. Bantal berbentuk Cbagus untuk menopang leher dan bahu si kecil. Apalagi untuk bayi yang sedikit lebih tua, bantal satu ini mampu memperkuat punggung dan otot perut mereka.

3. Menyesuaikan Ukuran Bumper Bed dengan Space di Rumah

tips memilih bumper bed
Photo by Val Stoker on Unsplash

Harus diperhatikan bahwa sebagian besar bumper bed memakan banyak area di rumah. Tambah lagi tidak bisa dilipat dan disimpan bilamana sudah tidak terpakai. Inilah sebabnya Mama perlu memilih bumper bed dengan sisa ruang di rumah.

Tak luput ukuran tersebut sudah mencakupi ruang berbagai gerak si kecil, mulai dari berguling, duduk, merangkak, hingga berjalan. Dengan catatan ukuran tersebut membuat si kecil nyaman beraktivitas.

4. Tips Memilih Bumper Bed Lainnya, Memperhatikan Segi Keamanannya

tips memilih bumper bed
Photo by Waldemar Brandt on Unsplash

Sekarang kita beralih ke aspek terpenting yang tidak disadari oleh banyak orang tua. Karena si kecil akan menghabiskan banyak waktu di bumper bed, Mama juga harus mempertimbangkan keamanan materinya, mengingat risiko besarnya dalam membahayakan kesehatan anak Mama di masa mendatang.

Apalagi kebanyakan orang tua lebih menyukai bumper bed yang waterproof, karena lebih mudah dirawat dan dibersihkan. Masalahnya, kebanyakan bumper bed satu ini sangat beracun dan berbahaya bagi kesehatan si kecil.

Di sinilah Mama perlu berhati-hati. Meskipun tidak semua plastik dibuat dari bahan yang sama, namun tetap saja mengandung sejumlah zat kimia untuk mencapai tingkat kenyamanan tertentu. Demikianlah Mama harus cermat dalam melihat kandungan kimia bumper bed. 

5. Digunakan Secara Jangka Panjang atau Jangka Pendek?

Bumper bed memang bisa dipakai secara jangka panjang, karena mudah dirawat dan dibersihkan. Tambah lagi tidak membahayakan kesehatan bagi si kecil maupun Mama Papa. 

Meski begitu, harga bumper bed cukup mahal ketimbang playmat yang hanya berbentuk karpet. Mama juga harus mempertimbangkan, apakah bumper bed digunakan untuk kebutuhan main si kecil atau hanya sebagai tempat tidur. 

Inilah sebabnya bumper bed lebih baik digunakan secara jangka pendek. Selain sebagai bentuk kehati-hatian, langkah ini bermanfaat dalam menumbuhkembangkan si kecil sesuai kebutuhan mereka. Alhasil Mama pun bisa lebih cerdas dalam mengasuh bayi.

Nah, Mama bisa sekali menyewa bumper bed di Mamasewa. Dengan kualitas mumpuni namun harga terjangkau, Mama bisa mendapatkan bumper bed idaman buat sang buah hati. Sudah begitu tidak perlu memusingkan soal pengelolaan keuangan lagi.

Itulah beberapa tips memilih bumper bed untuk si kecil. Semoga artikel ini bisa membantu Mama dalam keputusan memilih bumper bed, ya!

fenomena mom shaming

Hindari 7 Hal Ini jika Tidak Ingin Melanggengkan Fenomena Mom Shaming

Fenomena mom shaming seakan menjamur di masyarakat. Meresahkan ya, Mam? Mungkin, bagi sebagian orang bisa saja langsung mengabaikannya. Namun, ketika kita sudah berusaha semaksimal mungkin dalam mengasuh si kecil, tetapi tetap menuai komentar nyentil kan rasanya sedih dan sebal ya, Mam?

Mungkin, kita tidak bisa mengontrol tindakan seseorang. Mereka mengatakan sesuatu sesuai dengan apa yang ingin mereka katakan. Jadi, meskipun kita sudah menyanggahnya, mereka tetap dengan santai mengatakan hal yang menyakitkan seseorang.

Namun, kita tetap bisa melakukan hal kecil supaya femonema mom shaming ini tidak langgeng terjadi dari masa ke masa ya, Mam. Mama bisa nih menghindari 7 hal ini supaya fenomena mom shaming tidak menjadi hal wajar untuk dilakukan. Yuk, langsung simak!

1. Mengejek Bentuk Fisik, Fenomena Mom Shaming Paling Laris

fenomena mom shaming
Photo by Mikhail Nilov from Pexels

“Kok badan Jeung bisa melar gitu ya? Padahal si A enggak loh. Sama-sama baru melahirkan.”

O-ow! Tiga kalimat, tetapi sangat menyakitkan. Fenomena mom shaming yang mengejek tentang bentuk tubuh merupakan hal yang paling sering dijumpai. Mungkin karena mata langsung menangkap objek lalu tanpa ada filter, seseorang mengutarakannya tanpa peduli dapat menyakiti lawan bicara atau tidak.

Jangan diikuti ya, Mam. Mengejek fisik adalah hal yang sama sekali tidak bisa dibenarkan. Sebab, bentuk tubuh merupakan hal yang tidak perlu diperbincangkan. Baik berisi maupun kurus adalah hal yang tidak ada bedanya.

Selama kehadiran seseorang tidak merugikan kita, jangan sampai mereka merasa sakit hati karena komentar kita ya, Mam.

2. Membandingkan Persalinan

Mam, please, mulai sekarang jangan gunakan istilah persalinan normal untuk disandingkan dengan persalinan secara caesar. Sebab, persalinan caesar bukanlah suatu persalinan tidak normal untuk seseorang.

Dalam istilah kedokteran tidak dikenal dengan istilah persalinan normal. Hal ini dikarenakan semua jenis persalinan adalah wajar dan sangat normal. Mereka lebih mengenal istilah persalinan pervaginam atau persalinan spontan.

Nah, sudah mengerti ya, Mam, sekarang kalau persalinan caesar itu hal yang wajar dilakukan jika memang harus dilakukan. Jadi, stop membandingkan cara seorang perempuan melahirkan anaknya. Jangan sakiti hati mereka usai melakukan persalinan yang bisa saja merenggut nyawa mereka ya, Mam.

3. Mengatakan ASI Eksklusif adalah Segalanya

fenomena mom shaming
Photo by Rainier Ridao on Unsplash.com

Aduh, hari gini masih ada fenomena mom shaming yang membahas tentang ASI eksklusif dan susu formula? Bahkan ada yang mengomentari saat seorang ibu memberikan ASI-nya dengan cara dipompa dan diberikan kepada sang bayi melalui botol? Oh, mereka membutuhkan edukasi nih, Mam.

Baik ASI eksklusif yang disusui melalui payudara, botol, atau susu formula semuanya adalah sah. Terutama jika seorang ibu memiliki ASI yang lancar harus dipompa setiap dua jam sekali supaya menghindari payudara membengkak dan berbahaya.

Memberikan susu formula kepada anak juga sah. Tidak semua orang mendapat memiliki kondisi yang lancar perihal ASI. Jadi, hal yang wajar untuk anak yang diberikan makan dengan susu formula bukan?

Yang tidak wajar dan salah adalah ketika seorang ibu membiarkan anaknya kelaparan.

4. Mengomentasi Pertumbuhan Anak

Ada hal terjadi yang tidak sesuai kehendak kita sebab Tuhan tahu mana yang terbaik dan tidak untuk diberikan kepada umatnya. Saat anak seseorang mengalami keterlambatan pertumbuhan, mungkin terlambat berjalan, terlambat berbicara, bahkan terlambat menangkap pelajaran, please jangan sampai kita mengomentarinya dengan kalimat yang tidak elok.

Pertumbuhan anak seseorang bukanlah hak kita untuk mencampurinya. Setiap orang tua sudah mengusahakan hal yang mereka anggap wajar dan terbaik.

Jika seorang ibu atau ayah tidak meminta bantuan kepada kita tentang pola asuh anak, jangan kita campuri urusan mereka ya, Mam.

5. Menilai Buruk tentang Ibu Pekerja

fenomena mom shaming
Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

Ketimpangan peran gender, antara perempuan dan laki-laki, dalam bidang domestik memang masih langgeng diperbincangkan. Namun, zaman sekarang sudah wajar sekali ya, Mam, jika seorang ibu adalah seorang pekerja sama seperti ayah.

Akan tetapi, fenomena mom shaming yang mengejek soal “ibu pekerja tidak merawat anaknya dengan baik” justru makin santer didengar. Mereka mencibir ibu pekerja padahal ibu pekerja memiliki dedikasi yang sangat luar biasa.

Yuk, mulai dari kita untuk menghentikan fenomena mom shaming tentang ibu pekerja, Mam! Beri apresiasi kepada mereka alih-alih berkomentar buruk.

Menjadi ibu memang tidak mudah kan, Mam? Terlebih harus mendengar 5 komentar di atas. Sayangnya, 5 komentar tersebut justru dilakukan di antara perempuan.

Jadi, supaya fenomena mom shaming tidak berlanjut, yuk hindari 5 komentar menyebalkan di atas, Mam. Lebih baik kita fokus kepada kehidupan pribadi dan mencermati tumbuh kembali anak sendiri, bukan?

Menghabiskan waktu luang dengan anak dan keluarga tentunya lebih menarik dibanding harus mencampuri kehidupan orang lain ya, Mam. Bermain dengan si kecil apalagi. Nah, mainan apa nih, Mam, yang sedang di kecil incar?

Mainan untuk si kecil tidak perlu beli loh, Mam. Lebih efektif dan efisien jika menyewa saja. Tempat sewa paling nyaman dan higienis tentu saja di Mamasewa. Jaminan kualitas tidak perlu diragukan lagi karena selalu dikontrol dengan baik.

memompa asi dengan tangan

Jadwal Pumping ASI agar Melimpah dan Tips Efektif Lainnya untuk Mama Muda

Mengandung anak pertama memang merupakan challenge tersendiri ya, Mam? Bahkan setelah melahirkan pun banyak hal baru yang membuat bingung, terutama tentang meng-ASI-hi. Nah, jika Mam merasa bingung mengapa ASI yang keluar sedikit, coba deh lebih perhatikan jadwal pumping ASI agar melimpah.

Iya, Mam, pumping juga harus diperhatikan waktunya ya. Sebab, berbeda waktu pumping, berbeda pula volume ASI yang keluar. Nah, kapan jadwal pumping ASI sehingga produksinya melimpah?

Yuk, langsung simak artikel ini saja! Akan dibahas juga tips efektif pumping lainnya sehingga para Mama muda di luar sana yang merasa amatir dengan dunia per-ASI-an bisa belajar lebih banyak deh!

Jadwal Pumping ASI agar Melimpah

Jika Mama bertanya waktu secara spesifik tentang jadwal pumping ASI agar melimpah produksinya, jawabannya adalah pagi hari. Mengapa? Hal ini dikarenakan pagi hari adalah waktu yang tepat karena kondisi payudara sedang menampung banyak ASI.

Nah, jika Mama memompanya saat di pagi hari, tentu saja akan mendapatkan banyak ASI. Ini juga sama kondisinya meskipun si kecil bangun saat subuh dan minta disusui, kondisi ASI masih tetap melimpah saat pagi hari.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. ASI akan diproduksi tiap 2 hingga 3 jam sekali sehingga akan “restock” setelah dihabiskan dua atau tiga jam lalu.

Tips Pintar Pumping ASI

Satu hal yang harus Mama ketahui, ASI akan melimpah jumlahnya jika payudara lebih melakukan pumping. Sebab, dengan seringnya Mama melakukan pumping berarti payudara akan dalam keadaan kosong sehingga kelenjar ASI akan terus melakukan stimulasi produksi ASI dan lama-kelamaan akan memproduksi lebih banyak.

Nah, selain memperhatikan waktu pumping ASI agar melimpah hasilnya, Mama juga bisa nih memperhatikan tips-tips pintar berikut. Tunggu apalagi? Yuk, langsung disimak dan dipraktikkan!

1. Lebih Sering Menyusui Bayi secara Langsung

jadwal pumping asi agar melimpah
A photo by Wes Hicks on Unsplash

Jika Mama adalah wanita karier, menyusui anak secara langsung tentu menjadi hal yang cukup sulit dilakukan, bukan?

Harus berangkat pagi dan pulang saat petang tentu saja menyita waktu untuk bertemu si kecil dan menyusuinya secara langsung sehingga memerah ASI menggunakan alat pumping adalah waktu terbaik.

Nah, meskipun demikian, diusahakan tetap menyusui si bayi secara langsung ya, Mam. Meskipun tujuannya sama-sama untuk mengeluarkan stock ASI di dalam payudara, tetapi rangsangan yang diberikan kepada payudara tentu saja terasa berbeda.

Terdapat dua hormon utama yang bisa memicu produksi ASI, yaitu hormon prolaktin dan oksitosin. Kedua hormon ini akan terpicu ketika si bayi mengisap puting ibu saat sedang menyusu. Dengan lebih sering menggendong bayi saat sempat, menyusuinya secara langsung, bahkan hanya sekadar melihatnya bisa merangsang otak untuk melepaskan dua hormon ini.

2. Jangan Terlalu Stres

Selain mengenai jadwal pumping ASI agar melimpah hasilnya, satu hal penting yang tidak boleh Mam lewatkan adalah menjaga kestabilan emosi. Dengan menjaga emosi, Mam akan terhindar dari stres berlebih sehingga tidak akan menghambat produksi ASI.

Buat diri Mam selalu merasa senang dan nyaman dengan memikirkan banyak hal yang menyenangkan ya, Mam. Mama juga bisa sekali nih untuk mengonsumsi makanan lezat kesukaan, menonton tayangan yang menyenangkan, hingga berjalan-jalan sebentar untuk sekadar refreshing dari penatnya aktivitas di rumah atau kantor.

Jika memang Mama adalah seorang wanita karier dan suami pun tetap sibuk bekerja, diskusikan berdua ya bagaimana tepatnya harus mengelola pekerjaan di rumah bahkan mengurus si kecil.

Satu yang harus diingat oleh pasangan muda, menjaga si kecil bukan tugas wajib untuk ibu saja, tetapi juga ayah. Bagi semua tugas dengan seimbang. Jangan sampai salah satu pihak merasa terbebani karena merasa lebih lelah dibanding yang lain.

3. Pijat Payudara

Memijat payudara adalah solusi yang bagus untuk menstimulasi kelenjar payudara memproduksi ASI. Dengan gerakan yang benar tentu saja akan memberikan efek yang bagus sehingga ASI yang keluar lebih melimpah.

Mama bisa mencoba dengan menempatkan ibu jari di bagian atas dan keempat jari lainnya di bawah payudara. Pijat payudara searah dengan jalan keluar ASI, yaitu menuju ke puting.

Pijat secara perlahan dan usahakan semirip mungkin dengan gerakan menyusu si bayi sehingga otak bisa mendeteksi sentuhan tersebut dan melepaskan hormon yang dibutuhkan.

4. Jangan Salah Pilih Breastpump

Nah ini nih yang sangat berpengaruh selain jadwal pumping ASI agar melimpah produksinya, yaitu pemilihan breastpump. Breastpump tentu seakan menjadi saudara kedua si bayi yang membantu Mam menyetok ASI, kan? Dengan begini, pemilihan breastpump adalah hal paling krusial. Jadi, jangan sampai salah pilih.

Pilihlah breastpump dengan kualitas bagus. Sesuaikan pula dengan ukuran payudara sehingga tidak terlalu kebesaran atau kekecilan ya, Mam.

Ingat, Mam tidak harus membeli breastpump, tetapi juga bisa kok menyewanya. Tidak higienis? Oh tidak, itu tergantung tempat penyewaannya. Jika Mam menyewa peralatan pompa ASI atau peralatan bayi lainnya di Mamasewa, tentu saja akan selalu terjaga kehigienisannya. Kualitasnya juga sudah pasti terjamin yang terbagus.

Yang paling penting sih, ketika Mama menyewa breastpump, Mama akan lebih hemat secara keuangan dan secara ruangan. Sebab, setelah Mama selesai menggunakannya, Mama tidak perlu bingung harus menyimpannya dimana karena akan dikembalikan ke tempat sewa.

5. Lakukan Power Pumping

Sudah paham mengenai jadwal pumping ASI agar melimpah tetapi hasilnya tetap sedikit? Nah, Mam bisa sekali nih mencoba teknik power pumping. Apa itu?

Jadi, power pumping adalah cara memompa ASI yang dilakukan secara kontinu dalam waktu lebih sering. Iya, tidak harus menunggu dua apalagi tiga jam. Banyak dokter yang merekomendasikan teknik ini loh. Bagaimana caranya?

Mam bisa mencoba power pumping dengan cara memompa ASI selama 20 menit tanpa henti lalu beristirahat selama sepuluh menit. Lalu lakukan pompa selama sepuluh menit dan beristirahat. Begitu terus selama satu jam.

Lakukan secara rutin minimal satu jam setiap harinya selama tiga hari berturut-turut lalu lihat hasilnya.

Berhenti saat Merasa Sakit

jadwal pumping asi agar melimpah
A photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Melakukan jadwal pumping ASI agar melimpah hasilnya secara rutin memang hal yang bagus untuk dilakukan sehingga memiliki banyak stock untuk si kecil. Namun, terlalu memaksakan diri juga tidak bagus ya, Mam.

Melakukan pumping selama dua jam sekali atau melakukan power pumping untuk melatih produksi ASI yang sempat terhambat, itu tidak salah tentu saja. Yang pasti, jika Mam kemudian merasa sakit di bagian puting atau bagian payudara lainnya, segera hentikan pumping.

Saat rasa nyeri di bagian payudara tidak lekas membaik bahkan lecet terus meradang, segera periksa ya, Mam. Bahkan, Mam juga bisa sekali nih untuk konsultasi ke ahli laktasi sehingga bisa bertukar pikiran dan diberikan obat untuk masalah per-ASI-an.

Jadi, jangan ragu untuk terus pumping dan beristirahat ketika lelah ya, Mam. Jaga selalu kondisi kesehatan tubuh dan mental supaya lebih mengenal jadwal pumping ASI agar melimpah menurut Mama pribadi.

stimulasi oromotor pada bayi

Begini Cara Stimulasi Oromotor pada Bayi untuk Mencegah Gangguan Oromotor

Tahukah Mama bahwa stimulasi oromotor pada bayi itu sangat diperlukan? Sebagai dasar keterampilan makan yang mencakup semua kegiatan dengan menggunakan sistem gerak otot dari rongga mulut, seperti rahang, gigi, lidah, langit-langit, pipi, bibir, hingga koordinasi gerak antara organ-organ rongga mulut membuat oromotor pada bayi sangat perlu untuk dilatih.

Hal ini bertujuan agar bayi memiliki keterampilan makan yang baik. Yang tentunya ini membutuhkan proses belajar yang bertahap dan stimulasi oromotor yang tepat. Dengan mengenalkan makanan pendamping ASI pada bayi juga termasuk salah satu cara stimulasi oromotor untuk menghisap, mengigit, mengunyah menjilat lho, Mam!

Oromotor bekerja dengan otot yang sama di dalam mulut seperti yang dibutuhkan untuk berbicara. Jadi, selain asupan nutrisi bisa terpenuhi, kemampuan motorik pada bagian rongga mulut si kecil bisa berkembang lebih baik.

Yuk Mam simak cara berikut untuk stimulasi oromotor pada bayi!

1. Trik Ampuh dalam Stimulasi Oromotor pada Bayi Tentunya dengan Mengandalkan Makanan

stimulasi oromotor bayi
Photo by MART PRODUCTION from Pexels

Cara yang pertama ini dapat Mama coba dengan memberikan makanan pendamping ASI pada bayi. Nah, yang penting adalah mengetahui waktu yang tepat untuk memberikannya dengan jelas. Selain itu juga memperhatikan variasi MPASI dan tekstur yang tepat sesuai dengan perkembangan bayi, ya, Mam.

Selain itu, Mama juga harus melatih keterampilan bayi dalam mengunyah, dimana hal ini merupakan dasar dari proses makan si kecil. Jika si kecil sudah menunjukkan kematangan oromotornya, Mama bisa segera merespon hal tersebut dengan memberikan si keci makanan yang tepat.

Dengan begitu, stimulasi oromotor pada bayi dapat terealisasi dengan cara yang tepat. Sehingga nantinya dapat mencegah picky eater, terlambat bicara, atau kemungkinan buruk lainnya.

2. Tidak Lupa Juga Stimulasi Oromotor pada Bayi dengan Menggunakan Alat Bantu

stimulasi oromotor pada bayi
Photo by Colin Maynard on Unsplash

Cara kedua yang bisa Mama lakukan adalah dengan memberi bayi alat bantu untuk membantu melatih oromotornya. Seperti Mama ketahui bahwa bayi menggunakan mulutnya untuk mendapatkan informasi tentang suatu benda. Dengan alat yang diberikan pada bayi biasanya berupa teether.

Dengan menggunakan teether bayi dapat mempertajam sensor oromotornya untuk mengetahui tentang ukuran, bentuk, tekstur, maupun rasa. Mama bisa mendapatkan teether dengan mudah di berbagai toko bayi online maupun offline.

Tapi untuk alat lain yang lebih mahal harganya, Mama lebih baik menyewanya di Mamasewa daripada membelinya karena pertumbuhan bayi sangatlah cepat dan tentu alat tersebut tidak akan terpakai lagi. Ingat Mam, memberikan sesuatu yang terbaik untuk si buah hati memang harapan semua Mama, namun mengelola keuangan dengan cerdas juga penting loh.

Ciri-Ciri Gangguan Oromotor

stimulasi oromotor bayi
Photo by MART PRODUCTION from Pexels

Sama halnya dengan kemampuan motorik kasar dan motorik halus, keterampilan oromotor yang meliputi semua kegiatan yang menggerakkan otot-otot pada rongga mulut, seperti bibir, gigi, lidah, langit-langit, rahang dan pipi ini juga perlu dilatih atau distimulasi.

Pada dasarnya, setiap anak sudah terbekali dengan kemampuan oromotor sejak lahir namun jika tidak distimulasi dapat menyebabkan gangguan oromotor.

Ciri-ciri bayi mengalami gangguan oromotor ada banyak, Mam. Beberapa diantaranya jika si kecil belum bisa makan nasi padahal usianya sudah satu tahun atau si kecil yang sudah berusia dua tahun namun hanya bisa makan makanan yang harus dilembutkan terlebih dahulu.

Tak hanya itu, biasanya si kecil juga tidak bisa makan sayur, buah, atau makanan tertentu lainnya. Mama harus tahu bahwa hal ini bukan karena si kecil tidak menyukainya tetapi karena si kecil tidak bisa mengunyah atau menelan makanan-makanan tersebut.

Si kecil juga menjadi tidak suka dengan makanan yang lengket di mulut, seperti dodol lunak atau jajanan lainnya. Ia lebih suka makanan yang bertekstur garing dan renyah seperti kerupuk, atau jika makanan lain ia hanya akan memakan bagian garingnya saja.

Jika stimulasi oromotor pada bayi tidak dilatih sejak dini, si kecil juga akan mengalami gangguan koordinasi motorik mulut dimana si kecil akan sering tergigit sendiri di bagian bibir atau lidahnya secara tidak sengaja.

Nah, sekarang Mama sudah tahu ya pentingnya melatih kemampuan oromotor si Kecil. Meski demikiam, hindari memaksa anak untuk makan ya, Mam! Alangkah baiknya jika Mama dan Papa melatihnya secara perlahan. Namun, jika Mama melihat si Kecil mengalami gangguan oromotor, jangan ragu untuk mengkonsultasikannya dengan dokter anak ya Mam supaya dapat dilakukan terapi yang tepat.

Inilah bahasan seputar kemampuan oromotor kali ini. Semoga dengan membaca artikel ini Mama jadi tahu cara stimulasi yang tepat untuk melatih sekaligus menghindari gangguan oromotor yang mungkin terjadi. Mam, tapi bukan cuma keterampilan oromotor aja ya yang perlu diperhatikan. Keterampilan lain pun perlu diasah, salah satunya dengan cara memberikan si Kecil mainan edukatif.

Eh, tapi Mama nggak perlu membelinya lho. Mama bisa membuatnya sendiri dari kardus bekas atau menyewanya di Mamasewa. Dengan begitu, Mama bisa tetap memberikan yang terbaik untuk si Kecil, sekaligus menghemat uang di kantong!

Nggak cuma mainan aja, kalau Mama membutuhkan peralatan bayi lainnya, Mama bisa menyewanya dengan mudah di Mamasewa. Langsung aja kunjung website kami!

merawat gigi bayi

5 Tips Merawat Gigi Bayi yang Baru Tumbuh

Pertumbuhan gigi pada bayi biasanya dimulai sejak umur mereka sekitar 5 bulan. Dua gigi depan atas atau bawah yang akan pertama tumbuh. Bagaimana ya, Mam, merawat gigi bayi yang masih dini ini?

Saat ingin membersihkannya saja terkadang merasa tidak tega, takut melukai gusinya. Lantas, bagaimana cara membersihkannya supaya gigi tetap terawat?

Mam tidak perlu khawatir, di artikel ini, Mam bisa mempelajarinya dengan baik. Mulai dari cara membersihkan gusi si kecil hingga hal-hal yang tidak boleh dilakukan supaya bentuk gigi bisa tumbuh dengan apik. Yuk, Mam, bisa langsung disimak saja!

1. Bersihkan Gusi dengan Baik

Bayi berumur 5—7 bulan tentu saja mudah merasa tidak nyaman sehingga bisa melakukan pergerakan yang tidak terduga saat gigi dibersihkan ya, Mam? Terlebih jika Mama salah menggunakan alat pembersihnya.

Nah, untuk membersihkan gusi yang sebagaian besar belum ditumbuhi gigi, Mama bisa menggunakan kain kasa nih. Kain kasa yang memiliki struktur kasar bisa sangat membantu untuk membersihkan gusi bayi.

Kain kasa harus Mama beri air hangat supaya lebih nyaman untuk bayi. Setelah itu, kain kasar basah tersebut bisa untuk membersihkan gusi si kecil. Buat gerakan dengan perlahan ya, Mam, supaya di kecil tidak kaget dan tetap merasa nyaman deh.

2. Sikat Gigi Bayi dengan Nyaman

merawat gigi bayi
Photo by Filip Bautic on Unsplash

Sikat gigi yang bisa Mama pilih untuk merawat gigi bayi adalah yang memiliki bentuk menarik. Biasanya sih akan terdapat pilihan sikat gigi warna-warni dengan berbagai bentuk. Ujung bulu sikat juga harus yang super lembut supaya tidak melukai gigi ataupun gusi bayi ya, Mam.

Nah, ini mungkin yang menjadi PR untuk Mam, yaitu cara menyikatnya. Kita semua tentu tahu aktivitas sikat gigi masih asing untuk di kecil, terutama untuk yang berumur di bawah satu tahun. Cara menyikat gigi harus benar-benar diperhatikan. Nah, Mama bisa memperhatikan cara menyikat gigi bayi berikut nih.

  • Posisikan si kecil di paha Mama, atur posisinya senyaman mungkin.
  • Posisikan kepala si kecil agar menyender di dada Mama dan pastikan Mama nyaman untuk melihat ke dalam mulut si kecil agar proses menyikat giginya bisa maksimal ya.
  • Gunakan sikat gigi bayi, sikat gigi silikon, atau cukup menggunakan kain kasa basah. Sikat gigi bayi dengan perlahan dan lembut.
  • Jika umur bayi sudah lebih dari 7 bulan, Mama bisa menggunakan pasta gigi khusus bayi yang kandungan fluoride-nya sangat rendah ya, Mam. Cukup gunakan sedikit saja, seukuran butir beras.

3. Jangan Berikan Botol atau Empeng saat Tidur

Saat si kecil sudah berumur satu tahun lebih, berhenti membolehkannya untuk mengempeng atau minum susu saat tidur ya, Mam. Hal ini bisa berakibat tidak bagus untuk kesehatan gigi si kecil.

Penggunaan empeng atau botol dengan dot bisa merusak struktur gigi. Karena gerakan mengempeng atau menyedot dari botol cenderung kontinu, jika dilakukan dalam jangka panjang akan membuat struktur gigi tidak bagus.

Jadi, ketika anak sudah mau tidur, jangan bolehkan untuk memberikan empeng atau bobol. Distrakti keinginan tersebut dengan cara membacakan dongeng atau mengajaknya bermain hingga merasa lelah dan mengantuk.

Mama bisa mengajak serta suami untuk bermain dengan anak sebelum tidur sehingga anak merasa lelah dan lekas tidur. Pilihan mainannya tentu beragam. Namun, Mama tidak perlu membelinya loh. Sebab, menyewa mainan di Mamasewa bisa jadi alternatif yang lebih efektif dan hemat.

4. Hindari Makanan yang Merusak Gigi

merawat gigi bayi
Photo by Providence Doucet on Unsplash.com

Jangan berikan makanan manis terlalu sering kepada di kecil ya, Mam. Hal ini juga berlaku pada jangan biarkan si kecil meminum susu dari botol selama tidur. Sebab, bisa menyebabkan gigi mengalami karies.

Beri tahu si kecil bahwa memakan makanan manis, seperti permen, cokelat, hingga biskuit yang terlalu sering bisa merusak gigi. Tidak apa untuk memakannya sesekali dalam sepekan atau sebulan, tetapi jangan jika mengonsumsinya setiap hari ya, Mam.

5. Rajin Periksa ke Dokter Gigir

Memeriksakan anak ke dokter gigi secara rutin merupakan tindakan bijak untuk merawat gigi bayi. Namun, entah bagaimana, rutinitas ini seakan menjadi hal paling menakutkan untuk setiap anak.

Nah, jika dimulai sejak dini dengan memberikan pengertian kepada anak bahwa memeriksakan gigi ke dokter adalah hal menyenangkan bisa mengurangi rasa takut itu ya, Mam. Mama bisa menjelaskan bahwa dokter adalah sosok yang baik yang bisa menyembuhkan atau bahkan menghindari dari rasa sakit. Jadi, si kecil bisa merasa nyaman saat bertemu dokter.

Itulah 5 tips merawat gigi bayi supaya terhindar dari masalah kerusakan gigi. Mam bisa dengan mandiri juga ya memeriksa pertumbuhan gigi bayi. Ajarkan kepada si kecil juga untuk merawatnya dengan baik. Mereka mungkin belum mengerti betul pentingnya merawat gigi, tetapi jika terbiasa diajarkan dengan benar dan lembut, mereka akan dengan mudah mengerti.

Review Nuna Sena, Baby Crib yang Praktis Dibawa Kemanapun

Menyiapkan perlengkapan bayi merupakan sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan untuk Mama. Terlebih ketika hendak memilih peralatan tidur untuk buah hati tercinta. Itu mengapa Mama perlu membaca review Nuna Sena. Pasalnya, sebagai salah satu peralatan tidur bayi yang banyak direkomendasikan, produk ini punya banyak keunggulan. Tapi…

Tapi apa? Yuk deh Mam langsung kita baca aja reviewnya!

1. Produk yang Minimalis dan Berwarna Cerah

Berjenis baby crib, produk dari Nuna Sena satu ini didesain dengan model warna yang cerah dan banyak gambar di dalamnya. Hal ini akan memberikan kesan ceria dan meriah. Terdapat beberapa hiasan aksesori seperti mainan gantung dan kelambu. Tentu saja hal ini akan memberikan kemudahan bagi Mama yang ingin menidurkan bayinya lebih cepat.

2. Praktis dan Mudah Disiapkan

Salah satu keunggulan yang ditawarkan Nuna Sena adalah kepraktisannya. Mama hanya perlu menggunakan satu tangan untuk merakitnya. Di bagian tengah produknya terdapat lingkaran untuk merakit. Mama hanya perlu menekannya ke bagian bawah dengan telapak tangan. Produk yang terlipat pada awalnya kini telah berubah jadi alas tidur bayi yang kokoh.

3. Material Nuna Sena Aman untuk Bayi

Photo by Nunababy.com

Diperuntukkan bagi bayi di bawah satu tahun, tentu saja material yang digunakan Nuna Sena sangat diperhatikan untuk bayi. Berasal dari material Oeko-Tex certfied facbrics, perlengkapan dari Nuna ini bebas dari bahan kimia yang membahayakan buah hati Mama.

Baby crib keren ini juga dilengkapi oleh bahan-bahan tahan api, sehingga memberikan keyakinan penuh kepada para Mama untuk lebih merasa aman dengan produknya.

4. Nuna Sena Didesain Tidak Mudah Terbalik dan Tergelincir

Umumnya, kelemahan baby crib portabel adalah terkait dengan kekuatan dan keamanannya. Meski demikian, Mama tak perlu khawatir karena Nuna Sena sangat aman digunakan. Bagian penopangnya cukup kokoh dan tidak mudah bergeser, sehingga tak mudah terbalik dan tergelincir.

5. Nuna Sena Dilengkapi Matras Pengatur Suhu

Keunggulan lain yang ditawarkan Nuna Sena adalah adanya pelengkap matras yang bisa mengatur suhu. Perlengkapan ini sudah termasuk dalam satu set dalam baby crib. Matrasnya halus, berlapis dan juga kuat. Di dalamnya memiliki rongga halus yang berfungsi untuk mengatur temperatur dalam Nuna Sena Set.

6. Baby Crib Nuna Sena Dilengkapi Anti Jepit

Photo by Nunababy.com

Terkadang, bayi yang sedang aktif bergerak akan menyentuh ujung kasur atau box karena ingin keluar. Mama tak perlu khawatir berlebihan karena Nuna Sena dilengkapi anti jepit sehingga jari buah hati akan lebih aman dari terjepit. Fitur ini akan membuat Mama lebih tenang membersamai si kecil selama di dalam baby crib.

7. Nuna Sena Mudah Dibersihkan

Bayi yang berada di dalam baby crib pasti akan banyak melakukan kegiatan di dalamnya. Tak jarang, tempat tidur bayi akan terkena ompol atau tumpahan susu. Jika dibiarkan, maka akan menimbulkan bau yang tak sedap.

Mama bisa bernapas lega karena Nuna Sena dilengkapi dengan bukaan di lapisan-lapisan matras alasnya untuk bisa menyerap bau. Hal ini juga berfungsi agar sirkulasi udara dalam baby crib tetap baik dan tidak menyesakkan bagi si kecil. Lapisan pembungkusnya juga mudah dilepas dan dicuci.

Meski Banyak Keunggulannya, Mama Yakin Mau Beli?

Photo by Nunababy.com

Baby crib, boks bayi, atau tempat tidur bayi umumnya hanya akan digunakan sebentar saja. Hal ini menjadi salah satu alasan yang membuat para Mama cenderung berpikir dua kali untuk membelinya. Terdapat beberapa alasan lain yang bisa memperkuat keinginan Mama untuk menyewa kebutuhan bayi dibandingkan membelinya.

1. Harga yang Cukup Mahal

Bukan rahasia bila box bayi, baby crib, dan sejenisnya memiliki harga yang cukup mahal. Harga ini biasanya menjadi pertimbangan awal untuk menyewa perlengkapannya. Harga sewa akan jauh lebih miring dan kesehatan dompet Mama akan lebih terjaga.

2. Fungsi dan Kegunaan 

Meski sudah disediakan, kadang keberadaan box bayi tidak terlalu dibutuhkan untuk bayi baru lahir. Buah hati Mama akan lebih senang ketika tidur berdekatan, sehingga bonding keduanya akan lebih terasa. Terlebih bila sang bayi masih kerap bangun untuk menyusu di malam hari.

3. Material yang Belum Tentu Cocok untuk Bayi

Meski sudah dicari info terkait bahan dan material, terkadang sebuah kasur bayi, baby crib, dan sejenisnya masih bisa memberikan ketidakcocokan pada kulit bayi. Tentu hal ini akan membuat Mama sedih ketika barang yang dibeli ternyata tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya, bukan? Untuk itulah, pilihan menyewa peralatan bayi bisa jadi pilihan.

4. Tidak Terlalu Memakan Tempat

Keunggulan lain dari menyewa perlengkapan bayi adalah tidak terlalu memakan tempat. Barang yang sudah tidak digunakan dapat dikembalikan tanpa mengubah tatanan ruang kamar si kecil. Win-win solution untuk semuanya, bukan?

Menyewa peralatan bayi kini praktis dan tanpa ribet. Meski demikian, Mama harus bijak untuk menentukan tempat sewa peralatan bayi yang terpercaya. Tak perlu risau, Mama bisa langsung mengunjungi Mamasewa untuk dapatkan harga terbaik dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.