Di zaman ini, mengajari anak menghargai perbedaan tidak lagi sebatas toleransi agama, suku, dan ras saja. Tapi juga pada bagaimana setiap individu semestinya bisa saling menghargai hak, pemikiran, maupun sudut pandang orang lain. Tanpa harus menghakimi dan merasa paling benar. Nah, di artikel ini Mamasewa sudah merangkum 10 tips bagaimana cara mengajarkan anak menghargai dan menyikapi perbedaan. Simak ya, Mam!

1. Memberikan Contoh yang Baik

Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Nah, sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai orangtua untuk memberikan teladan yang baik.

Misalnya dengan menunjukkan bagaimana Mama dan Papa menyelesaikan masalah saat memiliki pendapat yang berbeda, menghormati tetangga yang sedang beribadah dengan tidak berisik, atau tidak mencela ras tertentu karena stereotipnya.

2. Dorong Anak agar Berpikir Kritis dan Terbuka

Kenalkan pada anak bahwa perbedaan dan keragaman adalah berkah Tuhan. Dengan begitu, kita bisa lebih terbuka mempelajari banyak hal dan saling melengkapi. Namun tetap mampu berpikir kritis

Itu sebabnya kenapa nilai agama dan norma di masyarakat tetap perlu ditanamkan agar kelak anak mampu membedakan mana yang benar dan tidak, mana yang boleh dan tidak, serta mana yang pantas dan tidak. Harapannya agar mereka nanti tidak berbuat sekenanya dengan alasan ‘perbedaan’.

3. Promosikan Perspective-taking

Salah satu tujuan utama mengajari anak menghargai perbedaan adalah untuk membuat mereka mengerti bahwa perbedaan artinya tidak selalu “aku yang benar dan dia yang salah”.

Untuk itu, dorong mereka untuk melihat situasi dari berbagai sudut pandang. Cara termudahnya adalah dengan menanyakan bagaimana kira-kira atau apa yang akan mereka lakukan kalau mereka ada di posisi yang berbeda.

4. Ajarkan Empati

Kemudian, Mama juga perlu membantu anak untuk memahami perasaan dan pengalaman orang lain. Apa yang mereka lihat saat ini belum tentu merepresentasikan apa yang telah orang lain lalui hingga berada di titik ini.

Dengan begitu mereka bisa menghargai alasan kenapa orang lain merasa dan bertindak seperti itu.

5. Gunakan Buku atau Cerita yang Menyoroti Nilai-nilai Toleransi

Cara lain untuk mengajarkan anak menghargai perbedaan adalah lewat cerita. Untuk melakukannya, Mama bisa memanfaatkan buku cerita yang menyoroti nilai-nilai toleransi atau bisa juga dari pengalaman pribadi.

Lewat sinilah anak bisa mengambil sebuah pelajaran sebagai tabungan nilai-nilai baik untuk diteladani.

BACA JUGA: 10 MANFAAT MEMBACA BUKU UNTUK ANAK, MAMA CERDAS WAJIB TAHU!

6. Libatkan Anak dalam Kegiatan Multikultural

Agar anak semakin mencintai dan menghargai perbedaan, Mama dan Papa bisa mengajak si kecil datang ke festival budaya atau bahkan berlibur ke daerah lain. Dengan itu, anak akan belajar untuk merasa nyaman dan menghargai perbedaan dan keberagaman.

Cara lainnya, bisa dengan mendorong mereka untuk berteman dengan anak-anak dengan latar belakang yang berbeda atau mengajak mereka terlibat dalam kegiatan sosial yang mempromosikan inklusivitas.

7. Biarkan si Kecil Bertanya

Ketika menemukan hal baru dan berbeda, si kecil mungkin penasaran dan menanyakannya pada Mama. Misalnya kenapa kebanyakan orang di Indonesia Timur berkulit lebih gelap, kenapa orang Islam dilarang makan babi, dan sebagainya.

Hanya karena Mama belum punya jawabannya, bukan berarti Mama boleh menghentikan rasa ingin tahunya, ya!

8. Diskusikan tentang Perbedaan

Selanjutnya, Mama juga bisa mengajarkan cara menghargai perbedaan lewat dialog terbuka. Mama bisa menanyakan pendapatnya terlebih dahulu atau bisa dengan menjawab pertanyaan mereka dengan jujur dan penuh pengertian.

Nah, supaya pesannya bisa diterima dengan baik, pastikan Mama menggunakan cara yang sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman anak. 

Misalnya sambil bermain pretend play yang bisa ditemukan di Mamasewa, memilih diksi yang mudah dimengerti, serta memberikan contoh yang relevan dengan keseharian mereka.

9. Hargai dan Apresiasi Pendapat Anak

Seringkali orangtua kurang menghargai pendapat anak karena merasa lebih berpengalaman dan dewasa. Terlebih lagi saat si kecil mengutarakan keinginan yang berbeda dengan Mama dan Papa.

Padahal meski masih anak-anak, pendapat mereka juga perlu didengarkan, dihargai, dan diapresiasi bukan?

10. Bimbing Anak dalam Menangani Konflik

Ketika anak dihadapkan dalam sebuah konflik, selalu dorong mereka untuk menyelesaikannya lewat komunikasi yang efektif. Bukan dengan tindakan yang melibatkan kekerasan maupun diskriminatif.

Dengan konsistensi dan kesabaran, Mama bisa membantu si kecil untuk tumbuh sebagai pribadi yang baik dan bersikap positif. Dengan begitu, dukung mereka supaya siap menghadapi perbedaan dan keragaman yang ada di luar sana dengan bekal nilai-nilai baik yang sudah Mama tanamkan. Selalu semangat membersamai mereka ya, Mam!

Tinggalkan Balasan