Berpikir kritis adalah keterampilan yang perlu dilatih dan ditingkatkan dari waktu ke waktu. Pasalnya kemampuan ini memberikan banyak manfaat bagi si kecil untuk memahami dunia di sekitarnya. Berikut ini adalah beberapa manfaat melatih anak berpikir kritis sedini mungkin.

1. Memberikan Landasan Berpikir yang Benar

Anak yang terbiasa dilatih berpikir kritis akan memiliki landasan berpikir yang logis. Membuat mereka lebih selektif menerima informasi sehingga  tidak akan mudah menerima argumen yang tidak berdasar. 

Konsep berpikir ini sangat berguna saat si kecil nantinya terjun ke masyarakat atau mendalami profesi tertentu. 

2. Membantu Anak Mencerna Situasi dan Kondisi Sekitar

Selanjutnya, anak yang memiliki kemampuan berpikir kritis mampu melihat dunia dengan cara yang lebih masuk akal. Itu karena mereka sudah terbiasa mencerna dan mengolah informasi yang diterima sehingga mampu memahami konsep sebab dan akibat. 

Anak-anak juga mampu menilai mana yang baik dan yang buruk. Menjadikannya pribadi yang lebih mindful dan bijaksana.

3. Membuat Anak Lebih Kreatif dan Solutif

Anak yang berpikir kritis mampu menyelesaikan sebuah masalah dengan berbagai pendekatan. Bisa dibilang mereka cukup kreatif dan solutif karena mampu melihat masalah sebagai sebuah gambaran yang besar.

Bahkan bisa jadi ide yang mereka tawarkan tidak pernah terpikirkan oleh kita sebagai orang dewasa. Hal ini tentu bisa menjadi bekal baik bagi mereka untuk menghadapi segala tantangan hidup. 

4. Membantu Anak Membuat Keputusan

Anak yang berpikiran kritis biasanya lebih mandiri dalam berpikir dan mampu membuat keputusan yang masuk akal. Itu karena keterampilan ini membantu mereka untuk fokus pada solusinya, bukan masalah yang dihadapi. 

Secara tidak langsung, ini bisa meningkatkan kesehatan mental mereka karena pikirannya tidak terdistraksi oleh banyak hal yang mengganggunya. 

5. Meningkatkan Prestasi Akademik

Anak-anak yang berpikiran kritis memiliki kebiasaan yang selalu ingin tahu. Ini mendorong mereka untuk terus belajar dan mencari tahu banyak hal. Bisa dibilang mereka adalah pembelajar yang aktif dan kebanyakan memiliki prestasi akademik yang memuaskan. 

Riset juga membuktikan bahwa si pemikir kritisi menunjukkan kemampuan berbahasa dan tingkat intelegensi yang lebih baik dibanding anak-anak sebayanya.

6. Mengembangkan Kecerdasan dan Kematangan Emosional

Anak yang berpikiran kritis memiliki landasan pemikiran yang kuat. Mereka tidak akan mudah terhasut atau terkena pengaruh buruk dari lingkungan sekitarnya.

Mereka tidak akan bereaksi secara emosional di situasi yang menuntut mereka untuk berpikir rasional. Itulah alasan kenapa anak yang berpikiran kritis memiliki kecerdasan dan kematangan emosional yang baik. 

7. Lebih Terbuka dan Memahami Pendapat Orang Lain

Terbiasa melatih si kecil berpikir kritis juga membantu mereka tumbuh sebagai anak yang berempati tinggi dan lebih terbuka. Itu karena mereka memiliki kesadaran soal proses berpikir seseorang. 

Karena itu juga mereka bisa memahami pendapat yang berbeda dengan argumennya. Sekaligus mampu mengembangkan dan mempertahankan argumennya sendiri karena memiliki dasar pemikiran yang kuat.

Itulah manfaat melatih anak berpikir kritis yang berhasil dirangkum oleh Mamasewa. Untuk mendapatkan informasi menarik lainnya seputar dunia parenting dan tumbuh kembang si kecil, Mama bisa terus mengikuti artikel terbaru kami. Nggak cuma itu saja, Mamasewa juga menyediakan berbagai perlengkapan si kecil yang mampu mendukung tumbuh kembangnya, mulai dari mainan, perlengkapan tidur, peralatan MPASI, atau kebutuhan traveling. Untuk melihat koleksi selengkapnya, kunjungi www.mamasewa.com!

Tinggalkan Balasan