anak belum lancar bicara

Penyebab Anak Usia 6 Tahun Belum Lancar Bicara dan Cara Mengatasinya

anak usia 6 tahun belum lancar bicara
Cute photo created by jcomp – www.freepik.com

Ketika anak usia 6 tahun belum lancar bicara pasti membuat Mama dan Papa khawatir. Meskipun memang setiap anak memiliki tahap pertumbuhannya sendiri-sendiri, akan tetapi sudah sewajarnya anak 6 tahun sudah harus lancar berbicara. Bisa jadi Si Kecil terkena keterlambatan bicara atau speech delay

Bentuk keterlambatan bicara yang dialami anak-anak mulai dari bicara tidak jelas sampai kesulitan mengungkapkan apa yang mereka inginkan. Biasanya, anak dengan keterlambatan bicara lebih sering menggunakan bahasa tubuh daripada bahasa verbal. Jika anak mengalami hal ini, jangan dibiarkan ya, Ma, karena akan mengganggu proses tumbuh kembangnya. Untuk itulah sebaiknya Mama mengetahui penyebab anak usia 6 tahun belum lancar bicara terlebih dahulu.

Penyebab Anak Usia 6 Tahun Belum Lancar Bicara

Beberapa penyebabnya bisa berupa:

  • Dibesarkan dalam lingkungan multilingual atau banyak bahasa sehingga anak kebingungan memilih kata-kata.
  • Kesulitan mengerti atau mencari kata-kata.
  • Gangguan pendengaran.
  • Kelainan rongga mulut, bisa disebabkan karena bibir sumbing atau kelainan lidah.
  • Gagap.
  • Pengabaian oleh orang sekitar.
  • Gangguan spektrum autisme.

Cara Mengatasi Keterlambatan Bicara

cara mengatasi keterlambatan bicara
People photo created by drobotdean – www.freepik.com

Untuk mengatasi anak usia 6 tahun belum lancar bicara, Mama dan Ayah harus secara aktif memberikan stimulasi yang tepat untuk perkembangan bahasanya. Beberapa cara yang bisa Mama lakukan adalah sebagai berikut:

1. Berkomunikasi dengan Si Kecil

Tak ada salahnya lho, Ma, mengajak komunikasi dengan anak sejak ia lahir. Hal ini dapat merangsang indera pendengarannya sejak kecil. Setelah ia besar, anak menjadi mulai terbiasa mendengar dan bisa mengatakan secara jelas keinginannya melalui kata-kata. 

Beri perhatian dengan menanggapi kata-katanya saat Si Kecil mengoceh dengan bahasa bayi. Buatlah anak ekspresif mengeluarkan keinginan dan perasaannya. 

2. Terus beri pertanyaan pada Si Kecil

Cara mengatasi anak usia 6 tahun belum lancar bicara selanjutnya adalah terus beri pertanyaan jika ia mulai mengeluarkan bahasa bayi dan memberikan reaksi positif. Hal ini untuk mempertegas apa yang anak ucapkan. Biarkan ia bercerita tentang apa pun yang ia alami dan ia rasakan. 

3. Bermain bersama Mama dan Ayah

anak belum lancar bicara
People photo created by tirachardz – www.freepik.com

Interaksi antara anak dan orangtua juga berperan dalam perkembangan bahasa verbalnya. Mama dan Ayah harus bisa menjadi anak kecil, dengan suara yang mirip anak kecil, pandangan mata yang sejajar, dan pertanyaan sederhana yang membuat Si Kecil senang bermain.

Selain itu, jangan lupa ajak Si Kecil berjoget, bertepuk tangan, atau menyanyi untuk menambah semangat dan kegembiraan kala bermain. Jika dilakukan dengan rutin, anak akan mencoba menirukan lirik lagu yang tentunya akan menambah kemampuan bahasanya.

4. Beri pujian saat anak mengalami perkembangan

Anak tahu saat ia diberi pujian artinya ia melakukan hal yang benar. Pujian, senyuman, pelukan, dan apa pun bentuk penghargaan Mama dan Ayah juga akan berpengaruh pada perkembangan bahasanya. Kunci utama merangsang berkembangnya kemampuan berbicara anak adalah dengan banyak-banyak berkomunikasi dengannya. Pastikan Bunda juga selalu memakai respons yang positif dan penuh kasih sayang.

5. Lakukan terapi

Umumnya, anak usia 3 tahun sudah bisa berbicara dengan jelas. Namun, jika si Kecil usia 6 tahun belum lancar bicara artinya ada yang salah dalam perkembangannya. Oleh karena itu, sebaiknya Mama konsultasikan dengan dokter spesialis anak. 

Jika anak tidak segera mendapatkan terapi pada usia 4 tahun, anak akan rentan tantrum dan stres karena sulit mengungkapkan keinginan mereka. Apalagi di usia tersebut ia sudah punya teman, dan temannya mungkin akan kesulitan berkomunikasi dengan anak.

Saat anak usia 6 tahun belum lancar bicara, Mama harus waspada, ya. Lakukan terapi dan terus stimulasi perkembangan Si Kecil. Mama juga bisa memilih permainan yang dapat merangsang stimulasi anak. Nah, Mama bisa sewa permainan anak di mamasewa.com yang menyediakan perlengkapan bayi dan anak-anak yang lengkap. Keuntungan yang Mama bisa peroleh adalah harganya lebih murah daripada beli, bisa diantar ke rumah, dan barang-barangnya berkualitas, serta terjamin kualitasnya. Yuk, sewa sekarang!

sepeda roda tiga

6 Rekomendasi Sepeda Roda Tiga Terbaik Buat Si Kecil

rekomendasi sepeda roda tiga
Family photo created by freepik – www.freepik.com

Sepeda roda tiga menjadi pilihan Mama dan Papa untuk melatih kemampuan anak bersepeda. Biasanya anak usia 1,5 hingga 2 tahun sudah menunjukkan tanda-tanda fisik bahwa ia siap main sepeda. Selain itu, anak juga menunjukkan tanda antusias saat melihat sepeda punya teman atau tetangga. Nah, jika Si Kecil sudah menunjukkan tanda-tanda itu, sebaiknya Mama segera memilih mainan sepeda roda tiga untuk Si Kecil.

Tips Memilih Sepeda Roda Tiga

Sebelum memberikan Si Kecil sepeda roda tiga, ada baiknya Mama mengetahui tips memilih sepeda supaya kenyamanan dan keamanan Si Kecil terjaga. Apa saja tipsnya, yuk, simak penjelasan berikut ini!

1. Pilih jenis sepeda berdasarkan usia anak

Jika Si kecil masih berusia 1,5 hingga 2 tahun, sebaiknya pilih dengan tongkat pengendali. Hal ini karena Si kecil masih belum mampu mendorong pedal dengan kakinya sendiri sehingga masih perlu bantuan Mama dan Ayah.

2. Sesuaikan dengan tinggi dan berat anak

Setiap jenis dan merk sepeda memiliki spesifikasi sepeda yang beragam. Pastikan Mama pilih yang sesuai tinggi Si Kecil dan kemampuan sepeda menopang berat Si Kecil. Tinggi dan kemampuan menopang berat ini tertera pada tiap sepeda. Jadi, pastikan pilih yang paling cocok dengan anak, ya, Ma!

3. Cek bahan pembuatan sepeda

Bahan badan sepeda dan ban sepeda roda tiga juga harus dijamin keamanannya, ya, Ma. Ban sepeda berukuran tebal dapat meredam guncangan dengan baik. Selain itu, pilih bahan badan sepeda dari plastik yang tebal. Hal ini karena plastik sangat mudah rusak namun bahannya ringan.

6 Rekomendasi Sepeda Roda Tiga

sepeda roda tiga
People photo created by prostooleh – www.freepik.com

Nah, setelah mengetahui tips memilih sepeda roda tiga, saatnya menyewa sepeda buat Si Kecil. Berikut ini ada 7 rekomendasi sepeda roda tiga yang cocok buat dijadikan mainan anak.

1. London Taxi Kick Bike

Sepeda Anak London Taxi Kick Bike yang merupakan sepeda untuk melatih keseimbangan anak dalam bersepeda. Sepeda ini cocok untuk usia 2-5 tahun, berat sepeda sangat ringan hanya 2,9 kg, memiliki 2 tone warna untuk saddle dan pegangan dengan tampilan vintage. Mama bisa sewa sepeda ini di mamasewa.com mulai dari Rp 5.000 per hari.

2. Sepeda Roda Tiga Safari

Sepeda ini sangat cocok untuk dimainkan di dalam maupun di luar ruangan. Selain itu, sepeda ini juga bermanfaat untuk membangun koordinasi, keseimbangan, dan keterampilan motorik besar. Keuntungan lainnya adalah membantu mempromosikan keterampilan motorik anak, sehingga menjadi aktif bermain dan melatih keseimbangan.

Mama bisa sewa sepeda safari ini mulai dari Rp 2.833 per hari di mamasewa.com. Oh iya, sepeda ini juga cocok untuk anak usia 2-3 tahun.

3. Pliko Scuderia Ferrari Go Kart Ride On Pedal

Sepeda roda 3 anak yang satu ini juga tak kalah bagus dari yang lainnya. Sepeda anak ini merupakan Go Kart tanpa mesin, dilengkapi pedal seperti sepeda. Terdiri dari 4 roda sehingga lebih stabil memudahkan anak untuk belajar mengoes / mengayuh pedal, menyalurkan energi si kecil yang aktif, membuat tubuh anak bugar dan mengembangkan motorik anak.

Terdiri dari setir yang bisa mengontrol roda depan untuk berbelok, lisensi resmi Ferrari Go Kart, dan tiang penyangga roda yang terbuat dari besi. Harga sewa Pliko mulai dari Rp 5.000 per hari saja, lho, Ma. Yuk, segera sewa sebelum kehabisan!

4. Sepeda Motion Bike Tricycle

Sepeda roda 3 anak ini merupakan generasi ke-2 dari sepeda motion yang bisa dipakai jadi roda 4 maupun roda 2. Saat menjadi roda 2, terdapat pedal untuk mengayuh. Selain itu, bisa juga berfungsi sebagai balance bike untuk berlatih keseimbangan agar lebih lancar dan lebih cepat memakai roda 2 nantinya.

Sepeda roda tiga ini juga sangat mudah dipasang dan disesuaikan tingginya, lho. Dengan tinggi jok 33cm dan bisa diatur menjadi 3-4 cm lebih tinggi. Berat sepeda juga termasuk ringan, hanya 3,5 kg dan bisa dipakai hingga berat anak 30 kg.

Harga sepeda Motion Bike ini adalah Rp. 700.000. Tapi Mama bisa sewa sepeda mulai dari Rp 4.166 per hari di mamasewa.com.

5. Balance Bike Geko Plus 4 in 1

Geko Plus 4in1 Balance Bike cocok sekali digunakan untuk anak usia 1,5 sampai 5 tahun dan mampu menopang berat anak hingga 50 kg. Selain terpakai lama, Geko Plus 4 in 1 Bike ini juga mendukung  perkembangan belajar anak dan tumbuh kembang anak, melatih keseimbangan, melatih anak mengayuh pedal, dan melatih keberanian pada anak.

Harga sepeda Balance Bike ini cukup Rp 5.000 per hari saja, lho, Mam.

6. Sepeda Roda Tiga Doona Liki Trike S1

rekomendasi sepeda roda tiga

Sepeda roda 3 anak ini bisa dibilang paling canggih karena bisa fiturnya bisa mengikuti sesuai usia anak. Ada 4 fase operasional sepeda yang bisa diubah-ubah dalam satu sepeda. Fase 1 cocok untuk anak-anak dari 10 hingga 18 bulan. Dilengkapi dengan safety bar, sandaran tinggi, pedal, kanopi UV dan push bar.

Fase 2 cocok untuk anak-anak dari usia 18 hingga 24 bulan karena memiliki bilah pengaman dan, jika perlu, kanopi UV dapat dilepas, pedal sudah dapat ditransfer ke depan, kemudi oleh anak, namun, masih dinonaktifkan.

Sedangkan, fase 3 cocok untuk anak-anak mulai dari 24 hingga 30 bulan. Pedal sudah bisa dikayuh dan dikemudikan oleh anak, terdapat sabuk pengaman 3 titik untuk keamanan Si Kecil. Lalu fase 4 cocok untuk anak di atas 30 bulan. Si Kecil bisa menyetir sepeda roda tiga sendiri, sandaran rendah dipasang dan push bar harus dilepas.

Harga sewa sepeda Doona Liki Trike ini hanya Rp 12.857 per hari, lho, Mam!

Jangka waktu mainan sepeda roda tiga tergolong pendek. Hal ini karena Si Kecil akan semakin besar, kakinya bertambah panjang, dan akan semakin sulit dikendarai oleh Si Kecil.

Oleh karena itu, daripada beli mendingan Mama sewa sepeda roda tiga di mamasewa.com. Terdapat berbagai pilihan sepeda roda tiga yang sesuai dengan umur Si Kecil, harga sewanya terjangkau, barang-barang berkualitas dan terjamin keamanannya, serta sepeda roda tiga bisa diantar ke rumah langsung, lho. Tunggu apalagi, Ma? Yuk, segera sewa sebelum kehabisan!

ciri ciri anak autis

Mam, Yuk Kenali Ciri-Ciri Anak Autis dan Cara Menanganinya

ciri ciri anak autis
School photo created by pvproductions – www.freepik.com

Untuk mengenali ciri ciri anak autis, sebenarnya Mama dapat memperhatikan Si Kecil mulai dari masih bayi. Salah satu ciri yang paling terlihat yaitu jarang melakukan kontak mata dan kurang responsif ketika namanya dipanggil. Namun, gejala autis ringan biasanya akan terlihat jelas saat anak berusia 2-4 tahun.

Ciri-Ciri Anak Autis Serta Cara Menanganinya

Nah, untuk mewaspadai autisme pada anak, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri anak autis ringan yang perlu Mama ketahui!

1. Kesulitan berkomunikasi

Ciri autis pada bayi yang pertama adalah anak sulit berkomunikasi, baik dari segi berbicara, menulis, membaca, dan memahami bahasa tubuh. Hal ini yang membuat anak sulit memulai percakapan dan memahami maksud dari perkataan orang lain.

Selain itu, anak juga sering mengucapkan satu kata secara berulang, mengucapkan sesuatu dengan nada tertentu, atau sering tantrum.

2. Sulit bersosialisasi

ciri ciri anak autis
Girl photo created by master1305 – www.freepik.com

Anak autis sering kali asyik dengan dunianya sendiri sehingga sulit bersosialisasi dengan orang di sekitarnya. Terkadang, ciri-ciri anak autis ringan pun terlihat dari sikap kurang merespons terhadap perasaannya sendiri atau orang lain.

Tak heran jika si Kecil dengan autisme sangat sulit berteman, bermain, atau berbagi mainan dengan teman sebayanya. Ia pun akan sangat sulit fokus terhadap mata pelajaran di sekolah.

3. Memiliki gangguan perilaku

Ciri-ciri anak autis lainnya yaitu memiliki gangguan perilaku pada objek, topik, atau aktivitas tertentu. Seringkali, si Kecil yang mengalami autisme hanya menyukai mainan tertentu, topik tertentu yang mereka pelajari di sekolah, atau satu aktivitas yang sangat mereka nikmati.

Jika Si Kecil menunjukkan perilaku obsesif, hal ini bukanlah ciri autisme, tetapi tetap perlu diwaspadai ya Mam. Terkadang terdapat juga masalah lain yang tidak terdiagnosis dan dapat menyebabkan perilaku serupa. Jadi, pastikan Mama konsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mengetahui jawabannya.

Beberapa ciri ciri anak autis lainnya yang perlu Mama waspadai yaitu:

  • Suka marah, menangis, atau tertawa tanpa alasan
  • Hanya suka makanan tertentu
  • Hanya menyukai objek tertentu
  • Suka melakukan aktivitas yang membahayakan dirinya sendiri, seperti menggigit tangan atau membenturkan kepala ke dinding
  • Bahasa atau gerakan tubuh yang cenderung kaku
  • Sulit tidur

Cara Menangani Anak Autis

cara menangani anak autis
Hand photo created by pvproductions – www.freepik.com

Sebagai orangtua tentu Mama menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan solusi ketika si Kecil didiagnosa autis. Mulai dari perawatan medis, terapi, hingga perawatan di rumah secara rutin, tentu menjadi fokus orang tua . Berikut ini beberapa tips cara menangani anak autis agar pertumbuhan dan perkembangan anak optimal.

1. Fokus pada hal positif

Sama seperti anak lainnya, anak autis juga memiliki kelebihan. Artinya Mama bisa memuji si Kecil ketika anak sudah melakukan hal baik. Selain memberikan pujian, beri juga hadiah sebagai bentuk penghargaan jika si Kecil sudah melakukan hal yang baik dan patut mendapatkan apresiasi.

2. Buat rutinitas yang konsisten

Anak autis lebih menyukai rutinitas dan keteraturan. Pastikan Mama memiliki jadwal yang selalu sama setiap hari sehingga anak akan lebih mudah berlatih saat melakukan terapi.

Cara ini akan membuat anak autis lebih mudah mempelajari kemampuan dan kebiasaan baru. 

3. Jangan lupa me time

Terapi, perawatan medis, dan sebagainya seringkali membuat stres. Sesekali Mama bisa bersenang-senang dan melakukan aktivitas me time, di sela-sela waktu terapi dan perawatan medis yang Mama dan si Kecil jalani.

4. Jangan lupa pikirkan diri Mama

Tidak mudah lho mengurus anak, apalagi pada si Kecil yang memiliki kebutuhan khusus dan perlu perhatian ekstra. Terkadang Mama sebagai orang tua harus kehilangan beberapa rutinitas yang biasa Mama lakukan demi mengurus si Kecil. 

Usahakan lakukan hobi, olahraga, makan sehat, dan meditasi agar Mama tidak kehilangan jati diri. Sempatkan juga memanjakan diri Mama dengan spa, pijat, pacaran berdua dengan Papa, dan lakukan hal apapun yang ingin Mama lakukan.

Terdapat berbagai ciri ciri anak autis, jenis dan karakteristik autisme. Ketahui apa yang paling Si Kecil butuhkan dengan berkonsultasi ke dokter spesialis anak. Terapi, perawatan medis, dan perawatan lainnya dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kualitas hidup anak autis dan diharapkan anak dapat hidup lebih mandiri.

Nah, kalau Mama butuh perlengkapan dan mainan anak yang bisa disewa daripada beli, Mama bisa sewa di mamasewa.com. Mamasewa menyewakan berbagai perlengkapan si Kecil, peralatan MPASI, mainan anak, high chair, dan peralatan lainnya dengan harga sewa yang terjangkau. Selain itu kondisi barang selalu bersih dan higienis hampir sama seperti baru! Barang yang disewa juga bisa langsung diantar sampai depan rumah Mama. Tunggu apa lagi? Yuk, segera sewa!

penambah nafsu makan anak

Ini Dia 6 Makanan Penambah Nafsu Makan Anak, Yuk Coba Mam!

penambah nafsu makan anak
Baby photo created by cookie_studio – www.freepik.com

Makanan penambah nafsu makan anak diperlukan saat Si Kecil mulai menunjukkan gejala gerakan tutup mulut alias GTM. Kalau sudah GTM begini, si Kecil jadi kelaparan, Mama yang pusing karena takut terjadi apa-apa dengan anak. Apalagi dalam masa tumbuh kembang si Kecil, yang mana nutrisi dan asupan gizi sangat dibutuhkan dan penting bagi tubuhnya.

Tentu, Mama yang pertama kali paling sedih dan panik saat si Kecil kehilangan nafsu makan, bukan? Tapi tak perlu terlalu cemas Mam, karena hal ini proses yang wajar dalam fase tumbuh kembang anak. Mama pun dapat mengantisipasi kalau-kalau si Kecil nggak nafsu makan. Yuk, kenali dulu apa penyebab anak tidak nafsu makan, dan menu makanan apa saja yang bisa membantu menambah selera makan si Kecil!

Penyebab si Kecil Tidak Nafsu Makan

Penyebab anak tidak nafsu makan bermacam-macam. Bisa jadi karena anak sedang tumbuh gigi, sariawan, diare, demam, atau tidak suka dengan makanannya. Alasan lain bisa juga karena si Kecil terlalu banyak makan camilan, seperti permen, cokelat, snack, atau jajanan, yang menyebabkan ia kekenyangan duluan dan kurang nafsu pada menu makanan utama.

Nah, agar Mama nggak bingung lagi kalau si Kecil mengalami fase tidak nafsu makan, Mama bisa berikan makanan penambah nafsu makan anak berikut ini. Simak, ya!

Makanan Penambah Nafsu Makan Anak

makanan penambah nafsu makan anak
Baby photo created by freepik – www.freepik.com

Berikut ini makanan penambah nafsu makan anak yang perlu Mama tahu:

1. Minyak Ikan

Minyak ikan dipercaya sebagai makanan penambah nafsu makan anak. Kandungan omega-3 yang ada pada minyak ikan dapat membuat si Kecil mau membuka mulut dan makan makanan yang Mama tawarkan. Coba selipkan minyak ikan ke dalam menu makanan si Kecil, sebelum Mama menghidangkannya.

Menurut beberapa ahli kesehatan untuk anak, memang masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak minyak ikan terhadap meningkatnya nafsu makan anak. Akan tetapi, Mama masih bisa memberikan minyak ikan pada si Kecil karena baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otaknya.

2. Jahe

Jahe adalah bumbu yang biasa Mama gunakan untuk masakan. Nah, kali ini kita tambahkan dalam menu makanan penambah nafsu makan si Kecil, yuk! Mama bisa kreasikan dengan cara menggabungkan ke dalam minuman atau makanan kesukaan si Kecil.

Selain menambah nafsu makan anak, jahe juga dipercaya mampu mengatasi perut kembung, mual, atau muntah.

3. Makanan Penambah Nafsu Makan Anak dari Kacang-kacangan

menu makanan penambah nafsu makan anak
Food photo created by rawpixel.com – www.freepik.com

Selain minyak ikan dan jahe, Mama juga bisa berikan si Kecil kacang-kacangan untuk menambah nafsu makannya. Misalalnya, Mama dapat mengolahnya jadi menu bubur kacang hijau atau sebagai topping makanan lainnya. 

Beberapa pilihan kacang yang bisa Mama berikan ialah kacang mete, kacang almon, kacang tanah, atau kacang hijau yang kaya akan vitamin, mineral, dan kalsium yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.

4. Kentang

Selain nasi, Mama bisa mengganti sumber karbohidrat dari olahan kentang. Mungkin saja si Kecil bosan dengan makanan yang itu-itu saja. Kuncinya, Mama harus kreatif mengkreasikan berbagai menu menjadi makanan kesukaan si Kecil. Dengan begitu, kemungkinan nafsu makan si Kecil semakin tinggi.

5. Menu Makanan Penambah Nafsu Makan Anak dari Olahan Wortel

Wortel bisa jadi pilihan dalam menu penambah nafsu makan anak. Kandungan vitamin A yang tinggi pada wortel juga sangat baik untuk kesehatan mata si Kecil. Nah, kalau anak kurang suka dengan wortel, Mama bisa membuat kreasi wortel menjadi bakwan, nugget sayur, atau sop ayam yang dicampur wortel. Dengan begitu, si Kecil jadi tidak bosan melahap masakan Mama.

6. Alpukat

Buah alpukat dikenal karena kandungan kalorinya yang tinggi sehingga baik untuk pertumbuhan anak. Tak hanya tinggi kalori, alpukat juga padat nutrisi dengan mengandung 20 jenis vitamin dan mineral serta lemak tak jenuh.

Alpukat juga bisa dikreasikan dengan berbagai bahan makanan lainnya sehingga Si Kecil tidak bosan memakannya. Mama bisa mengkreasikan alpukat menjadi berbagai menu penambah nafsu makan Si Kecil. Misalnya, jus alpukat, alpukat kocok, salad, dan roti bakar isi alpukat. Pasti Si Kecil suka karena rasa alpukat yang gurih dan teksturnya yang mudah dikunyah.

Selain memberikan makanan di atas, Mama juga bisa memberikan makanan kesukaan Si Kecil. Kalau anak lebih suka makan gorengan, jangan lupa tambahkan sayuran supaya asupan nutrisinya tetap terjaga. Usahakan jangan melakukan apa pun selain fokus pada makanan saat waktu makan tiba. Hal ini untuk melatih fokus Si Kecil agar tidak terbagi.
Mama juga bisa menyewa berbagai peralatan makan Si Kecil, seperti high chair, food processor, kursi makan, alat makan, dan berbagai kebutuhan Si Kecil lainnya di Mamasewa.com.

Barang-barang di Mamasewa sudah terbukti kualitasnya, higienis karena dibersihkan terlebih dahulu, harganya terjangkau, menarik perhatian Si Kecil karena lucu-lucu, dan bisa diantar langsung ke rumah. Daripada beli hanya terpakai sebentar, mending sewa aja yuk, Ma!

perawatan pompa asi

5 Rekomendasi Buku Parenting Pilihan Mamasewa, Wajib Dibaca!

Rekomendasi Buku Parenting – Pernah mendengar ungkapan “anak adalah cerminan dari orang tua”? Yap, ungkapan ini merupakan hal nyata yang akan Mama temukan saat si kecil hadir. Sebab, faktanya anak memang akan cenderung mengikuti dan mempelajari secara tidak langsung perilaku yang dia lihat ketika orang tua akan melakukan tindakan. 

Memberikan pendidikan terbaik dalam mengasuh dan mendidik anak sejak dini penting untuk dilakukan. Sebab orang tua sangat memiliki pengaruh yang besar dalam tumbuh kembang si kecil. Apalagi di era teknologi yang semakin canggih saat ini, akan banyak tantangan yang dihadapi para orang tua.

Nah, agar Mama tidak kesulitan dalam mendidik anak nantinya, ada berbagai macam sumber pembelajaran yang bisa mama jadikan acuan. Salah satunya dengan membaca buku parenting!

Biasanya buku ini dibuat berdasarkan dari kisah para ibu dalam mendidik dan mengasuh si kecil hingga mereka berhasil dan bagaimana peran orang tua dalam pertumbuhan sang buah hati. Selain itu, ada berbagai pakar dari bidangnya yang akan memberikan arahan yang tepat untuk mama dan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.

Kira-kira apa saja sih rekomendasi buku parenting yang tepat untuk mama baca? Mamasewa memberikan pilihannya untuk Mam! Yuk disimak selengkapnya!

1. Calmer, Easier, Happier Parenting – Noel Jarnis, Norton

rekomendasi buku parenting
http://amazon.co.uk

Salah satu rekomendasi buku parenting best seller impor yang layak untuk Mama baca pertama kali adalah Calmer, Easie, Happier Parenting. Buku terbaik ini dapat membantu mama bagaimana mengasuh anak dengan baik, benar, namun tetap selalu bahagia.

Menariknya, di dalam buku ini Mama akan mendapatkan berbagai macam strategi dalam mengasuh anak agar mau mendengarkan dan melakukan apa yang Mama minta kepadanya.

Saat menggunakan strategi-strategi ini, si kecil tidak hanya menjadikannya lebih kooperatif namun akan menjadi lebih percaya diri, mandiri dan perhatian. Buku ini dilengkapi dengan contoh kisah nyata dari orang tua lainnya.

Pastinya hal ini dapat menjadi pedoman bagi orang tua lainnya dengan panduan yang jelas agar tetap tenang dan lebih bahagia dalam mengasuh si kecil sekalipun dalam masa aqil baligh nantinya.

Untuk mendapatkan buku terbaik ini, mama cukup membeli dengan kisaran harga Rp 200.000,- saja. Tentu saja harga ini sangat pas jika dibandingkan dengan ilmu yang nantinya akan didapat.

2. Yes, Your Baby is Genius – Glenn Doman, Janet Doman 

rekomendasi buku parenting
http://tokopedia.com

Buku satu ini sangat menarik lho Mam untuk dibaca! Karena dari buku ini, Mama bisa belajar untuk memberikan stimulus pada si kecil dan mengukur serta memperkaya di tahun pertama kehidupannya.

Terlebih, saat bulan pertama kelahirannya. Hal ini penting, karena kebahagiaan si kecil akan menjadi kesejahteraan bagi dirinya di jangka waktu yang panjang. 

Dari Yes, Your Baby is Genius, Mama akan mendapatkan informasi penting yang diperlukan untuk membantu sang buah hati dalam mengenal pertumbuhannya dari masa ke masa. Selain itu, buku ini juga memberikan bimbingan kepada orang tua untuk menciptakan lingkungan rumah yang baik untuk meningkatkan perkembangan otak si kecil. Karena kembali lagi, lingkungan yang baik akan tentu saja akan mempengaruhi tumbuh kembang sang anak.

Mama bisa mendapatkan buku terbaik ini secara online dengan harga di kisaran Rp 250.000,-.

3. ParenThink – Mona Ratuliu

rekomendasi buku parenting
http://facebook.com

Tidak bisa dipungkiri, banyak artis Indonesia yang tidak hanya jago dalam berakting saja lho. Ada banyak artis lainnya yang memiliki kemampuan yang bisa menjadi inspirasi untuk banyak orang. Salah satunya Mona Ratuliu.

Yap, selain jago dalam berakting artis satu ini juga merupakan seorang penulis dari buku terbaik yaitu ParenThink.  Sebagai artis dan juga orang tua bagi ketiga anaknya, Mona Ratuliu membagikan pengalamannya dalam mendidik sang buah hati.

Tentunya, buku ini sangat cocok dibaca untuk orang tua muda yang merupakan pemula dalam dunia parenting. Dengan menerapkan ilmu parenting ala Indonesia yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara, Mona mengajak para orangtua untuk menjadi teladan bagi anak. Selain itu membangun semangat, serta terus memberikan dorongan agar anak tumbuh menjadi manusia dewasa yang sesungguhnya.

Tertarik untuk membacanya? Mama bisa mendapatkannya dengan harga kisaran Rp 40.000,- saja!

4. Gentle Discipline – Sarah Ockwell, Smith 

rekomendasi buku parenting
http://ubuy.co.id

Sering bingung dengan cara menangani anak yang memiliki sikap buruk atau sulit diatur? Mama bisa membaca buku satu ini!

Gentle Discipline karya Ockwell dan Smith merupakan salah satu rekomendasi buku parenting lainnya yang membahas tentang cara menempatkan empati dan rasa hormat kepada si kecil sebagai pusat pengasuhan. Tentu saja, tujuan dari buku ini untuk orang tua memahami, mengapa anak-anak mereka berperilaku buruk.

Selain itu, Mama dapat mengetahui bagaimana si kecil dapat merespons secara efektif dan lembut.

Gentle Discipline akan membawa para orang tua sadar dan memahami penyebab perilaku buruk si kecil dengan lebih mudah tanpa perlu melibatkan emosi sesaat. Di sini, mama dapat belajar cara memperbaiki hubungan yang baik dengan si kecil. Pastinya memberikan solusi dalam permasalahan yang dialami saat mendidik sang buah hati.

Mama bisa mendapatkannya dengan harga mulai dari Rp 100.000,- di toko online kesayangan!

5. Pemuda Bukan Remaja – Kiki Barkiah

rekomendasi buku parenting
http://shopee.co.id

Mempersiapkan anak menuju aqil baligh menjadi sebuah proses panjang yang harus dilakukan oleh para orang tua. Tentu saja, pondasi dasarnya harus dimulai sejak usia dini. Karena jika tidak, si kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang terlambat untuk dewasa serta belum siap untuk memikul beban serta tanggung jawab saat usia aqil baligh nanti. 

Pemuda bukan remaja menjadi salah satu buku yang akan membawa para orang tua untuk belajar mendidik si kecil berdasarkan pengalaman dari para orang tua lainnya termasuk dari kisah sang penulis. Dengan begitu, mama bisa mendapatkan berbagai ilmu dari berbagai referensi para orang tua lainnya terkhusus di masa ia akan beranjak ke masa aqil baligh.

Selain itu, buku ini juga memberikan pelajaran bagaimana mengajarkan si kecil untuk mandiri nantinya sesuai dengan pemaparan berbagai problematika para pemuda yang ada di tengah masyarakat. Buku ini akan memberikan solusi berdasarkan pembahasan dan masalah yang dialami para orang tua.

Buku dengan pelajaran menarik ini bisa Mama dapatkan dengan harga kisaran mulai dari Rp 60.000,- untuk persiapan sang buah hati menuju masa aqil baligh nya nanti.

Nah, ini dia 5 rekomendasi buku parenting pilihan Mamasewa yang wajib dibaca oleh Mama! Rajin membaca buku, akan memudahkan mam untuk mendapatkan solusi serta ilmu saat mendidik si kecil terutama di masa tumbuh kembangnya. Karena kebahagiaan ibu adalah kebahagiaan untuk si kecil juga!

perkembangan kognitif anak

Ini Dia Tahapan Perkembangan Kognitif Anak yang Perlu Diketahui!

Perkembangan Kognitif Anak – Seiring berjalannya waktu, si kecil akan terus mengalami perkembangan baik secara fisik maupun area kognitif. Perkembangan kognitif biasanya mengacu pada kemampuannya untuk proses mengingat, pemecahan masalah, dan juga pengambilan keputusan.

Hal ini tentu saja akan berpengaruh terhadap kecerdasan si kecil lho, Mam!

Seorang pakar psikologi dari Swiss, Jean Peaget mengembangkan teori mengenai perkembangan kognitif pada anak sejak tahun 1927-1980. Teori ini mengungkapkan bahwa cara berpikir pada anak-anak akan berbeda dengan orang dewasa umumnya.

Ini dikarenakan, cara berpikir si kecil memang belum matang dan pengetahuannya cenderung masih terbatas. Dalam penelitiannya pada saat itu, Peaget juga mengungkapkan bahwa tahap perkembangan intelektual dan pertambahan usia akan mempengaruhi si kecil dalam memahami dan mengetahui ilmu yang ada.

Lalu, bagaimana tahap perkembangan kognitif anak yang perlu dikenali oleh Mama ? Ini bisa menjadi bahan pengamatan untuk mama sebagai orang tua dalam mengetahui pertumbuhan dan perkembangan si kecil!

1. Usia 0–3 bulan

perkembangan kognitif anak
Photo by Garrett Jackson on Unsplash

Rentan usia 0 hingga 3 bulan menjadi tahap paling menakjubkan yang pernah Mama temui. Di sini, perkembangan utama si kecil akan berpusat pada eksplorasi pancaindra dan lingkungan sekitarnya.

Biasanya di periode ini, sebagian besar anak mulai menunjukkan perkembangan seperti melihat benda dengan lebih jelas dalam jarak 30 cm, fokus pada objek bergerak, mengenal berbagai rasa dengan indra pengecap. Selain itu, si kecil dapat mendeteksi perbedaan nada dan volume saat berbicara serta melihat berbagai warna dengan baik. 

2. Usia 3–6 bulan

Di masa 3 hingga 6 bulan, menjadi masa dimana persepsi si kecil mulai mengalami perkembangan. Pada periode ini, sebagian besar si kecil mulai menunjukkan perkembangan seperti mengenali wajah seseorang yang terdekat dengannya seperti anggota keluarga, dapat merespons berbagai ekspresi wajah dengan baik dan mulai menirukannya. Selain itu, si kecil juga dapat mengenali dan merespons suara-suara yang sering di dengarnya.

3. Usia 6–9 bulan

perkembangan kognitif anak
Photo by yuri tasso on Unsplash

Tahap perkembangan di usia 6-9 bulan akan membawa si kecil mengalami perkembangan seperti memahami berbagai benda yang ada di sekitarnya, serta mengenali perbedaan gambar dengan jumlah objek berbeda. Si kecil juga mulai penasaran dengan berbagai benda yang tidak dapat digapai olehnya, seperti melihat pesawat terbang dll.

4. Usia 9–12 bulan

Di tahap usia 9 hingga 12 bulan, biasanya si kecil akan mengalami kematangan fisik dan kognitif dengan baik. Hal ini disebabkan karena perkembangan fisik yang kuatnya membuat ia lebih mudah untuk menjelajah sekitar secara lebih dalam.

Selama periode ini, sebagian si kecil juga sudah mampu meniru gerakan serta beberapa tindakan seperti bertepuk tangan.

Tidak hanya itu saja, biasanya Mama akan menemukan saat dimana si kecil akan paham cara menempatkan satu objek ke objek lain misalkan memindahkan mainan yang ia miliki ke keranjang.

5. Usia 1–2 tahun

perkembangan kognitif anak
Photo by serjan midili on Unsplash

Pada tahapan 1 hingga 2 tahun, si kecil akan memasuki perkembangan secara sosial dengan baik. Ia akan menghabiskan banyak waktu dengan mengamati tindakan orang terdekat dan disinilah pengaruh Mama sebagai orang tua dalam memberikan contoh perilaku yang baik.

Si kecil akan menunjukkan respons saat memahami kata-kata yang terucap dan mengerti kapan waktu yang tepat saat menggunakan kata aku dan kamu. Ia juga akan mudah meniru tindakan dan ucapan dari orang dewasa serta mempelajari lingkungan sekitar dengan baik.

6. Usia 2–3 tahun

Usia 2 hingga 3 tahun, anak-anak akan cenderung sudah mandiri dan mulai bisa diperkenalkan dengan tempat-tempat yang bisa dijelajahi. Disini mama bisa membawanya ke tempat-tempat yang memiliki pengetahuan seperti museum hingga tempat hiburan lainnya.

Pengalaman menarik nan menyenangkan akan menjadi hal yang tak terlupakan dan tersimpan di memorinya dengan baik. 

7. Usia 3–4 tahun

perkembangan kognitif anak
Photo by Alvin Mahmudov on Unsplash

Pada periode usia ini, anak-anak akan menganalisa dunia sekitarnya dengan lebih kompleks dan sering aktif dalam proses belajar. Selain itu, si kecil juga akan mulai sering mengajukan berbagai pertanyaan terkait hal-hal yang ada di sekitarnya.

Nah, pada tahap ini mama jangan sungkan untuk selalu menjawab setiap pertanyaannya ya! Karena ia akan lebih banyak mencari jawaban pada lingkungan sekitarnya. Alangkah baiknya setiap jawaban yang ia dapatkan berasal dari orang tua, dibandingkan orang lain. 

8. Usia 4–5 tahun

Pada fase ini, si kecil sudah semakin paham saat ingin mengungkapkan suatu hal dengan menggunakan kalimat yang baik. Selain itu, ia  juga sudah menuju pada usia sekolah dan meniru tindakan orang dewasa serta berhitung dengan baik.

Tidak jarang juga, Mama juga dapat menemukan anak-anak seusianya yang sudah mampu berhitung dan memberi tahu tempat tinggalnya. Daya serap yang dimiliki oleh si kecil akan cenderung lebih tajam pada usia 4 hingga 5 tahun ini. 

Dalam mengasah perkembangan kognitif si kecil, mama bisa lakukan dengan memberikan mainan edukatif menyenangkan untuknya. Bermain memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan anak baik secara kognitif, sosio emosi dan fisik. Tidak sulit kok untuk mendapatkan mainan terbaik bagi si kecil karena mama bisa mendapatkannya di Mamasewa.

Pilihan mainan yang lengkap dari brand ternama dapat mama pilih sesuai keinginan lho! Selain itu, mama tidak perlu mengeluarkan dana yang besar untuk membeli mainan terbaik ini. Karena mama bisa menyewanya sesuai dengan durasi waktu yang diinginkan dan sesuai kebutuhan pastinya. Menarik bukan? Tertarik untuk melihat berbagai pilihan mainan keren yang ada di Mamasewa? Cek pilihan lengkapnya disini!

tips menyapih anak dengan cinta

5 Tips Menyapih Anak dengan Cinta, Cara Alami Menyapih tanpa Drama Berlebih

Menyapih anak dengan cinta sering disebut sebagai cara menyapih yang paling pengertian. Tips menyapih anak dengan cinta ini akan menghindarkan Mama dari drama berlebih jika memang dilakukan dengan benar.

Seperti apa sih memangnya menyapih anak dengan cinta itu? Apakah memang benar-benar efektif dan tidak akan menyakiti anak bahkan anak bisa langsung mengerti? Mama langsung simak saja nih penjelasan berikut. Yuk, tidak perlu berlama-lama!

Tips Menyapih Anak dengan Cinta

Ada satu ikatan antara ibu dan anak yang sama sekali tidak dimiliki atau digantikan oleh ayah, yaitu proses menyusui. Sebab, menyusui anak bukan hanya sekadar memberikan makan ketika anak ketika lapar, tetapi lebih kepada proses mengasihi dan memberikan kenyaman kepada si anak.

Selama menyusui, anak akan merasa diberikan perhatian yang hebat dan mendapatkan kenyamanan yang tidak bisa digantikan oleh proses lainnya. Dengan begini, menyusui tidak hanya penting untuk anak, tetapi juga untuk ibu.

Inilah mengapa, proses penyapihan selalu menjadi momen yang berat bagi ibu dan anak selama prosesnya. Nah, bagaimana sih cara menyapih yang nyaman dan tidak menimbulkan banyak drama? Mama pasti juga sedang mencari caranya, kan?

Konon, proses menyapih anak dengan cinta adalah jawabannya. Cara menyapih ini adalah proses yang disingkat dari proses panjang penyapihan yang harus dilakukan secara perlahan dan penuh pengertian dan bisa saja harus sudah dipersiapkan selama berbulan-bulan sehingga tanpa terasa si kecil lepas menyusu dengan sendiri.

Iya, Mam, tidak instan memang. Perlu strategi dan harus super sabar. Apakah ada tipsnya? Tentu saja ada. Itulah mengapa artikel ini hasil untuk Mam.

1. Kurangi Waktu Menyusui

Mama bisa melakukan ini mungkin 1-3 bulan sebelum hari di mana Mama benar-benar memutuskan untuk menyapih si buah hati. Pengurangan jadwal menyusui akan melatih anak untuk tidak terlalu bergantung pada payudara ibu sehingga saat tersapih nanti, ia akan terbiasa dan tidak syok.

Pengurangan jadwal menyusui merupakan salah satu cara menyapih anak dengan cinta yang juga akan membantu Mama tidak merasa kehilangan. Bagaimanapun, selama hampir dua tahun Mama selalu dicari si kecil ketika ia haus, lapar, hingga saat bosan, bukan?

Perasaan diandalkan akan hilang dan itu merupakan momen yang cukup emosional.

Tidak hanya mengenai menjaga emosi antara anak dan ibu saja, pengurangan waktu menyusui juga akan memberikan efek yang bagus untuk kondisi payudara loh, Mam. Hal ini dikarenakan, ketika proses menyusui berkurang, produksi ASI akan menyusut juga sehingga payudara akan belajar dan menyesuaikan dengan kondisi tersebut.

Jadi, payudara Mama tidak akan merasa sakit karena tidak disusu.

2. Tidak Menawarkan ASI dalam Kondisi Krusial

tips menyapih anak dengan cinta
Photo by Sigmund on Unsplash

Biasanya, Mama tentu akan dengan refleks menawarkan ASI kepada buah hati saat ia menangis, bosan, bahkan saat emosinya tidak stabil, bukan? Tujuannya sih supaya si anak bisa tenang dan senang kembali.

Nah, mulai sekarang, saat Mam yakin melakukan menyapih anak dengan cinta, hindari keadaan seperti ini ya, Mam!

Jangan sampai anak tetap merasa bahwa ASI adalah pelabuhan terbaiknya saat merasakan emosi tertentu. Terlebih, si anak juga sudah bisa makan makanan selain ASI sehingga ia bisa teralihkan ke camilan lain atau bahkan kegiatan yang menyenangkan lainnya.

3. Tidak Membohongi Anak adalah Bagian dari Proses Menyapih Anak dengan Cinta

Mungkin, ibu-ibu zaman dahulu akan melancarkan cara ekstrem untuk menyapih anak, seperti memberikan ekstrak mahoni di payudara, mengoleskan betadin di puting, hingga cerita bohong kepada anak. Namun, itu adalah cara yang tidak tepat loh, Mam.

Anak adalah sosok yang sensitif. Mungkin benar mereka sangat polos dan bisa dibohongi dengan mudah. Namun, mereka akan dengan sendirinya sadar bahwa kondisi yang sedang ia jalani adalah hal yang tidak benar sehingga mereka suatu hari akan menyadarinya dan memprotes.

Menyapih anak dengan cinta adalah hal paling baik untuk dilakukan. Prosesnya yang tidak instan inilah yang akan memberikan anak perasaan dimengerti dan ia juga harus memberikan pengertian kepada si ibu.

Jadi, Mama jangan sampai mengatakan hal-hal bohong seperti itu ya. Lebih baik, Mam komunikasikan dengan jelas kepada si anak. Mereka akan dengan baik hati mengerti jika memang dijelaskan dengan lembut dan penuh perhatian.

4. Berikan Nutrisi yang Baik

Kita semua tahu kan Mam jika ASI mengandung banyak nutrisi untuk anak? Nah, selama proses penyapihan, kenalkan berbagai cemilan lezat atau bahkan menu makanan lezat penuh nutrisi lainnya.

Selain untuk mencari makanan kesukaan sehingga proses ketergantungan kepada ASI tergantikan, si anak juga tetap mendapatkan makanan penuh gizi dan nutrisi sehingga tumbuh kembangnya tidak terganggu.

5. Gantikan Waktu Menyusui dengan Kegiatan Lain

tips menyapih anak dengan cinta
Photo by Ben Griffiths on Unsplash

Mama pasti hafal di luar kepala kapan saja biasanya buah hati akan menyusui, kan? Selama proses menyapih anak dengan cinta yang dengan sengaja mengurangi waktu menyusu, gantikan waktu tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan.

Ketika pagi, mungkin bisa Mam ganti dengan memberikan cemilan lezat. Saat siang atau sore hari, Mama bisa temani si kecil dengan bermain sehingga keinginan menyusul akan terdistrak kegiatan tersebut. Malam hari bisa Mama ganti dengan kegiatan bercerita atau bermain sebentar sebelum tidur.

Berikan si kecil mainan yang lucu dan benar-benar ia inginkan untuk teman bermain. Nah, di sini mungkin Mama akan mengeluarkan budget lebih banyak supaya tujuan menyapih bisa terlaksana. Namun, jangan khawatir Mam, mainan bagus tidak perlu membeli dengan harga mahal kok.

Jika Mama mampir ke Mamasewa, Mama pasti akan melihat banyak mainan lucu dan bagus yang menarik perhatian si kecil. Tidak perlu memberi, Mam bisa menyewanya sehingga ketika si kecil sudah bosan dengan mainan tersebut, Mam bisa mengembalikannya dan menyewa yang lain.

Itulah 5 tips menyapih anak dengan cinta yang bisa Mam praktikan. Dijamin, tidak ada drama berlebih dan si kecil mengerti dengan perlahan.

cara menyimpan asi perah

5 Cara Menyimpan ASI Perah dengan Benar dan Tidak Mudah Basi

Life as a mother is never easy but super fun. Ungkapan itu benar sekali ya, Mam. Terlebih ketika masa menyusui anak. Harus memompa ASI setiap dua jam sekali dan mengalami struggle karena sering kali bingung bagaimana cara menyimpan ASI perah dengan benar.

Jika Mama adalah sosok ibu muda yang baru melahirkan anak pertama, pasti sekarang sedang giat mencari tahu bagaimana cara menyimpan ASI perah, bukan?

Mama tidak perlu jauh-jauh nih. Artikel ini akan memberikan beberapa tips sehingga ASI yang sudah Mam pompa tidak terbuang sia-sia akibat basi karena salah cara menyimpannya. Yuk deh, Mam, langsung simak saja tak perlu menunggu terlalu lama!

Apakah ASI bisa Tahan Lama di Suhu Ruang?

Jika Mam bertanya apakah ASI bisa bertahan lama di suhu ruang, jawabannya adalah bisa. Namun, ASI perah hanya bisa bertahan sekitar 6 atau paling lama 8 jam dan itu pun kesegarannya sudah berkurang untuk diberikan kepada si kecil.

Hal tersebut tentu saja tidak efektif dan akan menyia-nyiakan ASI karena pada akhirnya bisa basi lalu dibuang. Padahal Mama juga akan memompa ASI setiap dua hingga tiga jam sekali dan jika tidak disimpan dengan baik tentu saja semakin banyak ASI yang terbuang bukan?

Cara menyimpan ASI perah dengan baik sehingga bertahan lama, Mama bisa menggunakan dua cara, yaitu disimpan di dalam lemari pendingin atau tanpa lemari pendingin.

Pastikan Media Penyimpanan Higienis

Cara menyimpan ASI perah yang benar dimulai dengan memperhatikan wadah penyimpanannya. Gunakan botol yang berkualitas bagus supaya aman untuk si kecil. Selain membelinya, Mama juga bisa loh menyewanya.

Kehigienisan saat menyewa peralatan bayi pasti dipertanyakan oleh setiap orang tua karena itu akan digunakan si kecil. Namun, jika Mam menyewanya melalui Mamasewa, penjagaan kebersihan tentu tak perlu diragukan lagi. Terutama untuk peralatan yang berkaitan dengan ASI.

Botol ASI yang baru atau telah digunakan tentu mengandung bakteri. Untuk menghilangkannya, Mam cukup merebut botol atau kantong tersebut di air mendidih selama kurang lebih sepuluh menit supaya bakteri mati.

Setelah itu, biarkan kantong dan botol tersebut kering dengan sendirinya. Mam bisa menggunakan tisu sebagai alas lalu botol ditengkurapkan hingga air terserap oleh tisu. Masa pengeringan ini juga digunakan untuk mengurangi suhu panas dari botol yang baru saja direbus sehingga tidak memengaruhi suhu ASI.

Menyimpan ASI Perah di Lemari Pendingin

cara menyimpan asi perah
A photo by Debby Hudson on Unsplash

Lemari pendingin menjadi solusi terbaik untuk menyimpan ASI. Jika Mam memiliki dana lebih, Mama bisa memberi lemari pendingin pribadi yang dikhususkan untuk menyimpan ASI. Biasanya menggunakan lemari pendingin berukuran kecil yang khusus freezer.

Jika dicampur dengan lemari pendingin yang biasa digunakan sehari-hari, Mam harus memberikan ruang khusus untuk ASI ya. ASI bisa bertahan hingga 4 hari di lemari pendingin biasa bersuhu kurang lebih 4o.

Cara menyimpan ASI perah supaya bertahan lebih lama lagi adalah dengan menaruhnya di freezer sehingga ASI menjadi beku. Dengan begini, ASI bisa bertahan hingga 2 pekan bahkan lebih.

Tidak Menggunakan Lemari Pendingin

Tidak menggunakan lemari pendingin memang memiliki risiko ASI bisa basi dengan cepat. Namun, ini tentu saja bisa menjadi cara menyimpan ASI perah jika Mam dan keluarga sedang atau akan melakukan bepergian.

Mam bisa menggunaka box pendingin yang di dalamnya diletakkan banyak es batu. Penyimpanan ini akan membantu ASI bertahan hingga 24 jam atau lebih lama jika Mam rajin mengganti es batu yang sudah mencari dengan yang baru sehingga tingkat dinginnya lebih lama.

Cara Menyimpan ASI Perah

Ada beberapa langkah yang harus Mam lakukan nih saat menyimpan ASI sehingga bisa bertahan lama. Terdapat 5 langkah penting yang Mam harus perhatikan seperti berikut ini.

  • Tempat Sudah Steril

Gunakan botol kaca atau plastik dengan BPA free. Mama juga bisa menggunakan kantong plastik tebal yang memiliki zip sebagai penutupnya.Ingat ya, Mam, tempat yang digunakan tersebut harus sudah disterilkan dengan cara di atas.

  • Bagi ASI sama Banyak

Sekali pumping, Mam bisa menghasilkan ASI yang berbeda banyaknya. Bisa sedikit atau melimpah tergantung kondisi saat itu.

Ketika jumlah ASI yang Mam pompa dalam sekali waktu melimpah, Mam harus membagi ASI tersebut ke beberapa tempat. Jangan taruh dalam satu botol atau kantong dengan membuatnya penuh. Beri ruang untuk memberinya udara.

Khusus di kantong dengan zipper, cukup isi setengah atau dua pertiga dari keseluruhan kantong. Pipihkan kantong supaya tidak memberikan ruang udara.

  • Beri Label Waktu

Mam tentu saja dianjurkan untuk sering melakukan pumping sehingga ASI yang keluar lebih banyak, bukan? Nah, waktu memompa yang sering tentu saja akan berpengaruh pada kualitas ASI yang berbeda.

Dengan begini, cara menyimpan ASI perah dengan benar setelah memompa adalah Mam harus memberikan label waktu di tiap botol atau kantongnya. Berikan label sedetail mungkin dengan mencantumkan tanggal, bulan, hingga jam.

  • Jangan Dicampur ASI lama dan Baru

Botol dan kantong yang digunakan untuk menyimpan ASI tersebut harus dipisah penyimpanannya, jangan dicampur. Mama bisa membedakannya dengan cara menyimpan ASI yang lebih lama di bagian depan dan yang lebih baru di bagian belakang. Tujuannya tentu saja supaya yang lebih lama bisa terlihat dan digunakan terlebih dahulu.

  • Langsung Disimpan

Setelah Mam memompa, usahakan langsung menyimpannya di lemari pendingin. Namun, harus diperhatikan cara penyimpanannya ya, Mam. Jika Mam ingin menaruhnya di freezer, jangan langsung masukan ke sana.

Cara menyimpan ASI perah di freezer dengan benar adalah membiarkannya di bagian bawah terlebih dahulu selama kurang lebih satu jam untuk menyesuaikan suhunya. Setelah itu pindahkan ke freezer supaya beku dan bisa bertahan lebih lama.

Itulah 5 cara menyimpan ASI perah yang bisa Mam pelajari. Jika mendadak aliran listri mati, segera gunakan box pendingin yang sudah diisi es batu ya, Mam, supaya ASI bisa diselamatkan.

toilet training

11 Tips Toilet Training Ampuh untuk Si Kecil

Mam, apa si Kecil masih menggunakan popok hingga saat ini? Mungkin ini saat yang tepat untuk mengajarkan toilet training kepada si Kecil. Tahapan ini dapat menjadi salah satu indikasi perkembangan sikap mandirinya. Namun tentu ini bukanlah hal mudah.

Jangan khawatir, Mam. Mamasewa telah merangkum beberapa tips yang dapat membantu Mama selama masa toilet training. Yuk, langsung saja simak artikel yang satu ini.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memulai Toilet Training?

toilet training
Photo by Alexander Dummer on Unsplash

Langkah awal yang perlu Mama perhatikan adalah menentukan waktu yang tepat untuk mengajarkan si Kecil toilet training. Jangan sampai Mama memaksa si Kecil untuk menggunakan toilet karena hal ini tidak baik bagi perkembangannya ke depan.

Alangkah lebih baik jika Mama perlahan mendorong dan mencontohkan bagaimana orang dewasa pergi ke toilet. Proses ini dapat Mama mulai ketika si Kecil memasuki usia 2-3 tahun yaitu saat ia sudah mulai memahami perintah dan meniru tingkah laku orang-orang sekitar.

Berikut adalah beberapa tanda bahwa si Kecil sudah siap untuk melakukan toilet training:

  • Si Kecil tahu kapan popok mereka basah atau kotor dan merasa tidak nyaman
  • Mulai menyadari bahwa ia sedang buang air dan terkadang memberi tahu Mama
  • Umumnya si Kecil akan menunjukkan gerak-gerik tersendiri ketika akan buang air misalnya mencari tempat yang sepi

Tips Toilet Training yang Wajib Mama Coba

1. Tetapkan rutinitas saat mengajarkan toilet training

Meski si Kecil tidak menunjukkan tanda-tanda ingin buang air atau tidak mengatakannya kepada Mama, namun tubuh manusia memiliki jam biologisnya sendiri. Misalnya saat bangun dan sebelum tidur atau setelah minum banyak cairan.

2. Manfaatkan proses alamiah tubuh

Tips ini hampir sama dengan yang sebelumnya yaitu mengandalkan mekanisme tubuh. Mama bisa mulai toilet training dengan mengajak si Kecil duduk di toilet 15-30 menit setelah makan.

3. Jangan memaksa si Kecil untuk ke toilet saat ia tidak menginginkannya

toilet training
Photo by Lubomirkin on Unsplash

Saat Mama ingin membentuk suatu kebiasaan baru kepada si Kecil pastikan tidak ada paksaan di dalamnya. Karena hal tersebut hanya membuat si Kecil semakin enggan untuk pergi ke toilet.

4. Gunakan kata-kata yang mudah dipahami dan diucapkan

saat melakukan toilet training Mama bisa mengganti beberapa istilah menjadi kata-kata yang mudah misalnya “poo poo” atau “pee pee”. Hal ini akan membantu si Kecil dalam mengomunikasikan keinginannya ketika buang air.

5. Gunakan kursi toilet khusus anak

Ukuran toilet yang ada di rumah biasanya terlalu besar untuk digunakan oleh si Kecil. Demi memberikan kenyamanan pada si Kecil, Mama dapat menggunakan potty chair yang dapat memudahkan si Kecil melakukan toilet training.

6. Ajak si Kecil untuk segera menuju toilet saat Mama melihat tanda-tanda si Kecil akan buang air

Umumnya si Kecil akan menunjukkan tanda-tanda ketika ia ingin buang air. Tugas Mama adalah memperhatikan dan peka terhadap tanda tersebut sebelum terlambat.

7. Ajarkan kepada si Kecil saat membuang kotoran di popoknya ke dalam toilet

Saat membersihkan popok si Kecil, Mama dapat mengajaknya masuk ke dalam toilet dan memperlihatkan bagaimana caranya. Kegiatan ini dapat mengajarkan bahwa kotoran seharusnya ditempatkan di toilet.

8. Berikan pujian saat si Kecil berhasil melakukan kemajuan dalam melakukan toilet training

toilet training
Foto oleh Elina Fairytale dari Pexels

Afirmasi termasuk salah satu aspek terpenting dalam proses ini. Si Kecil akan merasa senang dan menganggap kegiatan pergi ke toilet menyenangkan. Di kemudian hari harapannya ia dapat mengulangi hal yang sama dengan baik

9. Mama dapat memberikan hadiah berupa sticker

Sama halnya dengan afirmasi, sticker berfungsi sebagai motivasi tersendiri bagi si Kecil. Selain itu sticker juga dapat membantu Mama dalam pemantauan perkembangan toilet training si Kecil setiap harinya.

10. Jangan memarahi si Kecil saat terjadi suatu “kecelakaan”

Mama perlu mengingat bahwa toilet training tidak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya si Kecil melakukan kesalahan dan membuat suatu “kecelakaan”. Ketika hal tersebut terjadi yang perlu Mama lakukan adalah Kembali memberikan pemahaman tentang keharusan pergi ke toilet ketika akan buang air tanpa perlu memarahinya

11. Pastikan semua anggota keluarga atau orang-orang di sekitar si Kecil mengikuti dan mendukung.

Bantuan dari orang-orang sekitar juga penting loh, Mam. Mama tidak dapat membentuk suatu kebiasaan baru tanpa dukungan orang-orang sekitar. Pastikan semua orang yang ada di rumah mengetahui bahwa si Kecil sedang dalam masa toilet training dan bersedia membantu di dalam prosesnya.

Itu tadi beberapa tips yang dapat Mamasewa berikan untuk membantu Mama dalam mengajarkan toilet training kepada si Kecil. Di dalam tahapannya, Mama pasti memerlukan beberapa perlengkapan yang berkualitas untuk membantu si Kecil. Tenang, Mamasewa bisa jadi solusinya.

Mamasewa menyediakan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan Mama dan si Kecil dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau. Tunggu apa lagi? Yuk, langsung cek barang apa yang sedang Mama butuhkan hanya di Mamasewa.

pillow talk dengan anak

Pillow Talk dengan Pasangan: Manfaat, Contoh, dan Tipsnya

Apa yang Dimaksud Pillow Talk dengan Pasangan?

Sesuai dengan sebutannya, pillow talk berarti sebuah percakapan yang dilakukan oleh pasangan di atas tempat tidur untuk mempererat keintiman. Kegiatan ini termasuk dalam bentuk komunikasi yang lazim dilakukan oleh pasangan suami istri.

Umumnya pillow talk dilakukan setelah pasangan melakukan hubungan badan. Percakapan yang terjadi akan terasa sangat intim dan saling terbuka satu sama lain. Namun tidak menutup kemungkinan jika Mama dan pasangan ingin menjadikan pillow talk sebagai rutinitas komunikasi yang baik sebelum tidur.

Manfaat dari Pillow Talk dengan Pasangan

pillow talk dengan pasangan
Photo by Toa Heftiba on Unsplash

Apakah Mama sudah pernah melakukan pillow talk bersama pasangan? Atau mungkin akhir-akhir intensitasnya menurun? Berdasarkan penelitian, pillow talk membantu pasangan lebih mudah mengomunikasikan berbagai topik yang sensitif dan jarang dibicarakan pada kesempatan biasa.

Hal inilah yang membuat pillow talk sangat penting dalam menjaga keintiman dan keharmonisan suatu hubungan. Penelitian lain juga mengatakan bahwa salah satu kunci hubungan yang berhasil adalah komunikasi yang baik. Tentunya hubungan orang tua yang baik akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang si Kecil.

Contoh Topik saat Pillow Talk

1. Membicarakan tentang hal yang disukai dan tidak disukai satu sama lain

Pillow talk menjadi sarana untuk Mama dan pasangan saling jujur satu sama lain. Berkata jujur tentang hal-hal yang kita suka dan tidak suka terkadang menjadi topik yang canggung jika tiba-tiba dibicarakan. Mengetahui apa yang disukai dan yang tidak disukai oleh pasangan dapat membuat kita saling mengerti dan memahami.

2. Berbagi mimpi terkait masa depan dan rencana hidup

Meski sudah menikah, terkadang masih ada mimpi-mimpi pribadi yang belum terwujud. Hal ini tentu penting dibicarakan bersama pasangan untuk menyesuaikannya dengan mimpi keluarga. Mama dapat memulainya saat pillow talk dengan pasangan.

Di momen ini Mama juga dapat membicarakan tentang rencana masa depan si Kecil. Meski ada yang berpendapat bahwa tidak perlu merencanakan segala hal secara mendetail, namun dengan mengomunikasikannya bersama pasangan akan membangun suatu visi dan misi yang selaras.

3. Mengenang momen spesial ketika pillow talk dengan pasangan

pillow talk dengan pasangan
Foto oleh William Fortunato dari Pexels

Mengingat kenangan yang indah dapat meningkatkan suasana hati. Pillow talk dengan pasangan menjadi sarana yang tepat untuk saling mengenal masa-masa indah yang pernah dilalui bersama. Mama dapat menjadikan kesempatan ini untuk kembali jatuh cinta kepada pasangan.

Tidak selalu kenangan indah, masa-masa sulit yang penuh perjuangan juga dapat menjadi suatu pelajaran untuk mempererat hubungan antar suami istri. Mengenal kembali momen spesial akan akan menjadikan momen pillow talk Mama menjadi hangat.

4. Mengungkapkan ketakutan saat pillow talk dengan pasangan

Setiap individu pasti memiliki rasa takut, cemas, dan khawatirnya masing-masing. Ketika kita tidak saling mengomunikasikannya dengan pasangan, maka perasaan tersebut sulit untuk dimengerti kemudian terpendam dan akan membebani diri sendiri.

Berbagi rasa takut, cemas, dan khawatir saat pillow talk dengan pasangan dapat membantu Mama sedikit melegakan isi pikiran. Akan lebih baik jika saat mendiskusikannya bersama, pasangan Mama dapat memberikan solusi atau jalan keluar dari masalah yang dikhawatirkan.

5. Bercerita tentang kegiatan yang telah dilakukan selama sehari

Meski telah menjadi sepasang suami istri, Mama dan pasangan tidak selalu bersama selama 24 jam. Ada kalanya Mama dan pasangan menjalani hari dengan kegiatan masing-masing. Pillow talk sebelum tidur bisa menjadi waktu yang tepat untuk saling berbagi apa saja yang telah dilakukan seharian saat tidak bersama.

Pillow talk dengan pasangan tidak harus selalu membahas hal-hal yang sangat rumit dan membingungkan. Mama bisa membicarakan hal-hal sepele terkait kendala yang dialami saat pasangan tidak ada di rumah, atau tentang perkembangan yang dilakukan oleh si Kecil.

Tips Lain Untuk Menjaga Keintiman Bersama Pasangan

pillow talk dengan pasangan
Photo by Oziel Gómez on Unsplash
  1. Habiskan lebih banyak waktu dengan sentuhan

Interaksi melalui sentuhan terbukti secara ilmiah dapat mempererat suatu hubungan. Terkadang tidak semua dapat diungkapkan dengan kata-kata. Saat Mama merasa kalut atau membutuhkan seseorang, pelukan dari pasangan dapat sangat membantu.

2. Jangan memainkan gadget sebelum tidur

Di jaman digital seperti sekarang, rasanya mustahil melakukan kegiatan tanpa melibatkan gadget. Mulai dari bangun tidur hingga akan pergi tidur lagi hal pertama dan terakhir yang dilakukan adalah bermain gadget. Mama dan pasangan dapat mengurangi dan menggantinya dengan kegiatan lain yang lebih berpengaruh terhadap hubungan.

Langkah ini dapat dimulai perlahan dengan tidak memainkan smartphone saat berada di tempat tidur. Cobalah berkomunikasi secara langsung dengan pasangan dan bangun hubungan yang lebih baik.

3. Cari tahu love language pasanganmu

Love language merupakan cara seseorang menyampaikan dan menerima kasih sayang. Ada berbagai jenis love language di antaranya, waktu yang berkualitas, memberikan atau menerima hadiah, kata-kata afirmasi, Tindakan nyata yang membantu dan masih banyak lagi.

Saling mengetahui dan mempelajari love language masing-masing dapat mempermudah pasangan untuk memahami satu sama lain.

Semoga dengan artikel ini Mama dapat terbantu menjalin hubungan yang lebih erat dan intim dengan pasangan. Jangan lupa juga untuk selalu memenuhi kebutuhan perlengkapan Mama dan si Kecil hanya di Mamasewa. Selain semua barangnya berkualitas, harga yang dibutuhkan untuk menyewa akan lebih ringan dibandingkan untuk membelinya. Mama hebat, mama hemat!