toilet training

11 Tips Toilet Training Ampuh untuk Si Kecil

Mam, apa si Kecil masih menggunakan popok hingga saat ini? Mungkin ini saat yang tepat untuk mengajarkan toilet training kepada si Kecil. Tahapan ini dapat menjadi salah satu indikasi perkembangan sikap mandirinya. Namun tentu ini bukanlah hal mudah.

Jangan khawatir, Mam. Mamasewa telah merangkum beberapa tips yang dapat membantu Mama selama masa toilet training. Yuk, langsung saja simak artikel yang satu ini.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memulai Toilet Training?

toilet training
Photo by Alexander Dummer on Unsplash

Langkah awal yang perlu Mama perhatikan adalah menentukan waktu yang tepat untuk mengajarkan si Kecil toilet training. Jangan sampai Mama memaksa si Kecil untuk menggunakan toilet karena hal ini tidak baik bagi perkembangannya ke depan.

Alangkah lebih baik jika Mama perlahan mendorong dan mencontohkan bagaimana orang dewasa pergi ke toilet. Proses ini dapat Mama mulai ketika si Kecil memasuki usia 2-3 tahun yaitu saat ia sudah mulai memahami perintah dan meniru tingkah laku orang-orang sekitar.

Berikut adalah beberapa tanda bahwa si Kecil sudah siap untuk melakukan toilet training:

  • Si Kecil tahu kapan popok mereka basah atau kotor dan merasa tidak nyaman
  • Mulai menyadari bahwa ia sedang buang air dan terkadang memberi tahu Mama
  • Umumnya si Kecil akan menunjukkan gerak-gerik tersendiri ketika akan buang air misalnya mencari tempat yang sepi

Tips Toilet Training yang Wajib Mama Coba

1. Tetapkan rutinitas saat mengajarkan toilet training

Meski si Kecil tidak menunjukkan tanda-tanda ingin buang air atau tidak mengatakannya kepada Mama, namun tubuh manusia memiliki jam biologisnya sendiri. Misalnya saat bangun dan sebelum tidur atau setelah minum banyak cairan.

2. Manfaatkan proses alamiah tubuh

Tips ini hampir sama dengan yang sebelumnya yaitu mengandalkan mekanisme tubuh. Mama bisa mulai toilet training dengan mengajak si Kecil duduk di toilet 15-30 menit setelah makan.

3. Jangan memaksa si Kecil untuk ke toilet saat ia tidak menginginkannya

toilet training
Photo by Lubomirkin on Unsplash

Saat Mama ingin membentuk suatu kebiasaan baru kepada si Kecil pastikan tidak ada paksaan di dalamnya. Karena hal tersebut hanya membuat si Kecil semakin enggan untuk pergi ke toilet.

4. Gunakan kata-kata yang mudah dipahami dan diucapkan

saat melakukan toilet training Mama bisa mengganti beberapa istilah menjadi kata-kata yang mudah misalnya “poo poo” atau “pee pee”. Hal ini akan membantu si Kecil dalam mengomunikasikan keinginannya ketika buang air.

5. Gunakan kursi toilet khusus anak

Ukuran toilet yang ada di rumah biasanya terlalu besar untuk digunakan oleh si Kecil. Demi memberikan kenyamanan pada si Kecil, Mama dapat menggunakan potty chair yang dapat memudahkan si Kecil melakukan toilet training.

6. Ajak si Kecil untuk segera menuju toilet saat Mama melihat tanda-tanda si Kecil akan buang air

Umumnya si Kecil akan menunjukkan tanda-tanda ketika ia ingin buang air. Tugas Mama adalah memperhatikan dan peka terhadap tanda tersebut sebelum terlambat.

7. Ajarkan kepada si Kecil saat membuang kotoran di popoknya ke dalam toilet

Saat membersihkan popok si Kecil, Mama dapat mengajaknya masuk ke dalam toilet dan memperlihatkan bagaimana caranya. Kegiatan ini dapat mengajarkan bahwa kotoran seharusnya ditempatkan di toilet.

8. Berikan pujian saat si Kecil berhasil melakukan kemajuan dalam melakukan toilet training

toilet training
Foto oleh Elina Fairytale dari Pexels

Afirmasi termasuk salah satu aspek terpenting dalam proses ini. Si Kecil akan merasa senang dan menganggap kegiatan pergi ke toilet menyenangkan. Di kemudian hari harapannya ia dapat mengulangi hal yang sama dengan baik

9. Mama dapat memberikan hadiah berupa sticker

Sama halnya dengan afirmasi, sticker berfungsi sebagai motivasi tersendiri bagi si Kecil. Selain itu sticker juga dapat membantu Mama dalam pemantauan perkembangan toilet training si Kecil setiap harinya.

10. Jangan memarahi si Kecil saat terjadi suatu “kecelakaan”

Mama perlu mengingat bahwa toilet training tidak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya si Kecil melakukan kesalahan dan membuat suatu “kecelakaan”. Ketika hal tersebut terjadi yang perlu Mama lakukan adalah Kembali memberikan pemahaman tentang keharusan pergi ke toilet ketika akan buang air tanpa perlu memarahinya

11. Pastikan semua anggota keluarga atau orang-orang di sekitar si Kecil mengikuti dan mendukung.

Bantuan dari orang-orang sekitar juga penting loh, Mam. Mama tidak dapat membentuk suatu kebiasaan baru tanpa dukungan orang-orang sekitar. Pastikan semua orang yang ada di rumah mengetahui bahwa si Kecil sedang dalam masa toilet training dan bersedia membantu di dalam prosesnya.

Itu tadi beberapa tips yang dapat Mamasewa berikan untuk membantu Mama dalam mengajarkan toilet training kepada si Kecil. Di dalam tahapannya, Mama pasti memerlukan beberapa perlengkapan yang berkualitas untuk membantu si Kecil. Tenang, Mamasewa bisa jadi solusinya.

Mamasewa menyediakan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan Mama dan si Kecil dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau. Tunggu apa lagi? Yuk, langsung cek barang apa yang sedang Mama butuhkan hanya di Mamasewa.

melatih motorik halus

Melatih Motorik Halus Anak dalam 5 Tahapan Usia

Mama pasti tidak ingin ketinggalan sedikitpun momen berharga bersama si Kecil. Mulai dari pertumbuhan fisiknya hingga perkembangan kecerdasannya. Semua momen tersebut adalah hal tak ternilai yang perlu dioptimalkan. Untuk mengoptimalkannya, Mama dapat membantunya dengan cara melatih motorik halus si Kecil, lho!

Secara umum, kemampuan motorik anak dibagi menjadi 2, yaitu motorik kasar dan motorik halus. Di usia emasnya, yaitu sejak lahir hingga berumur 5 tahun, otak anak berkembang sangat pesat. Untuk itu, Mama perlu memberikan perhatian ekstra dan metode yang tepat untuk mengembangkan potensi si Kecil.

Apa yang Dimaksud Motorik Halus?

melatih motorik halus
Photo by Tai’s Captures on Unsplash

Motorik halus merupakan keterampilan yang melibatkan otot-otot halus saat melakukan aktivitas seperti mengancingkan baju, membuka kotak makan, memegang pensil, dan masih banyak lagi. Kemampuan ini mempengaruhi kualitas hasil serta kecepatan yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas.

Berbagai kegiatan yang dapat melatih motorik halus juga melibatkan kemampuan koordinasi antar organ tubuh untuk bekerja sama mencapai suatu tujuan. Motorik halus berkaitan erat dengan kecerdasan dan problem solving.

Mengapa Mengoptimalkan Motorik Halus Itu Penting?

Melatih motorik halus pada si Kecil akan membantunya dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Jika tidak dikembangkan maka dampak jangka panjang yang dapat terjadi adalah menurunnya prestasi akademik si Kecil.

Di jaman yang serba modern seperti sekarang ini, kecanduan gadget juga dapat menjadi penghambat si Kecil untuk mengembangkan motorik halusnya. Ia akan lebih menyukai kegiatan-kegiatan pasif yang hanya berfokus ke layar. Tentunya Mama tidak ingin hal ini terjadi kan?

Untuk menghindari hal tersebut, Mamasewa telah merangkum berbagai tahapan dan kegiatan yang dapat Mama lakukan untuk melatih motorik halus si Kecil.

Tahapan dan Pilihan Aktivitas untuk Melatih Motorik Halus Anak

1. Motorik Halus pada Usia 0-1 Tahun

melatih motorik halus
mamasewa.com

Pada awal kelahiran hingga memasuki usia 6 bulan, si Kecil akan mulai belajar memegang barang-barang yang ada di sekitarnya. Dimulai dengan genggaman menyeluruh pada salah satu tangan kemudian diikuti otot-otot jari yang mulai berkembang dan dapat menggoyangkan benda dengan kedua tangan.

Pada usia 9 bulan si Kecil sudah dapat melakukan gerakan menjepit menggunakan jari hingga memegang botol. Mama dapat membantu si Kecil dengan mendekatkan mainan dengan berbagai ukuran dan tekstur agar si Kecil dapat mempelajarinya. Pastikan semua benda tersebut bersih karena si Kecil akan cenderung memasukkannya ke dalam mulut.

2. Kegiatan pada Usia 1-2 Tahun

Di usia 1-2 tahun si Kecil sudah mulai dapat menyusun mainan baloknya. Mereka mulai aktif menggerakkan benda-benda yang dipegangnya seperti mencoret tembok dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya sendiri. Membebaskan si Kecil bereksplorasi juga termasuk melatih motorik halus.

Mama dapat membuat play dough dari tepung untuk menstimulasi tangan si Kecil dengan tekstur lembut dan dapat berubah bentuk sesuai keinginannya. Mama juga bisa mengajarkan si Kecil untuk mewarnai secara abstrak di suatu objek misal kertas atau kanvas. Metode ini dapat dijadikan sebagai media pengenalan warna.

3. Permainan Motorik Halus yang Sesuai pada Usia 2-3 Tahun

Menginjak usia 3 tahun si Kecil sudah bisa diajarkan cara memakai serta melepas sepatunya sendiri. Ia juga sudah mulai mahir minum melalui gelas dan makan secara mandiri menggunakan sendok dan garpu.

Pada usianya sekarang, permainan yang paling cocok untuk melatih motorik halus adalah permainan edukasi yang melibatkan warna, bentuk, dan ukuran. Mama dapat menggunakan kertas lipat untuk membuat berbagai bentuk dan ukuran yang kemudian akan dikelompokkan oleh si Kecil.

4. ahapan Aktivitas pada Usia 3-4 Tahun

melatih motorik halus
Photo by Jelleke Vanooteghem on Unsplash

Melatih motorik halus pada anak usia 3-4 berarti mulai mengajarkan mereka tentang bagaimana cara menggambar objek secara lebih jelas serta menggunakan atau melepas baju secara mandiri. Mama tetap dapat membantunya saat mencapai tahap mengancing atau bagian yang lebih rumit.

Kegiatan menyelesaikan puzzle bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengembangkan motorik halus si Kecil. Puzzle dengan ukuran 4-5 bagian bisa menjadi alternatif melatih kemampuan menyelesaikan masalah dan koordinasi otak.

5. Aktivitas Pengembangan Motorik Halus pada Usia 4-5 Tahun

Di usia ini si Kecil akan memasuki masa sekolah. Ia seharusnya sudah bisa memegang pensil dengan benar, membuat berbagai bentuk seperti lingkaran atau segitiga di kertas dan menggambar manusia dengan minimal 6 bagian tubuh.

Mama dapat memberikan tugas sederhana untuk menggambar anggota keluarga dengan masing-masing perbedaan fisik yang dimiliki. Selain melatih kemampuan motorik halusnya, hal ini juga dapat mengembangkan ketajamannya dalam mengidentifikasi sebuah objek.

Itu tadi beberapa tahapan dan kegiatan yang dapat Mama coba untuk mengembangkan motorik halus si Kecil. Tak perlu repot mencari mainan edukasi atau barang-barang yang dibutuhkan si Kecil. Di Mamasewa semua mainan dan barang yang disewakan berkualitas dan aman untuk si Kecil.

Mama tak perlu khawatir tentang harga tinggi yang perlu dibayarkan untuk membeli semua mainan pada tahap perkembangannya. Mamasewa memudahkan Mama untuk dapat mengoptimalkan perkembangan si Kecil dengan tepat dan hemat.

7 Peralatan Bayi Kekinian, Haruskah Semuanya Dibeli?

Peralatan bayi kekinian – Memasuki usia kehamilan trimester tiga, tentu banyak sekali hal yang harus dipersiapkan oleh Mama. Mulai dari persiapan proses kelahiran, nama bayi, hingga peralatan bayi pun tak boleh terlewatkan.

Selama mempersiapkan perlengkapan kebutuhan bayi, pasti Mama dibuat amazed oleh hadirnya peralatan bayi kekikinian. Tidak cuma fungsinya, harganya pun juga bisa membuat Mama lumayan deg-degan kan?

Sebagai ibu yang cerdas, Mama harus bisa memilah-milah mana saja kebutuhan yang memang wajib hukumnya atau yang sifatnya adalah pendukung saja. Karena kalau semuanya dibeli, tentu membutuhkan alokasi dana yang tidak sedikit, karena itu Mama harus pintar-pintar mensiasatinnya.

Terlebih si kecil akan terus bertumbuh sehingga peralatan yang diperlukan terus bertambah dan berubah sesuai tahapan usianya. Untuk itu, sebelum membeli peralatan bayi kekinian, nggak ada salahnya untuk mempertimbangkan kegunaan dan manfaatnya terlebih dahulu. Perlukan dibeli ata sewa saja?

Mama tidak perlu bingung ya, berkut ini Mamasewa.com telah merangkum beberapa peralatan bayi kekinian yang bisa mama sewa saja. Apa saja ya? Simak ulasannya!

1. Peralatan bayi kekinian pertama: box bayi, perlu dibeli?

peralatan bayi kekinian
www.mamasewa.com

Dibanding tidur sekasur dengan Mama dan Papa, memberikan tempat tidur khusus dinilai lebih memberikan kenyamanan bagi bayi. Selain itu menurut berbagai penelitian, berbagi tempat tidur dengan bayi dapat memicu munculnya risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) dan sesak napas.

Karena itu ada baiknya menyediakan box bayi agar memberikan kenyamanan serta keselamatan bagi Bayi. Sesuaikan box bayi dengan ukuran kamar, pastikan sudah SNI sehingga keamanannya terjamin. Selain itu, cari box bayi yang mudah digunakan serta memiliki fungsi tambahan.

Sayangnya, harga box bayi cukup menguras kantong. Dengan masa pengunaan kurang dari dua tahun ada baikknya Mama memilih untuk menyewa. Selain dapat dibayarkan dalam tempo bulanan atau tahunan, Mama tidak perlu khawatir jika Si Kecil merasa bosan, karena dapat ditukar dengan box bayi model lainnya

2. Air purifier, peralatan bayi kekinian versi Mama jaman now

Mama tentu khawatir dengan situasi pandemi yang terjadi saat ini. Kesehatan Si Kecil tentu menjadi pertimbangan yang utama. Menyediakan air purifier untuk menjernihkan ruangan merupakan salah satu solusi yang tepat.

Air purifier diklaim dapat menjernihkan udara yang kotor, menangkal virus dan bakteri serta melembabkan udara. Namun, yang menjadi kendala tentu harga air purifier yang cukup mahal. Solusinnya, menyewa di tempat yang menyediakan peralatan bayi kekinian seperti Mamasewa.com.

3. Pompa ASI, si penolong para ibu

Berikutnya ada pompa ASI elektrik. Terkadang dengan aktivitas yang beragam, Mama kesulitan memberikan ASI secara langsung. Pompa ASI elektrik memiliki lebih banyak keunggulan dibanding dengan manual.

Cukup dengan menekan satu tombol, alat tersebut bekerja layaknya hisapan seorang bayi. Meskipun penting, bukan alasan utama untuk memiliki produk ini dengan membeli. Untuk menghemat biaya ada baiknya Mama menyewa pompa sesuai dengan fungsi yang disesuaikan.

4. Peralatan bayi kekinian selanjutnya adalah carseat

peralatan bayi kekinian
Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash

Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada si kecil saat bepergian, ada baiknya Mama mengunakan carseat di dalam mobil.

Fungsi dari carseat adalah memberikan perlindungan kepada bayi saat berkendara, serta melatih kemandirian Si Kecil. Karena pengunaanya yang tidak rutin maka dibanding membeli leih baik Mama menyewa dalam jangka waktu pendek. Seperti mingguan ataupun bulanan, selain tidak repot dalam penyimpanan Mama pun menjadi lebih hemat.

5. Baby bouncer, penimang bayi masa kini

Beberapa mingu pasca melahirkan adalah momen adaptasi antara Mama dan juga Si Kecil. Mama terkadang merasa kelelahan dan kurang tidur sedangkan bayi ingin selalu digendong dan diayun-ayun.

Baby bouncer merupakan salah satu alat yang paling Mama butuhkan. Prinsip kerja alat ini dibuat layaknya kondisi rahim Mama di mana bayi merasa nyaman dengan mode ayunan pelan. Baby bouncer dianggap sebagai alat bantu yang sangat berguna karena membantu mempermudah mengasuh serta menidurkan anak.

6. Food processor, andalan Mama saat MPASI

Memasuki usia memberikan makanan pendamping ASI, Mama tentu harus berkreasi dengan sayur dan juga buah. Tak hanya direbus dan dikukus makanan tersebut perlu dihaluskan agar mudah dicerna oleh Si Kecil.

Bukan hal yang baru jika Mama terkendala dengan waktu dan tenaga dalam pembuatannya. Karena itu diperlukan food processor yang merupakan bagian dari peralatan bayi kekinian yang beredar dipasaran.

Tak hanya menghaluskan buah dan sayur, food processor dapat menghaluskan daging serta biji-bijian. Dilengkapi dengan teknologi khusus, alat ini menjamin nutrisi dalam makanan tetap terjaga juga kebersihannya. Dibanderol dengan harga hampir 2 juta, Mama hanya perlu mengeluarkan biaya 250 ribu perbulan jika menyewa di Mamasewa.com.

7. Ragam mainan edukatif untuk anak

Di tengah situasi lingkungan yang tidak menentu,menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Mama jika membawa si Kecil ke tempat umum. Sebagai orang tua yang cerdas, Mama dapat menyediakan ragam mainan edukatif yang merupakan rangkaian peralatan bayi kekinian di rumah.

Si Kecil yang tengah aktif bergerak mampu melatih daya motoriknya dengan berbagai mainan seperti baby walker, fun sliding, mini trampolin, serta berbagai mainan yang lainnya. Nah, karena si kecil akan cepat bosan lebih baik kalalu Mama menyewanya saja.

Bagaimana Mam setelah membaca ulasan peralatan bayi kekinian di atas? Tertarik membelinya untuk si kecil atau justru makin puyeng ngelihat harganya? Tenang Mam, Mamasewa.com mengerti perasaaan Mama, ingin memberikan yang terbaik tapi tetap berhemat kan? Kalo gitu, langsung aja cek website Mamasewa.com sekarang juga ya!

Permainan Anak

5 Permainan Tradisional Seru, Cocok untuk si Kecil!

Permainan Anak

Bermain untuk anak-anak tidak sekedar untuk bersenang-senang, namun juga cara mereka belajar dan memahami suatu hal. Meski saat ini bermain identik dengan gadget dan peralatan elektronik, namun sebenarnya permainan tradisional dianggap memiliki peran yang tak kalah besar dalam tumbuh kembangnya. Beberapa permainan tradisional Indonesia yang telah dimainkan secara turun-temurun diketahui sangat bermanfaat untuk pertumbuhan fisik dan psikis si Kecil.

Karena merupakan permainan tradisional, tentu permainan-permainan ini memiliki asal daerah yang spesifik. Nah, untuk mengajarkannya satu per satu, mari kita lihat uraian singkat di bawah ini. Berikut permainan tradisional Indonesia, cara bermainnya, dan daerah asal permainan tersebut.

Permainan Tradisional Indonesia

Permainan Anak

1. Congklak, Bermain dan Belajar Berhitung

Permainan tradisional yang bisa dikatakan diketahui hampir semua orang di Indonesia ini justru sebenarnya berasal dari Arab. Bermain dengan mengambil biji di satu lubang, kemudian meletakkannya satu per satu di lubang selanjutnya hingga biji di tangan habis, lalu dilanjutkan dengan mengambil biji di lubang terakhir dan seterusnya. Permainan ini sederhana, namun dapat mengajarkan banyak hal bermanfaat untuk si Kecil.

Ia bisa belajar berhitung, belajar memperkirakan jumlah biji, serta belajar bersabar menunggu giliran bermain. Yang sering dilupakan adalah si Kecil juga turut merangsang nalar berpikir serta mengasah kemampuan motorik halusnya dengan memindahkan biji dari satu lubang ke lubang selanjutnya secara terus menerus.

2. Layang-Layang, Tetap Populer Di Era Modern

Permainan Anak

Permainan tradisional dan cara bermainnya yang unik ini masih banyak diminati oleh anak-anak, karena dirasa seru dan memerlukan ketelatenan dalam tingkat tertentu. Layang-layang memang bukan satu permainan yang mudah, namun jika sudah mengetahui cara dan triknya, dijamin anak-anak akan betah seharian bermain di area terbuka.

Manfaat dari bermain layang-layang sendiri cukup banyak, mulai dari gerakan tubuh aktif, kemampuan menganalisa dasar, serta keterampilan menggunakan tenaga yang tepat. Meski demikian, selama pandemi ini Mama bisa mengajarkan si Kecil melalui video dahulu. Nanti jika semua sudah kembali normal, ajak si Kecil mempraktekannya di lapangan terbuka secara langsung.

3. Rangku Alu, Permainan Tradisional dari Flores

Jika Mama pernah bermain engklek, permainan ini memiliki banyak kemiripan dengannya. Hanya saja, rangku alu dimainkan dengan meloncat-loncat di sela-sela bambu atau kayu yang digerakkan sesuai alunan irama tertentu. Permainan ini bisa dimainkan setidaknya dengan 5 atau 6 orang pemain. Jika si Kecil memiliki keseimbangan yang baik, Mama bisa mengajaknya bermain.

Metode bermainnya sederhana, 4 atau 6 orang anak akan memegang bambu atau kayu dengan panjang tertentu. Kayu dipegang secara berhadapan, sehingga dapat membentuk bidang kotak di bagian tengah. Ketika irama dimulai, kayu tersebut digerakkan terbuka dan tertutup. Tugas dari pemainnya adalah melompat dan menari di sela-sela kayu yang digerakkan.

Permainan tradisional ini bisa melatih fokus, konsentrasi, kecepatan berpikir, serta koordinasi gerakan tubuh si Kecil.

4. Petak Umpet, Belajar Mengenal Lingkungan Sekitar

Permainan Anak

Salah satu permainan yang memiliki usia sangat tua, petak umpet sangat baik dikenalkan pada anak-anak sebagai pembelajaran dan pengenalan lingkungan sekitar. Cara bermainnya sederhana, satu orang berjaga dan menutup mata, kemudian menghitung hingga angka tertentu. Anak-anak lain kemudian bersembunyi dan berusaha agar tidak ditemukan oleh si penjaga ini.

Permainan akan usai ketika penjaga menyerah dalam pencarian, atau semua orang yang bersembunyi. Mama bisa mengajarkan pengenalan lingkungan sekitar pada si Kecil ketika bermain permainan ini. Untuk lebih praktisnya, Mama bisa mengajak si Kecil dan orang terdekat di rumah untuk bermain petak umpet di dalam rumah.

5. Bermain Gundu atau Kelereng

Nah untuk permainan yang satu ini, Mama bisa mengajak si Kecil bermain di dalam rumah. Permainannya sederhana, hanya berusaha mengenai kelereng milik lawan dan menggugurkannya dalam setiap sesi permainan. Setiap pemain memiliki kesempatan untuk berusaha mengenai kelereng lawan dengan melontarkan kelereng miliknya menggunakan kekuatan jari.

Lalu apa yang dilatih? Mulai dari koordinasi gerak dan kemampuan motorik halus, kejujuran, kesabaran, ketelitian, serta kepercayaan diri. Mama bisa mengajak orang terdekat untuk turut bermain agar semakin seru dan bisa lebih memantau pergerakan si Kecil.

Permainan Tradisional dan Cara Bermainnya

Sebenarnya jika berbicara mengenai permainan tradisional dan cara bermainnya, Mama bisa banyak melihat referensi dari masa kecil Mama. Tentu banyak sekali permainan yang Mama mainkan bersama teman-teman Mama bukan? Tinggal diadaptasi saja dengan keadaan sekarang, jadi si Kecil tetap bisa mendapatkan manfaat dari permainan tradisional tersebut.

Permainan Modern dan Tradisional

Jika dilihat dari sisi modern, mungkin permainan tradisional akan terkesan sangat kuno. Namun, manfaat nyata yang diberikan secara simultan justru  bisa didapatkan maksimal ketika dua jenis permainan ini dipadukan. Kreativitas dan kolaborasi yang menarik bisa muncul dengan memadukan keduanya. Jadi mungkin dapat dikatakan tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk di antara keduanya.

Bermain permainan tradisional memang selalu jadi waktu yang seru dan mengasyikkan. Pengawasan dan kehadiran Mama di setiap saat si Kecil bermain harus selalu dipastikan, agar si Kecil terhindar dari cidera atau hal lain yang tidak diinginkan. Jika Mama memerlukan mainan-mainan kekinian tanpa perlu mengkhawatirkan harga atau perawatan, Mama bisa langsung melihat koleksi mainan di mamasewa.com. Koleksi yang lengkap, higienitas yang terjamin, serta proses sewa yang praktis, mamasewa.com selalu jadi pilihan tepat partner tumbuh kembang si Kecil.

Mainan Anak 1 Tahun

Memilih Mainan Anak 1 Tahun untuk si Kecil, Ini 4 Rekomendasinya!

Mainan Anak 1 Tahun

Mainan dan anak-anak, adalah dua frasa yang mungkin sampai kapanpun tidak dapat dipisahkan. Kegiatan bermain untuk anak-anak tak sekedar membuat mereka senang, tapi juga merupakan hal penting untuk merangsang tumbuh kembang dan kecerdasannya. Ini mengapa, penting untuk memilih mainan yang tepat. Misalnya untuk mainan anak 1 tahun, maka Mama harus secara spesifik memberikan mainan yang sesuai dengan target milestone yang dimiliki si Kecil.

Pada anak-anak berusia 1 tahun sendiri, mainan yang lebih spesifik diperlukan. Tujuannya sederhana, agar dapat memberikan rangsangan yang tepat, sehingga si Kecil bisa terus mengasah kemampuannya, baik motorik halus, motorik kasar, serta kecerdasannya. Secara umum, pada usia tersebut si Kecil idealnya sudah bisa melakukan beberapa hal. Misalnya :

  • Memahami apa yang Mama sampaikan.
  • Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga terlihat ‘mudah bosan’.
  • Terkadang menggumamkan kata yang ia pahami.
  • Meniru apa yang dilakukan orang di sekitarnya.
  • Mengantisipasi dan mempersiapkan diri dengan aktivitas yang sudah pernah dilakukan.
  • Mampu mengekspresikan sesuatu.

Maka dengan asumsi ideal tersebut, berikut beberapa mainan anak 1 tahun yang sesuai dan bisa jadi media rangsangan baik untuk si Kecil.

Mainan yang Bisa Ditumpangi si Kecil

Mainan Anak 1 Tahun

Biasanya mainan ini berbentuk mobil-mobilan, kereta, atau kendaraan lain yang bisa ditumpangi si Kecil. Selain dapat ‘memfasilitasi’ si Kecil untuk mengeksplorasi area sekitar rumah, mainan anak 1 tahun ini juga cocok untuk merangsang kekuatan kaki si Kecil dengan menggerakkannya. Mama juga dapat mengajarkan banyak kosakata baru sekaligus langsung dipraktekkan, seperti kata ‘stop’, ‘maju’, dan yang lainnya.

Mainan seperti ini cukup mudah ditemukan di berbagai marketplace dan toko-toko mainan anak-anak. Jika mungkin Mama belum memiliki bayangan, Mama bisa klik di sini untuk melihat beberapa contoh yang bisa dijadikan acuan.

Mainan yang hampir mirip adalah walker. Well secara praktis memang memiliki bentuk yang berbeda, namun dasar pengoperasiannya serupa. Si Kecil akan duduk pada tempat yang disediakan, dan ia bisa menggerakan walker dengan kekuatan kaki yang dimilikinya.

Mainan Anak 1 Tahun, Rumah-Rumahan

Mainan Anak 1 Tahun

Bukan berupa rumah boneka yang berukuran kecil, namun rumah-rumahan yang berukuran cukup besar sehingga bisa dimasuki oleh si Kecil. Mainan yang satu ini memang harganya akan mahal, namun masih bisa disiasati dengan menyewa atau melakukan kegiatan pembuatan sendiri dari bahan-bahan yang ada di rumah.

Rangsangan yang bisa diterima oleh si Kecil dengan mainan ini antara lain kemampuan si Kecil merangkak, berjalan, berdiri dengan menggunakan pegangan, serta merangsang rasa ingin tahu si Kecil. Sederhana memang, namun ketika si Kecil bermain dengan didampingi oleh Mama dan diberikan dorongan bergerak, stimulus yang diterima akan benar-benar efektif.

Mainan Anak 1 Tahun yang Mendidik, dengan Tema Huruf, Bentuk, dan Warna

Mainan Anak 1 Tahun

Beralih ke mainan anak 1 tahun yang dapat membantu si Kecil memiliki kemampuan mengingat yan baik. Mainan dengan tema huruf, berbagai bentuk, dan warna, sangat direkomendasikan untuk membantu si Kecil belajar dengan cepat. Ia dapat mulai mengenal huruf dan angka, berbagai bentuk yang sering ditemuinya, serta mengidentifikasi warna. Aktivitas bermain ini juga baik untuk melakukan deteksi bilamana si Kecil memiliki resiko kondisi buta warna tertentu.

Nah, kuncinya pada mainan yang satu ini adalah pendampingan Mama. Memang si Kecil bisa bermain begitu saja dengan mainan yang diberikan. Tapi untuk belajar, si Kecil akan memerlukan arahan dan bimbingan dari Mama. Dampingi si Kecil dan berikan pemahaman sederhana mengenai mainan yang digunakannya, serta buat suasana menyenangkan agar ia bisa belajar lebih cepat.

Rangsangan untuk Indera Peraba, Penglihatan, dan Pendengaran

Mainan Anak 1 Tahun

Selanjutnya, Mama bisa memberikan mainan untuk membantu merangsang kemampuan meraba, melihat, dan mendengar si Kecil. Mainan seperti ini biasa disebut dengan mainan sensorik dan sangat berguna untuk tumbuh kembangnya. Mama bisa menggunakan berbagai pilihan activity table yang tersedia di pasaran untuk poin yang satu ini.

Activity table merupakan satu meja yang menyediakan banyak mainan untuk si Kecil. Biasanya mainan tersebut berukuran cukup mungil sehingga mudah digenggam, memiliki tekstur yang berbeda-beda, sekaligus memiliki warna beragam dan tidak jarang juga bisa berbunyi. Salah satu opsi yang tersedia, dan harganya cukup terjangkau, adalah ELC Sand and Water Activity Table.

Mainan Edukasi untuk Anak 1 Tahun Tidak Harus Mahal

Mungkin ketika membaca beberapa poin di atas, tanpa mengklik saran yang diberikan tadi, Mama merasa, apakah mainan berkualitas harus selalu mahal?

Tapi tunggu dulu, memberikan mainan berkualitas, dan berguna untuk merangsang tumbuh kembang si kecil, tidak selalu berarti mahal. Pada akhirnya, memberikan mainan berkualitas tidak selalu berarti membelikan mainan berkualitas bukan? Terlebih menghadapi rasa cepat bosan yang dihadapi si Kecil, agaknya keputusan membeli banyak mainan akan tidak terlalu bijak.

Lalu apa alternatifnya?

Mamasewa.com merupakan satu layanan persewaan peralatan dan mainan anak, mulai dari usia beberapa bulan hingga beberapa tahun. Beberapa barang yang disebutkan di atas juga dapat Mama temukan dengan mudah di mamasewa.com. Mainan anak 1 tahun, bisa Mama pilih dengan leluasa dan tanpa harus memikirkan harga yang terlalu tinggi.

Ini bukan berarti tidak rela mengeluarkan banyak pengeluaran untuk si Kecil ya Mama. Tapi jika bisa meningkatkan efektivitas penggunaan barang, kenapa tidak? Menyewa mainan anak 1 tahun di mamasewa.com akan memberikan si Kecil pilihan mainan yang lebih variatif dengan harga yang sama. Mama juga tak perlu lagi pusing memikirkan penyimpanan mainan setelah digunakan, karena Mama tinggal mengembalikannya saja setelah dirasa sudah cukup. Menarik bukan?

Cara Mendidik Anak

5 Cara Mendidik Anak secara Umum, Sesuaikan dengan Karakternya!

Cara Mendidik Anak

Tidak sedikit Mama di luar sana yang masih kebingungan bagaimana cara mendidik anak yang baik. Meski memang tidak sedikit panduan atau acuan yang dikemukakan oleh para ahli di bidangnya, tetap saja satu dan lain hal Mama harus benar-benar cermat dalam membaca suasana. Penerapan cara mendidik seorang anak sendiri sebenarnya memiliki satu kunci utama : konsistensi.

Masa anak-anak merupakan masa penting untuk meletakkan dasar tumbuh kembang, agar ia bisa menjadi seorang yang berkualitas. Tidak sedikit kebiasaan-kebiasaan yang terbentuk sejak anak-anak, dan bertahan hingga ia dewasa kelak. Nah, untuk menemukan cara mendidik anak yang tepat, ada baiknya Mama berkonsultasi dengan tenaga ahli, dengan mempertimbangkan karakteristik si Kecil. Pada titik inilah hal-hal unik dan khas dimiliki si Kecil, sehingga perlu adaptasi yang tepat pada tips dan trik yang sudah ditentukan sebelumnya.

Selalu Menjadi Contoh untuk si Kecil

Cara Mendidik Anak

Jika diibaratkan, anak-anak adalah selembar kain putih yang masih kosong dan polos. Ia akan menyerap berbagai hal yang ditemuinya, yang dialaminya secara langsung. Ini mengapa, sangat penting untuk Mama dan orang dewasa lain yang ada di dalam rumah memberikan contoh perilaku yang diharapkan.

Sederhana saja, misalnya berkata dengan jelas, lembut, dan nada yang santun. Jika setiap orang dewasa di dalam rumah melakukan ini ketika berkomunikasi, maka si Kecil akan terpapar secara terus menerus dengan hal ini. Perlahan tapi pasti, ia akan mengadaptasi cara berkomunikasi tersebut.

Tidak Hanya Menyoal Bicara, Namun Juga Mendengarkan

Menerapkan dan mengajari si Kecil kebiasaan mendengarkan dengan baik juga jadi poin besar dalam cara mendidik anak jadi pribadi yang baik. Terkadang, begitu banyak hal yang ingin Mama sampaikan pada si Kecil, dan lupa bahwa si Kecil juga memiliki pemikiran dan perasaan yang perlu disampaikan. Secara rutin, jalin komunikasi yang seimbang. 

Ada kalanya Mama berbicara dan si Kecil mendengar, dan sebaliknya. Dengarkan dengan cermat apa yang dikatakan si Kecil, berikan tanggapan dengan baik pula. Si Kecil akan merasa dihargai dan memiliki hak untuk didengarkan. Pada waktu yang bersamaan, ia akan memahami betapa didengarkan ketika berbicara terasa nyaman, dan ia akan menyerap kebiasaan ini.

Menyediakan Waktu untuk si Kecil

Cara Mendidik Anak

Hal paling berharga yang bisa Mama berikan untuk si Kecil, guna mendidiknya adalah waktu. Waktu khusus untuk bersama si Kecil sangat diperlukan, karena kehadiran Mama secara langsung bisa sangat berdampak baik untuknya. Sekedar bermain bersama dengan mainan edukatif, atau beraktivitas di taman belakang rumah, atau mengajaknya bepergian, bisa sangat berarti untuknya. Quality time ini harus dilakukan secara rutin agar si Kecil mendapat perhatian dan kasih sayang langsung, sehingga ia merasa dekat dengan Mama secara emosional.

Jika Mama memerlukan mainan berkualitas dan edukatif, Mama tinggal mencarinya di marketplace atau layanan persewaan mainan. DI sana akan disediakan rekomendasi terbaik yang sesuai dengan usia si Kecil.

Konsistensi adalah Cara Mendidik Anak Paling Penting

Dalam membangun kebiasaan baik dan memberikan pendidikan informal di rumah, konsistensi adalah satu hal yang penting. Cara mendidik anak yang dilakukan dengan konsisten akan memudahkan si Kecil menyerap apa yang Mama ajarkan. Perlahan ia akan belajar pola perilaku yang benar, yang selalu ditunjukkan oleh Mama.

Ketika konsistensi terjaga, si Kecil mudah menyerap apapun stimulus yang Mama berikan. Sebaliknya, ketika Mama tidak konsisten, ia akan menjadi bingung dan kesulitan mengadaptasi kebiasaan yang ingin diajarkan. Meski kapasitas belajar si Kecil sangat besar, namun jika tidak menemukan pola yang dapat dipahami ia tetap akan kesulitan dalam belajar.

Jangan Ragu Memberikan Teguran dan Apresiasi

Cara Mendidik Anak

Memberikan apresiasi dan teguran pada apapun yang dilakukan si Kecil akan jadi cara mendidik anak yang selanjutnya. Kedua hal ini, harus disampaikan dengan cara berkomunikasi yang baik agar si Kecil mendapatkan poin utamanya. Bahwa Mama menghargai apa yang dilakukan si Kecil, bahwa Mama memperhatikan secara detail apa yang si Kecil lakukan, kemajuan yang dibuatnya, serta Mama ingin si Kecil tumbuh dengan baik dengan memberikan teguran pada kesalahan yang dilakukannya.

Memang memerlukan kesabaran yang luar biasa untuk selalu bisa memberikan teguran dan apresiasi yang tepat. Namun, bukankah itu merupakan tugas orang tua? Dengan pujian dan teguran, si Kecil akan menyadari bahwa Mama juga memperhatikannya setiap saat. Si Kecil juga akan cepat belajar mengenai batasan-batasan, antara yang baik dan kurang baik, dengan bimbingan Mama.

Memahami cara mendidik si Kecil memang bukan hal yang mudah. Dengan segala keunikan dan karakteristik khasnya, anak-anak benar-benar memerlukan perlakuan yang tepat agar dapat tumbuh dengan optimal. Baik secara psikis atau secara fisik, stimulus yang konsisten wajib diberikan padanya.

Setelah melihat cara mendidik anak yang disebut di atas, apakah Mama setuju? Well, cara-cara tersebut sifatnya hanya acuan saja untuk membantu Mama menemukan gambaran besarnya. Untuk stimulus yang tepat sendiri, selain kehadiran Mama secara langsung, penggunaan mainan dan perangkat merawat anak-anak yang berkualitas juga bisa mendukung usaha Mama. Tak perlu membelinya, Mama cukup mengunjungi mamasewa.com untuk mendapatkan alat dan mainan edukatif berkualitas. Cukup dengan melakukan sewa, Mama bisa menggunakan segala alat dan mainan dengan harga yang terjangkau.

Music Box

3 Manfaat dan 4 Rekomendasi Music Box untuk si Kecil

Music Box
Gambar oleh Hebi B. dari Pixabay

Memberikan rangsangan untuk si Kecil bisa dilakukan bahkan sejak ia masih berada di dalam kandungan. Ya, usia dini yang dimiliki si Kecil menjadi waktu yang tepat memberikan stimulus, agar ia bisa tumbuh dengan optimal. Mendengarkan musik dari music box misalnya, bisa jadi pilihan menarik untuk memberikan dukungan pada tumbuh kembang anak, terutama pada aspek tertentu yang secara langsung dapat terangsang dengan musik atau lagu.

Memang music box sendiri memiliki banyak jenis, mulai dari bentuk hingga musik yang ada di dalamnya. Untuk Mama ketika masa hamil misalnya, musik klasik dipercaya dapat meningkatkan kecerdasan si Kecil. Pada saat si Kecil sudah lahir, paparan musik dari perangkat seperti kotak musik ini juga bisa memberikan manfaat baik untuk tumbuh kembangnya.

Baby Music Box, Mainan untuk Bayi yang Bermanfaat

Music Box
Gambar oleh Sang Hyun Cho dari Pixabay

Beragam manfaat bisa didapatkan oleh anak ketika mendengarkan musik dari perangkat jadul ini. Dikatakan jadul, karena memang awal kemunculan music box sendiri adalah pada abad ke 19. Sejak lama, mainan anak-anak yang satu ini dijadikan salah satu rekomendasi oleh para ahli untuk menunjang perkembangan anak-anak.

Manfaatnya sendiri cukup beragam. Misalnya membantu si Kecil untuk mengasah kemampuan mendengar, berbahasa, kreativitas, serta koordinasi geraknya. Empat hal ini bisa dirangsang dengan music box karena adanya irama, ritme, pengulanan, serta tempo yang berbeda pada setiap musik. Sel otak si Kecil akan terus terhubung satu dengan yang lain, dan membuatnya semakin cerdas.

Selanjutnya, adalah memberikan efek rileks pada si Kecil. Efek rileks ini penting agar si Kecil tidak rewel, serta membantunya melatih konsentrasi. Memang, ada beberapa jenis musik yang ditujukan memberikan semangat dan memancing gerakan si Kecil. Namun rileks di sini diartikan sebagai bentuk ketenangan mental si Kecil, dan perasaan nyaman untuk melakukan kegiatan.

Musik yang muncul dari music box juga membantu si Kecil mengekspresikan diri bahkan sejak mereka belum bisa berbicara, Ekspresi yang muncul ketika ia mendengar musik adalah ekspresi yang murni. Ia bisa tertawa, menari, menghentakkan kaki, tersenyum, atau bahkan menjadi tenang dan fokus dengan apa yang sedang dilakukan. Putarkan beberapa jenis musik agar Mama mengetahui mana musik yang disukai si Kecil.

Nah, dari beberapa manfaat di atas, mungkin Mama sudah mulai tertarik menjadikan mainan anak-anak ini sebagai salah satu opsi? Jika jawabannya adalah ‘Ya’, maka Mama bisa menemukan beberapa rekomendasi music box di bagian berikutnya.

Rekomendasi Music Box dan Sedikit Ulasannya

Music Box
Gambar oleh Preben Gammelmark dari Pixabay

Mainan music box sendiri sebenarnya ada beberapa jenis berbeda. Jenis statis yang hanya berfungsi memutarkan musik saja, kemudian jenis hanging toys yang biasanya digabungkan dengan mainan gantungan untuk bayi, jenis replika yang memiliki ornamen tertentu di bagian atas dan biasanya bisa seidkit bergerak, serta jenis rotari yang memutarkan musik sekaligus menggerakkan mainan yang ada di atasnya.

Music Box Statis

Memiliki bentuk yang sederhana, hanya kotak dengan tuas pemutar, music box ini benar-benar berfungsi utnuk memberikan rangsangan pada indera pendengaran si Kecil. Mainan ini cocok untuk anak-anak yang berusia lebih muda untuk pengenalan. Mama bisa mendapatkannya mulai dari harga Rp.50.000 di marketplace yang Mama gunakan (misalnya model OEM Over The Rainbow Music Box Acrylic Manual).

Hanging Toys Music Box

Jenis kedua adalah hanging toys music box, yang bisa jadi opsi untuk beberapa rangsangan sekaligus. Kotak musik ini disatukan dengan mainan gantungan bayi yang bisa merangsang si Kecil untuk menggerakkan tangan dan tubuhnya. Selain itu, si Kecil juga dapat mengenal warna dan bentuk beragam mainan gantung yang disediakan. Musik akan terdengar ketika mainan ditarik, atau secara manual bisa dimainkan dengan menekan tombol tertentu. Contoh produknya adalah Happy Bed Bell, yang bisa Mama dapatkan dengan harga sekitar Rp.300.000.

Jenis Replika

Sebenarnya jenis ini hampir sama dengan jenis statis, hanya saja memiliki ornamen atau mainan dengan bentuk menarik di bagian atasnya. Selain dapat memutar musik, mainan jenis ini juga bisa membantu si Kecil melatih indra perabanya. Pengenalan warna, tekstur, serta bentuk jadi poin tambahan yang cukup berguna. Salah satu rekomendasi produk untuk jenis ini adalah Crhistmas Sleigh Music Box Clockwork Musical Toy Xmas Santa Claus Decoration, yang dipatok dengan harga kurang lebih Rp.250.000.

Jenis Kotak Musik Rotari

Jenis rotari sendiri hampir sama dengan bentuk replika, namun mainan yang ada di bagian atasnya memiliki gerakan memutar pada satu poros tertentu. Mama bisa memberikan mainan ini untuk mmenarik perhatian si Kecil dan melatih indera pendengarannya. Jenis ini merupakan salah satu yang paling populer digunakan saat ini, karena memiliki bentuk yang cenderung solid dan tidak mudah rusak. Mungkin jika Mama berminat pada jenis ini, produk dari ROBOTIME bisa jadi pilihan (model Romantic Carousel MK62 Mechanical Music Box), yang bisa didapatkan mulai dari harga Rp.500.000.

Bagaimana Mama? Ada yang menarik perhatian Mama? Jika ada, Mama bisa mendapatkannya pada marketplace kesayangan Mama. Namun jika Mama membutuhkan opsi lain untuk mainan si Kecil, Mama bisa langsung berkunjung ke mamasewa.com langsung di situsnya. Layanan mamasewa.com menyediakan beragam mainan anak-anak edukatif yang bisa membantu Mama mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. Selain music box, Mama juga akan menemukan mainan seperti Parklon Elephant Fun Slide, yang bisa digunakan untuk si Kecil bermain dengan seru. Kunjungi situsnya, dan dapatkan mainan terbaik untuk si Kecil dengan harga terjangkau!

Tantrum Adalah

Tantrum; Proses Alami si Kecil, Ini Bekal yang Mama Butuhkan

Tantrum Adalah

Menghadapi anak-anak memang memerlukan kesabaran yang ekstra tinggi serta ketelatenan. Berbagai hal bisa saja ia lakukan, mulai dari hal-hal yang menyenangkan hingga yang menguji batas emosi Mama, seperti saat ia mengalami tantrum. Tentu ketika ini terjadi mau tidak mau Mama harus menghadapi sesosok anak, yang tidak bisa dikontrol, yang bertindak ‘brutal’ untuk ukuran anak-anak, dan membuat keributan besar. Tapi tahukah Mama bahwa ini bisa diatasi dan dicegah? Memahami bahwa tantrum adalah satu fenomena yang alami, bisa membantu Mama menghadapi hal ini.

Kondisi ini sendiri merupakan bentuk luapan emosi seorang anak yang tidak dapat mengartikulasikannya dalam kata-kata. Jalan yang ia ketahui hanya menangis, berteriak, melempar barang, menghentakkan kaki dan tangan, serta membuat keributan. Ketika hal ini terjadi Mama harus mengendalikan emosi, agar tidak membuat kondisi menjadi semakin ricuh dan tidak terkontrol.

Tantrum adalah Proses Tumbuh Kembang Alami

Tantrum Adalah

Tantrum merupakan satu hal yang awam terjadi di kalangan anak-anak. Biasanya tantrum sendiri dialami si Kecil ketika usianya 1 sampai dengan 4 tahun. Meski demikian, bukan tidak mungkin anak pada usia yang lebih dewasa juga mengalami hal ini karena luapan emosi yang tidak bisa lagi disalurkan dengan cara yang baik atau tidak bisa ditahan.

Melihat sedikit definisi di atas, mungkin Mama juga mulai bisa memetakan kira-kira hal apa saja yang bisa memicu terjadinya tantrum. Dengan demikian, idealnya Mama juga sudah mulai memiliki perkiraan, apa-apa saja yang sebaiknya dilakukan.

Penyebab Tantrum

Tantrum Adalah

Secara umum, sebenarnya hal ini disebabkan oleh luapan emosi yang tidak bisa diungkapkan dengan baik oleh si Kecil melalui kata-kata. Maka dari itu, selalu ditekankan dalam setiap artikel cara mendampingi anak yang benar adalah dengan melakukan komunikasi yang baik. Dengan terbiasa mengungkapkan apa yang dirasakan mungkin penyebab tantrum yang satu ini bisa dihilangkan, atau setidaknya diminimalisir.

Meski demikian, ada juga tantrum yang terjadi bukan karena luapan emosi. Tantrum juga bisa dipicu oleh gangguan perilaku atau masalah psikologis. Tidak sering terjadi memang, tapi ada beberapa kasus yang menunjukkan anak-anak mengalaminya karena merasa tertekan secara emosional, bahkan bisa jadi salah satu indikasi ia mengalami autisme.

Penyebab lain yang juga patut diwaspadai pada tantrum adalah si Kecil menjadikan tantrum sebagai caranya mendapatkan hal yang diinginkan. Tidak jarang orang tua memberikan apa yang diinginkan si Kecil semata hanya agar ia lekas tenang. Ketika si Kecil menyadari ia bisa mendapatkan hal yang diinginkan dengan menunjukkan tantrum, maka ini bisa dijadikan cara untuk meraih apa yang dia inginkan.

Lalu Bagaimana Cara Atasi Tantrum yang Tepat?

Tantrum Adalah

Nah, untuk cara mengatasinya sendiri sebenarnya cukup sederhana. Kuncinya adalah Mama jangan sampai kehilangan kesabaran dan temperamen. Tenang, cermat, dan tetap berkepala dingin, akan jadi poin penting dalam ‘jurus’ menghadapi tantrum yang ditunjukkan oleh si Kecil.

Pastikan Penyebabnya Dahulu

Tantrum selalu disebabkan oleh satu hal yang jelas, atau paling tidak dipicu oleh satu hal spesifik. Tugas pertama Mama adalah mengetahui hal ini. Apa yang memicu si Kecil mengalami tantrum? Lalu apa yang ia rasakan? Apa yang ia pikirkan? Perlahan ajukan setiap pertanyaan tersebut pada si Kecil untuk menyelidiki sebenarnya apa yang membuatnya ‘meledak’ dan menjadi tidak terkontrol. Dengan mengetahui penyebabnya, maka tentu akan lebih mudah mengatasinya.

Jurus Mengalihkan Perhatian

Menjadi salah satu cara jitu untuk mengatasi tantrum adalah dengan mengalihkan perhatiannya. Seperti mungkin Mama pahami bahwa anak-anak cukup mudah dialihkan perhatiannya. Mama bisa menggunakan berbagai objek yang ada di sekitar si Kecil, atau mungkin mainan-mainan yang ia miliki atau sudah Mama siapkan sebelumnya.

Anak-anak akan mudah teralihkan perhatiannya oleh benda yang berbunyi atau berwarna cerah. Misalnya saja Mama bisa menggunakan Baby Einstein Discovering Music Activity Table (yang bisa didapatkan dengan mudah di mamasewa.com). Mainan ini akan menimbulkan suara-suara yang cukup menarik untuk anak-anak dan bisa membantu meredakan tantrum yang dialaminya.

Tetap Tenang, Usahakan Komunikasi yang Baik

Dengan nada yang tetap tenang dan suara yang lembut, ajukan pertanyaan pada si Kecil. Misalnya saja, ia mengalami tantrum tepat setelah bangun tidur, tanyakan padanya apakah ia masih mengantuk? Atau ia haus dan menginginkan susu saat itu juga? Atau mungkin pada situasi di tempat umum, apakah ia ingin pergi ke satu titik tertentu yang menarik perhatiannya?

Nada lembut yang Mama tunjukkan akan membantu si Kecil lekas tenang. Tantrum adalah luapan emosi karena si Kecil tidak dapat mengartikulasikan apa yang ia rasakan dan inginkan. Jika pertanyaan yang Mama ajukan dengan nada tenang bisa menjawab keinginan atau apa yang dirasakannya, biasanya akan segera menghilang.

Itu tadi sedikit pembahasan mengenai bagaimana cara mengatasinya. Karena tantrum adalah hal yang alami, maka Mama mungkin bisa mempelajari terlebih dahulu cara-cara atau tips menghadapi kondisi ini melalui berbagai artikel. Tentu, jika Mama membutuhkan mainan-mainan yang dapat membantu mengalihkan perhatiannya serta tetap bernilai edukatif, Mama bisa mendapatkan semua di mamasewa.com. Kualitas mainan yang tinggi serta higienitas yang senantiasa terjaga, semua yang terbaik untuk si Kecil dalam setiap fase tumbuh kembangnya!

Rental Mainan Anak

Mengapa Menggunakan Jasa Rental Mainan Anak?

Rental Mainan Anak

Setiap anak selalu membutuhkan mainan untuk meneunjang tumbuh kembangnya. Jangan salah, mainan yang digunakan oleh anak-anak tidak hanya memberikan efek senang, namun juga bisa merangsangn tumbuh kembangnya. Di era serba modern dan praktis seperti sekarang ini, agaknya membeli mainan sudah tidak ideal menjadi pilihan. Lalu bagaimana cara memenuhi kebutuhan mainan si Kecil? Adakah rental mainan anak yang memberikan jaminan kualtias dan higienitas pada setiap mainannya?

Mungkin yang Mama cari selama ini sudah ada di depan mata, di mamasewa.com.

Tapi tunggu, mengapa harus menyewa di mamasewa.com jika Mama memiliki kemampuan membeli mainan-mainan yang dibutuhkan si Kecil? Well, ada beberapa alasan kuat mengapa rental mainan anak kini populer dan jadi pilihan utama. Terlebih di mamasewa.com yang memiliki standar pelayanan demikian baik.

Tanpa perlu berlama-lama lagi, Mama bisa lihat beberapa alasan menggunakan rental mainan anak di bawah ini.

Alasan Rental Mainan Anak daripada Membeli

Rental Mainan Anak

Cukup mencolok sebenarnya alasan yang dikemukakan, dan kemungkinan besar Mama akan setuju dengan beberapa alasan ini.

Pertama, Efektivitas Tempat Penyimpanan

Katakanlah Mama memiliki dana untuk membeli mainan yang dibutuhkan si Kecil. Untuk beberapa saat, ia akan asyik bermain dengan mainan tersebut. Namun setelah itu? Mama akan mendapati sejumlah mainan yang perlu tempat penyimpanan yang tidak sedikit. Efektivitas penyimpanan jadi alasan utama mengapa menggunakan jasa rental mainan anak kini menjadi populer.

Keluarga modern cenderung memiliki gaya hidup minimalis, sehingga berupaya mengurangi barang yang ada di dalam rumah. Hal ini juga termasuk mainan anak yang dimiliki si Kecil. Dengan menggunakan jasa rental mainan anak, Mama tak perlu direpotkan dengan masalah penyimpanan jangka panjang.

Kedua, Tentu Saja Hemat Pengeluaran!

Tidak dapat dipungkiri, mainan dengan kualitas bahan yang baik harganya tidaklah ekonomis. Meski tidak sedikit pula mainan dengan harga terjangkau dan tetap memiliki banyak manfaat. Namun jika bisa berhemat, mengapa tidak?

Rental mainan anak menyediakan beragam pilihan mainan, yang tentu sudah diseleksi sedemikian rupa baik dari segi bahan atau manfaat, yang bisa digunakan dengan harga sangat terjangkau. Mama tinggal memeriksa stok yang tersedia di mamasewa.com, dan kemudian menghubungi layanan konsumen untuk menyewa mainan tersebut. Dalam beberapa saat, mainan akan dikirimkan dan bisa digunakan oleh si Kecil.

Ketiga, Mengantisipasi si Kecil yang Mudah Bosan

Sifat mudah bosan sepertinya telah menempel pada anak-anak hingga usia tertentu. Membeli mainan bisa jadi langkah yang tidak tepat, terlebih jika sifat mudah bosannya meluap-luap. Mama kemudian harus terus membeli mainan, lagi dan lagi, hingga tanpa disadari mainan sudah menumpuk demikian banyak.

Rental mainan anak bisa mengatasi hal ini, karena ketika si Kecil mulai bosan Mama tinggal menyewa mainan lain dari tempat penyewaan tersebut. Jadi, Mama tidak perlu berhadapan dengan banyak mainan yang dibeli dan kemudian tidak digunakan lagi hanya karena si Kecil bosan.

Lalu Kenapa Harus Di mamasewa.com?

Rental Mainan Anak

Lalu kenapa harus menyewa di mamasewa.com? Mengapa tidak menyewa di tempat lain? Bukankah rental mainan anak juga tidak hanya tersedia pada tempat ini saja?

Beberapa alasan kuat mendasari rekomendasi ini. Tentu, ada pula pendapat dari pada Mama yang sudah pernah menggunakan layanan mamasewa.com dan merasa puas. Tapi untuk memberikan bayangan pada Mama yang tengah membaca artikel ini, berikut penjelasannya.

Respon Admin yang Cepat

Tidak perlu menunggu lama, ketika Mama ingin menyewa barang di mamasewa.com, dalam hal ini mainan, Mama tinggal menghubungi nomor layanan konsumen yang tersedia di situsnya pada jam kerja. Respon yang Mama dapatkan akan sangat cepat, sehingga Mama bisa mengetahui dengan cepat ketersediaan barang dan kapan pengiriman bisa dilakukan.

Pilihan yang Benar-Benar Beragam

Pilihan mainan yang tersedia di mamasewa.com juga sangat beragam. Mulai dari Sand and Water Activity Table, hingga trampolin, semua bisa Mama temukan di sini. Tentu saja harga yang dipatok juga sangat masuk akal. Mama bisa menyewa mainan di mamasewa.com mulai dari Rp.50.000 saja per minggunya. Bukankah ini menarik? Ketika si Kecil bosan, Mama tinggal mengorder mainan lain, dan ia bisa kembali bermain dengan antusias.

Berpartner dengan Berbagai Layanan Pendukung yang Memudahkan

Tidak beroperasi sendiri, mamasewa.com juga menggaet beberapa partner resmi untuk berbagai keperluan. Misalnya, layanan pengantaran online pada hari yang sama, pembayaran dengan platform yang memudahkan Mama, hingga vendor peralatan yang turut mendukung aktivitas mamasewa.com.

Tidak lain dan tidak bukan, kerja sama ini ditujukan untuk memudahkan Mama dalam mengakses mainan yang disediakan di situs ini. Jadi, Mama tak perlu repot memikirkan pengiriman hingga pembayaran, bahkan pengembalian barang-barang yang disewa.

Tidak Hanya Rental Mainan Anak

Terakhir, mamasewa.com tidak hanya menjadi rental mainan anak, namun banyak jenis peralatan lain yang berhubungan dengan aktivitas si Kecil. Misalnya saja, untuk keperluan bepergian, Mama bisa menyewa baby car seat. Atau produk penunjang kehamilan? Situs ini juga menyediakan banyak sekali ragam perlengkapannya. Satu tempat untuk semua, mamasewa.com benar-benar bisa jadi rujukan terbaik ketika Mama memerlukan barang-barang yang berkaitan dengan aktivitas si Kecil.

Menggunakan jasa rental mainan anak pada masa sekarang ini adalah satu bentuk efektivitas rumah tangga. Selama Mama bisa menggunakan mainan yang disewa dengan baik guna memberikan rangsangan pada si Kecil, tidak ada masalah. Justru tak hanya si Kecil yang akan mendapatkan manfaat dari mainan tersebut, namun keluarga Mama juga akan mendapatkan banyak manfaat sampingannya. Segera tengok seluk beluk mamasewa.com, dan dapatkan apapun kebutuhan Mama di sini!

Kenali Cara Memilih Mainan Anak yang Aman dan Bermanfaat

mainan anak

Anak-anak tumbuh dan berkembang dengan cara bermain. Bahkan dikatakan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Tapi perlu diingat, bermain pada anak bukan hanya untuk senang-senang saja, bermain juga menjadi salah satu metode belajar terbaik bagi anak, terutama anak di usia 0-5 tahun. Dengan bermain, anak mampu mengasah kemampuan yang dimilikinya, seperti motorik halus, motorik kasar, kreativitas, empati, bahkan daya ingat. Agar manfaat bermain makin optimal, memberikan mainan anak anak yang tepat sesuai usianya sangat penting.

Saat ini sudah banyak tersedia mainan yang memiliki manfaat bagi perkembangan otak dan kreativitas. Tapi banyaknya pilihan mainan tersebut seringnya malah membuat orang tua bingung, karena tentunya Anda harus bijak dalam memilih mainan yang bersifat edukatif, aman, dan bermanfaat. Di samping itu, tidak sedikit mainan yang ternyata berdampak buruk bagi perkembangan kecerdasan anak. Wah, Anda harus lebih selektif, bukan? Tidak perlu bingung. Berikut kami berikan daftar cara memilih mainan untuk si Kecil yang aman dan bermanfaat untuk Anda:

Pilih mainan yang sesuai dengan usia

mainan anak

Anda harus ingat bahwa setiap anak pasti memiliki kemampuan dan pemahaman yang berbeda-beda di setiap tahapan usianya. Sehingga Anda tidak boleh sembarangan dalam memilih mainan, dan harus disesuaikan dengan usia anak. Hal tersebut dilakukan agar anak bisa bermain sambil belajar dengan nyaman.

Awali membeli mainan anak yang bersifat sederhana

Membeli mainan untuk pertama kalinya kadang terasa sulit. Maka awali membeli mainan yang bersifat sederhana terlebih dulu. Jika perlu Anda tidak harus jauh-jauh datang ke toko mainan, karena Anda bisa memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah. Anda bisa menyediakan mangkuk dan sendok, lalu biarkan anak Anda bermain menyendok apa saja atau memukul-mukulnya menjadi alat musik. Anda juga bisa menyediakan kertas putih polos dengan pensil atau crayon. Lalu bebaskan anak Anda membuat coretan apa saja. Anda juga bisa menyiapkan kertas-kertas origami atau kertas lipat berwarna-warni, yang bisa dibentuk menjadi beragam jenis hewan atau bentuk lainnya.

Perhatikan bahan mainan

Ketika akan membeli mainan untuk si Kecil, sebaiknya Anda perhatikan dulu bahan yang digunakan. Apakah sudah aman bagi anak Anda sesuai dengan usianya. Pilihlah bahan ramah lingkungan serta dapat didaur ulang, seperti kayu, bambu, kain, dan lain-lain. Hindari mainan yang mengandung bahan kimia berbahaya, seperti material plastik berkualitas rendah yang mengandung PVC dan phthalates. Cek keterangan atau tanda peringatan pada mainan, agar Anda tidak salah pilih. Terakhir, pilih mainan dari bahan yang mudah dicuci, agar anak terhindar dari kuman dan kotoran yang menempel pada mainan.

Bebas dari magnet

Magnet termasuk benda yang berbahaya, karena bisa saja tak sengaja tertelan oleh anak Anda yang sedang asyik bermain. Anda perlu memperhatikan mainan si Kecil bebas dari magnet. Karena jika sudah tertelan, magnet bisa membahayakan kesehatan anak. Tentu Anda tidak ingin hal ini terjadi, bukan? Jadi, sebelum membeli mainan, benar-benar pastikan mainan si Kecil terbebas dari segala macam unsur magnet dan bahan-bahan berbahaya lainnya.

Bersifat tahan lama

mainan edukasi anak

Sebaiknya Anda tidak membeli mainan untuk anak yang hanya bisa dimainkan sebentar saja. Selain karena alasan hemat, juga agar anak Anda bisa mengeksplor kemampuannya lebih lama lagi. Saat ini sudah ada banyak sekali pilihan mainan edukatif yang bisa tahan lama, bahkan bisa dipakai sampai anak tumbuh besar. Mainan tersebut misalnya, balok kayu, bola, mainan perlengkapan masak, papan gambar, alat-alat kerajinan tangan, dan lain-lain.

Menumbuhkan kreativitas anak

Mainan yang bersifat edukatif sangat diperlukan dalam proses tumbuh kembang anak. Karena idealnya, mainan anak yang bermanfaat adalah yang mampu mendorong eksplorasi anak secara aktif, menumbuhkan kreativitas, serta meningkatkan kecerdasan. Beberapa contohnya seperti flash card, buzz wire, permainan balok, gears, lego, dan puzzle.

Merangsang daya imajinasi

Sediakan mainan yang bisa merangsang daya imajinasi anak, seperti buku cerita atau boneka jari. Jika tidak, Anda bisa menyediakan barang-barang sederhana yang ada di rumah, seperti selimut, kursi, payung, dan lain sebagainya. Anda tidak perlu bingung jika anak Anda berbicara sendiri atau membuat simulasi dari barang-barang di sekitarnya, karena bisa jadi anak anak Anda sedang berimajinasi dengan dunianya. Jadi meski rumah menjadi berantakan, tidak apa-apa. Yang terpenting anak Anda bermain dengan senang dan tidak membahayakan dirinya.

Pilih mainan yang sesuai dengan lingkungan sekitar

mainan anak

Menyediakan mainan edukatif untuk anak, bisa Anda sesuaikan dengan lingkungan sekitar tempat tinggal. Jika di sekitar Anda ada tersedia banyak tanah lapang, Anda bisa mengajaknya bermain sepeda atau layang-layang. Anda juga bisa menyediakan kincir angin yang bisa dimainkan bersama-sama. Atau Anda juga bisa melatih anak Anda untuk belajar berinteraksi dengan orang banyak, dengan cara mengajaknya bermain bersama anak-anak seusianya yang ada di lingkungan sekitar rumah Anda.

Jangan lupa bahwa orang tua adalah ‘mainan’ terbaik bagi anak

Terakhir, sebaik dan sebanyak apapun mainan yang tersedia, ayah dan ibu adalah ‘mainan’ terbaik bagi anak. Momen-momen bermain dan kehadiran orang tua bisa menjadi sarana untuk mempererat bonding dan kebersamaan. Bahkan hanya dengan sekedar menonton video bersama, membaca buku, atau bercanda sambil rebahan di kasur saja, komunikasi yang baik bisa terjalin. Sehingga bermanfaat bagi perkembangan mental dan pembentukan karakternya.

Yup, itu tadi cara memilih mainan yang aman dan bermanfaat bagi anak. Semoga bermanfaat, ya! Selamat mencoba.