cemilan sehat ibu hamil

7 Opsi Cemilan Sehat Ibu Hamil, Mama Bisa Lihat di Sini!

cemilan sehat ibu hamil
Pregnant food photo created by senivpetro – www.freepik.com

Kondisi Mama saat sedang hamil adalah kondisi dimana kebutuhan nutrisi meningkat. Jelas, hal ini disebabkan oleh kebutuhan si Kecil yang tengah tumbuh di dalam kandungan, serta kebutuhan tubuh Mama dalam menopang tumbuh kembangnya. Memilih cemilan sehat ibu hamil bisa jadi solusi menarik, untuk membantu mencukupi nutrisi harian Mama.

Tapi apakah ada cemilan sehat seperti itu?

Faktanya, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian Mama dan si Kecil yang ada di dalam kandungan, makanan pokok saja cenderung kurang cukup. Tambahan cemilan sehat untuk ibu hamil bisa jadi alternatif, sebagai cara mencukupi nutrisi dengan cara yang lebih seru.

Tentu Mama akan cukup bosan bukan jika selama sembilan bulan kehamilan makanan yang ada hanya itu-itu saja? Maka cemilan sehat ini hadir sebagai variasi agar nafsu makan tetap tinggi, sekaligus menopang kebutuhan nutrisi harian.

1. Alpukat, Lembut dan Kaya Asam Folat

Pertama ada buah alpukat. Buah yang memiliki rasa nikmat dan kaya nutrisi ini bisa jadi salah satu sumber asam folat yang baik. Kandungan asam folat baik untuk meminimalisir resiko terjadinya cacat lahir pada otak dan sumsum tulang belakang.

M ama bisa memakannya secara langsung atau menjadi pendamping roti panggang, alpukat juga kaya akan lemak sehat yang bisa bermanfaat untuk perkembangan otak si Kecil ketika masa kehamilan.

2. Kacang Edamame, untuk Asupan Vitamin B

cemilan sehat ibu hamil
Edamame photo created by stockking – www.freepik.com

Menjadi salah satu cemilan sehat ibu hamil yang masuk dalam daftar ini, kacang edamame ternyata kaya akan kandungan vitamin B. Belum lagi kandungan zat besi, tembaga, zinc, hingga magnesium, semua nutrisi ini diperlukan Mama untuk mendukung kondisi kehamilan muda.

Cara konsumsinya juga sangat mudah. Mama tinggal merebus kacang edamame, dan menambahkan sedikit garam setelah matang untuk memberi rasa yang nikmat.

3. Konsumsi Cokelat, Membantu Menurunkan Resiko Tekanan Darah Tinggi

Cemilan selanjutnya adalah coklat. Tapi ingat, yang dimaksud bukan coklat dengan kandungan susu atau gula yang tinggi, namun coklat hitam atau biasa dikenal dengan dark chocolate. Selain dapat memberikan efek rileks, cokelat juga ternyata bisa membantu menurunkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi lho Mam!

Memiliki rasanya nikmat, cokelat juga bisa diolah dengan mudah dan cocok dengan berbagai makanan lain. Meski demikian, tetap kontrol porsi konsumsinya ya.

4. Tradisional dan Bermanfaat, Ubi

cemilan sehat ibu hamil
Sweet potato photo created by Racool_studio – www.freepik.com

Mungkin Mama yang berasal dari desa paham benar bahwa ubi menjadi salah satu camilan yang lezat dan cukup mengenyangkan. Ternyata, ubi juga bisa jadi cemilan sehat untuk ibu hamil. Hal ini karena karena kandungan nutrisinya yang banyak, serta pengolahannya yang mudah.

Kandungan nutrisinya antara lain vitamin B, vitamin C, zat besi, kalium, tembaga, serta beta karoten yang berubah menjadi vitamin A di dalam tubuh. Mama bisa menumbuk, memanggang, atau menggorengnya, sesuai dengan selera.

5. Buah Apel, Ringkas dan Segar

Kebutuhan serat pada masa kehamilan meningkat drastis, sekitar 28 sampai 30 gram setiap harinya. Kebanyakan Mama di luar sana, kurang mendapatkan asupan serat sehingga harus berhadapan dengan rasa mual dan kesulitan BAB. Padahal dengan cukup serat, keluhan ini bisa diminimalisir, serta penyerapan makanan bisa optimal.

Apel menjadi salah satu buah yang direkomendasikan karena beberapa alasan. Pertama, kandungan kalorinya tidak besar, hanya sekitar 95 kalori saja, dengan 4 gram serat per buahnya. Selain itu, apel juga mudah dibawa kemana saja. Ketiga, manfaat tidak hanya pada bagian daging buah, tapi juga bagian kulitnya.

6. Kentang Panggang dengan Potasiumnya

cemilan sehat ibu hamil
Baked potato photo created by timolina – www.freepik.com

Mungkin kentang lebih terkenal menjadi cemilan saat digoreng. Tapi untuk Mama yang sedang hamil, kentang panggang akan jadi cemilan yang lebih sehat. Jelas, karena kentang panggang tidak berurusan dengan minyak dan proses penggorengan.

Kentang mengandung potasium, vitamin C, asam folat, dan zat besi, semua nutrisi yang diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang dan kesehatan si Kecil di dalam perut Mama.

7. Popcorn, Cemilan Sehat Ibu Hamil

Siapa sangka ternyata popcorn merupakan cemilan sehat untuk ibu hamil? Ya, makanan yang populer di jual di bioskop ini ternyata bermanfaat untuk mengurangi sembelit yang terjadi pada Mama saat masa kehamilan.

Syaratnya cukup sederhana, hindari penggunaan mentega berlebihan saat membuat popcorn untuk memaksimalkan manfaatnya. Agar lebih nikmati, Mama bisa menambahkan taburan keju parmesan di atasnya.

Bagaimana menurut Mama beberapa cemilan sehat ibu hamil di atas? Menarik untuk dicoba bukan? Tentu, selain menambah pengetahuan terkait hal ini, Mama juga wajib memiliki pengetahuan tentang peralatan dan perlengkapan si Kecil saat lahir nanti.

Informasi terkait cemilan sehat ibu hamil yang Mama baca ini, ada di blog dari mamasewa.com, salah satu layanan penyedia perlengkapan bayi paling lengkap dan berkualitas. Di sini Mama bisa menyewa berbagai macam perlengkapan terbaik, sehingga tak perlu banyak pengeluaran. Semoga artikel ini berguna, dan semoga Mama memiliki kehamilan yang sehat!

teknik power pumping

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Teknik Power Pumping

Teknik power pumping merupakan topik yang harus Mama ketahui sedini mungkin. Ini berguna untuk mencari alternatif dalam memenuhi kebutuhan ASI si kecil, bila sewaktu-waktu suplai ASI Mama tidak mencukupi.

Mengapa terkadang suplai ASI Mama tidak cukup? Melansir laman Verywell Family, ini disebabkan dari beberapa di antara Mama yang menghasilkan lebih banyak ASI melalui teknik pemompaan. 

Lebih tepatnya sesuai ritme tubuh dalam memproduksi ASI di suatu waktu tertentu. Misal, ada Mama yang lebih banyak memproduksi ASI di pagi hari, namun lebih sedikit di sore hari sehingga butuh pemompaan untuk bisa mengeluarkan ASI. 

Meski begitu, belum tentu pemompaan bisa menambah pasokan ASI secara efektif, sehingga tidak sesuai yang diharapkan oleh Mama. Dalam laman Milkin’ Cookie saja, misalnya, dikatakan banyak Mama yang mengeluhkan pasokan ASI yang rendah.

Inilah sebabnya Mama dianjurkan untuk menggunakan teknik power pumping, dalam upaya memproduksi ASI dalam jumlah besar namun tidak membebani fisik Mama. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenainya.

Apa itu Teknik Power Pumping?

teknik power pumping
Photo by Helena Lopes on Unsplash

Teknik power pumping atau yang dikenal sebagai cluster pumping, merupakan suatu cara mendapatkan lebih banyak ASI dengan meninggalkan pompa di payudara Mama. Dengan kata lain, Mama memerah ASI sebanyak frekuensi Mama menyusui bayi yang sedang di masa lonjakan pertumbuhan.

Misal, awalnya Mama perlu menyusui si kecil setiap 3 jam sekali. Namun dengan menggunakan teknik power pumping, si kecil hanya perlu asupan ASI sebanyak dua atau tiga kali setiap harinya.

Sifat teknik power pumping ini tidak wajib dan hanya sebagai pelengkap pemompaan reguler, dilakukan di luar rutinitas Mama. Meski begitu, pasokan ASI yang dihasilkan bisa menggantikan satu sesi pemompaan reguler.

Namun, perlu digaris bawahi bahwa Mama tidak bisa melakukan teknik power pumping bila bayi sering menyusui. Sebab, tubuh Mama akan kesulitan membuat susu tambahan di jam-jam istirahat.

Catatan Tambahan

Menggunakan teknik power pumping juga perlu memperhatikan berapa banyak Mama melakukan sesi menyusui. Lantaran bisa berpengaruh terhadap suplai ASI yang dihasilkan ke depannya.

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan penurunan suplai ASI:

  • Mama kembali bekerja sehingga tidak bisa menyusui sesering dulu.
  • Melewatkan sesi menyusui karena sekarang bayi lebih sering makan makanan padat.
  • Sakit/menelan obat yang mengandung pseudoefedrin.
  • Sedang menstruasi.
  • Kebutuhan kalori yang tidak tercukupi.
  • Dan masih banyak lagi.

Terlepas itu, teknik power pumping tetap bisa membantu merangsang produksi susu secara alami dan mengembalikan rutinitas pemompaan Mama ke jalur semula.

Sebelum Melakukan Teknik Power Pumping

teknik power pumping
www.mamasewa.com

Sebelum melakukan teknik power pumping, tentu Mama perlu menentukan, apakah ingin menggunakan pompa manual atau elektrik. Jika Mama ingin kemudahan, coba gunakan pompa elektrik karena kinerja dan frekuensinya lebih efektif. Tidak ada yang salah dengan menggunakan pompa manual, namun ini bisa membuat Mama cepat lelah.

Menggunakan pompa ASI elektrik milik Mamasewa sangat direkomendasikan untuk Mama. Selain bisa menggunakan pompa dengan kualitas dan higienitas terbaik, Mama bisa cerdas dalam mengelola keuangan keluarga. Solanya, Mama tidak perlu membelinya, dengan menyewanya Mama sudah bisa menggunakan pompa ASI yang berkualitas apik. Sekali mengayuh, dua tiga pulau terlampaui kan, Mam?

Lebih baik lagi bila Mama menggunakan pompa payudara listrik ganda dan bra menyusui bebas tangan. Karena nantinya Mama bisa memerah ASI sambil melakukan berbagai aktivitas menyenangkan, seperti mengemil, membaca, dan lain sebagainya.

Cara Melakukan Teknik Power Pumping

teknik power pumping
Photo by Nikolai Chernichenko on Unsplash

Jika sudah meyakini power pumping mendatangkan banyak manfaat bagi tubuh Mama dan kebutuhan si kecil, maka selanjutnya adalah mempraktekkannya. 

Mulai saja dengan menghidupkan pompa selama satu jam/hari, dengan catatan tidak ada gangguan saat Mama melakukannya. Akan lebih baik jika Mama melakukannya di pagi hari, karena saat itulah persediaan susu banyak wanita paling tinggi. 

Selama proses pemompaan, usahakan tidak memompa secara asal-asalan karena bisa merugikan diri Mama sendiri dan si kecil. Ada baiknya Mama menggunakan pola pemompaan yang ditunjukkan sebagai berikut:

  • Mulai dengan memompa selama 20 menit, lalu istirahat selama 10 menit.
  • Pompa lagi selama 10 menit, kemudian dilanjutkan dengan istirahat selama 10 menit.
  • Akhiri dengan memompa lagi selama 10 menit.
  • Lakukan ini sebanyak sekali atau dua kali sehari.

Jika Mama merasa keberatan dengan cara di atas, Mama bisa menggunakan alternatif lain yang lebih ringan:

  • Pompa selama 5 menit, lalu istirahat selama 5 menit.
  • Pompa lagi selama 5 menit, kemudian dilanjutkan dengan istirahat selama 5 menit.
  • Akhiri dengan memompa lagi selama 5 menit
  • Lakukan ini sebanyak lima atau enam kali sehari.

Anda juga dapat mencoba pemompaan ganda: menggunakan kedua payudara selama setiap sesi. Sebagai alternatif, Anda mungkin ingin menyusui bayi Anda dengan satu payudara sambil memompa payudara yang lain.

Sisa hari bisa Mama gunakan untuk mengikuti rutinitas pemompaan dan/atau menyusui reguler. Idealnya meniru jadwal menyusui bayi seperti biasa dengan durasi waktu yang normal.

Namun, perlu diingat bahwa melakukan dua sesi cluster pumping yang panjang dalam satu hari dapat menguras mental dan fisik Mama. Sadarilah bahwa tubuh setiap Mama berbeda. Maka itu, sesuaikanlah penetapan lama waktu menghidupkan pompa dengan kondisi tubuh Mama.

Demikianlah artikel mengenai teknik power pumping dari Mamasewa. Semoga bisa memudahkan perjalanan Mama dalam men-ASI-hi si kecil, ya!

ciri ASI basi

Tak Layak Dikonsumsi oleh Si Kecil, Ini 5 Ciri ASI Basi!

Informasi mengenai ciri ASI basi mesti Mama ketahui sejak dini, karena akan berpengaruh pada perah ASI ke depannya. Bukankah kecewa sekali rasanya, ketika mengetahui bahwa ASI yang sudah susah payah dipompa, jadi basi dalam hitungan beberapa hari?

Sebelumnya, harus Mama ketahui bahwa ASI juga tidak jauh berbeda dari susu sapi, sama-sama bisa menjadi busuk bila dibiarkan di tempat terbuka atau disimpan lama di dalam lemari es. Mengutip The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebaiknya ASI disimpan pada suhu kamar selama kurang lebih 4 jam untuk ASI segar dan kurang lebih 2 jam buat ASI yang dicairkan.

Demikian pula, ASI harus disimpan dalam lemari es selama empat hingga delapan hari. Lebih dari itu, susu harus dibekukan selama empat hingga 12 bulan. Atau segera digunakan tepat sebelum timbul ciri ASI basi. 

Membaca beberapa ciri ASI Basi ini adalah cara termudah untuk memastikan apakah ASI Mama basi atau tidak. 

1. Ciri ASI Basi yang Mudah Dikenali; Tercium Bau Busuk!

Mencium bau aneh dari ASI adalah langkah pertama yang bisa Mama lakukan dalam mengenali basi atau tidaknya ASI. Meskipun kebanyakan ASI mempunyai bau yang tidak jauh berbeda dengan susu sapi basi, masih ada beberapa yang punya ciri khas bau basi sendiri.

Melansir laman Rocky Dad, bau basi dari ASI bervariasi, tergantung pada pola makan Mama. Bisa saja ada yang berbau logam, sabun, maupun bau-bau “aneh” lainnya, terdeteksi dari betapa bayi tidak suka dengan bau ASI atau tidak. 

Lebih lanjut, Mama bisa coba mengendus bau basi dari ASI dengan menaruhnya di dalam lemari es atau pada suhu kamar. Bekukan saja ASI selama lima hari kemudian mencairkannya untuk menguji aromanya. Jika rasanya hanya sedikit asam setelah dibekukan, maka ASI masih aman untuk bayi Mama.

Akan tetapi, perlu Mama perhatikan bahwa beberapa bayi akan menolak ASI dengan kondisi ini. Jadi, sebelum membekukan ASI, usahakan untuk menyusu ASI yang cair terlebih dahulu pada bayi Mama. Namun apabila terlanjur, Mama bisa mengatasinya dengan memanaskan ASI dulu sebelum dibekukan.

2. Tidak Tercampur Saat Diaduk Juga Termasuk Ciri ASI Basi, Lho!

ciri ASI basi
Photo by engin akyurt on Unsplash

Walaupun ASI secara alami terpisah menjadi lapisan berlemak dan tidak berlemak ketika mengendap, namun jika ASI masih segar biasanya akan kembali tercampur dengan baik tatkala diaduk.

Sebaliknya, ASI yang tidak tercampur saat diaduk menunjukkan ciri ASI yang basi.

3. Bisa Bertahan di Kulkas Selama Lebih dari 4 Hari

ASI dapat tersimpan dalam lemari es sampai empat hari, setelah itu harus langsung digunakan dalam kurun waktu 24 jam. Biar bisa mengetahui waktu penyimpanan dengan baik, usahakan memberi label pada semua ASI Mama yang dipompa.

Mama juga bisa memaksimalkan umur simpan ASI dengan meletakkannya di tempat paling dingin di dalam lemari es, bukan di bagian pintu, yang mana suhunya paling mudah berubah-ubah. Perhatikan pula cara dan tempat menyimpan ASI di dalam kulkas yang Mama gunakan, biar bisa memeroleh ASI dengan nutrisi terbaik.

Untuk jumlah ASI yang disimpan, ada baiknya Mama hanya menaruh 2 hingga 4 ons ASI dalam volume besar (59,1 hingga 118,2 mililiter).

4. Tidak Disimpan dengan Benar? Hati-Hati, Bisa Jadi Ciri ASI Basi!

ciri ASI basi
Photo by Jaye Haych on Unsplash

Seperti makanan pada umumnya, ASI akan cepat basi bila tidak disegel dengan baik atau ada bagian wadah yang robek. Untuk penyimpanan ASI yang optimal, ada baiknya Mama menggunakan wadah khusus menyimpan ASI.

Sebagai catatan, setelah Mama memompa ASI, bersegeralah untuk menyimpan ASI di bagian paling dingin di dalam kulkas. Jika sudah beku, Mama bisa langsung mengeluarkan ASI lalu menghangatkannya dengan air hangat selama beberapa menit. Berilah ASI pada si kecil dalam kurun waktu 24 jam.

5. Rasanya Asam

Cara termudah untuk mengenali apakah ASI Mama atau tidak adalah dengan mencicipinya sendiri. Meskipun rasa Asam dapat menunjukkan jika ASI sudah basi, namun bila rasa asamnya karena lipase yang tinggi, maka ASI masih tergolong aman. 

Tapi, ini balik lagi ke diri Mama. Jika merasa ragu apakah rasa asam aman atau tidak, buang saja ASI tersebut.

Cara Mencegah basi pada ASI

Sebelum menyiapkan ASI terbaik, ada baiknya Mama menyediakan peralatan-peralatan ASI terbaik, seperti dot, botol, dan perlengkapan pompa ASI. Adapun pompa ASI sendiri dapat Mama sewa di Mamasewa, dengan memilih produk yang sesuai si kecil. Tidak perlu ragu soal kualitas, karena higienitas dari pompa ASI milik Mamasewa.com sudah terjamin.

Jika semuanya sudah siap, maka langkah selanjutnya adalah mencuci semua peralatan ASI dengan telaten, tentunya dengan merebusnya selama 5 hingga 10 menit. Kemudian cuci semua peralatan dengan air sabun yang panas. Tetap semangat mengASIhi ya, Mam!

cara jitu menyapih anak

7 Cara Jitu Menyapih Anak dengan Baik dan Benar

Wah, si Kecil sudah waktunya berhenti ASI nih. Apa Mama juga sedang galau bagaimana ya cara jitu menyapih anak?

Ada banyak sekali cara untuk menyapih si Kecil. Mulai dari cara tradisional yang dilakukan secara turun-temurun maupun cara modern ala mama-mama kekinian. Namun sebenarnya bagaimana sih cara jitu menyapih anak yang baik dan benar?

Nah, jangan khawatir Mam. Mamasewa punya tips lengkapnya. Simak ulasannya, ya!

1. Tentukan Waktu yang Tepat untuk Menyapih

cara jitu menyapih anak
Photo by Wes Hicks on Unsplash

Masing-masing anak memiliki waktunya sendiri untuk berhenti minum ASI langsung dari payudara sang ibu. Meski WHO menyarankan pemberian ASI hingga 2 tahun, namun banyak faktor lain yang mendorong Mama untuk mempercepat atau memperlambat proses penyapihan.

Salah satu cara jitu menyapih anak adalah dengan mengenali tanda-tanda yang diberikan oleh si Kecil. Umumnya anak akan mulai memperhatikan dan tertarik pada makanan yang Mama makan. Menyapih juga dapat dilakukan saat si Kecil sudah bisa duduk dengan tegak dan reflek lidahnya perlahan menghilang.

2. Cara Jitu Menyapih Anak adalah dengan Perlahan

Menyapih adalah sebuah proses yang tidak bisa dilakukan secara instan. Mengurangi intensitas jadwal rutin menyusui bisa menjadi cara yang baik agar Mama dan si Kecil dapat saling menyesuaikan diri.

Cara ini dapat dimulai dengan menghilangkan jadwal menyusui di waktu-waktu yang kurang nyaman atau tidak disukai si Kecil. Gantilah dengan memberikan si Kecil cemilan untuk bayi atau minum susu melalui gelas saat umurnya sudah mencukupi.

3. Siapkan Mental dan Kenyamanan Emosional

cara jitu menyapih anak
Photo by Ana Tablas on Unsplash

Menyusui adalah momen istimewa bagi Mama dan si Kecil. Pada saat menyusui, si Kecil akan merasa nyaman dan aman. Begitu pula dengan Mama yang akan merasakan kedamaian tersendiri.

Saat menyapih momen tersebut perlahan akan hilang atau perlu digantikan dengan jenis kegiatan lain. Mama bisa mencoba memberikan kenyamanan dan rasa aman kepada si Kecil dengan mengajaknya bermain atau membacakan dongeng.

Meski kegiatan ini termasuk cara jitu menyapih anak, namun Mama juga perlu menyiapkan mental karena akan kehilangan momen-momen istimewa selama menyusui.

4. Cara Jitu Menyapih Anak Bisa dengan Membiarkan Si Kecil Memulai

Tahukah Mama bahwa insting si Kecil itu kuat loh! Metode “tidak menawarkan dan tidak menolak” dapat menjadi salah satu alternatif Mama dalam proses menyapih.

Cara yang satu ini memberikan kebebasan kepada si Kecil untuk menentukan kapan dirinya membutuhkan ASI. Memang akan sedikit memakan waktu. Namun kembali lagi bahwa menyapih adalah sebuah proses yang harus kita nikmati.

5. Mengubah Kebiasaan Makan

Saat mulai memberikan makanan pendamping ASI, Mama perlu sedikit memutar otak untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi si Kecil. Kegiatan makan yang biasanya selalu dilakukan bersama Mama bisa sedikit diubah dengan melibatkan Ayah atau kerabat lainnya.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan si Kecil pada Mama saat merasa lapar. Mama juga bisa mencoba cara jitu menyapih anak dengan mengganti tempat menyusui yang biasa dilakukan di kamar menjadi di ruang tamu dan dengan posisi yang berbeda.

6. Pelajari Cara untuk Menenangkan Pembengkakan pada Payudara

cara jitu menyapih anak
mamasewa.com

Menyapih berarti menghilangkan rutinitas menyusui yang mana sama juga dengan menghentikan proses pengeluaran ASI dari payudara ibu. Mama pasti tau kan bagaimana rasanya ASI yang menumpuk di payudara.

Proses pengeluaran ASI yang tidak lancar dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit pada payudara. Hal ini juga yang menjadi alas an mengapa proses menyapih perlu dilakukan secara perlahan dan bertahap.

Mamasewa punya cara jitu untuk mengatasi masalah yang satu ini. Saat proses menyapih, Mama bisa menggunakan pompa ASI untuk membantu memperlancar proses pengeluaran ASI sembari mengurangi intensitas menyusui.

Jangan khawatir, Mam. Mamasewa juga menyediakan berbagai pompa ASI berkualitas yang dapat Mama Sewa sesuai waktu yang dibutuhkan. Jadi tidak perlu mahal-mahal untuk membelinya. Mama Sewa hadir untuk memberikan solusi hemat dan tepat.

7. Menyediakan Stok Sabar Lebih Banyak Termasuk Cara Jitu Menyapih Anak

Menyapih yang baik dan benar adalah tentang proses yang memerlukan waktu. Nikmatilah setiap proses tumbuh kembang si Kecil dengan rasa sabar karena Mama pasti menginginkan yang terbaik untuk si Kecil.

Jangan lupa untuk meminta dukungan dari pasangan dan orang terdekat saat Mama merasakan hal yang berat. Menjadi ibu adalah sebuah proses pembelajaran. Begitu pula dengan menyapih yang termasuk salah satu tahapannya.

Mamasewa akan selalu hadir saat Mama membutuhkan bantuan tentang barang atau mainan sesuai dengan tumbuh kembang dan kebutuhan si Kecil. Masalah kualitas barang Mamaaewa juaranya! Semua barang dan mainan bayi selalu dibersihkan secara berkala dan memiliki kualitas terbaik.

Tunggu apalagi? Ayo segera dapatkan barang berkualitas yang Mama dan si Kecil butuhkan hanya di Mamasewa. Mama hebat, Mama hemat!

tips pompa asi untuk bayi

5 Tips Memilih Pompa ASI yang Tepat dan Sesuai Kebutuhan Mama!

Pompa ASI merupakan perlengkapan wajib bagi ibu menyusui. Tentu saja sebagai seorang ibu, Mama memerlukannya ketika tidak dapat memberikan ASI secara langsung. Termasuk ketika si kecil belum sempat menyusu, tetapi sudah tertidur atau saat harus terpisah dengan bayi karena sibuk bekerja. Memompa ASI juga dapat mencegah munculnya mastitis di payudara. Buat Mama yang sedang mencari pompa asi yang tepat untuk mama, yuk ikuti 5 tips memilih pompa asi yang sesuai kebutuhan. Disimak ya, Mam!

1. Perhatikan Segi Keamanannya 

tips pompa asi untuk bayi
Photo by Lucy Wolski on Unsplash

Kebanyakan bahan pompa asi berbahan plastik. Namun, Mama bisa memastikan untuk memilih pompa asi terbuat dari bahan plastik yang aman. Sebaiknya mama menggunakan bahan plastik High Density Polyethylene (HDPE) atau memilih plastik yang bebas Bisphenol A (BPA). Karena kedua bahan ini yang layak untuk digunakan oleh Mama dan si kecil.

2. Pilihlah Jenis Pompa yang Tepat 

Mama dapat memilih jenis pompa asi dengan tipe piston. Usahakan untuk menghindari memilih tipe terompet yang akan menyulitkan mama dalam memberikan tekanan untuk mendapatkan asi. Sedangkan pompa jenis silindris, akan memudahkan mama mendapatkan kenyamanan dan juga mudah dibersihkan saat setelah menggunakan pompa.

3. Carilah Yang Mudah Dibersihkan 

tips memilih pompa asi
http://alodokter.com

Penggunaan pompa asi yang digunakan akan berlangsung dalam jangka panjang minimal sampai si kecil berusia enam bulan, sehingga penting untuk Mama merawat dan membersihkan bagian bagian dari pompa tersebut. Hindari menggunakan pompa dengan pengisap dari karet, karena akan mempersulit Mama pada saat membersihkan bagiannya.

4. Pilih Yang Sesuai dengan Kebutuhan 

Tips memilih pompa asi selanjutnya yang bisa Mama terapkan adalah memilih pompa asi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Ada berbagai macam pompa asi yang bisa Mama gunakan mulai dari pompa manual, tenaga listrik, pompa dengan baterai atau gabungan antara baterai dengan listrik. 

Jika mama memiliki banyak waktu, gunakanlah pompa asi yang manual. Akan tetapi apabila mama termasuk seorang wanita karir yang tidak memiliki banyak waktu, mama juga bisa menggunakan pompa baterai untuk memompa ASI.

5. Pertimbangkan Daya Hisapnya

tips memilih pompa asi
Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Kekuatan daya hisap sangat bermanfaat untuk memudahkan Mama saat memerah ASI. Namun memang bagi sang ibu yang menggunakan pompa dengan daya hisap tinggi, akan membuat sedikit sakit ketimbang dengan pompa yang memiliki daya hisap yang rendah. Pompa asi dengan daya hisap rendah biasanya dikenal dengan pompa manual. Namun apabila Mama akan menggunakan pompa elektrik, pilihlah pompa yang menggunakan daya atur.

Dengan 5 tips memilih pompa asi ini, Mama bisa menerapkannya saat ingin mendapatkan pompa asi yang tepat! Sementara itu di masa tumbuh kembang si kecil, tentu saja tidak sedikit dari para ibu yang kewalahan untuk menyediakan peralatan dan mainan yang tepat untuk sang buah hati. 

Namun, mam tidak perlu khawatir lagi kan hal ini! Karena Mama bisa mendapatkan banyak pilihan peralatan dan mainan bayi yang bisa di sewa bahkan dengan harga terjangkau. Di mana lagi kalau bukan di Mamasewa.com, yang siap menjadi pendamping setia untuk menunjang Mama melengkapi kebutuhan si kecil! Penasaran apa saja pilihan? Jangan lupa cek di sini ya Mam!

Tips menyusui bayi saat tumbuh gigi

4 Tips Menyusui Saat Bayi Tumbuh Gigi, Mama Perlu Tahu!

Ketika bayi mulai tumbuh gigi, mungkin Mama akan mengalami beberapa kendala, termasuk ketika menyusui. Tapi jangan panik dulu Mam, Mama cuma perlu mempelajari tips menyusui saat bayi tumbuh gigi supaya bisa lebih siap.

Di usianya saat ini, meski mungkin bayi Mama sudah dikenalkan dengan MPASI, namun kebutuhan nutrisi dari ASI masih dibutuhkan sehingga Mama tetap harus menyusui. Tentu akan ada risiko yang Mama rasakan ketika melakukannya, seperti bayi yang jadi suka menggigit dan lain-lain.

Tetap semangat ya, Mam! Ini adalah salah satu fase seru dalam merawat si kecil!

Nah, daripada pasrah menerima keadaan, lebih baik kalau Mama cari solusi agar tidak merasakan nyeri atau kesakitan saat menyusui bayi yang lagi tumbuh gigi. Simak tips berikut ini, yuk!

1. Tips menyusui saat bayi tumbuh gigi yang pertama adalah cari posisi yang nyaman

Pertama-tama Mama harus pastikan dulu posisi menyusui sudah benar. Sebab, meskipun ini adalah waktu tumbuhnya gigi si kecil, apa yang terjadi tidak melulu Mama akan merasa nyeri saat menyusui. Bisa saja si kecil cukup tenang sehingga tidak melukai puting payudara Mama. Lagipula saat ini juga Mmaa bisa dapatkan info bagaimana posisi menyusui yang benar dari mana saja.

Ini juga akan dibutuhkan jika Mama sudah pada posisi yang tepat. Ketika menyusui dan Mama merasa kesakitan atau nyeri karena gigi si kecil, Mama bisa mengubah posisinya. Melepaskannya sejenak, dan mulai menyusui lagi dengan posisi yang berbeda. Mama juga bisa menggunakan payudara sebelah untuk melanjutkannya.

2. Pijat lembut gusi si kecil sebelum menyusu

Tips menyusui saat bayi tumbuh gigi
Photo by Christian Hermann on Unsplash

Sebelum melakukan tips ini, pastikan tangan atau jari Mama yang masuk ke mulut si kecil benar-benar bersih, ya! Pastikana Mama sudah cuci tangan dengan benar dan sudah membilasnya hingga benar-benar bebas dari sabun ya, Mam!

Kalau tangan sudah bersih, coba pijat gusi si kecil secara perlahan, terutama untuk bagian letak gigi tumbuh. Beri tekanan kecil sehingga nanti si kecil tidak ‘penasaran’ atau merasa ‘gatal’ untuk menekankannya ke puting Mama.

Selain di tepat di bagian gigi tumbuh, Mama juga bisa pijit bagian samping-sampingnya. Pastikan perlahan memijatnya, supaya si kecil merasa rileks sampai menyusui nanti. Lakukan ini ke semua bagian gusi yang mulai ditumbuhi gigi ya, Mam!

Tenang aja, kalau Mama bingung harus mulai dari mana, coba luangkan waktu untuk memperhatikan susunan gusi si kecil, supaya letak pemijatnya bisa lebih tepat.

3. Memberikan mainan sebelum menyusui, juga tips menyusui bayi saat tumbuh gigi yang bisa Mama coba

Tips menyusui saat bayi tumbuh gigi
Photo by Colin Maynard on Unsplash

Mama sudah tahu belum kalau ada mainan yang bisa membantu bayi di masa-masa ini?

Fungsinya memang memberi si kecil kesempatan untuk memainkan giginya sebelum menyusui. Sebab jika sudah memainkan giginya, menggigit-gigit, kemungkinan si kecil menggigit kencang saat disusui pun berkurang. Yaps, teether namanya!

Saat ini banyak sekali teether yang bisa Mama bisa pilih, baik dari model, ukuran, dan bentuknya. Mama bisa pilih yang Mama butuhkan! Nah, agar si kecil lebih nyaman lagi, Mama bisa menyimpan teether di dalam freezer selama beberapa jam sebelum diberikan ke bayi. Ini bisa meredakan gatal di gusi karena mau tumbuh gigi lho, Mam!

4. Tips terakhir yang bisa Mama coba adalah memompa ASI

Mama harus tahu bahwa ada kemungkinan si kecil menolak diberi ASI selama giginya sedang tumbuh. Memang tidak semua bayi akan seperti ini, tapi kebanyakan bayi yang sedang tumbuh gigi memang jadi lebih sensitif dengan apa yang dirasakan sehingga nafsu makan dan menyusunya berkurang.

Nah, kalau Mama melihat si kecil mulai ogah-ogahan menyusu langsung dari puting, Mama bisa mempertimbangkan untuk mempompa ASI. Dengan memompa ASI, si kecil jadi punya alternatif menyusu dengan cara lain. Mama pun juga tidak merasa nyeri karena payudara terasa penuh.

Nah, kalau nggak punya pompa ASI gimana dong? Tenang aja, Mama bisa menyewanya di Mamasewa.com. Jangan khawatir, soal kualitas dan kebersihannya! Selain pompa ASI, mama juga bisa menemukan peralatan dan perlengkapan bayi lain yang mungkin mama butuhkan.

Sekian informasi dari Mamasewa.com, semoga bermanfaat ya, Mam!

rekomendasi pompa ASI

Rekomendasi Pompa ASI Favorit Mama untuk Menyusui

Karena kendala tertentu sehingga dokter memberi rekomendasi pompa ASI untuk membantu menyusui si kecil. Meski hampir semua wanita ingin menyusui anaknya secara normal dan eksklusif. Tak perlu berkecil hati, Mama harus tetap semangat dalam memberikan nutrisi terbaik untuknya.

Ada banyak varian pompa ASI yang ditemui di pasaran. Hal inilah yang terkadang membuat Mama bingung dalam memilih produk sesuai kebutuhan bayi. Namun, tak perlu khawatir, pompa ASI atau breast pump secara umum dibagi dalam dua jenis, yaitu manual dan elektrik. Dari dua jenis ini, pompa ASI yang bagus apa, ya? Simak ulasannya yuk, Mam!

Cara Menyesuaikan Pompa ASI Sesuai Kebutuhan

Sebaiknya Mama sesuaikan pilihan pompa ASI dengan mempertimbangkan banyaknya frekuensi pemompaan dan jumlah ASI yang dihasilkan. Berikut penjelasan lebih lengkapnya!

Pompa ASI Manual

Jika Mama hanya berniat memerah ASI sesekali karena si kecil lebih sering menyusu langsung, maka tipe pompa manual akan cocok. Tipe ini punya tuas pompa dengan tekanan yang bisa diatur. Sehingga Mama bisa mengontrol kekuatan daya isap serta kecepatan pompa.

Selain itu, pompa ini juga tidak bersuara seperti jenis pompa ASI elektrik. Jadi, Mama bebas memompa ASI di sebelah si kecil. Berat pompa ASI manual ini juga relatif lebih ringan dibandingkan tipe elektrik sehingga mudah untuk dibawa bepergian.

Namun, jenis manual ini akan lebih melelahkan jika digunakan terlalu sering. Jika frekuensi memompa ASI lebih dari satu kali dalam seminggu, sebaiknya Anda menggunakan pompa ASI tipe elektrik. 

Pompa ASI Elektrik

Keunggulan pompa ASI elektrik ini adalah mudah digunakan. Biasanya tangan Anda akan mudah pegal jika terlalu sering menggunakan pompa ASI tipe manual. Untuk menghindari itu, pilihlah pompa ASI tipe elektrik.

Selain mudah dioperasikan, menggunakan pompa ASI tipe ini juga dapat menghemat waktu Anda. Terlebih lagi, apabila Anda menggunakan pompa elektrik yang memiliki dua corong. Anda dapat memompa kedua payudara secara bersamaan. Hanya saja, pompa ASI elektrik memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan pompa ASI manual. 

Rekomendasi Pompa ASI Sesuai Kebutuhan Si Kecil

Setiap merek pompa ASI tentu punya keunggulan yang berbeda-beda. Berikut ini akan dibahas kelebihan dan kekurangan pompa ASI dari beberapa brand yang sudah banyak digunakan oleh para Mama.

1. Pompa ASI Pigeon Breast Pump Pro

www.pigeon.com

Pompa ASI yang dikeluarkan oleh Pigeon ada dua jenis yaitu pompa ASI elektrik dan manual. Desain dari pompa ASI menualnya lebih ergonomis yang memberikan kenyamanan pada tangan Mama ketika memerah. Pompa ASI ini pun dilengkapi dengan bantalan kedap udara sehingga membuat tangan tidak mudah lelah. Bobotnya ringan dengan daya isap yang baik.

Sedangkan pompa ASI elektrik merek Pigeon didesain ringan dan ringkas. Keduanya dilengkapi teknologi dua fase, yaitu mode pemerahan untuk memaksimalkan jumlah ASI yang keluar dan mode stimulasi digunakan untuk merangsang aliran ASI.

2. Pompa ASI Spectra 9+ Breast Pump

www.spectrababyusa.com

Rekomendasi pompa ASI berikutnya dari Spectra yang memiliki jenis elektrik dan menggunakan teknologi khusus bernama Natural Nurshing Technology. Mama bisa merasakan pengalaman pumping seperti isapan bayi. Pompa ASI ini punya beragam seri, seperti S1 Plus, S2 Plus, dan S3 Pro yang didesain menarik dengan handel di bagian atas. 

Jika yang Mama inginkan adalah produk dengan portabilitas serta kinerja bagus, maka pilihlah seri 9 Plus yang sudah didesain ramping serta mudah dibawa kemana-mana. Mama juga tak perlu repot jika ingin memompa ASI di tempat umum berkat fitur Ultra-Quiet Motor yang membuat mesin bekerja tanpa suara berisik.

3.  Pompa ASI Medela Harmony Light Breastpump

www.medela.com

Apakah Mama pernah mengalami luka di bagian puting ketika menyusui si kecil? Jika demikian, maka rekomendasi pompa ASI yang satu ini sangat cocok. Produk dari Medela memiliki Personal Fit atau pelindung payudara yang didesain khusus untuk Mama yang punya trauma menyusui karena areola lecet atau terluka.

Keunggulan produk ini bisa digunakan jangka panjang karena punya daya tahan kuat. Selain sangat awet digunakan, pompa ASI Medela ini mudah dibongkar-pasang. Menariknya, spare part dari Medela ini mudah dibersihkan, ketika rusak pun spare part mudah ditemukan.

4. Pompa ASI Philips Avent Natural Breastpump

www,philips.co.id

Produk pompa ASI Philips memiliki bantalan pijat sehingga akan semakin nyaman. Bantalan ini hangat dan melekat di payudara. Aliran ASI akan semakin lancar karena rangsangan dari adanya bantalan serta membuat proses pumping lebih cepat.

Selain itu, kelopak pijatnya sangat ikonik didesain menyerupai isapan bayi. Mama tak perlu pumping dengan posisi membungkuk jika menggunakan produk ini. Philips tersedia dalam bentuk pompa ASI manual dan elektrik. Mama bisa pilih sesuai dengan kebutuhan.

Gimana Mam, banyak juga ya pilihannya? Setelah membaca artikel ini Mama jadi tahu mana yang akan dibeli atau justru makin pusing sebaiknya pilih yang mana?

Nah, kalau Mama masih bingung, nggak perlu buru-buru kok untuk membelinya. Memilih pompa ASI memang nggak boleh sembarangan. Selain memperhatikan kualitasnya, menemukan pompa ASI yang nyaman juga tak boleh luput dari pertimbangan. Daripada terlanjur beli mahal-mahal tapi tidak sesuai ekspektasi, Mama bisa lho menyewanya terlebih dahulu di Mamasewa.com sembari menemukan mana yang paling nyaman digunakan.

Tenang, soal higienitas, Mamasewa.com sangat memperhatikannya! Dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin Mama akan selalu mendapat pompa ASI terbaik!

sewa pompa asi

Cari Sewa Pompa ASI Bekasi? Baca Ini Dulu!

sewa pompa asi

Yang namanya ibu pasti selalu ingin memberikan yang terbaik bagi Si Kecil, termasuk ASI. Pemberian ASI eksklusif dianjurkan bagi bayi hingga usia 6 bulan. Lalu, bagaimana dengan kondisi sang ibu yang tidak bisa memberikan ASI secara langsung? Apakah alat pendukung menyusui seperti pompa ASI bisa menjadi solusi yang efektif?

Betul Ma, salah satu solusi agar dapat memberikan ASI eksklusif secara lancar adalah memompa. Atau yang lebih dikenal dengan istilah pumping. Pilihan sewa pompa ASI kini cukup beragam. Ada yang manual dan elektrik.

Seiring perkembangan zaman, pompa ASI elektrik dan manual kini semakin diminati, terutama bagi ibu yang sibuk beraktivitas. Saat ini banyak beredar merk pompa elektrik dengan berbagai varian. Sebelum membeli pompa elektrik dan manual, hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah memberikan rasa nyaman bagi ibu, mudah dibersihkan, daya hisapnya bagus, aman digunakan dan sebagainya.

Dari kisaran harga antara 1.800.000 – 2.500.000. Sangat mahal bukan? Sedangkan benda tersebut hanya dipakai 6 bulan saja. Selebihnya, si kecil bisa didampingi dengan MPASI. Namun tidak perlu khawatir. Anda bisa sewa pompa ASI Bekasi di mamasewa.com. yang menawarkan harga sewa pompa ASI bekasi elektrik hanya Rp170.000 /2 minggu. Sudah lengkap dengan set mesin pompanya. Jika Anda memutuskan untuk menyewanya, tidak hanya murah saja keuntungan yang bisa didapat. Namun manfaat lainnya seperti, menstimulasi produksi ASI supaya lebih banyak, bisa digunakan kapanpun dan dimanapun, tidak capek karena mesin pompanya berjalan otomatis. Daripada beli dengan harga 3 jutaan, namun hanya dipakai sampai 6 bulan saja, lebih baik sewa di mamasewa.com. Bisa digunakan saat dibutuhkan saja.

cara memompa asi yang benar

Begini Cara Memompa ASI yang Benar Untuk Para New Moms

cara memompa asi yang benar

Menjadi ibu tentu adalah saat yang sangat membahagiakan! Namun Anda dipaksa harus bisa mempelajari banyak hal untuk menyambut kelahiran si kecil. Salah satunya adalah memompa ASI. Rasa-rasanya tidak ada yang mengajarkan Anda cara memompa ASI yang benar sebelumnya! Tiba-tiba saja Anda diminta untuk menjaga stok ASI apalagi saat Anda berangkat kerja atau keluar rumah.

Ya, memompa ASI adalah salah satu aktivitas yang disarankan. Ini dikarenakan memompa ASI memiliki banyak manfaat:

  1. Memompa ASI berarti menyimpan ASI dalam jumlah banyak untuk stok
  2. Anda bisa menyalurkan jumlah ASI agar produksinya seimbang
  3. Memberikan me-time atau waktu pribadi bagi Anda jika Anda butuh istirahat, biarkan Ayah memanaskan ASI dan memberikan kesempatan pula bagi Ayah untuk bonding dengan si Kecil
  4. Menaikkan tingkat produksi ASI dengan menstimulasi payudara

Kapan waktu yang tepat untuk mulai memompa ASI?

Ada perbedaan antara cara memompa ASI yang benar berdasarkan kondisi bayi. Tentunya hal ini perlu Anda perhatikan sebelum memulai pompa ASI secara rutin.

Jika bayi Anda sehat dan tidak memiliki kondisi khusus, Anda bisa menunda pompa ASI terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan si buah hati bisa membiasakan diri untuk menyusu secara alamiah melalui payudara sebelum akhirnya berpindah ke botol. Anda bisa mulai melakukannya pada minggu ke-6 setelah kelahiran.

Berbeda dengan bayi yang membutuhkan kondisi khusus seperti prematur atau kesulitan untuk menyusui. Anda bisa memulainya dengan segera memompa ASI pada 1-6 jam setelah kelahiran.

Waktu untuk memompa ASI dalam sehari

pompa asi

Waktu untuk memompa pun berbeda, lho! Jika Anda memiliki kondisi pertama atau bayi yang sehat tanpa adanya perhatian khusus, maka Anda bisa mulai memompa ASI pada pagi hari. Hal ini dikarenakan ASi berada pada volume terbanyak di pagi hari.

Selain itu Anda juga bisa memompa di jeda antara menyusui satu dengan lainnya. Ini untuk membantu bayi mendapatkan jumlah ASI yang masih tersisa banyak pada saat menyusui selanjutnya.

Bagaimana dengan kondisi khusus yang mengharuskan Anda untuk memompa ASI? Anda bisa memompa sekitar 8-10 kali dalam periode 24 jam. Pastikan Anda bisa konsisten pada jadwal ini setiap harinya.

Bagaimana cara memompa ASI yang Benar?

Berikut ini adalah cara memompa ASI dengan kualitas dan produksi yang optimal:

1. Cobalah untuk rileks

Carilah tempat yang aman dan nyaman untuk Anda. Jika Anda merasa malu untuk melakukannya di ruang publik seperti musholla atau di tengah acara keluarga, cobalah untuk mencari tempat yang sepi dan jauh dari keramaian. Anda bisa meregangkan tubuh, menarik nafas panjang, dan lakukan segala hal agar Anda rileks!

2. Pijat payudara agar lebih rileks

Kunci dari kelancaran memompa ASI adalah kondisi Bunda yang tenang. Anda bisa memulainya dengan memijat payudara agar siap untuk mengeluarkan ASI. Anda juga bisa meletakkan handuk hangat di sekitar payudara agar lebih rileks. Dengan menerapkan cara memompa ASI yang benar, Bunda lebih mudah memberi ASI untuk si Kecil. Jangan tegang, ya Bunda!

3. Bayangkan bayi Anda berada di tangan Anda

cara memompa asi yang benar

Salah satu hal yang membuat Anda rileks tentulah kehadiran buah hati kecil yang menanti produksi ASI Anda. Jika si kecil tidak ada di samping Anda, maka bayangkan Anda memeluknya dan mendekapnya lembut. Anda bahkan bisa mendengarkan suara kecilnya atau menatap foto wajahnya!

Jika buah hati Anda ada di samping Anda, silahkan memeluk tanpa mengganggu tidurnya, tentu saja. Ingatlah bahwa Anda melakukannya untuk si kecil yang selalu menyayangi Anda.

4. Pastikan bukaan pompa menempel dengan nyaman di payudara

Kunci lain untuk memompa yang nyaman adalah posisi bukaan pompa yang pas. Pastikan pompa ‘terkunci’ dengan pas dan tidak meleset. Posisikan puting berada di tengah sebelum memulai.

5. Jangan kaget jika pompa akan dimulai dengan sedotan yang kencang

Untuk meniru sedotan bayi, umumnya pompa elektrik akan dimulai dengan sedotan kencang untuk menstimulasi keluarnya ASI. Dalam beberapa menit ASI akan tampak semakin banyak dan pompa pun kembali normal.

6. Sesuaikan kecepatan dan kekuatan sedotan

Anda bisa lho menyesuaikan kecepatan dan kekuatan sedotan pompa. Jangan terpaku pada kecepatan atau kekuatan maksimum, ya. Bukan berarti produksinya akan semakin banyak. Rileks saja dan carilah setelan yang pas untuk Bunda.

Tenang Bunda, memompa pertama memang tampak menegangkan, tapi jika Bunda terus memompa secara konsisten maka nanti akan menemukan pola yang paling pas. Jangan takut, ya!

Setelah Anda mengetahui cara untuk memompa ASI, Anda wajib tahu juga bagaimana cara menyimpan ASI dengan baik.

1. Cari wadah untuk menyimpan ASI

cara memompa asi

Umumnya, wadah untuk ASI sudah tersedia bersama dengan satu set pompa. Namun Anda bisa memindahkannya ke kantong plastik khusus ASI untuk dipindah ke pendingin dengan baik. Harus khusus ASI, ya, karena material plastiknya berbeda dengan botol plastik biasa.

2. Jangan penuhi wadah seluruhnya

Saat Anda memindahkan ASI ke kantong plastik khusus ASI, pastikan Anda tidak memenuhi wadah, ya. Ini dikarenakan ASI akan membutuhkan sedikit ruang saat dibekukan. Selain itu membekukan ASI dalam jumlah kecil bisa mempermudah proses menghangatkannya kembali.

3. Ketahui usia ASI baik di suhu ruangan, kulkas, maupun freezer

Anda bisa menyimpan ASI di suhu ruang hingga 4 jam dengan catatan tidak terkena cahaya atau panas matahari dan panas lainnya. Jika Anda menyimpannya di dalam kulkas, maka Anda bisa menyimpannya hingga 4 hari. Menyimpan di dalam freezer bahkan bisa mengawetkannya hingga 6-12 bulan, lho! Namun waktu terbaik adalah 6  bulan saja.

4. Jangan lupa untuk melabeli susu untuk mengetahui waktunya

Hal penting yang wajib Anda lakukan selanjutnya adalah melabeli kantong ASI. Ini untuk membantu Anda mengingat kapan terakhir kali Anda menyimpan ASI. Prinsipnya adalah first in first out alias yang pertama masuk adalah yang pertama keluar.

5. Jangan lupa membersihkan pompa ASI, ya Bunda!

Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah cara untuk menjaga kebersihan pompa ASI. Ya, pompa ASI adalah alat yang bersinggungan langsung dengan tubuh serta ASI Bunda. Tentunya hal ini berpengaruh pada kesehatan si kecil nantinya.

Bunda sebaiknya membersihkan pompa ASI setiap kali setelah digunakan. Bersihkan seluruh bagian yang bersentuhan langsung dengan tubuh Bunda dan ASI dengan sabun yang ramah untuk anak serta air panas. Anda juga bisa menggosok pelan dengan sikat botol dan bersihkan di bawah air mengalir.

Jika Anda sudah siap dan ingin memulai pengalaman memompa ASI, ada banyak pilihan yang tidak menguras kantong keuangan keluarga.

Anda bisa menyewa pompa ASI saat ingin digunakan saja seperti pada hari kerja atau saat berwisata. Di Mamasewa, terdapat banyak pilihan pompa ASI dan durasi pemakaian sesuai kebutuhan. Lebih murah, mudah, dan tanpa ribet! Kini memompa ASI bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selamat mengASIhi, Bunda!