Banyak orangtua mengabaikan perilaku buruk anak karena menganggap mereka masih kecil dan nanti akan membaik dengan sendirinya. Padahal logika yang lebih masuk akal mestinya adalah “mumpung masih kecil”, maka akan lebih mudah untuk memperbaikinya. Di artikel ini, Mamasewa akan merangkum 7 kebiasaan buruk anak yang tidak boleh dibiarkan. Mau tahu ada apa saja? Simak informasi selengkapnya!

7 Kebiasaan Buruk Anak yang Tidak Boleh Dibiarkan

Perilaku buruk anak tidak selamanya berbahaya. Bisa jadi itu tanda bahwa mereka sedang berada dalam tahap belajar mengelola diri dan meregulasi emosinya.

Meski begitu, perilaku buruk pada anak tidak boleh diremehkan. Butuh tindakan korektif dan intervensi yang tepat agar tidak semakin menjadi-jadi di kemudian hari nanti. Berikut di antaranya.

1. Bersikap Kasar dan Suka Marah-marah

Memasuki usia sekolah dini, anak mulai berkenalan dengan dunia di luar rumah dan mulai menjalin pertemanan. Karena masih dalam proses belajar, seringnya mereka belum tahu bagaimana cara melakukannya.

Mereka bisa saja marah bahkan bertindak kasar dengan memukul, mendorong, atau mencubit teman yang merebut mainannya. Nah, kalau Mama mengetahuinya, sebaiknya segera hadapi perilaku tersebut agar si kecil mengerti bahwa menggunakan kekerasan atau amarah bukan cara yang baik untuk menyelesaikan masalah. Ingat, jangan balik memarahi mereka ya, Mam!

2. Memotong Pembicaraan

Si kecil mungkin berpikir bahwa apa yang akan ia sampaikan pada orangtuanya adalah hal yang sangat penting. Padahal saat itu orangtuanya mungkin juga sedang dalam percakapan serius dengan orang lain.

Oleh karena itu, penting untuk mengajari anak bahwa memotong pembicaraan, terlebih tanpa izin, adalah hal yang tidak sopan. Jangan bosan mengingatkan atau memberi mereka sinyal untuk bersabar menunggu giliran dan tidak menyela pembicaraan sebelum diizinkan.

3. Pura-pura Tidak Mendengar

Ada kalanya anak pura-pura tidak dengar saat diminta melakukan sesuatu sehingga Mama perlu mengulangi perintahnya berkali-kali. Meski kelihatannya tidak serius, tapi perilaku buruk ini tidak boleh dipelihara.

Untuk mengatasinya, Mama bisa memanggil, menyentuh, atau menatap matanya agar mereka mau memperhatikan ucapan Mama.

BACA JUGA: STOP! INI 5 KEBIASAAN BERCANDA YANG MEMBAHAYAKAN BAYI

4. Melanggar Aturan

Anak suka curi-curi kesempatan dan sering melanggar aturan? Mulai sekarang jangan dibiarkan ya, Mam.

Saat mereka ketahuan melakukannya dengan sengaja, Mama perlu memberitahu bahwa tindakannya tidak baik dan kembali perjelas aturan yang telah kalian sepakati. Misalnya tidak makan permen setelah makan malam, tidak main game sebelum tidur, dan sebagainya. 

5. Mengambil Milik Orang Lain Tanpa Izin

Adab minta izin adalah salah satu hal penting yang perlu Mama ajarkan pada si kecil. Mereka perlu diberitahu bahwa mengambil apa yang bukan milik atau haknya, terlebih tanpa izin, adalah perbuatan tercela.

Kalau dibiarkan, ini bisa terbawa sampai dewasa dan berisiko membuat mereka suka bertindak semaunya.

6. Berbohong

Ada banyak alasan anak berbohong. Bisa karena takut, ingin menghindari tanggung jawab, atau agar terlihat keren. Sayangnya, kebiasaan ini bisa membuat anak kecanduan dan akan mengulanginya lagi.

Untuk itu, hargailah kejujuran anak dengan tidak menghukum atau menghakimi tindakannya secara berlebihan. Selain itu, tekankan pada mereka bahwa kebiasaan berbohong bisa membuatnya kehilangan kepercayaan dari orang lain.

7. Bersikap Tidak Sopan

Cara paling mudah untuk mengenali apakah perilaku si kecil sopan atau tidak adalah dengan merefleksikan tindakannya. Apakah hal itu masih tetap terlihat ‘lucu’ ketika dilakukan saat dewasa? Contohnya kentut sembarangan. Kalau anak-anak yang melakukannya memang bikin ketawa, tapi bagaimana setelah mereka dewasa?

Kalau jawaban yang Mama dapati adalah tidak. Maka, bantu si kecil untuk meninggalkan perilaku buruk tersebut. Bersikaplah konsisten dan sabar mengingatkan.Itulah sederet kebiasaan buruk anak yang tidak boleh dibiarkan. Semoga informasi ini sama bermanfaatnya dengan pelayanan Mamasewa yang sentiasa menyediakan pilihan produk terbaik, mulai dari perlengkapan tidur hingga peralatan makan, untuk mendampingi perjalanan si kecil di setiap tahapan usianya.

Tinggalkan Balasan