Gerakan Tutup Mulut atau GTM merujuk pada kondisi saat anak-anak menutup mulut mereka ketika tiba waktu makan. Hal inilah yang seringkali menjadi sumber kecemasan bagi orang tua. Lalu, bagaimana cara mengatasi anak GTM?

solusi mengatasi anak gtm

Image by Freepik

Jika anak kekurangan asupan nutrisi yang bergizi, hal tersebut bisa berdampak pada tumbuh kembangnya. Selain itu, kesehatan anak pun bisa terganggu. Itulah sebabnya Mama dan Papa perlu mengetahui cara efektif untuk mengatasi GTM pada anak.

Penyebab Anak GTM

GTM adalah singkatan dari gerakan tutup mulut. Sebutan seperti ini merujuk kepada anak-anak yang kerap menutup mulut ketika disuapi makanan.

GTM kerap dialami oleh anak yang mulai memasuki usia 2 tahun. Pada tahap perkembangan ini, anak cenderung merasa lebih mandiri. Si kecil ingin mengekspresikan dirinya dengan sedikit sikap melawan seperti menutup mulut saat makan. 

Ada beberapa alasan mengapa anak bisa tiba-tiba menolak makan. Berikut adalah penyebab GTM pada anak yang penting Mama ketahui.

1. Bosan dengan Menu Makanan

Tidak berbeda jauh dengan orang dewasa, anak juga dapat menutup mulutnya karena merasa bosan dengan menu makanan. Tidak jarang hal ini membuat Mama merasa bingung dan frustasi dalam memilih makanan yang cocok.

Sebagai akibatnya, Mama mungkin menjadi lebih fleksibel dengan terus memberikan makanan favorit seperti daging ayam olahan atau olahan dari mie. Bahkan membiarkan anak mengonsumsi roti dan makanan cepat saji tanpa variasi lainnya.

2. Belum Terbiasa 

Saat diberikan makanan baru, anak sering kali menolak dan melakukan GTM. Meskipun Mama mencoba membujuk, si kecil tetap enggan mencobanya.

Namun, tahukah Mama bahwa reaksi ini sebenarnya merupakan hal yang normal pada setiap anak? Menurut para ahli tumbuh kembang, penolakan terhadap makanan baru adalah mekanisme perlindungan dari alam bawah sadar anak. 

Tujuannya untuk mencegah mereka memasukkan sesuatu yang berpotensi beracun ke dalam mulut.

Dengan kesabaran dan pendekatan yang tepat, Mama bisa membantu anak memahami bahwa makanan baru sebenarnya tidak berbahaya. Dengan begitu perlahan-lahan mengembangkan keberanian anak untuk mencoba makanan baru.

3. Anak Tidak Lapar

Mama perlu mengetahui bahwa salah satu kunci agar anak memiliki nafsu makan adalah rasa lapar. Oleh karena itu, wajar jika penyebab anak GTM adalah karena tidak merasa lapar.

Untuk mengetahui kapan anak benar-benar lapar, Mama perlu memperhatikan jarak waktu makan si kecil. Secara umum, makanan padat membutuhkan waktu selama 100 menit untuk tercerna sebanyak 50%. Sementara makanan cair butuh waktu  75 menit.

Untuk memastikan anak makan pada waktu yang tepat, Mama bisa mengatur jadwal makan dengan mencermati fakta yang telah kami sebutkan sebelumnya.

Cara Mengatasi Anak GTM

GTM biasanya membuat Mama cemas, alasannya berkaitan dengan nutrisi. Jika anak terus GTM, kebutuhan nutrisi anak menjadi tidak tercukupi. 

Akhirnya bisa menghambat peningkatan berat badan anak yang mengindikasikan pada status gizi dan proses pertumbuhannya.

Itulah sebabnya penting mengetahui tips mengatasi anak GTM. Berikut tips yang bisa Mama dan Papa terapkan.

1. Membuat Jadwal Makan

Dengan membuat jadwal makanan utama dan selingan secara teratur, Mama dapat membantu anak membangun kesadaran tentang rasa lapar dan kenyang. Sekaligus ini menjadi cara mengatasi anak GTM.

Secara umum, anak perlu makan 3 kali, sehari sementara itu makanan selingan bisa 1 hingga 2 kali sehari. Adapun untuk ASI atau susu juga harus diberikan kepada anak 2 hingga 3 kali sehari sesuai kebutuhan.

Dengan mengatur jadwal makan secara konsisten, Mama membantu si kecil untuk mengembangkan kebiasaan makan yang sehat. Anak akan belajar untuk mengenali rasa lapar dan berhenti makan saat sudah merasa kenyang. 

Mama perlu mengingat bahwa setiap anak memiliki kebutuhan makan yang berbeda. Jadi jadwal makan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi si kecil. 

Konsultasikan juga dengan dokter anak atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan yang lebih spesifik.

2. Memberikan Variasi Makanan

Si kecil memang kerap bosan dengan tampilan nasi yang itu-itu saja. Agar anak tidak merasa bosan, Mama bisa menciptakan variasi dalam cara penyajian makanannya agar lebih menarik. 

Misalnya, Mama dapat menggunakan pisau cetakan berbentuk bunga untuk memotong wortel, atau membentuk brokoli menjadi “rambut”. 

Atau juga bisa menggambar wajah di atas nasi menggunakan saus tomat atau bahan makanan lainnya. Cara seperti ini dapat menjadi langkah mengatasi GTM nasi pada anak. 

Perlu diingat bahwa tujuan utama dari mengkreasikan makanan adalah untuk membuat pengalaman makan menjadi menyenangkan. Tujuan lain yakni mendorongnya untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan yang sehat. 

Dalam mengkreasikan makanan, Mama juga bisa melibatkan si kecil dalam prosesnya. Ajak anak untuk membantu memilih bahan-bahan, mencoba membuat bentuk-bentuk sederhana, atau memberikan ide-ide kreatifnya sendiri. 

Image by Freepik

Meski banyak berkreasi, Mama tetap harus memperhatikan bahwa pengaturan dan kualitas nutrisi makanan tetap menjadi faktor terpenting. 

Kreativitas dalam penyajian makanan tidak boleh mengabaikan nilai gizi dan kebutuhan anak. Pastikan makanan yang disajikan sehat, seimbang, dan sesuai dengan usia serta kebutuhan nutrisi anak.

3. Menghadirkan Suasana Menyenangkan saat Makan

Cara mengatasi anak GTM lainnya yaitu menghadirkan suasana menyenangkan saat makan. Hindari memaksa anak untuk makan ketika ia menolaknya. Sebagai gantinya, tawarkan makanan tersebut kembali setelah beberapa saat. 

Penting juga untuk menghindari mengomel atau memarahi anak saat ia menolak makan. Sebab, hal itu hanya akan membuat suasana makan semakin tidak menyenangkan bagi anak.

Sebagai alternatif, Mama dapat mencoba mengajak anak untuk makan bersama di meja makan sambil melakukan percakapan ringan. Hal ini dapat menciptakan suasana yang lebih santai dan menyenangkan saat makan. 

Image by Freepik

Melalui interaksi yang positif dan penuh pengertian, Mama bisa turut memotivasi anak untuk melahap makanannya. Karenanya, pastikan memberikan menu makanan bergizi dan favorit anak.

4. Bermain sambil Makan

Cara mengatasi anak GTM lainnya adalah membuat suasana lebih menyenangkan dengan menyertakan mainan selama makan. Mainan ini bukan menjadi pengganti makanan utama, tetapi sebagai pendorong atau pengiring selama proses makan.

Dengan memadukan mainan sebagai alat bantu saat makan, Mama bisa melatih anak mengembangkan kebiasaan makan yang baik sejak dini. Hal ini akan membangun dasar yang kuat untuk pola makan yang sehat dan berkelanjutan di masa depan.

Itu dia solusi mengatasi anak GTM. Dengan menerapkan tips tersebut harapannya bisa membantu Mama. Selain penyajian makanan yang sehat, peran mainan anak juga tak kalah penting dalam membantu mengatasi GTM.

Hal ini penting untuk menjaga kelancaran proses makan dan menghindari GTM. Tidak ada salahnya Mama memilih mainan yang sifatnya mengedukasi. Dengan kata lain, saat makan anak bisa terhibur sekaligus belajar sedikit demi sedikit. 

Tenang saja, penyedia sewa mainan seperti Mamasewa.com memiliki koleksi mainan lengkap yang bisa Mama pilih. Keuntungannya dengan menyewa mainan akan menghemat biaya. 

Mama tidak perlu membeli dengan harga mahal, cukup menyewa dalam jangka waktu bulanan. Harganya tentu lebih murah. Mainannya pun lebih bervariasi karena Mamasewa memiliki koleksi mainan anak yang lengkap.Memberi anak mainan saat makan bisa mendorong suasana positif selama makan. Jika membutuhkan sewa mainan anak, Mama bisa langsung mengunjungi website https://mamasewa.com ya! Tersedia banyak pilihan mainan dengan harga murah.

Tinggalkan Balasan