Cara mengajarkan anak toilet training harus diketahui setiap orang tua agar anak nantinya bisa mandiri. Pembelajaran ini memang berbeda-beda tiap anak tergantung kepada tumbuh kembangnya sendiri.

Mama dan Papa bisa mengajarkannya sedari awal dengan mempelajari tanda-tandanya terlebih dahulu bahwa si anak sudah siap. Toilet training sebaiknya umur berapa?. 

Image by Freepik

Kisaran usia anak siap untuk toilet training adalah sekitar 1,5 sampai dengan 2 tahun. Akan tetapi, sekali lagi semuanya tergantung kepada tumbuh kembang si anak tersebut. 

Biasanya anak akan memiliki ciri tertentu misalnya mulai menahan BAB atau BAK dan menanyakan untuk pergi ke toilet. Selain itu, biasanya anak perempuan lebih tertarik untuk belajar toilet training daripada anak laki-laki. 

Cara Melatih Toilet Training pada Anak 

Pertama-tama, sebelum membiarkannya melakukan aktivitas sendiri di toilet, maka Mama harus dapat memberikan pengertian dan juga komunikasi yang baik. Untuk itu, bisa melakukan langkah-langkah berikut ini.

1. Jelaskan tentang Toilet

Orang tua harus menjelaskan tentang toilet kepada anak. Biasanya anak yang ingin menggunakan toilet sendiri sudah bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa verbal. 

Sebagai orang tua tentunya harus memberikan penjelasan yang baik tentang apa itu toilet. Jelaskan juga tentang buang air besar haruslah melakukannya pada toilet. Bahwa dalam toilet bisa melakukan kegiatan yang bersifat “kotor”.

Dalam toilet juga bisa melakukan berbagai aktivitas seperti mandi, bersih-bersih, atau kegiatan lainnya. Toilet ini tempat membersihkan tubuh seperti mandi dan buang air karena manusia harus hidup bersih.

2. Menyiapkan Perlengkapan

Sebaiknya juga Mama dapat menyiapkan peralatannya terlebih dahulu sebagai simulasi untuk belajar beraktivitas pada toilet. Mungkin bisa memberikan kursi toilet khusus balita pada kamar mandi. Bisa juga melatih toilet training untuk anak TK.

Ukuran toilet orang dewasa yang standar dalam penggunaannya sangatlah berbeda dengan ukuran anak kecil. Sehingga peralatan yang sesuai penting untuk pembelajaran mereka.

Sembari menyiapkan perlengkapan, juga bisa langsung memberikan penjelasan perihal toilet bahkan juga memungkinkan untuk langsung mempraktekkannya. 

3. Biasakan Beraktivitas tanpa Popok

Popok adalah alat yang biasanya berfungsi untuk menahan urin dan juga feses untuk bayi karena belum bisa beraktivitas pada toilet. Untuk itulah penggunaan popok sebenarnya cukup penting.

Akan tetapi, saat belajar toilet training sebaiknya anak sudah tidak menggunakan popok sehingga mereka bisa merasakan langsung ketika ada urin ataupun feses pada celana dalamnya.

Image by Freepik

Hal ini akan merangsang mereka ketika merasa tidak nyaman, bau, dan lain sebagainya. Memanglah hal ini akan membuat orang tua menjadi lebih ekstra untuk membersihkan dan juga mengajarkan anak.

4. Mengenalkan Sinyal-Sinyal ketika Membutuhkan Toilet

Anak kecil biasanya belum mengerti ketika ingin ke toilet sehingga mereka langsung mengeluarkannya pada popok. Akan tetapi, seiring bertambahnya usia mereka akan mulai mengerti.

Misalnya saja jika ingin buang air kecil, maka akan merasakan perih pada kandung kemih. Jika ingin buang air besar maka akan merasakan mules pada bagian perut. Tanda-tanda ini sangat penting untuk memperkenalkannya pada anak.

5. Langsung Praktek di Toilet

Setelah memberikan pengenalan, memiliki peralatan, maka Mama mulai bisa langsung praktek ke toilet ketika anak merasakan ingin BAB atau BAK. Cara mengajarkan anak toilet training ini penting untuk bisa dilakukan sebelum praktek.

Selanjutnya bisa langsung mengajarkan anak untuk praktek langsung ketika ingin melakukan aktivitas toilet. Caranya adalah dengan membiarkan anak tetap pada toilet ketika BAB dan BAK. 

Selanjutnya juga perlu mengajarkannya untuk membersihkan tubuh sehingga bisa tetap higienis. Penting untuk dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, Mama juga harus bisa melatihnya secara rutin.

6. Menjelaskan tentang Pentingnya Kebersihan

Kebersihan penting dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kebersihan tubuh, area genital, dan juga lingkungan tempat tinggal. Anak perlu mengetahui hal ini dengan baik khususnya pada bagian genital.

Penting untuk mengajarkan cara membasuh area  genital yang baik. Setelah membersihkannya, harus mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Sehingga kuman dan bakteri dapat hilang dan tidak menyebabkan penyakit.

Image by Freepik

Penting juga untuk mengajarkan hal yang harus dilakukan setelah buang air besar atau kecil, yaitu menyiram atau melakukan flush dari hasil buangan tersebut. Ajarkan juga toilet harus dalam keadaan bersih saat meninggalkannya.

Cara toilet training WC jongkok tentu akan berbeda dengan WC duduk. Sebagai orang tua juga harus memperkenalkan hal ini dengan baik.

7. Membuat Jadwal Rutin

Sebenarnya aktivitas toilet seringkali menjadi aktivitas yang rutin untuk tiap manusia. Misalnya saja BAB biasa melakukannya pada pagi hari. Selanjutnya untuk buang air kecil mungkin bisa membuat rutinitas beberapa menit setelah makan.

Atau misalnya juga bisa saat bangun tidur pada pagi hari, sebelum tidur pada malam hari. Sehingga nantinya anak akan memahami dan mengerti tentang fungsi dari kegiatan ini dalam kehidupan sehari-hari.

Cara mengajarkan anak toilet training salah satunya dengan membuat jadwal yang baik sehingga anak-anak akan terbiasa melakukannya.

8. Berikan Celana Longgar

Pemilihan celana mungkin bisa terlihat sangat simpel dan juga sepele. Akan tetapi, hal ini sangat penting untuk bisa memperlancar proses toilet training. Mama bisa memberikan celana training untuk anak.

Biasanya pada bagian pinggangnya menggunakan karet longgar sehingga mudah untuk melepasnya. Hal ini bertujuan agar anak mudah melepaskan pakaian saat ia ingin BAB atau BAK.

Hal ini sangat cocok apabila tidak sedang bepergian dan berada dalam rumah. Jangan memberikan pakaian yang sulit untuk melepasnya, menggunakan kancing atau resleting sehingga anak akan kesulitan.

9. Belajar dan Bermain

Cara mengajarkan anak toilet training bisa dengan belajar sambil bermain. Misalnya saja mama bisa memberikan poin ketika anak bisa menggunakan toilet dengan baik. 

Bisa juga dengan memberikan hadiah ketika ia sudah melakukan aktivitas yang baik pada hari itu. Dengan permainan dan juga reward seperti ini seringkali memberikan stimulus pada anak-anak sehingga tertarik untuk belajar menggunakan toilet.

10. Jangan Menghukum, Memaksa, atau Memarahi

Seringkali anak-anak belum bisa melakukan aktivitas buang air secara mandiri dan langsung melakukannya. Jika mereka masih sering mengompol maka jangan sekali-kali menghukum atau memarahinya.

 

Image by Freepik

Kembali ajarkan bahwa kebersihan itu penting, buang air harus pada tempatnya, dan beberapa pengertian yang lain. Mama juga harus konsisten dan sabar untuk bisa menjadikan anak bisa melakukan aktivitas toilet dengan sendirinya.

Jika anak menangis setiap masuk ke toilet, mungkin merupakan sebuah tanda anak belum siap toilet training. Untuk itu tidak perlu memaksanya.

Anak-anak secara alami akan dapat melakukan aktivitas sendiri di toilet seiring dengan perkembangan dan juga pertambahan usianya. Meski begitu, tetap saja penting untuk mengenalkan dan mengajarkan sejak dini.

Mama dan Papa dapat menyewa atau membeli beberapa peralatan toilet training di https://mamasewa.com dengan langsung masuk ke website. Kami menyediakan berbagai peralatan yang higienis dan terjangkau.

Cara mengajarkan anak toilet training bersama dengan Mamasewa akan memberikan pengalaman menarik karena pelayanan kami yang ramah, kualitas terbaik, pembayaran mudah, dan harga murah.

Tinggalkan Balasan