fase babbling

Fase Babbling di Tahap Perkembangan Bicara Anak

Wah apa si Kecil sudah pandai mengeluarkan suara dan kata-kata, Mam? Kira-kira apa kata pertama yang akan diucapakannya yaa? Mama pasti sangat menantikan dan bersemangat ketika si Kecil memasuki fase babbling.

Pada fase ini si Kecil sudah dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar menggunakan suara meskipun belum sepenuh jelas kata apa yang diucapkan.

Apa Itu Fase Babbling?

fase babbling
Photo by Travis Grossen on Unsplash

Fase babbling termasuk dalam beberapa tahap perkembangan bahasa pada anak. Babbling atau dalam bahasa Indonesia berarti mengoceh, merupakan kemampuan si Kecil dalam menghasilkan bunyi atau ukuran yang kombinasinya belum masuk akal atau tidak memiliki arti khusus seperti “babababa”, “dededede” atau “badubudibu”.

Si Kecil umumnya mulai masuk pada fase babbling pada usia 6 bulan karena memiliki kontrol yang lebih besar terhadap gerakan rahang, sehingga memungkinkan si Kecil untuk menghasilkan suara vokal i dan u serta konsonan g dan k.

Jenis Fase Babbling

Meski mengoceh termasuk dalam tahap perkembangan bicara, namun ternyata fase ini masih dapat dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu ocehan yang masih terbatas dan yang sesungguhnya.

1. Fase Babbling Terbatas

fase babbling
Photo by Humphrey Muleba on Unsplash

Tahap ini adalah yang paling menghibur selama tahun pertama karena si Kecil sangat ingin berkomunikasi dengan Mama. Ia benar-benar mulai bereksperimen dengan suara yang dikeluarkan dan sering kali terdengar sangat lucu dan menggemaskan.

Si Kecil akan berada dalam fase babbling terbatas saat memasuki usia 6-7 bulan. Ia sudah mulai mengucapkan vokal dan konsonan yang berbeda. Mama akan mendengar hal-hal seperti “maaaaaa”, “baaaaaa”, “daaaaaa”, dan diikuti oleh suara-suara lain, seperti tiupan yang bercampur dengan air liur.

Penelitian menunjukkan hubungan antara keterampilan motorik dan perkembangan bicara. Mama mungkin melihat si Kecil lebih gemetar atau melambaikan tangan sebelum ia mulai mengoceh kecil. Hal ini menunjukkan keterampilan motorik yang bagus akan mendorong perkembangan berbicara si Kecil dengan lebih baik.

Cara lain yang dapat dilakukan Mama untuk membantu si Kecil segera mengeluarkan kata pertamanya adalah dengan memberikan jeda atau mengeja saat berbicara. Memberikan jarak antar suku kata saat berbicara pada si Kecil memang terkesan lamban namun faktanya hal ini membantunya lebih mudah mengerti dan memahami bahasa yang diucapkan oleh Mama.

2. Babbling Resmi / Sesungguhnya

Hampir semua bayi mengalami hal yang sama dalam fase ini. Si Kecil sudah mulai banyak menguasai huruf konsonan dan semua huruf vokal. Ia akan menggabungkan beberapa suku kata menjadi “da ba bu”, “ma di da” atau “bu de di”.

Fase babbling ini biasanya memiliki sedikit fungsi komunikatif. Suara-suara ini adalah penanda suara yang akan digunakan si Kecil ketika mereka mulai menggunakan kata-kata. Pada tahapan ini si Kecil juga mulai mengenali dan menggunakan suara-suara yang ada di sekitarnya. Misalkan bayi yang terbiasa mendengar suara keras akan cenderung berteriak saat mengoceh begitu pun sebaliknya.

5 Tahapan Penting Perkembangan Bicara Anak Usia 0-12 bulan

fase babbling
Foto oleh Daniel Reche dari Pexels
  • Cooing merupakan produksi suara pertama si Kecil selain tangisan. Biasanya terjadi antara usia 6-8 minggu.
  • Tertawa umumnya baru bisa dilakukan si Kecil pada minggu ke-16 sebagai respons terhadap hal-hal di dunianya.
  • Fase babbling seperti yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu penggunaan suku kata berulang-ulang seperti tanpa arti khusus.
  • Kata tidak sudah mulai bisa dimengerti si Kecil pada usia 6-11 bulan. Si Kecil perlu diajarkan arti kata larangan dan menghentikan apa yang ia lakukan, meski hanya sesaat, saat mendengarnya.
  • Kata pertama si Kecil akan muncul pada usia 10-12 bulan. Berbeda dengan fase babbling, kata pertama akan memiliki arti yang jelas meskipun hanya kata sederhana seperti “Mama” atau “Papa”.

Itulah beberapa tahapan bicara yang akan dilalui si Kecil dan salah satunya adalah fase babbling. Mengajak si Kecil mengobrol merupakan salah satu stimulus paling baik untuk melatih perkembangan bicaranya. Mama juga bisa membacakan dongeng-dongeng sederhana sebelum tidur.

Selain itu, saat Mama tidak dapat selalu mendampingi si Kecil stimulus melalui mainan edukasi yang menghasilkan suara juga dapat menjadi alternatif yang baik. Mama tidak perlu bingung untuk mendapatkan mainan edukasi yang berkualitas dengan harga terjangkau. Mamasewa adalah solusinya.

Di Mamasewa semua perlengkapan dan mainan edukasi yang dibutuhkan si Kecil sudah lengkap tersedia. Seiring dengan tumbuh kembang si Kecil yang sangat cepat, Mama tak perlu banyak mengeluarkan biaya untuk membeli segalanya. Cukup dengan menyewa di Mamasewa, semua kebutuhan akan terlengkapi.

Mamasewa juga menerima jasa antar jemput barang langsung ke rumah Mama. Praktis bukan? Nah, tunggu apa lagi? Penyewaan segala perlengkapan dan mainan edukasi untuk si Kecil, Mamasewa jagonya. Mama hebat, Mama hemat!

Mainan edukatif sesuai usia

Mainan Edukatif Sesuai Usia Penting bagi Si Kecil

Mama tentu menginginkan yang terbaik bagi tumbuh kembang si kecil. Mulai dari kelahirannya hingga ia tumbuh menjadi dewasa. Tahukah Mama bahwa pertumbuhan si kecil memiliki tahapan emas yang tidak boleh kita sia-siakan? Salah satu cara untuk mengoptimalkannya adalah dengan memberikan mainan edukatif sesuai dengan usia.

Hal ini berguna untuk menunjang kecerdasan sensorik dan motoriknya. Melalui mainan si kecil akan mulai belajar tentang berbagai jenis bentuk, warna, suara, emosi, hingga kegiatan fisik, dan cara bersosialisasi saat menginjak masa anak-anak.

Mainan edukatif sesuai usia bayi (0-12 bulan)

Mainan edukatif sesuai usia
sumber: mamasewa.com

Pada usia 0-12 bulan, si kecil berada pada masa eksplorasi untuk mengenal dunia. Ia memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar akan semua benda yang ada di sekitarnya. Mereka menggunakan kelima indranya untuk merasakan tekstur, warna, bau, bahkan rasa dengan memasukkan semua benda ke dalam mulutnya.

Inilah mengapa Mama perlu berhati-hati dalam memilih mainan edukatif yang sesuai usia agar si kecil tetap aman saat bermain. Beberapa mainan yang cocok untuk usia bayi antara lain,

1. Mainan gantung

Mainan yang berwarna-warni dan mengeluarkan suara dapat digantungkan pada tempat tidur si kecil untuk merangsang penglihatan dan perhatiannya.

2. Tumpukan cincin

Mama pasti tahu jenis mainan berbentuk cincin warna-warni yang memiliki ukuran berbeda. Dilengkapi dengan tiang kerucut yang dapat membantu meningkatkan keterampilan motorik halus si kecil.

3. Mainan dorong-tarik

Kursi plastik atau sofa kecil yang biasa digunakan si kecil untuk belajar berjalan juga dapat dijadikan sebagai mainannya. Selain membantu keseimbangan, mainan ini juga dapat melatih otot-otot si kecil.

Mainan edukatif sesuai usia toddler (1-3 tahun)

Mainan edukatif sesuai usia
sumber: mamasewa.com

Anak pada usia 1-3 tahun sudah mulai memahami fungsi dari berbagai benda dan mainan yang ada di sekitarnya. Mama disarankan untuk memberikan mainan edukatif sesuai usia toddler yang dapat membantu meningkatkan berbagai kemampuan baru si kecil.

Mainan dengan warna dan bentuk yang menarik serta mudah digenggam oleh si kecil akan menjadi mainan yang baik. Contoh beberapa mainan tersebut antara lain:

1. Bola

Mainan bola dapat bergerak secara fleksibel. Si kecil dapat memainkannya dengan cara dipantulkan, digulingkan, ditangkap atau dilempar. Hal ini dapat melatih koordinasi tangan, penglihatan serta ketangkasannya.

2. Penyeleksi bentuk

Biasanya mainan ini memiliki berbagai warna dan bentuk tertentu dilengkapi sebuah kotak dengan lubang yang menyerupai bentuk tersebut. Si kecil dapat belajar untuk memilah bentuk dan warna dengan mainan ini.

3. Permainan peran

Masak-masakan, dokter-dokteran atau permainan jual beli dapat membantu si kecil dalam memahami berbagai fungsi alat, meningkatkan perkembangan sosial dan emosinya. Mama juga dapat terlibat dan bermain bersama untuk mencontohkan bagaimana seharusnya mainan tersebut digunakan.

Mainan edukatif sesuai usia pra-sekolah (3-5 tahun)

Mainan edukatif sesuai usia
Photo by Sigmund on Unsplash

Di usia 3-5 si kecil sudah mulai bermain dengan imajinasi dan kreativitasnya. Ia mulai menggunakan berbagai benda yang ada di sekitarnya untuk membangun suatu dunia baru yang ia kehendaki. Mereka bisa jadi sosok superhero yang melawan penjahat atau seorang putri kerajaan yang menyembuhkan berbagai jenis hewan.

Si kecil juga akan mengajak Mama dan Papa bergabung bersama memasuki dunia imajinasi mereka. Pada tahapan ini mereka akan mempelajari tentang rasa takut, cemas, harapan dan mimpi. Inilah saat yang cocok untuk membangun hubungan yang erat dengan anak saat bermain. Beberapa mainan yang cocok bagi anak pra-sekolah antara lain,

1. Seni dan prakarya

Bermain seni dan melakukan kegiatan untuk membuat prakarya dapat membantu si kecil menuangkan kreatifitas dan imajinasinya dengan positif. Mama juga dapat mendampingi dan dan mengapresiasi hasil karya si kecil.

2. Balok dan lego

Si kecil dapat meningkatkan kreativitas dengan menyusun balok berwarna-warni menjadi sebuah istana atau mobil yang dapat terbang. Hal ini dapat meningkatkan keterampilan memecahkan masalah, koordinasi tangan dan mata serta mendorong daya imajinasi si kecil.

Mainan edukatif sesuai usia sekolah (5-12 tahun)

Photo by Siniz Kim on Unsplash

Di usia sekolah, anak-anak sudah mulai menyukai tantangan. Ia akan mengembangkan berbagai hal yang telah ia pelajari dari tahapan sebelumnya. Interaksi sosial dengan teman sebaya yang terjadi pada tahapan ini juga akan semakin intens. Mereka akan mulai belajar kegiatan fisik yang lebih berat, bertanggung jawab, dan melakukan beberapa hobi.

Mainan edukatif sesuai usia yang dapat dijadikan pilihan bagi anak sekolah antara lain,

1. Lompat tali

Selain melatih otot dan fisik si kecil, lompat tali juga dapat membantunya melatih keseimbangan, koordinasi antar bagian tubuh, dan strategi.

2. Alat musik

Nah, Mama tak perlu bingung lagi dalam memilih mainan edukatif sesuai usia si kecil. Namun karena pertumbuhan si kecil yang sangat cepat, Mamam mungkin masih bimbang untuk membeli mainan anak sebanyak itu.

Anak usia sekolah sudah mulai bisa mengembangkan ketertarikan, salah satunya pada dunia musik. Ia dapat berlatih bermain gitar, piano atau biola.

Tenang Mam, kita punya solusinya. Mama bisa pilih berbagai mainan edukatif sesuai usia di Mamasewa. Si kecil bisa bermain dan berkembang sesuai usianya, Mama pun tak perlu khawatir tentang biaya.

mainan edukasi anak

Terlalu Banyak Beli Mainan Bisa ‘Menuhin Gudang’, Saat Tak Dipakai Lagi

mainan edukasi anak

Tidak hanya peralatan bayi saja yang punya usia masa pakai, namun mainan anak edukatif juga ternyata punya masa pakainya masing-masing. Hal tersebut dikarenakan sang bayi melewati setiap usianya dengan menunjukkan perkembangan yang berbeda-beda. Contohnya, bayi usia 0-6 bulan belum bisa melihat dengan jelas dan belum bisa melihat warna-warna. Ia hanya bisa melihat perbedaan antara hitam dan putih, itupun dengan jarak pandang yang pendek.

Maka dari itu mainan yang cocok untuk bayi usia 0-6 bulan adalah mainan yang berwarna hitam putih saja. Seperti buku bergambar hitam putih, boneka sapi hitam putih dan sebagainya. Namun terkadang, ada beberapa ibu yang tidak terlalu memperhatikan hal ini. Mereka cenderung sembarang dalam memilihkan mainan anak edukatif. “Yang penting mainan”. Padahal, mainan tersebut bisa sangat berguna untuk membantu tumbuh kembang sang anak. Apalagi harganya yang cenderung mahal dan hanya dipakai sebentar. Alhasil ‘banyak mainan menuhin gudang’.

mainan edukasi anak

Inilah yang dijadikan alasan oleh beberapa ibu lainnya untuk sewa saja mainan anak edukatif, dibanding membelinya. Selain sang bayi bisa merasakan manfaatnya, sang ibu juga bisa lebih menghemat budget karena biaya sewa mainan khusus untuk bayi sampai anak-anak jauh lebih murah dibanding beli. Selain itu, Anda bisa sesuaikan mainan dengan usianya karena manfaat yang diperoleh juga akan berbeda-beda.

Nah, tempat sewa mainan paling direkomendasikan adalah mamasewa.com. Disini Anda bisa pilih mainan anak edukatif sesuai dengan kebutuhan buah hati. Kisaran harga sewanya murah, dan jangka waktu peminjaman juga lama. Jika sudah tidak dipakai lagi, mainan tersebut bisa dikembalikan, tanpa harus ‘menuhin’ gudang rumah. Yuk Mam, cek berbagai mainan anak di sini!

Kenali Cara Memilih Mainan Anak yang Aman dan Bermanfaat

mainan anak

Anak-anak tumbuh dan berkembang dengan cara bermain. Bahkan dikatakan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Tapi perlu diingat, bermain pada anak bukan hanya untuk senang-senang saja, bermain juga menjadi salah satu metode belajar terbaik bagi anak, terutama anak di usia 0-5 tahun. Dengan bermain, anak mampu mengasah kemampuan yang dimilikinya, seperti motorik halus, motorik kasar, kreativitas, empati, bahkan daya ingat. Agar manfaat bermain makin optimal, memberikan mainan anak anak yang tepat sesuai usianya sangat penting.

Saat ini sudah banyak tersedia mainan yang memiliki manfaat bagi perkembangan otak dan kreativitas. Tapi banyaknya pilihan mainan tersebut seringnya malah membuat orang tua bingung, karena tentunya Anda harus bijak dalam memilih mainan yang bersifat edukatif, aman, dan bermanfaat. Di samping itu, tidak sedikit mainan yang ternyata berdampak buruk bagi perkembangan kecerdasan anak. Wah, Anda harus lebih selektif, bukan? Tidak perlu bingung. Berikut kami berikan daftar cara memilih mainan untuk si Kecil yang aman dan bermanfaat untuk Anda:

Pilih mainan yang sesuai dengan usia

mainan anak

Anda harus ingat bahwa setiap anak pasti memiliki kemampuan dan pemahaman yang berbeda-beda di setiap tahapan usianya. Sehingga Anda tidak boleh sembarangan dalam memilih mainan, dan harus disesuaikan dengan usia anak. Hal tersebut dilakukan agar anak bisa bermain sambil belajar dengan nyaman.

Awali membeli mainan anak yang bersifat sederhana

Membeli mainan untuk pertama kalinya kadang terasa sulit. Maka awali membeli mainan yang bersifat sederhana terlebih dulu. Jika perlu Anda tidak harus jauh-jauh datang ke toko mainan, karena Anda bisa memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah. Anda bisa menyediakan mangkuk dan sendok, lalu biarkan anak Anda bermain menyendok apa saja atau memukul-mukulnya menjadi alat musik. Anda juga bisa menyediakan kertas putih polos dengan pensil atau crayon. Lalu bebaskan anak Anda membuat coretan apa saja. Anda juga bisa menyiapkan kertas-kertas origami atau kertas lipat berwarna-warni, yang bisa dibentuk menjadi beragam jenis hewan atau bentuk lainnya.

Perhatikan bahan mainan

Ketika akan membeli mainan untuk si Kecil, sebaiknya Anda perhatikan dulu bahan yang digunakan. Apakah sudah aman bagi anak Anda sesuai dengan usianya. Pilihlah bahan ramah lingkungan serta dapat didaur ulang, seperti kayu, bambu, kain, dan lain-lain. Hindari mainan yang mengandung bahan kimia berbahaya, seperti material plastik berkualitas rendah yang mengandung PVC dan phthalates. Cek keterangan atau tanda peringatan pada mainan, agar Anda tidak salah pilih. Terakhir, pilih mainan dari bahan yang mudah dicuci, agar anak terhindar dari kuman dan kotoran yang menempel pada mainan.

Bebas dari magnet

Magnet termasuk benda yang berbahaya, karena bisa saja tak sengaja tertelan oleh anak Anda yang sedang asyik bermain. Anda perlu memperhatikan mainan si Kecil bebas dari magnet. Karena jika sudah tertelan, magnet bisa membahayakan kesehatan anak. Tentu Anda tidak ingin hal ini terjadi, bukan? Jadi, sebelum membeli mainan, benar-benar pastikan mainan si Kecil terbebas dari segala macam unsur magnet dan bahan-bahan berbahaya lainnya.

Bersifat tahan lama

mainan edukasi anak

Sebaiknya Anda tidak membeli mainan untuk anak yang hanya bisa dimainkan sebentar saja. Selain karena alasan hemat, juga agar anak Anda bisa mengeksplor kemampuannya lebih lama lagi. Saat ini sudah ada banyak sekali pilihan mainan edukatif yang bisa tahan lama, bahkan bisa dipakai sampai anak tumbuh besar. Mainan tersebut misalnya, balok kayu, bola, mainan perlengkapan masak, papan gambar, alat-alat kerajinan tangan, dan lain-lain.

Menumbuhkan kreativitas anak

Mainan yang bersifat edukatif sangat diperlukan dalam proses tumbuh kembang anak. Karena idealnya, mainan anak yang bermanfaat adalah yang mampu mendorong eksplorasi anak secara aktif, menumbuhkan kreativitas, serta meningkatkan kecerdasan. Beberapa contohnya seperti flash card, buzz wire, permainan balok, gears, lego, dan puzzle.

Merangsang daya imajinasi

Sediakan mainan yang bisa merangsang daya imajinasi anak, seperti buku cerita atau boneka jari. Jika tidak, Anda bisa menyediakan barang-barang sederhana yang ada di rumah, seperti selimut, kursi, payung, dan lain sebagainya. Anda tidak perlu bingung jika anak Anda berbicara sendiri atau membuat simulasi dari barang-barang di sekitarnya, karena bisa jadi anak anak Anda sedang berimajinasi dengan dunianya. Jadi meski rumah menjadi berantakan, tidak apa-apa. Yang terpenting anak Anda bermain dengan senang dan tidak membahayakan dirinya.

Pilih mainan yang sesuai dengan lingkungan sekitar

mainan anak

Menyediakan mainan edukatif untuk anak, bisa Anda sesuaikan dengan lingkungan sekitar tempat tinggal. Jika di sekitar Anda ada tersedia banyak tanah lapang, Anda bisa mengajaknya bermain sepeda atau layang-layang. Anda juga bisa menyediakan kincir angin yang bisa dimainkan bersama-sama. Atau Anda juga bisa melatih anak Anda untuk belajar berinteraksi dengan orang banyak, dengan cara mengajaknya bermain bersama anak-anak seusianya yang ada di lingkungan sekitar rumah Anda.

Jangan lupa bahwa orang tua adalah ‘mainan’ terbaik bagi anak

Terakhir, sebaik dan sebanyak apapun mainan yang tersedia, ayah dan ibu adalah ‘mainan’ terbaik bagi anak. Momen-momen bermain dan kehadiran orang tua bisa menjadi sarana untuk mempererat bonding dan kebersamaan. Bahkan hanya dengan sekedar menonton video bersama, membaca buku, atau bercanda sambil rebahan di kasur saja, komunikasi yang baik bisa terjalin. Sehingga bermanfaat bagi perkembangan mental dan pembentukan karakternya.

Yup, itu tadi cara memilih mainan yang aman dan bermanfaat bagi anak. Semoga bermanfaat, ya! Selamat mencoba.

mainan edukasi anak

Perkembangan Si Kecil Usia 1 Tahun dan Mainan Edukasi Anak Terbaik!

Selamat ulang tahun yang pertama! Wah, tentunya hal ini memunculkan banyak perasaan pada hati Bunda. Mulai dari sedih karena si Kecil sudah mulai beranjak dewasa hingga bangga karena banyak hal yang akan dilalui si Kecil nantinya. Salah satu hal yang Bunda pasti ingin lakukan adalah memberi fasilitas pembelajaran untuk mengoptimalkan kemampuan pada usia 1 tahun. Salah satunya dengan mainan edukasi anak.

Mamasewa akan membantu Bunda untuk menemukan jenis mainan edukasi anak apa saja yang paling tepat untuk si kecil di usianya yang beranjak 1 tahun. Namun sebelumnya, yuk kita ketahui apa saja perkembangan yang bisa dilakukan anak berusia 1 tahun!

Apa saja yang sudah bisa dilakukan bayi usia 1 tahun?

Ada beberapa hal yang umumnya sudah bisa dicapai atau dilakukan bayi pada usia 1 tahun. Namun bukan berarti bayi Anda harus sudah bisa melakukan hal-hal ini, ya! Selalu berkonsultasi pada dokter anak atau psikolog anak dalam menentukan tolak ukur kemampuan bayi. Panduan di bawah ini hanya sebagai pengingat namun bukan pemaksaan agar bayi bisa melakukan hal-hal tersebut.

mainan edukasi anak

1. Bayi sudah mulai berjalan bahkan perlahan menaiki tangga!

Pada usia ini, si kecil sudah mulai berjalan! Langkah pertamanya akan terasa ringkih, namun Anda bisa menyemangatinya dan perlahan si kecil akan terbiasa! Ini adalah masa-masa yang pasti mengharukan pada usia ini. Anda bisa mulai menstimulasi gerakan-gerakan yang berhubungan dengan berjalan.

Bahkan tidak jarang ada yang sudah mau menaiki tangga perlahan, lho! Pastikan si kecil berada dalam tangga yang aman. Jika bisa, tutup tangga dengan penghalang agar si kecil tidak sembarangan naik. Namun ini artinya Anda bisa mencoba mainan berupa seluncuran.

2. Berat badannya meningkat 3 kali lipat!

Masih ingatkah Bunda akan tubuh si kecil yang mungil dan tidak berdaya? Kini jagoan Anda sudah tumbuh lebih besar kira-kira 3 kali lipat dari sebelumnya. Tingginya pun sudah bertambah sekitar 50%.

3. Mulai bisa makan dengan tangan sendiri

Perkembangan yang paling tampak adalah motorik. Selain berjalan, motorik halus anak Anda bisa dilatih pada usia ini. Anda mungkin mendapati si kecil sudah mulai memasukkan makanan ke mulutnya. Anda bisa mengajak si kecil melatih motorik halus untuk koordinasi yang lebih baik.

4. Menggerakkan tubuh saat Ayah dan Bunda memakaikan baju

Begitu pula dengan pergerakan tubuh. Tanpa disadari, si kecil ikut bergerak dan justru membantu Ayah dan bunda saat memakaikan baju. Sungguh menggemaskan, bukan?

mainan edukasi anak

5. Secara motorik perlahan mencoba menggunakan benda-benda sehari-hari seperti sendok

Anda mungkin terkejut ketika si kecil tiba-tiba menggerakkan sendok yang biasa digunakannya untuk MPASI. Di usia ini bayi memang sudah mulai bisa bermain dengan benda-benda sekitarnya termasuk sendok. Bunda bisa mempraktikkan penggunaan sendok dengan perlahan untuk membiasakannya.

Perlu diingat bahwa bayi tidak akan segera bisa menggunakannya dengan tepat, tapi melihat bayi memiliki tujuan yang sesuai seperti memasukkan makanan ke mulut saja sudah membuat senang, ya!

6. Mulai tidur lebih lama di malam hari

Jika bayi di bawah 1 tahun masih belum memiliki jadwal tidur yang seimbang, maka pada ulang tahunnya yang pertama si kecil sudah mulai tidur lebih lama pada malam hari. Ini artinya si kecil lebih sering terjaga pada siang hari meski masih tetap membutuhkan tidur siang.

7. Mulai bisa mendengar ucapan pertamanya!

Salah satu keberhasilan kecil lainnya di usia ini adalah Anda bisa mendengar kata pertama! Wah, ini adalah momen membahagiakan bagi Ayah dan Bunda. Umumnya kata pertamanya adalah ‘Papa’, ‘Yayah’, ‘Mama’, atau ‘Bubu’. Ini dikarenakan si kecil menirukan nama atau suara yang berada di sekitarnya. Mereka akan sering menirukan kata-kata dari Ayah, Bunda, atau keluarga lain.

mainan edukasi anak

8. Bersiaplah untuk perhatian yang lebih, bayi Anda akan mulai mencari perhatian!

Di usia ini bayi lebih bersosialisasi dengan lingkungannya. Salah satunya adalah mulai merespon segala permintaan atau perintah dari Ayah dan Bunda. Tidak jarang bayi keukeuh pada keinginannya untuk bilang ‘Tidak’! Wah, tentu Ayah dan Bunda butuh stok kesabaran lebih!

Namun jangan khawatir, Ayah dan Bunda bisa bersabar dan stimulasi anak, misalnya melalui mainan edukasi anak. Jika si kecil melakukannya, Anda wajib untuk memuji atau memberikan hadiah. Ini bukan untuk memanjakan, namun sebagai apresiasi bahwa apa yang dia lakukan benar.

9. Bayi akan lebih takut terhadap 1 orang dan memilih orang lainnya

Pada usia ini bayi juga sudah mulai memilih orang tertentu ynag favorit, seperti Ayah atau Bunda. Jika Anda pergi, maka jangan kaget jika bayi mulai rewel dan mencari perhatian. Cobalah untuk bersimpati pada kebutuhan yang normal ini, karena hal ini pasti akan berlalu.

Anda juga harus memaklumi jika si kecil takut terhadap orang baru. Ini adalah bentuk mengenal dunia versi bayi berusia 1 tahun.

10. Bayi akan lebih mudah mengeksplorasi sekitarnya

Dengan segala kemampuan baru yang dimilikinya, bayi akan mulai bereksplorasi di daerah sekitarnya. Menaiki tangga, bermain dengan sendok, dan masih banyak lagi yang tidak Anda bayangkan! Inilah saat yang tepat untuk mengganti semua peralatan yang mudah dijangkau dengan barang-barang aman. Jangan letakkan benda-benda tajam dan turunkan kasur agar dia tidak terjatuh.

Wah, menakjubkan sekali bukan perubahan yang dilakukan oleh si kecil di ulang tahun pertamanya? Lalu apa saja yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan perkembangannya? Berikut adalah mainan-mainan yang cocok untuk si kecil!

parklon fun slide

Ragam Mainan Edukasi Anak

1. Parklon Fun Slide

Ajak anak berkelana dan menikmati seluncuran yang aman dan nyaman dengan Parklon Fun Slide. Tangga yang rendah serta seluncuran yang cukup landai memastikan si kecil tidak terjatuh dengan kasar. Mainan edukasi anak satu ini, cocok digunakan untuk si kecil berusia 1,5 tahun ke atas bersama teman-temannya!

4. Coby Haus Fence Fold

Dengan bertambahnya aktivitas si kecil, Bunda mungkin kesulitan mencari waktu yang aman untuk memasak atau sekadar mandi. Hilangkan kekhawatiran Anda dengan memasang Coby Haus Fence Fold yang aman, sehingga si kecil tidak akan terjatuh atau pun bereksplorasi terlalu jauh. Anda bisa memasukkan beberapa mainan edukasi anak di dalamnya.

5. Fisher Price Musical Zebra Walker

Ini adalah mainan edukasi anak yang tepat untuk melatih keseimbangan si kecil saat berjalan! Fisher Price Musical Zebra Walker memiliki pegangan sehingga si kecil bisa aman belajar berjalan. Ada pula tombol-tombol interaktif yang membantu si kecil berlatih motorik halus atau mengenal suara dan bahasa. Lengkap!

6. ELC Little Senses Lights and Sounds Activity Table

Jika si kecil sudah memasuki usia 1 tahun, ada saja kegiatan yang ingin dilakukan! Buah hati Anda bisa berdiri dan berinteraksi dengan berbagai permainan seperti bola, corong, roda gigi, dan interaktif atau mainan edukasi anak lainnya yang bisa melatih motorik si kecil dengan aman!