Mama tentu sudah tahu jika Indonesia adalah negara yang memiliki beragam jenis permainan tradisional, salah satunya adalah mainan tradisional Sunda. Setidaknya, ada lebih dari 10 jenis permainan yang bisa kita temukan dari daerah ini.

Secara umum, mainan tradisional terbuat dari bahan-bahan alami seperti kayu, ranting pohon, daun, dan sebagainya. Meskipun sederhana, mainan-mainan tersebut membawa filosofi yang cukup dalam lho ma.

Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas apa saja permainan tradisional Indonesia, yang berasal dari daerah Sunda. Maka dari itu, Mama bisa menyimak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Daftar Mainan Tradisional Sunda yang Seru

Banyaknya jenis permainan tradisional di wilayah Sunda membuktikan bahwasanya Indonesia kaya akan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Berikut ini adalah daftar permainan tradisional yang berasal dari Sunda:

1. Egrang

cara bermain egrang
Source: Detik.com

Egrang merupakan salah satu mainan tradisional asli Sunda berupa dua bawah batang bambu dengan tatakan kaki di bawahnya. Inti permainan ini adalah untuk membuat penggunanya bisa berjalan menggunakan kedua batang bambu tersebut.

Banyak orang mengaku jika permainan ini sangat sulit karena sangat membutuhkan tingkat konsentrasi dan keseimbangan tubuh tinggi. Meski begitu, Mama bisa dengan mudah menguasai permainan ini jika sudah menemukan titik keseimbangannya.

Permainan ini akan jauh lebih seru jika kita lombakan. Perlombaan bisa berupa balapan antara dua atau lebih pemain. Siapa yang bisa mencapai garis finish lebih dahulu, maka pemain tersebut akan menjadi pemenangnya.

2. Dakon (Congklak)

Mainan tradisional Sunda berikutnya adalah dakon, yaitu permainan yang memadukan strategi dan perhitungan dengan cara unik. Permainan ini terdiri dari satu buah papan dengan 16 lubang, serta biji-bijian sebagai penentu skor pemain.

Dengan teknik penghitungan dan pembagian biji-bijian secara khusus, pemenang dari permainan ini adalah pihak yang mendapatkan lebih banyak biji di sisinya. Sampai saat ini, dakon masih menjadi salah satu mainan tradisional yang terus dimainkan.

Bahkan, dakon masih banyak terdapat di toko-toko mainan seperti Mamasewa.com karena bisa mengasah kemampuan anak dalam berpikir. Dalam permainan ini, kita harus pintar menentukan posisi saat ingin mengambil biji-bijian tersebut.

3. Gatrik

Berikutnya, ada alat permainan tradisional Sunda bernama gatrik atau ada juga yang menyebutnya Tak Kadal. Gatrik sendiri merupakan permainan beregu yang membagi pemain menjadi dua kubu, yaitu kubu pemukul dan kubu penangkap.

Gatrik dimainkan dengan menggunakan alat yang disebut “gatrik,” yang terbuat dari bambu. Bambu tersebut dibuat menjadi suatu alat yang memiliki sisi-sisi tertentu yang dapat menghasilkan suara ketika kita gesek atau pukul.

Inti permainan adalah menaruh potongan kayu yang lebih panjang di antara dua batu atau lubang. Setelah itu, pemain menggunakan batang kayu lain untuk mencongkel dan memukulnya. Sementara itu, pemain lain harus berjaga dan menangkapnya.

4. Sorodot Gaplok

Jika Mama ingin permainan yang lebih simpel lagi, maka sorodot gaplok adalah jawabannya. Mainan tradisional Sunda ini hanya membutuhkan dua buah batu saja untuk memainkannya, yaitu satu batu berukuran kecil, dan satu lagi berukuran besar.

Nantinya, kita akan meletakkan batu yang lebih besar sekitar 1,5 – 2 meter di depan. Kemudian, kita harus mengangkat salah satu kaki sambil meletakkan batu kecil di atas punggung kaki. Setelah itu, lemparkan kaki ke arah batu besar sampai berbunyi “plok”.

Pemain yang bisa mengenai batu besar akan mendapatkan skor. Lakukan permainan tersebut dalam beberapa putaran. Pemain yang mendapatkan skor lebih besar atau lebih banyak, maka pemain tersebut akan memenangkan permainan.

5. Sondah (Engklek)

engklek mainan tradisional sunda
Engklek

Jika berbicara tentang permainan tradisional Indonesia, Mama tentu setuju jika sondah atau engklek terdengar lebih populer ketimbang beberapa permainan lain. Ya, permainan ini memang banyak kita temukan juga di beberapa daerah lain.

Untuk memainkannya, kita hanya butuh batu kecil (kreweng) yang berfungsi sebagai batu lemparan dan sebidang tanah untuk menggambar beberapa petak permainan. Tugas pemain adalah untuk mendapatkan petak lebih banyak.

Permain dimulai dengan melakukan “engklek” atau melompat dengan satu kaki di setiap petak yang ada. Petak yang terdapat batu lemparan tidak boleh kita pijak. Jika Semua petak berhasil dilalui, maka petak berbatu akan menjadi milik pemain.

6. Injit-Injit Semut

Permainan tradisional selanjutnya yang juga berasal dari Sunda adalah injit-injit semut. Perlu Mama tahu, permainan satu ini bisa melibatkan dua atau lebih pemain. Untuk memainkannya juga tidak membutuhkan alat bantu apapun.

Jadi, pemain hanya perlu duduk melingkar di lantai dengan tangan yang saling bertumpang tindih. Mulai permainan dengan menyanyikan lagu “injit-injit semut”, jika lagu berhenti, maka tangan pemain yang berada di sisi atas harus ditangkap.

Meskipun sederhana, tetapi permainan ini sarat sangat seru dan menjalin keakraban antar pemain. Jadi, sangat cocok untuk media keakraban anak-anak Mama dengan teman sebayanya. 

7. Lompat Tali

lompat tali mainan tradisional sunda

Permainan lompat tali bisa jadi berasal dari Eropa. Akan tetapi, permainan ini cukup populer di dataran Sunda. Bahkan, beberapa sekolah masih ada anak-anak yang memainkan permainan ini di sela-sela istirahat sekolah.

Permainan lompat tali sendiri memiliki beberapa level permainan. Jika pemain bisa melompatinya, maka bentangan tali akan semakin tinggi, mulai dari mata kaki sampai dengan atas kepala. Tentu level tersebut akan sangat sulit.

Secara tidak langsung, permainan tradisional di Sunda dan banyak daerah lain ini mengajarkan kepada pemain untuk selalu berusaha apapun rintangannya. Jadi, Mama bisa mengajarkan permainan ini ke anak.

8. Anjang-Anjangan

Mengenalkan anak pada hal-hal yang orang dewasa lakukan bisa Mama peroleh dari permainan anjang-anjangan ini. Permainan ini akan mengajak si kecil untuk melakukan pekerjaan rumah tangga seperti membaca koran, memasak, dan sebagainya.

Permainan ini memang identik dengan permainan perempuan. Akan tetapi, anak laki-laki yang masih kecil tentu boleh ikut bermain peran di permainan ini. Pasalnya, permainan ini bisa merangsang kemampuan berpikir anak dan menjalankan peran.

Menariknya, permainan ini cukup sederhana karena bisa dilakukan di mana saja, baik di luar, maupun di dalam ruangan. Dengan begitu, permainan tradisional dalam bahasa Sunda ini bisa Mama ajarkan ke anak di mana saja dan kapan saja.

Penuhi Perlengkapan Anak di Mamasewa

Pada umumnya, permainan tradisional yang membudaya di Indonesia cukup berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Hal itu bisa dari motorik (engklek, lompat tali) maupun kognitifnya (dakon, anjang-anjangan). 

Meski begitu, Mama juga bisa mengenalkan anak pada permainan yang lebih modern seperti playhouse, trampolin, activity toys, dan masih banyak lagi permainan lainnya. Nah, semua permainan ini bisa Mama dapatkan di website Mamasewa.com.

Mamasewa adalah tempat yang memiliki koleksi mainan dan perlengkapan bayi cukup lengkap. Semua tersedia untuk anak usia 0 hingga 6 tahun. Silahkan cek Katalog Produk Mamasewa untuk mengenali produk apa saja yang ditawarkan.

Silakan kunjungi situs Mamasewa.com, dan temukan berbagai pilihan mainan menarik untuk tumbuh kembang si kecil. Selain mengenalkan anak pada mainan tradisional Sunda, Mama juga bisa mengenalkan si kecil pada mainan yang lebih modern. 

Tinggalkan Balasan