Ramadan sering kali menghadirkan dilema bagi ibu menyusui. Di satu sisi ingin menjalankan ibadah puasa, di sisi lain muncul kekhawatiran apakah ASI-nya bisa mencukupi nutrisi si bayi. Di artikel ini, Mamasewa akan memberikan pandangan dari aspek medis maupun agama sebagai panduan tentang bagaimana ibu menyusui seharusnya menyikapi puasa. Jadi, simak sampai tuntas ya, Mam!
Amankah Ibu Menyusui Berpuasa?

Secara medis, ibu menyusui boleh berpuasa selama kondisi tubuhnya sehat, asupan nutrisi terpenuhi, dan produksi ASI tidak terganggu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa tidak selalu langsung menurunkan kualitas ASI, tetapi dehidrasi, kurang kalori, dan kelelahan berlebih bisa memengaruhi volume ASI dan kondisi ibu.
Artinya, puasa bersifat individual—aman untuk sebagian ibu, namun tidak dianjurkan untuk ibu yang mudah lemas, bayi masih sangat bergantung pada ASI (misalnya usia di bawah 6 bulan), atau memiliki kondisi medis tertentu.
Sementara dalam Islam, ibu menyusui mendapat keringanan untuk tidak berpuasa jika khawatir akan kesehatan dirinya atau bayinya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an:
“…Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain…”
(QS. Al-Baqarah: 184)
Dalam tafsir Ibnu Abbas RA, disebutkan bahwa ibu hamil dan menyusui termasuk dalam golongan yang diberi keringanan, yaitu boleh tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain (qadha) atau dalam sebagian pendapat ulama, membayar fidyah sesuai kondisi. Intinya, Islam tidak ingin ibu menyusui memaksakan diri hingga membahayakan.
Dengan memahami keduanya, tidak ada pertentangan dalam sudut pandang medis maupun agama. Artinya, Mama boleh berpuasa jika mampu, tapi tidak sepatutnya memaksakan diri jika tidak mampu.
Baca Juga: 10 Tips Puasa bagi Ibu Menyusui, Ada Keringanan dan Konsekuensinya
5 Hal yang Boleh Dilakukan Ibu Menyusui saat Puasa

Puasa saat menyusui bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga soal mengatur energi, nutrisi, dan ekspektasi diri. Jika Mama memutuskan untuk berpuasa, beberapa hal berikut justru dianjurkan agar ibu dan bayi tetap dalam kondisi optimal.
1. Tetap Mendengarkan Sinyal Tubuh
Mama boleh membatalkan puasa jika muncul tanda bahaya seperti pusing berat, gemetar, sangat lemas, atau ASI terasa menurun drastis. Membatalkan puasa dalam kondisi ini bukan dosa, melainkan bentuk menjaga amanah tubuh dan bayi.
Baca Juga: 7 Tips Gaya Hidup Sehat untuk Ibu Menyusui agar Tetap Bugar dan Bahagia
2. Memaksimalkan Asupan Sahur dan Berbuka
Sahur dan berbuka adalah waktu penting bagi ibu menyusui. Fokus pada protein, lemak baik, karbohidrat kompleks, dan cairan yang cukup agar energi dan produksi ASI tetap terjaga.
3. Tetap Menyusui atau Memerah ASI
Ibu menyusui boleh tetap menyusui langsung (DBF) maupun memerah ASI saat puasa. Namun, penting untuk tidak memaksakan jadwal memerah yang terlalu padat jika tubuh sudah terasa lelah.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Selama Puasa, Jangan Sampai Si Kecil Tumbang!
4. Mengatur Ritme Aktivitas Harian
Mama boleh mengurangi pekerjaan berat dan memperbanyak istirahat. Puasa sambil menyusui bukan ajang untuk membuktikan bahwa diri ini adalah yang paling hebat dan kuat. Jauh lebih penting untuk memahami kemampuan diri dan kondisi si kecil.
5. Konsultasi dengan Tenaga Medis
Jika ragu, ibu menyusui sangat dianjurkan berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi untuk menilai apakah puasanya aman dilanjutkan. Jika dinyatakan aman, ini adalah privilege yang harus Mama syukuri. Sebaliknya, ini juga privilege dari Allah SWT berupa keringanan dan keistimewaan bagi ibu menyusui.
Baca Juga: Wah, 7 Makanan Pelancar ASI Ini Wajib Dikonsumsi oleh Ibu Menyusui
5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Ibu Menyusui saat Puasa

Selain mengetahui apa yang boleh dilakukan, ibu menyusui juga perlu memahami batasan agar puasa tidak berdampak buruk bagi kesehatan ibu maupun bayi.
1. Memaksakan Puasa saat Tubuh Tidak Kuat
Puasa yang terus dilanjutkan saat tubuh sudah sangat lemas justru bisa berisiko, seperti dehidrasi, hipoglikemia, hingga penurunan produksi ASI. Dalam kondisi ini, membatalkan puasa adalah bentuk menjaga amanah, bukan kegagalan ibadah.
Baca Juga: 5 Tips Menyusui Ketika Puasa yang Bisa Diterapkan Selama Bulan Ramadhan!
2. Mengabaikan Asupan Cairan
Dehidrasi adalah musuh utama ibu menyusui saat puasa. Tidak cukup minum antara berbuka hingga sahur bisa menyebabkan ASI berkurang dan tubuh cepat kelelahan. Maka dari itu, ibu menyusui perlu memastikan asupan cairannya tetap terpenuhi.
3. Mengonsumsi Kafein Berlebihan
Kopi atau teh memang terasa membantu Mama “lebih on” selama berpuasa, tetapi konsumsi kafein berlebihan bisa memperparah dehidrasi dan memengaruhi kualitas tidur. Selain itu, sebagian bayi sensitif terhadap kafein yang masuk lewat ASI sehingga bisa menjadi lebih rewel.
Baca Juga: Sindrom D-MER, Alasan Ibu Mendadak Sedih saat Menyusui
4. Menyalahkan Diri Sendiri Jika Tidak Berpuasa
Rasa bersalah sering muncul ketika ibu menyusui memutuskan tidak berpuasa. Padahal, Islam secara jelas memberi keringanan. Sementara menjaga kesehatan diri dan bayi juga merupakan bagian dari tanggung jawab—bukan bentuk kelalaian dalam ibadah.
5. Mengabaikan Tanda Bayi Kurang ASI
Jangan anggap sepele jika bayi lebih rewel, frekuensi BAK berkurang, atau berat badannya stagnan. Ini bisa menjadi tanda pemberian ASI tidak optimal. Dalam kondisi ini, ibu menyusui sebaiknya menghentikan puasa sementara dan fokus memulihkan asupan nutrisi serta cairan.
Baca Juga: Puting Lecet saat Menyusui, Penyebabnya dan Cara Mengobatinya
Puasa bagi ibu menyusui adalah pilihan yang sangat personal. Boleh dilakukan jika aman dan boleh ditinggalkan jika membahayakan. Baik medis maupun agama sepakat bahwa kesehatan ibu dan bayi adalah prioritas utama.
Sebagai solusi tambahan agar Mama tidak terlalu lemas, menyusui bisa diselingi dengan ASIP, terutama saat siang hari. Untuk mendukung ini, Mama bisa menyewa pompa ASI di Mamasewa sehingga tetap bisa menjaga produksi ASI tanpa harus memaksakan tubuh. Dengan begitu, ibadah tetap jalan, kesehatan pun tetap terjaga.































































