Membantu keuangan keluarga boleh-boleh saja, tetapi jangan sampai merugikan diri sendiri dan keluarga inti. Pastikan Mama melakukan beberapa tips di artikel ini agar tidak seperti yang dialami oleh Nunung.
Dalam sebuah podcast, komedian tersebut bercerita kalau saat dirinya masih berjaya, ia membantu keuangan hingga 50 anggota keluarganya. Namun, saat ia sakit dan mulai sepi job, tidak ada satu pun dari keluarganya tersebut yang membantunya.
Ini tentu saja menyedihkan ya, Mam. Niatnya membantu, tetapi tak ada yang mau memberikan bantuan saat dibutuhkan. Agar itu tak terjadi pada Mama, coba ikuti beberapa tips di bawah ini.
Ketika Bantuan yang Diberikan Mulai Berlebihan

Mama harus tahu kalau ada perbedaan antara membantu seseorang melewati masa-masa sulit dengan memberikan bantuan berlebihan kepada orang yang sebenarnya sudah tidak membutuhkannya.
Kondisi yang kedua membuat bantuan yang Mama berikan menjadi sebuah kebiasaan. Seseorang yang tadinya mengharapkan bantuan, bisa berubah menjadi orang yang mengharuskan untuk mendapatkan bantuan.
Baca Juga: Tips Mengatur Keuangan Keluarga ala Mama Hebat, Yuk Cek Caranya!
Tanda Mama Membantu Keluarga secara Berlebihan

Penting untuk mengetahui kapan dukungan finansial berubah dari bantuan menjadi ketergantungan. Berikut tanda-tandanya.
1. Memberikan Uang secara Teratur
Orang harus belajar untuk hidup sesuai kemampuannya dan tidak bergantung pada pendapatan yang mungkin tidak selalu ada. Jika dilakukan, hal ini dapat menyabotase tanggung jawab keuangan diri sendiri.
2. Tidak Mendiskusikan Penggunaan dan Pembayarannya

Saat memberikan pinjaman uang, jangan ragu untuk mendiskusikan bagaimana uang tersebut akan digunakan atau cara pembayarannya. Semakin tidak spesifik jawabannya, semakin mungkin uang yang dipinjam sulit dikembalikan.
Jika uang yang dipinjam untuk keadaan darurat, lakukan diskusi tentang bagaimana menanggulangi jika terjadi situasi serupa di masa depan. Beri saran untuk membangun dana darurat agar memiliki uang saat ada pengeluaran tak terduga.
3. Tak Menerima Bantuan Selain Uang
Apakah keluarga yang kamu bantu menerima bantuan nonfinansial, seperti tebengan saat kendaraannya di bengkel atau ikut makan malam di rumah untuk mengurangi pengeluarannya?
Jika tidak dan mereka mengatakan bahwa uang tunai adalah satu-satunya solusi, berhati-hatilah.
Tips Membantu Keuangan Keluarga dan Tetap Menjaga Finansial Diri

Pakar keuangan di seluruh dunia merekomendasikan cara seperti saat dalam keadaan darurat di pesawat: Pakai masker oksigen untuk diri sendiri terlebih dahulu, barulah pakaikan untuk orang lain.
Berikut ini adalah tips membantu keuangan keluarga sambil tetap menyeimbangkan dengan kebutuhan finansial diri sendiri dan keluarga inti.
1. Siapkan Dana Keluarga
Pikirkan dana keluarga sebagai sebuah perubahan dari dana darurat tradisional. Mulailah dengan menyisihkan uang yang Mama mampu setiap bulannya atau pertimbangkan untuk menyisihkan sebagian dari rezeki tak terduga, seperti bonus kerja, untuk dana keluarga.
Seperti dana darurat tradisional, perjelas dalam situasi apa Mama bisa menggunakan dana keluarga tersebut. Misalnya, membantu orang tua yang sudah lanjut usia membayar tagihan atau menyediakan makanan untuk saudara yang di-PHK dan belum mendapat pekerjaan.
Jika dana darurat sudah habis, maka selesai sudah bantuan yang bisa Mama berikan. Setelah uang di dana keluarga sudah terisi kembali, barulah Mam bisa kembali membantu keluarga yang membutuhkan.
2. Lakukan Pemeriksaan Keuangan Tahunan

Secara teratur periksa tujuan keuangan pribadi Mama untuk memastikan sudah menyeimbangkan antara kebutuhan keuangan diri sambil membantu teman dan keluarga. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipastikan.
- Apakah tabungan darurat saya sudah cukup?
- Apakah utang saya tetap bisa dibayar dan memiliki kemajuan?
- Apakah tabungan pensiun saya tetap bertambah?
- Bagaimana perkembangan tujuan tabungan saya yang lain, seperti untuk liburan, dana pendidikan anak, rumah, mobil, dan investasi properti?
Dengan mengetahui semua hal tersebut, Mama jadi terbantu untuk memastikan keuangan diri tetap memiliki kemajuan yang stabil, meskipun sambil membantu keluarga.
Ini juga akan memberi gambaran apakah Mama dapat terus mendukung keluarga atau sudah saatnya untuk mengurangi pengeluaran untuk membantu mereka.
Baca Juga: 7 Tips Mengatur Uang untuk Kebutuhan Anak: Saran Pakar Finansial
3. Tetapkan Batasan, Tips Membantu Keuangan Keluarga
Pertimbangkan batasan dan seberapa nyaman Mama membantu keluarga. Tentukan batas maksimal yang bisa Mama bantu. Jangan memaksakan diri.
Jika Mama menawarkan pinjaman, jelaskan ekspektasi untuk pembayaran kembali, seperti jangka waktu dan cara pembayarannya. Meski mungkin terasa canggung, tetapi ini harus ditetapkan sejak awal.
Setelah menetapkan batasan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terkait bantuan keuangan kepada keluarga, pastikan Mama berpegang teguh pada batasan tersebut.
4. Jangan Memaksakan Diri Memberikan Pinjaman

Sebisa mungkin hindari meminjamkan uang saat Mama sebenarnya membutuhkan uang tersebut. Tidak ada yang lebih merusak hubungan, termasuk pada anggota keluarga, daripada pinjaman yang tidak dibayar.
Jika Mama merasa tidak mampu memberikan bantuan berupa uang, jangan berikan uangnya. Tak perlu memaksakan diri dan merasa kesal sendiri saat keluarga tersebut ingkar atau malah tak membayar kembali uang yang dipinjamkan tersebut.
5. Bantuan Tak Harus Selalu Uang
Tergantung situasinya, mungkin akan lebih bermanfaat untuk membantu keluarga yang membutuhkan dengan memberikan bantuan nonfinansial alias tidak dalam bentuk uang.
Misalnya, saat ada saudara yang di-PHK dan meminta bantuan, Mama mungkin bisa membantu dengan memberikan informasi lowongan pekerjaan atau mengajarkan keahlian yang bisa digunakannya untuk mendapatkan pemasukan.
Ini lebih membantu karena Mama membuatnya menjadi tetap mandiri dan tidak bergantung pada bantuan orang lain dalam jangka panjang.
Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membantu keuangan keluarga, tanpa merugikan keuangan diri sendiri dan keluarga inti. Salah satu cara untuk menghemat pengeluaran adalah dengan menyewa barang-barang tertentu daripada membelinya.
Di Mamasewa, Mama bisa menyewa boks tidur dan bouncer yang hanya dipakai dalam jangka waktu tertentu. Daripada mubazir tak digunakan lagi, lebih baik sewa sesuai dengan kebutuhan.
Lalu, ada juga berbagai jenis mainan, seperti baby gym dan baby activities toys, yang bisa dimainkan anak sepuasnya dan dikembalikan saat dia sudah mulai bosan. Dengan Mamasewa, Mama jadi tak perlu buang-buang uang dan menyelamatkan keuangan keluarga.































































