Persalinan bukan proses yang mudah. Selain sudah harus mempersiapkan proses kelahiran, misalnya akan melahirkan di mana dan dengan siapa, yang tidak boleh dilupakan adalah persiapan mental menghadapi persalinan.
Tanpa persiapan mental yang cukup, prosesnya akan terlihat sangat menakutkan. Jika Mama tidak siap, bukan tidak mungkin Mama akan membuat proses persalinan menjadi semakin sulit.
Berikut adalah beberapa persiapan mental yang sebaiknya Mama lakukan untuk menghadapi persalinan.
Tips Persiapan Mental untuk Menghadapi Persalinan
1. Pengetahuan yang Tepat adalah Fondasinya

Tanpa pengetahuan dan edukasi yang tepat, Mama bisa saja mengalami kebingungan, mengambil keputusan yang tidak dipahami, penyesalan dan berandai-andai, serta rasa trauma setelah melahirkan.
Jadi, hal pertama yang dapat Mama lakukan untuk mempersiapkan kelahiran adalah mendidik diri sendiri tentang cara kerja tubuh diri dan memahami intervensi yang biasa digunakan dalam persalinan.
Terima rasa sakit yang Mama rasakan saat kontraksi dan persalinan. Terima bahwa rasa sakit fisik yang dialami tubuh adalah sebuah perjalanan yang sakral dan ajaib untuk mengubah kelahiran bayi.
Baca juga: Metode Persalinan Bradley, Buktikan Pentingnya Peran Suami Selama Persalinan
2. Meditasi Membantu Segalanya

Meditasi menciptakan tingkat istirahat mental mendalam yang sangat menenangkan bagi Mama dan bayi selama kehamilan dan kelahiran. Ini adalah cara paling aman dan efektif untuk mengurangi kecemasan dan stres.
Selain mengurangi produksi hormon stres kortisol dan adrenalin sehingga membuat janin merasa aman dan terlindungi, meditasi juga menghasilkan hormon kesenangan endorfin yang membantu persiapan persalinan karena bisa menjadi penghilang rasa sakit.
Terus lakukan meditasi setelah melahirkan karena ini juga meningkatkan produksi ASI yang merupakan kunci perkembangan awal anak, membantu bayi tidur nyenyak, tidak terlalu rewel dan mudah tersinggung, serta memiliki lebih sedikit alergi dan infeksi.
3. Ubah Persepsi Tentang Kelahiran

Momen persalinan tidak harus menjadi kisah yang menakutkan. Apalagi tubuh Mama memang sudah dirancang untuk bereaksi terhadap ancaman yang dirasakan dengan reaksi yang dapat diprediksi.
Itulah sebabnya Mama harus mengubah persepsi mengenai kelahiran dengan memahami apa yang terjadi di dalam diri atau sekitar. Ini akan membuat Mama tidak tiba-tiba merasa takut dan terancam.
Ubah ketakutan mengenai kelahiran menjadi afirmasi dan mantra yang kuat. Ingatkan diri sendiri bahwa:
- “Aku sangat kuat!”
- “Tubuh aku mampu melahirkan bayi ini!”
- “Aku mampu mendorong bayi ini keluar!”
Ucapkan kalimat ini berulang-ulang, jika perlu cetak dan tempelkan di mana-mana agar Mama selalu mengingatnya.
4. Luangkan Waktu, Persiapan Mental Menghadapi Persalinan

Fokuslah untuk menciptakan ruang dan membuat diri Mama sehat secara emosional. Cobalah untuk menghindari penjadwalan yang berlebihan dan luangkan waktu untuk diri sendiri.
Sebagian besar wanita merasa bagian terakhir dari kehamilan adalah yang paling melelahkan, tidak nyaman, kurang energi.
Itulah sebabnya Mama harus meluangkan waktu untuk tidur siang, ubah rutinitas olahraga, serta carilah waktu untuk bersantai dan terhubung dengan diri sendiri, pasangan, dan bayi.
Baca juga: Gentle Birth, Siapkan Pengalaman Persalinan yang Lebih Tenang
5. Jangan Terpaku Pada Satu Rencana

Setiap kisah kehamilan dan kelahiran itu unik dan istimewa.
Meski Mama bisa merencanakan persalinan, tetapi sebenarnya waktu kelahiran, jumlah rasa sakit yang dapat ditoleransi, lamanya persalinan, ukuran dan arah kepala bayi, kontraksi, bahkan seberapa baik bayi akan mentolerir persalinan tidak dapat direncanakan.
Satu hal yang dapat dikendalikan adalah bagaimana Mama menghadapi hal-hal yang tidak terduga dan mengatur perasaan diri.
Misalnya, meminta obat penghilang rasa sakit meski berniat untuk melahirkan secara alami bukanlah sebuah kegagalan. Begitu juga dengan melakukan operasi caesar yang tidak direncanakan, yang tidak perlu disesali jika hasil akhirnya adalah bayi yang sehat.
Bersikaplah fleksibel. Apa pun yang terjadi, pastikan rencana utamanya hanyalah melahirkan bayi yang sehat dengan cara seaman mungkin untuk Mama.
Melakukan persiapan menghadapi persalinan, termasuk persiapan mental, bukanlah usaha yang sia-sia. Ini membuat Mama semakin kuat dan bertanggung jawab atas perjalanan kelahiran yang dijalani.
Setelah bayi yang ditunggu-tunggu lahir, pastikan Mama sudah memiliki peralatan yang lengkap untuk diri sendiri dan si kecil. Misalnya boks tidur bayi, baby bouncer hingga pompa ASI dan sterilizer. Semua itu bisa disewa di Mamasewa dengan harga terjangkau dan waktu sewa yang disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi, selain melakukan persiapan mental menghadapi persalinan, pastikan juga semua peralatan di rumah sudah lengkap, ya.































































