“Ah, nggak mau!” atau “Kenapa harus aku?”, Mama mungkin sering mendengar kalimat seperti itu saat meminta anak melakukan sesuatu. Ketika energi dan kesabaran sudah setipis tisu, rasanya ingin hati langsung menegur atau memaksa anak untuk menuruti perkataan Mama. Namun, apa iya itu solusi terbaik? Nah, daripada bertengkar dengan si kecil tiap hari, yuk cari cara yang lebih efektif untuk menghadapi anak yang suka membantah!
7 Cara Efektif Menghadapi Anak yang Suka Membantah
Saat anak mulai membantah, orang tua sering kali merasa kesal dan bingung harus bagaimana. Padahal, membantah adalah bagian dari proses anak belajar mengekspresikan pendapat dan mencari batasan. Berikut ini tujuh cara efektif untuk menghadapi anak yang suka membantah tanpa harus selalu adu argumen.
1. Tetap Tenang dan Jangan Ikut Emosi

Saat anak membantah, respons pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Jika orang tua ikut terpancing emosi, situasi bisa semakin memanas dan anak justru semakin keras kepala.
Tarik napas dalam-dalam, dengarkan anak, lalu jawab dengan nada yang tenang dan jelas. Sikap ini akan mengajarkan anak cara berkomunikasi yang lebih baik tanpa harus selalu melawan.
Baca Juga: Tips Menghadapi Strong-willed Children, Batu Tidak Bisa Dilawan Batu
2. Dengarkan dan Validasi Perasaan Anak
Sering kali anak membantah karena merasa tidak didengar atau pendapatnya tidak dihargai. Coba tanyakan alasan di balik sikapnya dan berikan validasi, seperti “Mama tahu kamu nggak suka diberi tugas mendadak, tapi ini penting untuk kita semua.”
Dengan cara ini, anak merasa dimengerti dan lebih terbuka untuk berdiskusi daripada sekadar menolak.
3. Beri Pilihan yang Terarah
Daripada memberi perintah yang kaku, coba tawarkan pilihan agar anak merasa punya kendali. Misalnya, daripada berkata, “Ayo sekarang mandi!” coba ubah menjadi, “Kamu mau mandi sekarang atau lima menit lagi?”
Dengan pilihan yang tetap mengarah ke tujuan yang sama, anak lebih mudah bekerja sama tanpa merasa dipaksa.
Baca Juga: 7 Alasan Pentingnya Mendengarkan Pendapat Anak Menurut Psikolog
4. Tetapkan Aturan yang Jelas dan Konsisten

Buat aturan yang jelas tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta konsekuensinya. Jika anak tahu batasannya sejak awal, mereka akan lebih paham bahwa membantah tidak akan mengubah aturan yang sudah disepakati.
Konsistensi orang tua dalam menerapkan aturan ini juga sangat penting agar anak tidak bingung dan mencoba melawan.
5. Jaga Komunikasi yang Positif dan Empatik
Hindari menggunakan kata-kata kasar atau nada yang merendahkan saat menegur anak. Sebaliknya, gunakan bahasa yang lebih positif seperti, “Mama mengerti ini sulit buat kamu, tapi kita bisa cari cara biar lebih mudah.”
Dengan pendekatan yang lebih empatik, anak akan lebih terbuka dan tidak merasa harus membantah untuk didengar.
Baca Juga: Pentingnya Komunikasi sebagai Orang Tua dalam Mengasuh Anak, Cegah Konflik Berulang!
6. Berikan Contoh Sikap yang Baik
Anak belajar dari apa yang mereka lihat, bukan hanya dari apa yang mereka dengar. Jika orang tua terbiasa berbicara dengan nada lembut dan menghormati orang lain dalam berkomunikasi, anak pun akan meniru.
Sebaliknya, jika anak sering melihat orang tua membantah atau marah-marah, mereka akan menganggap itu hal yang wajar untuk dilakukan.
7. Ajarkan Anak Cara Mengungkapkan Pendapat dengan Sopan

Tidak semua bantahan itu negatif—kadang anak hanya ingin menyampaikan pendapatnya. Ajarkan mereka cara berbicara dengan sopan, misalnya dengan mengatakan, “Boleh aku jelaskan alasanku?” atau “Aku lebih suka begini, boleh nggak?”.
Dengan begitu, anak belajar bahwa mereka bisa berpendapat tanpa harus membantah secara kasar.
Baca Juga: Cara Menanamkan Nilai Kesopanan pada Anak dan Tantangannya di Zaman Modern
8. Gunakan Humor untuk Meredakan Ketegangan
Kadang, membantah terjadi karena anak sedang kesal atau suasana terlalu tegang. Coba redakan situasi dengan humor ringan, seperti pura-pura terkejut dengan gaya berlebihan atau menjawab dengan candaan.
Misalnya, jika anak bilang, “Aku nggak mau pakai baju itu!”, orang tua bisa menjawab, “Oh tidak! Baju ini sedih karena nggak jadi dipakai. Coba kita tanya dia, mau dipakai atau disimpan dulu?” Humor bisa membantu anak lebih rileks dan mengurangi dorongan untuk membantah.
9. Ajak Anak Berdiskusi seperti Tim
Banyak anak membantah karena ingin merasa didengar dan dihargai. Alih-alih langsung menolak bantahan mereka, coba ajak mereka berdiskusi. Gunakan pendekatan, “Kita ini satu tim, bagaimana kalau kita cari solusi bersama?”
Dengan melibatkan anak dalam pengambilan keputusan, mereka merasa punya peran dan lebih cenderung bekerja sama daripada melawan.
Baca Juga: Free Range Parenting, Apakah Aman untuk Anak?
10. Gunakan Teknik ‘Tunda Jawaban’

Jika anak membantah sesuatu dan orang tua butuh waktu untuk berpikir, daripada langsung menolak, coba katakan, “Mama perlu waktu sebentar untuk mempertimbangkannya.”
Ini memberi kesempatan untuk merespons dengan lebih tenang dan menghindari konflik langsung. Teknik ini juga mengajarkan anak bahwa tidak semua keputusan bisa dibuat secara impulsif.
Menghadapi anak yang suka membantah memang butuh kesabaran ekstra, tapi dengan pendekatan yang tepat, kebiasaan ini bisa diarahkan menjadi komunikasi yang lebih baik. Yuk, latih anak agar bisa menyampaikan pendapatnya dengan cara yang lebih positif!
Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah melalui bermain peran. Nah, kalau Mama butuh media bermain peran yang edukatif dan interaktif, coba cek koleksi pretend play di Mamasewa ya, Mam!































































