Banyak ibu tanpa sadar hidup berdampingan dengan rasa bersalah setiap kali ingin mengeluarkan uang untuk dirinya sendiri. Bukan karena tidak mampu, tetapi karena merasa “sayang”. Mulai dari menunda membeli baju baru, tetap memakai daster yang sudah bolong, hingga merasa bersalah saat ingin menikmati sesuatu. Fenomena ini dikenal sebagai financial anxiety atau financial guilt. 

Nah, yang jadi pertanyaan, apakah perasaan ini wajar? Apakah ini bagian dari perjalanan menjadi “ibu” atau semacamnya? Simak informasinya di sini!

Apa Itu Financial Anxiety?

Financial anxiety adalah kondisi ketika seseorang merasa cemas, takut, atau bersalah terkait keuangan—meskipun secara objektif kondisinya masih terkendali.

Dalam konteks motherhood, financial anxiety sering muncul dalam bentuk financial guilt, yaitu rasa bersalah ketika menggunakan uang untuk kebutuhan atau keinginan pribadi.

Perasaan ini membuat ibu cenderung menomorduakan dirinya sendiri. Uang dianggap “lebih baik” digunakan untuk anak, rumah, atau kebutuhan keluarga, sementara kebutuhan pribadi terus ditunda. Lama-kelamaan, pola pikir ini bukan hanya memengaruhi keputusan finansial, tetapi juga rasa percaya diri dan kesejahteraan emosional ibu.

Baca Juga: Apa Itu Mom Guilt dan Bagaimana Cara Menghadapinya

Penyebab Financial Anxiety pada Ibu

Financial anxiety tidak muncul begitu saja. Ada berbagai faktor yang saling berkaitan dan sering kali tidak disadari. Berikut beberapa penyebab umum yang dialami ibu:

  • Perubahan peran setelah memiliki anak membuat prioritas seorang wanita berubah dan hanya berfokus pada anak dan keluarga.
  • Tekanan sosial dan ekspektasi “ibu ideal” yang mengharapkan ibu untuk selalu siap berkorban demi keluarga.
  • Tumbuh dalam keluarga dengan kondisi ekonomi sulit sehingga terbentuklah pola pikir “takut kekurangan”.
  • Pendapatan yang berkurang atau berhenti bekerja sehingga merasa “tidak berhak” menggunakan uang berlebihan.
  • Kurangnya literasi dan perencanaan keuangan sehingga menimbulkan kecemasan yang sebenarnya tidak diperlukan.

Baca Juga: 7 Ide Frugal Living ala Ibu Muda, Capai Tujuan Finansial Lebih Cepat!

Cara Mengontrol Financial Anxiety

Menghadapi financial anxiety bukan berarti mengajak Mama untuk menjadi boros atau mengabaikan prioritas keuangan keluarga. Justru sebaliknya, ini tentang membangun hubungan yang lebih sehat dengan uang. Dan berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Mama lakukan.

1. Sadari bahwa Kebutuhan Mama Juga Penting

Financial Anxiety

Merawat diri bukan tindakan egois. Ibu yang sehat secara fisik dan mental justru lebih mampu merawat keluarga dengan baik. Dan saat Mama merasa lebih nyaman dan percaya diri, energi positif itu juga dirasakan oleh anak dan keluarga sehingga mereka pun belajar cara menghargai dirinya.

Baca Juga: Self Care ala Mama: 5 Dasar Pemikiran dan 7 Tips Menyenangkan

2. Bedakan antara Kebutuhan, Keinginan, dan Rasa Bersalah

Perlu Mama pahami bahwa tidak semua keinginan itu berlebihan. Kadang yang terasa “salah” hanyalah karena kebiasaan lama menahan diri. Belajar memilah mana yang memang tidak perlu dan mana yang layak dipenuhi. Dengan begitu, Mama bisa membuat keputusan yang lebih jujur dan rasional terhadap keuangan.

3. Buat Anggaran untuk Diri Sendiri

Anggaran keluarga sebaiknya tidak hanya berisi pos anak dan rumah tangga. Sisihkan sebagian khusus untuk kebutuhan atau kesenangan pribadi agar Mama tidak merasa “mencuri” uang keluarga. Jumlahnya mungkin tak harus besar, yang penting ada.

Baca Juga: Tips Hemat Belanja Bulanan: Cara Cerdas Mengatur Keuangan Keluarga

4. Komunikasikan dengan Pasangan

Financial anxiety sering memburuk karena dipendam sendiri. Membicarakan kondisi keuangan dan perasaan bersalah dengan pasangan dapat membuka perspektif baru dan menciptakan keputusan yang lebih adil. Tidak jarang, pasangan justru merasa Mama terlalu keras pada diri sendiri dan malah mendukung Mama untuk lebih memperhatikan kebutuhan diri.

5. Hentikan Kebiasaan Membandingkan Hidup

Setiap keluarga memiliki kondisi finansial, prioritas, dan tantangan yang berbeda. Melihat ibu lain “lebih hemat” atau sebaliknya “lebih royal” sering memicu rasa bersalah yang tidak perlu. Ingat bahwa apa yang terlihat di luar tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya. Fokuslah pada kebutuhan dan kemampuan keluarga Mama sendiri.

Baca Juga: Balanced Parenting: Seni Menjadi Orang Tua yang Seimbang dan Sehat Mental

6. Latih Diri untuk Merasa “Cukup” Tanpa Rasa Bersalah

Financial anxiety sering berakar pada ketakutan akan kekurangan di masa depan. Mulailah melatih diri untuk mengapresiasi apa yang sudah dimiliki saat ini. Merasa cukup bukan berarti berhenti berusaha, tetapi berhenti menyiksa diri dengan rasa bersalah yang berlebihan.

7. Cari Solusi yang Lebih Fleksibel dan Hemat

Financial Anxiety

Tidak semua kebutuhan harus dipenuhi dengan membeli. Ini bukan tanda ketidakmampuan, melainkan keputusan finansial yang cerdas. Lagipula, ada banyak alternatif yang lebih ramah di kantong tanpa mengorbankan kualitas. Misalnya menyewa perlengkapan bayi yang hanya digunakan sebentar di Mamasewa. Ini memungkinkan Mama memenuhi kebutuhan si kecil tanpa mengorbankan kualitas maupun membebani finansial keluarga.

Baca Juga: Sewa Mainan Anak Hemat: Cara Cerdas Bikin Si Kecil Senang Tanpa Boros

Walau tampak absurd, financial anxiety pada ibu adalah hal yang nyata dan lebih umum daripada yang sering disadari. Namun, dengan mengenali penyebab dan belajar mengontrolnya, Mama bisa mengambil keputusan finansial dengan lebih tenang dan rasional.

Tinggalkan Balasan