Demam pada anak seringkali membuat orang tua khawatir, apalagi jika suhu tubuhnya tinggi dan disertai gejala lain. Namun, penting untuk diingat bahwa demam bukanlah penyakit, melainkan reaksi alami tubuh terhadap infeksi. Jadi, langkah pertama yang harus diambil bukanlah panik, melainkan memahami kondisi anak dan melakukan penanganan yang tepat. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara menurunkan demam pada anak secara efektif dengan pendekatan medis yang aman. Simak ya, Mam!
Cara Menurunkan Demam pada Anak
Sebelum terburu-buru memberi obat penurun panas, penting bagi orang tua untuk mengenali penyebab demam dan memantau gejalanya. Beberapa kasus demam ringan sebenarnya bisa membaik dengan perawatan rumahan, selama anak tetap aktif dan tidak mengalami tanda-tanda dehidrasi atau komplikasi. Berikut adalah tujuh cara menurunkan demam pada anak yang disarankan dokter dan dapat dilakukan dengan aman di rumah.
1. Ukur Suhu Tubuh Secara Berkala

Langkah pertama yang wajib dilakukan saat anak demam adalah memantau suhu tubuhnya secara berkala, idealnya setiap 4 jam sekali. Gunakan termometer digital untuk mendapatkan hasil yang akurat.
Demam ringan umumnya berada di kisaran 37,5°C–38,5°C. Namun, jika suhu sudah melebihi 39°C, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Baca Juga: Cara Mengatasi Anak Demam, Mama Harus Tenang!
2. Berikan Obat Penurun Demam Sesuai Dosis
Jika suhu anak sudah tinggi atau membuat anak rewel dan tidak nyaman, obat penurun demam seperti paracetamol atau ibuprofen bisa diberikan.
Pastikan dosisnya sesuai berat badan dan usia anak, serta ikuti petunjuk dokter atau kemasan. Hindari pemberian aspirin karena tidak aman untuk anak-anak.
3. Jaga Asupan Cairan Agar Anak Tidak Dehidrasi
Demam bisa menyebabkan cairan tubuh cepat berkurang, karena itu penting memastikan anak cukup minum.
Untuk bayi, berikan ASI atau susu formula lebih sering. Untuk anak yang lebih besar, air putih, kuah sup, atau larutan elektrolit anak bisa membantu menggantikan cairan yang hilang.
Baca Juga: Tenang, Bun! Ini 7 Cara Mengatasi Demam pada Bayi Sesuai Anjuran Medis
4. Kompres Hangat di Dahi atau Ketiak

Alih-alih menggunakan kompres dingin, gunakan kompres hangat suam-suam kuku untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
Letakkan di dahi, ketiak, atau selangkangan anak selama beberapa menit. Kompres ini membantu mengalirkan panas tubuh ke permukaan kulit dan mempercepat penurunan suhu.
5. Jangan Biarkan Anak Kedinginan atau Kepanasan
Pakaikan anak baju tipis dan nyaman agar panas tubuh bisa keluar dengan baik. Hindari membedong atau menyelimuti anak terlalu tebal karena justru bisa memerangkap panas.
Namun, pastikan juga suhu ruangan tetap sejuk dan nyaman—sekitar 24-26°C.
Baca Juga: Vaksin DBD, Langkah Efektif Cegah Demam Berdarah
6. Biarkan Anak Istirahat Cukup
Tidur dan istirahat yang cukup membantu sistem imun anak melawan infeksi yang menyebabkan demam. Hindari aktivitas berat, termasuk menonton layar terlalu lama.
Selain itu, buat suasana kamar tenang dan gelap supaya anak bisa beristirahat dengan lebih nyaman.
7. Waspadai Tanda Bahaya dan Segera Konsultasi ke Dokter

Jika demam tidak turun setelah 3 hari, suhu terus meningkat di atas 39°C, atau disertai gejala seperti kejang, ruam, leher kaku, atau anak tampak sangat lemas—jangan tunda untuk membawa anak ke dokter. Penanganan medis lebih lanjut mungkin dibutuhkan.
Baca Juga: 5 Manfaat Memiliki Asuransi Kesehatan Swasta, Tak Cukup Hanya BPJS Kesehatan
Demam pada anak memang umum terjadi, tetapi sebagai orang tua, kita tetap perlu waspada dan siap dengan langkah penanganan yang tepat. Ingat, demam bukan musuh, tapi sinyal bahwa tubuh sedang bekerja melawan infeksi.
Untuk membantu pencegahan infeksi akibat bakteri atau virus di rumah, Anda bisa menggunakan air purifier yang berfungsi menyaring udara dan menjaga kebersihan lingkungan. Yuk, sewa aja di Mamasewa untuk solusi yang lebih praktis dan hemat!































































