Dari semua bagian tubuh yang bisa membengkak saat hamil, kaki menjadi salah satu yang paling sering bengkak. Jika sudah mulai terasa tidak nyaman, ada beberapa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kaki bengkak saat hamil ini.
Kaki yang bengkak ini terjadi karena cairan dan darah tambahan, yang dihasilkan tubuh untuk mendukung pertumbuhan janin yang sehat, memperlambat sirkulasi darah. Hasilnya, darah menumpuk di ekstremitas bawah dan menyebabkan pembengkakan.
Apalagi kombinasi berat badan ekstra dan hormon selama juga dapat menyebabkan kaki tidak hanya melebar, tetapi juga memanjang. Meski pembengkakan kaki kemungkinan akan berkurang 1 –2 minggu setelah bayi lahir, tetapi kaki mungkin tidak akan pernah sama lagi.
Jika Mama juga mengalami kaki bengkak saat hamil, berikut beberapa cara untuk mengatasinya.
Baca juga: 10 Makanan yang Baik untuk Ibu Hamil Muda, Wajib Dikonsumsi!
Cara Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil
1. Pakai Kaus Kaki Kompresi

Mengenakan kaus kaki kompresi sampai ke lutut dapat membantu mengurangi rasa sakit. Ini karena kaus kaki secara bertahap meningkatkan tekanan pada kaki dan memindahkan sebagian kelebihan cairan kembali ke pembuluh darah dan seluruh tubuh.
Kaus kaki kompresi juga dapat mencegah pembentukan varises baru, yang terjadi pada 15% wanita hamil. Risikonya dua kali lipat setelah kehamilan pertama dan empat kali lebih tinggi pada Mama hamil saat berusia di atas 35 tahun.
Namun, hindari kaus kaki dengan tali yang ketat di bagian atas, yang dapat memperburuk pembengkakan dengan menghalangi kembalinya darah. Ini bahkan dapat meningkatkan risiko mengalami pembekuan darah, yang sudah lima kali lebih tinggi selama kehamilan.
2. Beristirahat secara Efisien

Kamu bisa dengan mudah meningkatkan sirkulasi darah selama waktu istirahat dan tidur. Caranya, tinggikan kaki di atas ketinggian jantung saat membaca, menonton TV, atau melakukan aktivitas duduk lainnya.
Perubahan posisi tubuh yang sederhana akan mengurangi tekanan pada pembuluh darah karena tidak lagi harus bekerja melawan gravitasi untuk mengalirkan darah ke jantung.
Lalu, tidurlah menyamping ke kiri yang direkomendasikan untuk menghindari tekanan pada vena cava inferior, pembuluh darah besar yang membawa darah dari ekstremitas bawah ke jantung.
3. Rendam Kaki, Cara Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Merendam kaki hingga pergelangan dalam air dingin selama 20 menit dapat meminimalkan pembengkakan. Mama sebaiknya melakukannya selama beberapa kali dalam seminggu.
Pastikan suhu airnya sedang dan tidak sedingin es agar pembuluh darah yang lebih kecil di dekat kulit mengerut. Dengan begitu, aliran darah dan pembengkakan di area yang terkena air akan berkurang.
4. Belilah Sepatu yang Pas

Sepatu yang tidak pas dan tidak nyaman saat dipakai dapat menyebabkan kaki dan tungkai lebih merasa sakit, yang bisa menjalar hingga ke punggung.
Rekomendasi sepatu untuk ibu hamil, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists adalah sebagai berikut:
- Sepatu datar atau sepatu hak rendah yang memberikan penyangga lengkungan yang baik untuk menjaga kaki tetap nyaman.
- Memiliki ukuran yang lebih lebar atau lebih besar untuk mengatasi perubahan kaki selama kehamilan.
- Memiliki bantalan yang cukup dapat membantu meredam guncangan dan mengurangi ketidaknyamanan sepanjang hari.
5. Tetap Aktif dan Jaga Berat Badan

Olahraga dengan gerakan yang lembut, seperti berjalan kaki untuk latihan kardio ringan, dapat meredakan ketegangan dan meningkatkan sirkulasi sekaligus mengurangi pembengkakan.
Selain itu, berenang juga bisa menjadi pilihan olahraga yang tidak terlalu berat, yang dapat menopang berat badan dan meredakan rasa tidak nyaman.
Lalu, jaga berat badan yang sehat untuk membantu mengurangi tekanan pada kaki. Konsultasikan dengan dokter atau bidan untuk menetapkan tujuan kenaikan berat badan yang sehat selama kehamilan.
Baca juga: 7 Tips Menjaga Kehamilan di Trimester Pertama, Wajib Mama Lakukan!
Tanda Pembengkakan Sudah Lebih serius

Meskipun pembengkakan bertahap pada bagian bawah dan atas tubuh adalah normal, tetapi pembengkakan yang tiba-tiba atau parah pada wajah, tangan, atau kaki mungkin merupakan gejala preeklampsia.
Tanda lain dari komplikasi kehamilan ini adalah tekanan darah yang sangat tinggi. Jika mengalaminya, Mama mungkin perlu tinggal di rumah sakit hingga melahirkan karena persalinan adalah satu-satunya cara untuk “mengobati” preeklampsia.
Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kejang, kerusakan ginjal atau hati, dan dalam kasus yang jarang terjadi, kematian.
Jangan ragu untuk membicarakan kaki bengkak saat hamil ini dokter atau bidan, untuk mendapatkan cara terbaik mengatasinya sehingga membantu Mama mengurangi risiko komplikasi kehamilan.
Saat hamil, Mama juga bisa menggunakan lactation massager untuk memberikan stimulasi dan memperlancar produksi ASI, yang bisa disewa di Mamasewa. Di sini, ada berbagai peralatan lengkap untuk Mama selama hamil dan setelah melahirkan.
Misalnya saja berbagai jenis pompa ASI dan freezer ASI untuk menyimpan ASI yang sudah dipompa. Bahkan, Mamasewa juga menyewakan korset untuk membantu Mama mengembalikan bentuk tubuh setelah melahirkan.Jadi, sewa semua keperluan Mama saat hamil hanya di Mamasewa!































































