fase babbling

Fase Babbling di Tahap Perkembangan Bicara Anak

Wah apa si Kecil sudah pandai mengeluarkan suara dan kata-kata, Mam? Kira-kira apa kata pertama yang akan diucapakannya yaa? Mama pasti sangat menantikan dan bersemangat ketika si Kecil memasuki fase babbling.

Pada fase ini si Kecil sudah dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar menggunakan suara meskipun belum sepenuh jelas kata apa yang diucapkan.

Apa Itu Fase Babbling?

fase babbling
Photo by Travis Grossen on Unsplash

Fase babbling termasuk dalam beberapa tahap perkembangan bahasa pada anak. Babbling atau dalam bahasa Indonesia berarti mengoceh, merupakan kemampuan si Kecil dalam menghasilkan bunyi atau ukuran yang kombinasinya belum masuk akal atau tidak memiliki arti khusus seperti “babababa”, “dededede” atau “badubudibu”.

Si Kecil umumnya mulai masuk pada fase babbling pada usia 6 bulan karena memiliki kontrol yang lebih besar terhadap gerakan rahang, sehingga memungkinkan si Kecil untuk menghasilkan suara vokal i dan u serta konsonan g dan k.

Jenis Fase Babbling

Meski mengoceh termasuk dalam tahap perkembangan bicara, namun ternyata fase ini masih dapat dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu ocehan yang masih terbatas dan yang sesungguhnya.

1. Fase Babbling Terbatas

fase babbling
Photo by Humphrey Muleba on Unsplash

Tahap ini adalah yang paling menghibur selama tahun pertama karena si Kecil sangat ingin berkomunikasi dengan Mama. Ia benar-benar mulai bereksperimen dengan suara yang dikeluarkan dan sering kali terdengar sangat lucu dan menggemaskan.

Si Kecil akan berada dalam fase babbling terbatas saat memasuki usia 6-7 bulan. Ia sudah mulai mengucapkan vokal dan konsonan yang berbeda. Mama akan mendengar hal-hal seperti “maaaaaa”, “baaaaaa”, “daaaaaa”, dan diikuti oleh suara-suara lain, seperti tiupan yang bercampur dengan air liur.

Penelitian menunjukkan hubungan antara keterampilan motorik dan perkembangan bicara. Mama mungkin melihat si Kecil lebih gemetar atau melambaikan tangan sebelum ia mulai mengoceh kecil. Hal ini menunjukkan keterampilan motorik yang bagus akan mendorong perkembangan berbicara si Kecil dengan lebih baik.

Cara lain yang dapat dilakukan Mama untuk membantu si Kecil segera mengeluarkan kata pertamanya adalah dengan memberikan jeda atau mengeja saat berbicara. Memberikan jarak antar suku kata saat berbicara pada si Kecil memang terkesan lamban namun faktanya hal ini membantunya lebih mudah mengerti dan memahami bahasa yang diucapkan oleh Mama.

2. Babbling Resmi / Sesungguhnya

Hampir semua bayi mengalami hal yang sama dalam fase ini. Si Kecil sudah mulai banyak menguasai huruf konsonan dan semua huruf vokal. Ia akan menggabungkan beberapa suku kata menjadi “da ba bu”, “ma di da” atau “bu de di”.

Fase babbling ini biasanya memiliki sedikit fungsi komunikatif. Suara-suara ini adalah penanda suara yang akan digunakan si Kecil ketika mereka mulai menggunakan kata-kata. Pada tahapan ini si Kecil juga mulai mengenali dan menggunakan suara-suara yang ada di sekitarnya. Misalkan bayi yang terbiasa mendengar suara keras akan cenderung berteriak saat mengoceh begitu pun sebaliknya.

5 Tahapan Penting Perkembangan Bicara Anak Usia 0-12 bulan

fase babbling
Foto oleh Daniel Reche dari Pexels
  • Cooing merupakan produksi suara pertama si Kecil selain tangisan. Biasanya terjadi antara usia 6-8 minggu.
  • Tertawa umumnya baru bisa dilakukan si Kecil pada minggu ke-16 sebagai respons terhadap hal-hal di dunianya.
  • Fase babbling seperti yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu penggunaan suku kata berulang-ulang seperti tanpa arti khusus.
  • Kata tidak sudah mulai bisa dimengerti si Kecil pada usia 6-11 bulan. Si Kecil perlu diajarkan arti kata larangan dan menghentikan apa yang ia lakukan, meski hanya sesaat, saat mendengarnya.
  • Kata pertama si Kecil akan muncul pada usia 10-12 bulan. Berbeda dengan fase babbling, kata pertama akan memiliki arti yang jelas meskipun hanya kata sederhana seperti “Mama” atau “Papa”.

Itulah beberapa tahapan bicara yang akan dilalui si Kecil dan salah satunya adalah fase babbling. Mengajak si Kecil mengobrol merupakan salah satu stimulus paling baik untuk melatih perkembangan bicaranya. Mama juga bisa membacakan dongeng-dongeng sederhana sebelum tidur.

Selain itu, saat Mama tidak dapat selalu mendampingi si Kecil stimulus melalui mainan edukasi yang menghasilkan suara juga dapat menjadi alternatif yang baik. Mama tidak perlu bingung untuk mendapatkan mainan edukasi yang berkualitas dengan harga terjangkau. Mamasewa adalah solusinya.

Di Mamasewa semua perlengkapan dan mainan edukasi yang dibutuhkan si Kecil sudah lengkap tersedia. Seiring dengan tumbuh kembang si Kecil yang sangat cepat, Mama tak perlu banyak mengeluarkan biaya untuk membeli segalanya. Cukup dengan menyewa di Mamasewa, semua kebutuhan akan terlengkapi.

Mamasewa juga menerima jasa antar jemput barang langsung ke rumah Mama. Praktis bukan? Nah, tunggu apa lagi? Penyewaan segala perlengkapan dan mainan edukasi untuk si Kecil, Mamasewa jagonya. Mama hebat, Mama hemat!

stimulasi berjalan

5 Tips untuk Membantu Stimulasi Berjalan Si Kecil

Tahap-tahap perkembangan si Kecil di tahun pertamanya terasa sangat cepat ya, Mam. Ketika si Kecil mulai memasuki fase belajar berjalan, ada banyak hal yang perlu Mama siapkan. Salah satu yang paling penting adalah stimulasi berjalan untuk si Kecil.

Stimulasi merupakan sebuah dorongan atau rangsangan yang dapat membuat si Kecil lebih aktif dan cepat dalam memproses kemampuan baru. Maka dari itu, untuk mendukung perkembangannya yang sangat pesat, Mama perlu memberikan stimulasi berjalan.

Selain memberikan stimulasi berjalan, Mama juga perlu memahami berbagai tahapan, rintangan, dan pantangan apa saja yang ada dalam fase berjalan. Hal ini berguna untuk mengantisipasi dan mempersiapkan apa yang harus Mama lakukan untuk mendukung penuh perkembangan si Kecil.

Berikut Mamasewa telah rangkum semua informasinya, semoga berguna untuk para Mama yang sedang mendampingi si Kecil untuk belajar berjalan.

Kapan Waktu yang Tepat Memberikan Stimulasi Berjalan?

stimulasi berjalan
Photo byNeONBRAND on Unsplash

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), seorang anak umumnya mulai berjalan sekitar usia 12 bulan. Namun hal ini dapat terjadi lebih awal atau lebih lambat tergantung pada perkembangan masing-masing anak. Sebagai pengingat untuk Mama agar tidak khawatir, setiap anak memiliki garis waktu perkembangan yang berbeda-beda.

Mama dapat membantu perkembangan si Kecil dengan memberikan stimulus berjalan di waktu yang tepat. Tapi perlu diingat bahwa jangan sampai ada paksaan kepada si Kecil ya, Mam. Semua membutuhkan proses, termasuk si Kecil yang mustahil beralih dari duduk ke berjalan hanya dalam waktu semalam.

Tips Membantu Stimulasi Berjalan Si Kecil

1. Mulai Stimulasi Berjalan Lebih Awal

Ketika dipegang atau digendong dalam posisi tegak, kebanyakan bayi akan mulai menopang dirinya sendiri dengan kaki pada usia sekitar 4 hingga 5 bulan. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa si Kecil juga akan menekuk lutut dan memantulkan dirinya ke atas dan ke bawah.

Aktivitas berdiri tahap awal ini membuat si Kecil terbiasa berdiri di atas kakinya dan dapat mulai membangun otot di kaki dan pinggul. Mama perlu memperhatikan bahwa pada tahap ini si Kecil belum bisa menopang dirinya secara mandiri, diperlukan sebuah pegangan atau gendongan yang benar-benar erat dan aman untuk menjaga keseimbangannya.

2. Tawarkan Dukungan di Waktu yang Tepat

stimulasi berjalan
Foto oleh William Fortunato dari Pexels

Jika Mama termasuk orang tua yang mudah khawatir dan cemas saat melihat si Kecil mengeksplorasi dunianya terutama saat belajar berjalan, Mama tidak sendiri. Sering kali Mama akan reflek mengulurkan tangan dengan tujuan untuk menangkapnya dari depan dan memberikan motivasi agar segera menyelesaikan langkahnya.

Kebanyakan orang tua percaya bahwa ini adalah cara yang baik untuk menawarkan dukungan ketika si Kecil belajar berdiri. Sayangnya, hal tersebut justru membuat si Kecil memiringkan tubuhnya ke arah depan.

Coba Mama perhatikan. Ketika si Kecil mulai belajar berjalan, ia akan terlihat melangkah dengan cepat dan seolah-olah akan jatuh. Padahal ini karena ia masih belum seimbang dan berusaha mengejar pusat gravitasi secara mandiri. Mama perlu membiarkannya agar dapat melatih kaki mereka tetap kokoh di tanah dan membantu membangun kekuatan otot serta tulang.

3. Stimulasi Berjalan dengan Memperluas Area Jelajahnya

Saat si Kecil sudah mulai terbiasa untuk berusaha berdiri, ia akan mulai menyusuri rumah melalui berbagai perabotan yang dapat ia dijadikan pegangan. Mama dapat memberikan stimulasi berjalan dengan meletakkan mainan di luar jangkauan si Kecil.

Mau tidak mau si Kecil harus bergerak lebih jauh dan merangsangnya untuk berpindah tempat dengan berdiri. Kegiatan ini dapat memperkuat otot pinggul dan pahanya. Seiring berjalannya waktu si Kecil akan menjadi lebih stabil dengan berat badannya.

4. Bertelanjang Kaki Termasuk Stimulasi Berjalan yang Baik

Terapis anak umumnya merekomendasikan agar Mama membiarkan si Kecil bertelanjang kaki sesering mungkin. Di usianya, si Kecil lebih mengandalkan ‘perasaan’ untuk membimbingnya berjalan dengan merasakan tanah atau lantai secara langsung.

Dengan begitu mereka dapat menyesuaikan keseimbangan berdiri sesuai kebutuhan. Permukaan tanah atau lantai yang tidak selalu rata memerlukan penggunaan sendi, otot, dan postur yang berbeda. Si Kecil tidak dapat merasakan hal-hal tersebut saat ia menggunakan sepatu. Hal ini dapat menghambat proses belajar berjalannya.

5. Gunakan Alat Bantu yang Menyenangkan dan Edukatif

stimulasi berjalan
Photo by DICSON on Unsplash

Di Indonesia masih banyak orang tua yang mempercayai bahwa penggunaan baby walker dapat mempercepat proses belajar berjalan si Kecil. Sebaliknya, penelitian mengatakan bahwa baby walker ternyata sangat berbahaya bagi si Kecil.

Push walker bisa menjadi alternatif terbaik yang dapat dipilih Mama untuk membantu proses belajar berjalan si kecil. Selain lebih aman, push walker biasanya dilengkapi dengan berbagai mainan yang menyenangkan dan dapat menambah aktivitas si Kecil.

Mama tak perlu bingung, Mamasewa menyediakan berbagai macam push walker yang dapat membantu stimulasi berjalan si Kecil jauh lebih lancar dan aman. Semua kualitas barang yang ada di Mamasewa juga berkualitas tinggi dengan harga yang sangat terjangkau. Jadi Mama tak perlu lagi bimbang harus membeli perlengkapan si Kecil yang mahal dan hanya digunakan sesaat. Mamasewa hadir sebagai solusi terbaik.

Itulah beberapa tips stimulasi berjalan yang dapat Mama terapkan untuk mendukung perkembangan optimal si Kecil. Selalu semangat mendampingi tumbuh kembang si Kecil ya, Mam!

melatih motorik kasar anak

Melatih Motorik Kasar Anak dengan 5 Cara Tepat

Tumbuh kembang si Kecil adalah momen penting yang tidak boleh Mama lewatkan. Berbagai tahapan akan dilalui seiring dengan bertambahnya usia. Namun apakah Mama tahu cara melatih motorik kasar anak?

Apa yang Dimaksud Motorik Kasar?

Motorik kasar merupakan salah satu kemampuan si Kecil yang harus dikembangkan secara optimal. Keterampilan motorik kasar anak umumnya mendukung gerakan tubuh yang melibatkan otot dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Selain keterampilan otot, motorik kasar juga mencakup kemampuan koordinasi antar anggota tubuh untuk dapat bergerak aktif. Misalnya, kerja sama mata, tangan, dan kaki saat melempar dan menangkap bola.

Mengapa Melatih Motorik Kasar Anak Penting?

Berbagai kemampuan yang tercakup dalam motorik kasar dapat membantu si Kecil dalam menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Melatih motorik kasar anak dapat membantu mengoptimalkan kerja otot dan koordinasinya dengan otak seperti pengaturan keseimbangan dan masih banyak lagi.

Mama pastinya tidak ingin salah satu tahapan tumbuh kembang si Kecil terganggu, kan? Gangguan pada tumbuh kembang si Kecil dapat memberikan dampak jangka panjang yang buruk.

Kemudian, apa Mama sudah tau bagaimana cara untuk melatih motorik kasar anak? Berikut Mamasewa berikan tips melatih motorik kasar anak yang akan membantu Mama dalam memantau tumbuh kembang si Kecil.

Cara Melatih Motorik Kasar Anak dengan Tepat

1. Berikan Ruang untuk Bergerak

melatih motorik kasar anak
mamasewa.com

Saat melatih motorik kasar anak, Mama perlu menyiapkan tempat yang cukup dan aman untuk ruang geraknya karena kegiatan ini melibatkan banyak gerakan aktif. Tidak perlu terlalu lebar, Mama cukup menyesuaikannya dengan ukuran tubuh si Kecil.

Tentunya Mama tidak ingin kegiatan yang berguna untuk melatih motorik kasar anak menjadi malapetaka, kan. Nah, agar lebih aman, Mama dapat menggunakan bumpermat atau playmat saat beraktivitas di lantai.

2. Kegiatan yang Dapat Melatih Kekuatan Otot

Melatih motorik kasar anak dapat dilakukan sejak tahun pertama. Memegang benda atau mainan yang ada di sekitarnya sudah termasuk dalam kegiatan melatih otot tangan untuk menggenggam.

Seiring bertambahnya usia, beban yang mampu dibawa oleh si Kecil semakin bertambah. Misalnya si Kecil sudah mulai bisa membantu Mama membawa belanjaan ringan atau membawa piring makannya sendiri.

Salah satu permainan yang dapat Mama coba untuk melatih motorik kasar anak dalam kekuatan otot adalah lompat tali. Permainan ini dapat melatih kekuatan otot kaki dan keseimbangan. Melakukannya dengan berhitung juga dapat menjadi alternatif si Kecil dalam belajar angka.

3. Melatih Motorik Kasar Keseimbangan

melatih motorik kasar anak
mamasewa.com

Salah satu aspek penting dalam pengembangan motorik kasar si Kecil adalah keseimbangan. Keseimbangan sangat berguna dalam berbagai aktivitas sehari-hari misalnya bersepeda, memakai celana dengan satu kaki yang terangkat, dan masih banyak lagi.

Salah satu permainan melatih keseimbangan yang dapat Mama coba dengan si Kecil adalah trampolin. Pastikan si Kecil sudah cukup umur untuk melakukan permainan ini.

Mama Sewa menyediakan trampolin mini yang aman untuk dimainkan di rumah. Tentunya Mama jadi lebih bisa mengawasi keselamatan si Kecil saat bermain di rumah.

4. Koordinasi Termasuk Melatih Motorik Kasar

Ada berbagai macam permainan yang dapat Mama lakukan bersama si Kecil untuk melatih motorik kasar dalam aspek koordinasi. Aspek yang satu ini menjadi penting karena tidak hanya melibatkan otot namun juga melibatkan organ lainnya termasuk otak.

Permainan rintangan di dalam rumah dapat Mama susun dengan menggunakan furnitur yang aman seperti bantal, selimut, kursi, dan meja. Si Kecil akan ditantang untuk melewati rintangan tersebut dan mencapai suatu tujuan. Kegiatan ini akan melibatkan banyak gerakan aktif dan koordinasi dengan otak untuk menyelesaikan masalah.

Solusi lebih praktisnya, Mama dapat menyewa mainan Pikler Triangle yang sudah pasti aman untuk si kecil di Mama Sewa. Selain melatih koordinasi otot tangan dan kaki, mainan ini juga melatih keseimbangan dan emosi.

5.Buat Semua Kegiatan Menyenangkan

melatih motorik kasar anak
Photo by Gabriel Baranski on Unsplash

Hal terakhir yang tidak kalah penting dari semua tips yang telah dijelaskan di atas adalah jangan lupa untuk bersenang-senang. Si Kecil akan menikmati kegiatan apa pun selama itu menyenangkan.

Jangan lupakan bahwa faktor keamanan juga harus dijaga. Mama perlu memastikan bahwa semua mainan dan barang-barang yang digunakan si Kecil untuk membantu mengambangkan morotik kasarnya berkualitas.

Jadikan momen bermain dan melatih motorik kasar menjadi hal seru!

Tak perlu pusing atau repot, Mama cukup mempercayakan semuanya ke Mamasewa. Semua barang dan mainan sudah pasti terjamin aman dan berkualitas. Pilihan menyewa adalah pilihan terbaik karena si Kecil tumbuh dengan sangat cepat.

Selisih harga yang dibutuhkan untuk membeli dan menyewa mainan juga sangat besar. Pastinya Mama ingin yang lebih hemat, kan? Nah tunggu apalagi? Yuk, langsung cek Mamasewa!

motorik kasar

5 Cara Merangsang Motorik Kasar Si Kecil Sejak Dini

Tahapan tumbuh kembang anak harus dioptimalkan sesuai usianya. Salah satunya, dengan melatih motorik kasar Si Kecil sejak dini. Singkatnya, motorik kasar merupakan kemampuan Si Kecil melakukan gerakan pada bagian-bagian tubuhnya. Bagian tubuh yang digerakkan adalah otot-otot besar yang meliputi tangan, perut dan kaki. Lalu, aktivitas yang ditimbulkan diantaranya duduk, berdiri, berjalan, berenang dan kegiatan lain yang melibatkan gerak tubuhnya.

Merangsang motorik kasar pada Si Kecil perlu dilakukan secara rutin agar perkembangannya optimal. Perkembangan motorik kasar yang optimal dapat membantu kelancaran aktivitasnya sehari-hari. Dengan ketrampilan motorik kasar yang baik, ia bisa berjalan, berlari atau melompat dengan stabil, sehingga tidak membuatnya mudah terjatuh. Kemudian, jika Si Kecil memiliki ketrampilan motorik kasar yang baik, aktivitas-aktivitas dasar seperti makan dan ke kamar mandi juga dapat berjalan lancar.

motorik kasar

Selain itu, perkembangan motorik kasar yang baik juga akan mempengaruhi kinerja motorik halus Si Kecil. Misalnya, ketika ia bisa duduk stabil, maka ketika ia menggambar atau belajar menulis, Si Kecil tidak kesulitan memposisikan badan, sehingga dapat mendukung hasil kerja motorik halusnya.

Lalu, bagaimana cara menstimulasi motorik kasar Si Kecil sejak dini, Ma? Beragam cara dapat Mama lakukan untuk menstimulasi motorik kasar Si Kecil agar perkembangannya optimal. Cara yang paling mudah adalah dengan memberikan mainan maupun permainan yang dapat membantu menstimulasi geraknya. Yuk Ma, simak apa saja yang dapat membantu perkembangan motorik kasar Si Kecil!

Merangsang Motorik Kasar Si Kecil

1. Bermain di Playmat

Playmat adalah alas atau matras yang dibuat secara khusus untuk arena bermain Si Kecil. Di playmat yang biasanya dilengkapi dengan gambar dan warna menarik, dapat mendorong Si Kecil melakukan banyak aktivitas seperti menyentuh, berguling, tengkurap dan measakan tekstur matras. Hal ini dapat menstimulasi Si Kecil untuk mengekplor lingkungan sekitarnya.

Mengajak Si Kecil bermain di playmat dapat melatih fokus dan koordinasi antara penglihatan dan otot tangan atau kakinya. Playmat yang biasa dilengkapi dengan warna-warna menarik serta mainan, dapat menarik perhatian Si Kecil untuk menggerakkan kaki dan tangannya sesering mungkin. Hal ini tentu dapat merangsang motorik kasarnya saat Si Kecil melakukan gerakan-gerakan tubuh.

motorik kasar

2. Belajar Berjalan dengan Push Walker

Saat Si Kecil mulai belajar berjalan, Mama perlu mendukungnya. Salah satu cara agar Si Kecil semakin lancar berjalan, Mama dapat membantunya dengan alat atau mainan seperti push walker. Mainan ini dapat membantu Si Kecil agar berjalan stabil dalam jangka waktu yang lebih lama. Melatih Si Kecil berjalan menggunakan push walker bisa dimulai sejak ia sudah bisa duduk dengan posisi sempurna dan mulai berdiri.

Biasnya, mainan push walker dilengkapi dengan berbagai permainan menarik yang dapat membuat Si Kecil happy. Permainan pada push walker seperti musik, lampu, boneka, dan lainnya, dapat meningkatkan daya tarik Si Kecil. Dengan bermain push walker, otot kaki Si Kecil akan terlatih dan menjadi lebih kuat.

motorik kasar

3. Memainkan Mainan Edukatif Pemukul

Memainkan permainan pukul-memukul seperti palu memukul boneka dan sejenisnya, dapat menstimulasi otot tangan Si Kecil. Biasanya permainan memukul ini dilengkapi dengan tambahan fitur yang dapat menarik perhatiannya seperti bunyi dan lampu. Sehingga, Si Kecil tertarik untuk mengulangnya berkali-kali. Hal ini secara tidak langsung dapat melatih otot tangannya menjadi lebih kuat. Sehingga kemampuan motorik kasarnya meningkat.

4. Bermain Bola

Mengajak Si Kecil bermain menggunakan mainan sejenis bola dapat efektif membantu merangsang motorik kasarnya. Untuk merangsang motorik kasar Si Kecil, Mama bisa memberikan bola dengan bahan yang lembut. Stimulasi akan terjadi ketika ia memainkan bola dan bergerak ke sana kemari untuk mengejar bola tersebut. Secara tidak langsung motorik kasarnya akan terlatih dengan permainan bola tadi.

5. Bersepeda Roda Tiga

Saat Si Kecil memasuki usia satu tahun ke atas, Mama dapat melatih motorik kasarnya dengan belajar bersepeda. Aktivitas bersepeda bisa dimulai dengan melatihnya bersepeda roda tiga terlebih dahulu, yang memungkinkan Si Kecil mampu mengendalikan keseimbangan. Bersepeda akan memperkuat otot kakinya dan melatih keseimbangan tubuh. Selain itu kecerdasan parsial Si Kecil juga dapat meningkat dengan aktivitas bersepeda. Jika dilakukan terus-menerus bersepeda sngat baik untuk menstimulasi motorik kasar Si Kecil agar tumbuh kembangnya optimal.

Beragam cara bisa Mama lakukan untuk merangsang motorik kasar Si Kecil. Cara-cara di atas merupakan kegiatan sederhana yang secara tidak langsung dapat melatih perkembangan motorik kasar anak. Mama nggak perlu bingung ke mana harus membeli mainan-mainan untuk stimulasi motorik Si Kecil, karena Si Kecil bisa memiliki mainan tersebut di Mamasewa.com. Tidak perlu membeli Ma, sewa aja dulu. Selain menghemat budget, Mama juga tidak perlu khawatir mainan tersebut nggak terpakai lagi nantinya saat Si Kecil sudah tidak membutuhkan. Mamasewa.com menyediakan playmat, push walker dan berbagai mainan lainnya yang dapat disewa dengan mudah dan murah. Mama pun tidak repot dalam mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil. Yuk Ma, sewa mainan Si Kecil sekarang juga!