Ketika Lebaran, kita mungkin akan bertemu dengan saudara yang tinggal jauh atau sudah lama tidak bertemu. Jadi, wajar kalau kebanyakan orang ingin saling memeluk atau sekedar bersalaman. Nah, meski ini dianggap sebagai bentuk penghormatan atau keakraban, nyatanya tidak semua orang merasa nyaman dengan sentuhan fisik dari orang lain—termasuk anak-anak. Jadi, bagaimana sih cara belajar consent di usia dini supaya anak bisa tetap belajar menghargai batasan dirinya tanpa kehilangan kesopanan? Yuk, simak caranya!
Cara Mengajarkan Anak Belajar Consent di Usia Dini Saat Lebaran
Mengajarkan consent (persetujuan diri) sejak dini bukan berarti membuat anak menjadi tidak sopan, tetapi justru ini bisa menjadi kesempatan untuk membekali mereka dengan pemahaman tentang batasan tubuh dan rasa hormat terhadap diri sendiri maupun orang lain. Berikut adalah tujuh cara praktis yang bisa diterapkan saat Lebaran.
1. Ajarkan Anak untuk Mengenali Hak atas Tubuhnya

Mama bisa mulai dengan menjelaskan bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri. Katakan bahwa mereka boleh menolak jika merasa tidak nyaman dengan sentuhan, termasuk pelukan atau ciuman dari kerabat.
Namun, mereka perlu menyampaikannya dengan cara yang sopan, seperti “Aku tidak mau kalau dipeluk.”
Baca Juga: 9 Adab Silaturahmi Saat Lebaran, Ajarkan Ini pada Anak-anak
2. Beri Alternatif Salam yang Lebih Nyaman
Tidak ingin dicium atau dipeluk bukan berarti anak tidak sopan. Mereka hanya merasa tidak nyaman dan Mama perlu memahami itu. Terlebih jika orang tersebut “asing” bagi anak—meski sebenarnya masih saudara.
Untuk menghindari orang-orang yang judgmental, ajarkan anak alternatif lain, seperti berjabat tangan, tos, atau melambaikan tangan sebagai bentuk salam. Dengan begitu, mereka tetap bisa menghormati orang lain tanpa melanggar batas kenyamanan mereka sendiri.
3. Beri Contoh dengan Menghormati Pilihan Anak
Jika anak menolak untuk dipeluk atau dicium, hormati keputusannya. Jangan memaksa atau berkata, “Ayo, jangan malu-malu!” karena ini bisa membuat anak merasa bersalah.
Ketika orang tua menunjukkan bahwa pendapat anak dihargai, mereka akan lebih percaya diri dalam menetapkan batasan.
Baca Juga: 7 Alasan Pentingnya Mendengarkan Pendapat Anak Menurut Psikolog
4. Latih Anak untuk Menolak dengan Sopan

Beberapa orang dewasa mungkin belum memahami konsep consent dan bisa merasa tersinggung atau menganggap anak Anda tidak sopan ketika mereka menolak dicium atau dipeluk.
Jadi, ada bagusnya kalau Mama juga mengajarkan anak cara menolak dengan sopan, seperti, “Maaf, aku lebih suka tos saja,” atau “Aku senang ketemu tante, tapi aku tidak mau dicium.”
5. Bantu Jelaskan Maksud Anak
Agar anak tidak selalu berada dalam posisi sulit, komunikasikan dengan keluarga besar tentang batasan yang ingin diterapkan.
Jelaskan bahwa anak sedang belajar mengenali hak atas tubuhnya dan bahwa ada cara lain untuk menunjukkan rasa hormat selain sentuhan fisik. Jadi, mintalah mereka untuk ikut menghargai keinginan anak Anda.
Baca Juga: Mengelola Ekspektasi Keluarga Besar: Pentingnya Menjaga Keseimbangan Hidup
6. Ajarkan Anak untuk Menghormati Batasan Orang Lain
Selain mengajarkan anak untuk menetapkan batasan, penting juga untuk menanamkan bahwa mereka harus menghormati batasan orang lain.
Contohnya, jika teman atau sepupu mereka tidak ingin dipeluk, maka itu harus dihargai. Ini membantu anak memahami bahwa consent berlaku untuk semua orang—bukan hanya dirinya sendiri.
7. Beri Anak Kesempatan untuk Berlatih

Anak-anak belajar dengan lebih baik melalui pengalaman langsung. Sebelum Lebaran, latih anak dengan bermain peran yang medianya bisa Mama temukan di Mamasewa!
Biarkan anak mencoba berbagai cara menyapa, seperti tos, lambaian tangan, atau salam verbal. Dengan latihan ini, anak akan lebih percaya diri saat menghadapi situasi sebenarnya dan bisa dengan sopan menolak sentuhan yang tidak diinginkan.
Baca Juga: Tips Menghadapi Kritik Pengasuhan Anak, Cara Keren Wajib Dicoba!
Itulah cara belajar consent di usia dini yang bisa Mama ajarakan pada si kecil. Meski akan selalu ada tantangannya, mengajarkan consent sejak dini adalah langkah penting dalam membantu anak memahami pentingnya menghormati batasan. Dengan cara ini, mereka bisa tetap menjaga kesopanan saat Lebaran tanpa merasa terpaksa melakukan hal yang tidak nyaman bagi mereka.































































