Perih tapi nggak berdarah. Mungkin itulah yang Mama rasakan saat melihat anak tampak lebih dekat dengan pengasuhnya. Setelah seharian bekerja, yang kita rindukan adalah pelukan hangat si kecil—tapi justru ia menolak dan ingin bersama pengasuhnya. Meski bisa membuat sedih, kenyataannya hal ini wajar terjadi dan bisa dijelaskan secara sains.
Namun jangan khawatir, kedekatan itu bukan berarti Mama kehilangan cinta dari si kecil. Lantas, apa yang bisa Mama lakukan? Temukan jawabannya di sini!
Baca Juga: Tips Atur Waktu untuk Working Mom: Karier dan Keluarga Lebih Seimbang
Kenapa Anak Bisa Lebih Dekat dengan Pengasuh?

Secara psikologis, anak akan membangun ikatan terkuat dengan figur yang paling sering hadir dalam rutinitasnya. Dalam teori attachment, hal ini disebut sebagai “secure base” yang melibatkan seseorang yang membuat anak merasa aman, tenang, dan terlindungi.
Bagi anak yang lebih banyak menghabiskan waktu bersama pengasuh, wajar bila mereka menaruh rasa nyaman dan kelekatan di sana. Mengingat, pengasuhnya adalah sosok yang mengganti popok, menemaninya makan, bermain, bahkan menenangkan saat menangis.
Tapi penting untuk diingat bahwa ikatan anak dengan pengasuh tidak menggantikan posisi orang tua. Itu artinya, anak tetap membutuhkan kehadiran emosional Mama dan Papa, terutama dalam memberi rasa aman dan cinta tanpa syarat.
Baca Juga: Tantangan Menjadi Working Mom dan Cara Cerdas Menghadapinya
Lantas Bagaimana Orang Tua Sebaiknya Menyikapi Ini?
Perasaan cemburu saat anak tampak lebih dekat dengan pengasuh memang manusiawi, apalagi bagi orang tua yang bekerja. Tapi daripada larut dalam rasa bersalah, lebih baik fokus pada hal-hal kecil yang bisa memperkuat kembali koneksi dengan anak. Sebab, kedekatan tidak selalu ditentukan oleh waktu, melainkan oleh kualitas kehadiran dan rasa aman yang kita ciptakan.
1. Ciptakan Rutinitas Kecil yang Hanya “Milik Berdua”

Misalnya, membacakan buku sebelum tidur, menyisir rambutnya setiap pagi, atau punya lagu khusus yang selalu dinyanyikan sebelum berpisah. Rutinitas sederhana tapi penuh makna ini membantu anak merasa punya momen spesial hanya dengan Mama. Lama-kelamaan, kebiasaan kecil ini akan menjadi simbol kedekatan emosional yang kuat walau tak seharian bersama.
Baca Juga: Multitasking Bukan Superpower: 7 Tips Mengatur Waktu antara Pekerjaan dan Keluarga untuk Ibu WFH
2. Hadir Sepenuhnya saat Bersama
Ketika waktu bersama anak terbatas, kehadiran yang utuh jauh lebih berharga daripada durasi panjang yang diselingi distraksi. Letakkan ponsel, hentikan pekerjaan, dan berikan perhatian penuh. Anak tidak menuntut kesempurnaan, mereka hanya butuh merasa dilihat dan didengar.
3. Manfaatkan Momen Perpisahan dan Pertemuan Sebaik Mungkin
Saat berpamitan ke kantor, peluk anak dan ucapkan afirmasi positif seperti, “Mama kerja dulu ya, nanti kita main lagi.” Begitu pulang, sambut ia dengan senyum dan pelukan hangat sebelum menanyakan hal lain. Gestur kecil ini membantu anak merasa aman dan dicintai meski ada jarak sementara.
Baca Juga: Duck Syndrome pada Orang Tua: Tenang di Luar, Ambyar di Dalam
4. Libatkan Pengasuh dalam Kerja Sama, Bukan Kompetisi

Bangun komunikasi yang baik dengan pengasuh karena ia adalah bagian dari tim pengasuhan. Sampaikan nilai-nilai yang ingin Mama tanamkan agar pola asuh tetap konsisten di rumah. Ketika pengasuh dan orang tua bekerja sama, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang stabil dan penuh kasih.
5. Manfaatkan Teknologi untuk Tetap Terhubung
Video call singkat di sela jam istirahat kerja bisa menjadi cara sederhana namun berarti untuk menjaga koneksi. Mendengar suara atau melihat wajah Mama, meski sebentar, bisa menenangkan hati anak. Hal-hal kecil seperti ini membantu menjaga rasa kedekatan meski tidak selalu bersama secara fisik.
Baca Juga: Menjaga Hubungan saat LDM: Tips Jitu Agar Hubungan Jarak Jauh Tetap Harmonis
6. Luangkan Waktu Berkualitas di Akhir Pekan
Gunakan akhir pekan sebagai “hari keluarga tanpa distraksi.” Entah bermain di taman, memasak bersama, atau sekadar menonton kartun favorit, yang penting anak merasa diperhatikan. Anak tidak mengingat berapa lama Mama bersamanya, tapi bagaimana rasanya saat bersama Mama.
7. Berhenti Membandingkan Diri

Setiap hubungan anak–orang tua unik dan tak bisa disamakan. Ukuran kedekatan bukan dari seberapa sering anak memeluk, melainkan dari rasa aman dan percaya yang tumbuh di hatinya. Percayalah, cinta anak kepada Mamanya tidak berkurang sedikit pun.
Baca Juga: Stranger Anxiety pada Anak, Bagaimana Cara Mengatasinya?
Menjadi orang tua yang balance di tengah kesibukan memang bukan hal mudah. Namun, bukan berarti Mama tidak bisa melakukan apa-apa untuk membersamai tumbuh kembang si kecil. Dengan berusaha hadir dan menciptakan waktu berkualitas bersama si kecil, anak-anak akan mengerti.
Nah, untuk membuat quality time makin menyenangkan, Mama bisa sewa berbagai mainan menarik di Mamasewa untuk dimainkan bersama anak. Praktis, hemat, dan bisa disesuaikan dengan tahap usia anak. Yuk, wujudkan waktu bersama yang lebih seru dan berkesan bersama Mamasewa!































































