Kehadiran adik baru seringkali menjadi momen menggembirakan bagi orang tua, tapi belum tentu bagi si kakak. Banyak anak yang menunjukkan rasa cemburu karena perhatian orang tua yang sebelumnya penuh, kini harus terbagi. Rasa ini wajar dan manusiawi. Namun, orang tua tetap perlu peka dan proaktif dalam menghadapi anak yang cemburu pada adik baru. Bagaimana caranya? Simak tipsnya di sini!
Baca Juga: Big Sibling Blues, Ketika Kakak Cemburu dengan Adiknya
7 Tips Menghadapi Anak yang Cemburu pada Adik Baru
Jangan pernah menyalahkan anak kalau mereka merasa cemburu dengan kehadiran anggota baru di rumah. Sebaliknya, anak-anak yang lebih besar justru perlu “perhatian ekstra”. Bukan bermaksud mengabaikan kebutuhan bayi yang baru lahir, tapi Mama dan Papa harus bekerja sama agar para kakak tetap merasa diperhatikan, didengar, dan dicintai dengan utuh. Berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan.
1. Validasi Perasaan Si Kakak

Jangan buru-buru menyuruh anak “jangan cemburu” atau “harus sayang sama adik”. Sebaliknya, bantu mereka mengenali emosinya dan beri ruang untuk mengekspresikannya. Biarkan juga mereka menerima kehadiran adik barunya pelan-pelan tanpa membebani mereka dengan perasaan bahwa kakak harus sayang pada adiknya atau kakak harus bisa jadi contoh yang baik.
Baca Juga: Langkah Mempersiapkan Anak Menjadi Kakak, Bantu Mereka Lebih Siap
2. Libatkan Anak dalam Merawat Adik
Biarkan kakak membantu dalam hal kecil seperti mengambil popok atau menyanyikan lagu untuk adik. Ini bisa menumbuhkan rasa memiliki dan peran baru yang positif. Jangan lupa beri apresiasi saat mereka menunjukkan perhatian maupun bantuan, sekecil apa pun itu.
3. Jadwalkan Waktu Khusus Bersama Kakak
Ciptakan rutinitas harian yang hanya melibatkan kakak dan orang tua, meski hanya 10-15 menit. Misalnya, membaca buku sebelum tidur atau bermain bersama. Waktu eksklusif ini sangat berarti untuk mengisi ulang “tangki cinta” si kakak.
Baca Juga: Cara Mengisi Tangki Cinta Anak, Jangan Sampai Sampai Haus Kasih Sayang!
4. Ceritakan Peran Kakak Lewat Dongeng atau Buku

Gunakan cerita bergambar tentang sosok kakak yang penyayang dan tangguh untuk memberi gambaran ideal tanpa menggurui. Pendekatan ini membantu anak memahami perannya secara halus dan menyenangkan. Biasanya anak-anak juga lebih menyerap nilai-nilainya jika ditunjukkan melalui contoh yang tidak langsung.
5. Jangan Bandingkan dengan Adik
Kalimat seperti “adik aja nggak rewel” justru memperdalam luka emosional kakak. Fokuslah pada apresiasi perilaku positifnya tanpa menempatkan adik sebagai tolok ukur. Setiap anak unik dan berharga dengan caranya masing-masing. Selain itu, dorong anggota keluarga lain untuk tidak ikut-ikut membandingkan kakak dengan adiknya. Jika ada yang melakukan itu, segera koreksi di depan anak dan katakan bahwa mereka juga anak yang baik.
Baca Juga: 10 Bahaya Membandingkan Anak, Sama Sekali Tidak Memotivasi!
6. Jaga Konsistensi Aturan dan Perhatian
Jangan melonggarkan batasan hanya karena merasa bersalah. Sebaliknya, tetaplah konsisten namun penuh empati dalam menerapkan aturan. Anak akan merasa aman ketika rutinitas dan aturan tidak berubah walau keluarga bertambah anggota.
7. Waspadai Tanda-Tanda Stres Berlebih

Jika anak menunjukkan regresi ekstrem, seperti ngompol padahal sudah lulus toilet training, tantrum terus-menerus, atau menolak makan, mungkin mereka butuh lebih dari sekadar perhatian biasa. Mama perlu lebih atentif bahkan mungkin mengonsultasikannya pada psikolog anak jika perlu. Lebih baik segera ditangani daripada menunggu masalah membesar bukan?
Baca Juga: Stress Language Anak: Apa Itu dan Macam-macamnya
Perjalanan menjadi kakak tidak selalu mudah. Oleh karena itu, peran orang tua yang konsisten dan penuh pengertian sangat diperlukan untuk membantu para kakak menerima kehadiran anggota keluarga baru serta membangun hubungan yang sehat dengan adiknya.
Bila Mama sedang menyesuaikan rutinitas dengan dua anak atau lebih, jangan ragu untuk meringankan beban dengan menyewa perlengkapan anak dan bayi di Mamasewa. Mulai dari double stroller, baby carrier, hingga mainan edukatif yang sesuai dengan usia kakak, semua bisa Mama sewa sesuai kebutuhan. Praktis, hemat, dan tetap nyaman untuk keluarga!































































