Memasukkan ikan ke dalam menu MPASI merupakan langkah cerdas untuk mencukupi kebutuhan protein, omega-3, dan zat besi bayi. Namun, tidak sedikit orang tua yang masih ragu karena khawatir alergi, duri tersembunyi, atau rasa amis yang kurang disukai si kecil. Artikel ini akan memberikan panduan memasak ikan untuk MPASI yang aman dan mudah diikuti, sekaligus menjawab pertanyaan umum seputar jenis ikan terbaik, teknik memasak yang tepat, dan cara menyajikannya agar bayi makan dengan lahap.
7 Tips dalam Panduan Memasak Ikan untuk MPASI
Memasak ikan untuk MPASI tidak bisa disamakan dengan memasak ikan untuk orang dewasa. Selain harus memastikan ikan matang sempurna dan bebas dari duri, orang tua juga perlu memperhatikan rasa, tekstur, dan kemungkinan reaksi alergi pada bayi.
Maka dari itu, penting untuk memahami langkah-langkah dasar yang tepat agar si kecil bisa mendapatkan manfaat nutrisi dari ikan tanpa risiko yang tidak diinginkan. Berikut ini adalah 7 tips praktis yang bisa membantu Anda memasak ikan untuk MPASI dengan cara yang aman, sehat, dan disukai bayi.
1. Pilih Ikan yang Aman dan Rendah Merkuri

Mulailah dengan ikan yang teksturnya lembut, tidak berbau amis menyengat, dan rendah kandungan merkuri seperti salmon, dori, nila, kakap, atau kembung. Hindari dulu ikan laut besar seperti tuna atau tongkol karena cenderung mengandung lebih banyak merkuri.
Baca Juga: 3 Resep Olahan Salmon untuk Variasi Menu MPASI, Yuk Bikin di Rumah!
2. Pastikan Ikan Segar dan Bersih
Gunakan ikan segar yang tidak berbau busuk atau amis tajam. Bersihkan dengan air mengalir, buang bagian dalam dan duri halusnya. Jika memungkinkan, pilih fillet ikan agar lebih mudah diolah dan tidak terlalu banyak tulang.
3. Masak Ikan Hingga Matang Sempurna
Untuk bayi, ikan harus dimasak matang sempurna untuk memastikan bakteri mati. Kukus, rebus, atau tumis ringan adalah metode terbaik. Sebaliknya, hindari menggoreng karena bisa menambah lemak dan membuat tekstur terlalu keras.
Baca Juga: 5 Ide MPASI Ikan Bernutrisi, Anak Pasti Suka!
4. Haluskan Sesuai Usia dan Tahapan MPASI

Untuk bayi 6-8 bulan, hancurkan atau blender hingga teksturnya benar-benar lembut dan mudah ditelan. Sementara, untuk bayi lebih besar (8–12 bulan), ikan bisa disuwir halus sebagai finger food atau campuran nasi tim.
5. Campurkan dengan Bahan yang Netral dan Kaya Nutrisi
Ikan bisa dikombinasikan dengan bahan lain seperti kentang, wortel, brokoli, atau nasi. Ini akan menambah rasa, nutrisi, dan membuat si kecil tidak cepat bosan.
Baca Juga: 7 Ikan yang Tidak Boleh untuk MPASI, Apa Alasannya?
6. Perhatikan Reaksi Alergi
Meskipun ikan adalah sumber protein yang baik, sebagian bayi mungkin sensitif terhadap jenis tertentu. Mulailah dengan satu jenis ikan, sajikan selama 3 hari berturut-turut (aturan 3 hari) untuk melihat apakah si kecil menunjukkan tanda-tanda alergi atau tidak.
7. Simpan dan Panaskan dengan Benar

Jika membuat stok MPASI dengan ikan, simpan dalam wadah tertutup dan bekukan. Jangan dipanaskan lebih dari sekali. Gunakan slow cooker atau pengukus untuk menghangatkan dengan merata.
Baca Juga: Ikan yang Bagus untuk MPASI, Mulai Lele sampai Salmon
Memperkenalkan ikan sebagai sumber protein hewani untuk MPASI tidak harus rumit, asal tahu cara yang tepat. Dengan panduan memasak ikan untuk MPASI ini, Mama bisa menyajikan menu lezat, bergizi, dan tetap aman untuk bayi tercinta.
Untuk pengalaman MPASI yang lebih praktis, yuk sewa perlengkapan yang dibutuhkan seperti kursi makan dan food processor di Mamasewa. Cek koleksinya di sini!































































