Memulai MPASI (Makanan Pendamping ASI) adalah salah satu fase penting dalam tumbuh kembang bayi. Momen ini sering kali penuh antusiasme, tetapi juga bisa menjadi tantangan bagi orang tua. Dari bayi yang menolak makan hingga bingung memilih metode MPASI yang tepat, berbagai kendala bisa muncul di awal perjalanan ini. Agar Mama lebih siap menghadapi tantangan MPASI pertama, yuk, simak apa saja kendala yang sering terjadi dan bagaimana cara mengatasinya!
Tantangan MPASI Pertama dan Cara Mengatasinya
Saat memulai MPASI, banyak orang tua menghadapi berbagai kesulitan yang bisa membuat proses ini terasa melelahkan. Beberapa tantangan ini wajar terjadi karena bayi masih beradaptasi dengan makanan padat dan Mama pun juga sedang belajar menyediakan makanan untuk si kecil. Berikut adalah beberapa kendala umum yang sering dialami serta cara mengatasinya.
1. Bayi Menolak Makan

Beberapa bayi mungkin menutup mulut, melepeh makanan, atau bahkan memalingkan wajah saat diberikan MPASI. Ini bisa terjadi karena bayi belum siap menerima tekstur baru, masih kenyang dari ASI, atau merasa tidak nyaman dengan suasana makan.
Untuk mengatasinya, pastikan bayi dalam kondisi lapar tetapi tidak rewel saat makan. Selanjutnya, coba berikan makanan dengan tekstur yang lebih sesuai dan buat suasana makan yang menyenangkan tanpa paksaan agar bayi tidak merasa tertekan.
Baca Juga: Anti Mubazir, 7 Peralatan MPASI Ini Bisa Pakai yang Ada atau Sewa Aja!
2. Muntah Setelah Makan
Beberapa bayi mungkin muntah setelah makan karena kaget dengan tekstur makanan baru atau makan terlalu cepat. Muntah juga bisa terjadi jika bayi mengalami refluks ringan.
Jika ini sering terjadi, coba berikan makanan dalam porsi lebih kecil dan pastikan bayi duduk tegak saat makan. Jangan memaksa bayi untuk makan lebih banyak dari yang mereka mampu agar perutnya tidak terasa penuh secara tiba-tiba.
3. Memilih Metode MPASI
Ada metode konvensional dengan puree dan metode BLW yang memberikan makanan dalam bentuk utuh. Kebingungan ini muncul karena banyaknya informasi yang beredar sehingga sulit menentukan mana yang terbaik.
Sebenarnya, tidak ada metode yang paling benar. Orang tua bisa mengombinasikan keduanya sesuai kesiapan bayi. Perhatikan respons bayi dan sesuaikan dengan kebutuhan keluarga agar MPASI lebih fleksibel dan tidak membingungkan.
Baca Juga: Food Chaining, Solusi Cerdas untuk Anak yang Susah Makan
4. Bayi Pilih-pilih Makanan

Beberapa bayi hanya mau makan jenis makanan tertentu dan menolak mencoba yang lain. Biasanya, ini terjadi karena adaptasi terhadap rasa dan tekstur baru membutuhkan waktu. Jadi, jangan khawatir jika bayi menolak makanan baru dalam beberapa kali percobaan.
Kenalkan makanan baru secara bertahap dan ulangi hingga 10-15 kali dengan variasi penyajian agar bayi lebih terbiasa. Jangan memaksa bayi makan karena bisa membuatnya trauma dan semakin menolak makanan tersebut.
5. Sembelit Setelah MPASI
Sistem pencernaan bayi masih beradaptasi dengan makanan padat, sehingga sembelit bisa menjadi masalah umum. Terlalu banyak asupan serat dan kurangnya cairan sering kali menjadi penyebab utama.
Jika bayi mengalami sembelit, pastikan bayi mendapatkan cukup cairan, baik dari ASI maupun air putih sesuai usianya, dan lakukan pijat ILU.
Baca Juga: Resep MPASI untuk Bayi Sembelit, Bantu Si Kecil Lancar BAB
6. Bayi Lebih Suka Bermain daripada Makan
Banyak bayi yang lebih tertarik untuk mengeksplorasi makanan dengan tangan mereka, membuang makanan, atau sibuk melihat sekeliling saat makan. Ini merupakan hal yang normal karena bayi sedang belajar mengenali tekstur dan warna makanan.
Agar tidak frustrasi, biarkan bayi bereksplorasi tetapi tetap dengan batasan, misalnya dengan menggunakan alas makan khusus agar tidak terlalu berantakan. Berikan makanan dalam potongan kecil yang mudah digenggam jika bayi lebih suka makan sendiri.
7. Berat Badan Bayi Turun

Saat mulai MPASI, beberapa bayi mengalami penurunan berat badan atau pertumbuhan yang melambat. Hal ini bisa terjadi karena mereka masih dalam tahap belajar makan sehingga asupan makanan padat belum optimal atau karena frekuensi menyusu berkurang terlalu cepat. Selain itu, jika MPASI yang diberikan terlalu encer atau rendah kalori, bayi mungkin tidak mendapatkan energi yang cukup.
Untuk mengatasinya, pastikan MPASI memiliki tekstur dan kandungan nutrisi yang sesuai dengan usianya, tetap berikan ASI atau susu formula, serta pantau kenaikan berat badan bayi secara berkala dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Baca Juga: Penggunaan Garam dan Gula untuk MPASI, Bolehkah?
MPASI pertama memang penuh tantangan, tetapi dengan persiapan yang tepat, proses ini bisa berjalan lebih lancar dan menyenangkan. Jika Mama ingin membuat MPASI lebih praktis, Mamasewa menyediakan berbagai perlengkapan seperti kursi makan bayi dan food processor multifungsi untuk membuat MPASI lebih praktis. Yuk, sewa sekarang!































































