Setelah liburan panjang yang penuh keseruan, beberapa anak mungkin merasa malas, lesu, bahkan rewel saat harus kembali ke sekolah atau aktivitas hariannya. Kondisi ini sering disebut sebagai holiday blues, di mana anak merasa kehilangan suasana liburan yang menyenangkan. Jadi, apa ya yang haru Mama lakukan untuk mengatasi holiday blues pada anak? Berikut tipsnya!
Apa Itu Holiday Blues?

Holiday blues adalah perasaan sedih, lesu, atau kurang bersemangat yang muncul setelah masa liburan berakhir. Pada anak, kondisi ini bisa terlihat dari perubahan suasana hati, kurangnya motivasi untuk kembali ke sekolah, atau bahkan keluhan fisik seperti lelah dan sulit berkonsentrasi.
Holiday blues bisa terjadi karena anak merasa kehilangan waktu bebas yang menyenangkan, sulit beradaptasi kembali dengan rutinitas, atau mengalami kelelahan setelah liburan yang padat.
Syukurlah, kondisi ini hanya bersifat sementara dan bisa diatasi dengan beberapa langkah sederhana agar anak lebih mudah beradaptasi kembali ke kesehariannya.
Baca Juga: Tradisi Liburan Sekolah di Berbagai Negara, Pergi ke Rumah Nenek sampai Kursus Tambahan
Cara Mengatasi Holiday Blues pada Anak
Agar anak bisa kembali semangat menjalani rutinitas setelah liburan, ada beberapa cara yang bisa Mama lakukan. Berikut ini tujuh cara efektif untuk membantu anak mengatasi holiday blues.
1. Berikan Waktu untuk Transisi

Jangan terlalu buru-buru meminta anak langsung kembali ke rutinitas penuh setelah liburan. Biarkan mereka beradaptasi secara bertahap, misalnya dengan membiasakan tidur lebih awal beberapa hari sebelum sekolah dimulai.
Selain itu, ajak anak untuk mulai melakukan kegiatan sederhana seperti membaca buku atau menyiapkan perlengkapan sekolah agar mereka lebih siap menghadapi hari pertama.
Baca Juga: Pro Kontra Mengantar Anak Sekolah: Manfaat dan Hal yang Harus Dihindari
2. Buat Rutinitas Pagi yang Menyenangkan
Agar anak lebih bersemangat di pagi hari, buat suasana yang menyenangkan dan bebas stres. Bisa dengan memutar musik favorit saat sarapan, menyediakan menu kesukaan mereka, atau membuat tantangan kecil seperti “siapa yang bisa berpakaian paling cepat?”. Dengan begitu, anak akan lebih mudah bangun pagi dan kembali ke ritme kesehariannya.
3. Bantu Anak Mengenang Momen Liburan dengan Positif
Daripada merasa sedih karena liburan telah usai, ajak anak untuk mengenang momen menyenangkan dengan cara yang positif. Bisa dengan membuat scrapbook dari foto-foto liburan atau menuliskan pengalaman seru mereka di jurnal. Jika memungkinkan, rencanakan aktivitas kecil yang mirip dengan momen liburan, seperti piknik di halaman rumah atau menonton film bersama keluarga.
Baca Juga: Core Memory Anak: Apa Itu dan Bagaimana Menciptakannya
4. Berikan Aktivitas yang Menarik

Untuk menghindari perasaan bosan setelah liburan, coba berikan anak kegiatan yang menarik di rumah. Misalnya, dengan menyewakan mainan edukatif dari Mamasewa, mencoba aktivitas seni seperti melukis, atau memasak makanan favorit bersama.
5. Ajarkan Anak untuk Fokus pada Hal-hal yang Dinantikan
Anak akan lebih mudah beradaptasi jika mereka memiliki sesuatu yang dinantikan. Bantu mereka melihat sisi positif dari kembali ke rutinitas, misalnya bertemu teman-teman sekolah, mengikuti ekstrakurikuler yang mereka sukai, atau mencoba perlengkapan sekolah baru. Dengan begitu, mereka bisa lebih antusias menghadapi hari-hari setelah liburan.
Baca Juga: Bukan Bodoh, Anda Hanya Perlu Tahu Cara Melatih Fokus Anak
6. Pastikan Anak Mendapatkan Istirahat yang Cukup
Salah satu alasan anak sulit kembali ke rutinitas adalah pola tidur yang berubah selama liburan. Pastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup dengan mulai mengatur jadwal tidur lebih awal beberapa hari sebelum sekolah dimulai.
7. Bangun Koneksi Emosional dengan Anak

Jika anak masih merasa sedih atau enggan kembali ke rutinitas, berikan mereka waktu untuk berbicara dan mengekspresikan perasaannya. Tunjukkan empati dan dengarkan keluhannya tanpa menghakimi. Mama juga bisa memberi afirmasi positif seperti, “Aku tahu kamu masih ingin liburan, tapi ada banyak hal seru yang bisa kita lakukan setelah ini.” Dengan begitu, anak akan merasa lebih didukung dan siap untuk kembali ke kesehariannya.
Baca Juga: Tanda-tanda Stres pada Anak karena Sekolah, Orang Tua Bisa Apa
Holiday blues pada anak adalah hal yang wajar setelah liburan panjang. Namun, dengan pendekatan yang tepat, anak bisa kembali bersemangat menjalani rutinitas tanpa rasa malas atau sedih yang berkepanjangan.































































