Bulan Desember memang identik dengan suasana liburan. Selain bertepatan dengan Natal dan pergantian tahun baru, ini juga waktunya libur sekolah. Coba, siapa di sini yang sudah punya rencana mengajak si kecil liburan keluarga? Namun, selain mengajak anak pergi berlibur, ternyata ada banyak tradisi liburan sekolah di berbagai negara yang unik dan tak kalah menarik, lho. Yuk, intip siapa tahu bisa menginspirasi Mama!
Tradisi Unik Liburan Sekolah di Berbagai Negara
Percaya nggak kalau libur sekolah bukan cuma bisa dimanfaatkan untuk pergi berlibur dan jalan-jalan. Buktinya, ada anak sekolah di luar sana yang justru memanfaatkan waktu liburnya untuk ambil kursus tambah! Wah, kira-kira Mama tim yang pro atau kontra nih?
1. Indonesia

Musim liburan sekolah di Indonesia biasanya berlangsung pada pertengahan tahun dan akhir tahun seperti sekarang ini. Nah, selama masa liburan, banyak keluarga memanfaatkan waktu ini untuk pergi berlibur, mudik ke rumah kakek nenek, atau menghadiri acara keluarga.
Nah, kalau Mama sudah berencana mengajak si kecil pergi berlibur, jangan lupa siapkan semua perlengkapan traveling yang Mama butuhkan. Untuk memudahkan persiapannya, sewa aja perlengkapannya di Mamasewa.
2. Thailand
Di Thailand, liburan sekolah sering kali bertepatan dengan Songkran. Nah, Songkran sendiri adalah perayaan Tahun Baru tradisional Thailand yang berlangsung pada pertengahan April. Dalam acara ini, anak-anak dan keluarga ikut serta dalam perang air yang katanya bisa membawa keberuntungan. Jadi, ini benar-benar menjadi momen yang sempurna untuk menghabiskan waktu bersama keluarga sekaligus belajar tradisi budaya.
BACA JUGA: 6 DESTINASI LIBURAN MUSIM SALJU DI ASIA, NGGAK KALAH DENGAN EROPA!
3. Jepang

Nah, kalau anak-anak Jepang agak berbeda nih, Mam. Saat liburan sekolah tiba, anak-anak Jepang masih harus menyelesaikan tugas sekolahnya, seperti menyelesaikan buku kerja (jisshu-chou), proyek sains, kerajinan tangan, atau membuat jurnal harian.
Jangan kaget, budaya pendidikan di sana memang cukup ketat. Bahkan banyak anak menghadiri juku (tempat les tambahan) selama liburan untuk mengejar pelajarannya di sekolah atau mempersiapkan ujian.
4. Korea Selatan
Mirip dengan di Jepang, murid-murid di Korea juga lebih sering menghadiri kursus tambahan intensif (hakwon) saat liburan sekolah. Bahkan beberapa hakwon memiliki program full day lho, Mam!
Jadi, apa yang Mama lihat di drakor itu memang cukup menggambarkan keadaan aslinya. Dengan budaya pendidikannya yang sangat kompetitif, anak-anak Korea Selatan menganggap liburan sebagai waktu untuk “mengejar” pelajaran.
BACA JUGA: TIPS CERDAS LIBURAN KELUARGA BUDGET FRIENDLY, YUK TERAPKAN!
5. Finlandia

Beralih ke Finlandia yang diklaim sebagai salah satu satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Nah, pendidikan di Finlandia memiliki konsep yang cukup unik, yaitu luontosuhde. Artinya “berhubungan dengan alam.”
Maka dari itu, liburan sekolah di Finlandia lebih dari sekedar waktu luang. Kesempatan ini banyak digunakan anak-anak untuk mengeksplorasi minatnya, bermain di alam terbuka, dan menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga.
Orang tua dan guru di Finlandia percaya bahwa waktu istirahat ini penting untuk mendukung kreativitas, kesehatan mental, dan pembelajaran jangka panjang.
6. Norwegia
Kalau anak-anak Norwegia sering kali menghabiskan liburannya dengan berkemah di hytta, sebuah pondok di gunung yang sangat populer. Selama berada di sana, mereka biasanya menghabiskan waktu keluarga dengan main ski, mendaki, atau sekedar bersantai menikmati keindahan alam.
Mirip dengan Finlandia, negara ini juga sangat menghargai keseimbangan hidup dan alam. Mereka juga mendukung pertumbuhan anak secara holistik, baik secara fisik, mental, maupun emosional.
Salah satunya dengan menerapkan filosofi friluftsliv alias “kehidupan di udara terbuka” yang mendorong anak untuk menghabiskan waktu di luar ruangan.
BACA JUGA: 9 TIPS LIBURAN AMAN BERSAMA ANAK, MOMEN BAHAGIA TERSELAMATKAN
7. Amerika Serikat

Terakhir, ada anak-anak Paman Sam yang lebih suka menghabiskan liburannya dengan mengikuti summer camp. Kegiatan ini cukup populer dan agaknya sudah menjadi tradisi turun temurun.
Anak-anak dari berbagai usia menghadirinya untuk bersosialisasi, belajar keterampilan baru, dan bersenang-senang. Selain itu, banyak juga dari mereka yang menjadi relawan atau terlibat dalam proyek komunitas. Misalnya membantu dapur umum, taman, perpustakaan, atau organisasi nirlaba.
Nah, itulah tradisi liburan sekolah di berbagai negara. Ternyata menarik juga ya, Mam! Tapi kalau Mama pribadi lebih suka model liburan yang mana nih?
-
Hamilton XL – Army GreenRp26.785 / Hari
-
Cocolatte Minima – GreyRp12.500 / Hari
-
Hamilton X1 Plus Stroller – Grey Tanpa BumperRp31.071 / Hari
-
Scoora Aegis Earmuff – White GrafityRp5.357 / Hari
-
Babyzen Yoyo2 6+ White Frame – GreyRp36.071 / Hari
-
Babyzen Yoyo2 6+ Black Frame – OliveRp36.071 / Hari
-
Kakoon Gb Pockit Armor Carseat – BlackRp19.642 / Hari
-
Stokke Babyzen Yoyo3 6+ Black Frame – Air France BlueRp39.285 / Hari
-
Kursi Roda Onemed Elektrik AN 45 – Grey Diskon KondisiRp26.785 / hari
-
Cocolatte Minima – BlackRp12.500 / Hari
-
Pockit GB Kakoon – Monument BlackRp14.642 / Hari
-
Pockit GB Kakoon – Seaport BlueRp14.642 / Hari
-
Joie Chili Spin 360 Rotating 2-in-1 Convertible Car Seat – ShaleRp14.286 / Hari
-
Kursi Roda Onemed Sakura – Dark GreyRp10.714 / hari
-
Kursi Roda Onemed – Travelling FS 800 L BlueRp9.821 / hari
-
Kursi Roda Onemed – Traveling 1100 + TasRp9.285 / Hari
-
Hamilton R1 Stroller – RedRp26.785 / Hari
-
Cocolatte Pockit JMB – DinoRp15.535 / Hari


















