Ibu yang baru melahirkan pasti sering mendengar saran untuk menjemur bayi, baik dari dokter maupun anggota keluarga. Nyatanya, menjemur bayi yang baru lahir memang memiliki banyak manfaat. Namun, sebelum itu cari tahu dulu bagaimana tips menjemur bayi baru lahir yang benar melalui artikel ini!

Apa Manfaat Menjemur Bayi?

Manfaat menjemur bayi yang baru lahir memang bisa dibuktikan secara medis. Jadi, ini bukan sekedar mitos yang menyesatkan ya, Mam. Berikut adalah beberapa manfaatnya untuk si kecil:

  1. Membantu memenuhi kebutuhan vitamin D karena tubuh akan memproduksi vitamin D secara alami ketika terpapar sinar Ultraviolet B dari matahari.
  2. Spektrum sinar biru pada matahari pagi bisa mengurangi kadar bilirubin di dalam darah yang membuat bayi tampak kuning. Namun, pada kasus ikterus neonatorum, sinar matahari tidak lagi efektif dan bayi membutuhkan fototerapi di bawah pengawasan dokter. 
  3. Menghangatkan tubuh bayi, membantu mengeluarkan lendir yang mengganggu pernapasan, serta mengurangi risiko alergi.
  4. Membantu bayi mengenal waktu pagi, siang, dan malam sehingga bisa tidur lebih nyenyak.
  5. Mengurangi kejenuhan dan membuat si kecil lebih ceria karena paparan sinar matahari mampu meningkatkan produksi hormon serotonin dan endorfin yang memengaruhi suasana hati dan emosi.

BACA JUGA: STOP PERCAYA TAKHAYUL! INI MITOS DAN FAKTA SEPUTAR ASI

Tips Menjemur Bayi Baru Lahir yang Aman

Menjemur bayi di bawah sinar matahari memang menawarkan sejumlah manfaat seperti yang telah disebutkan. Namun, jika tidak dilakukan dengan tepat, ini justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan. Maka dari itu, simak dulu tips menjemur bayi baru lahir berikut ini.

1. Jangan Dijemur di Bawah Sinar Matahari Langsung

Tips Menjemur Bayi Baru Lahir

Tolong ingat bahwa Mama bukan sedang menjemur pakaian bayi, maka jika Mama ingin menjemur bayi, lakukan di tempat yang teduh—tidak di bawah sinar matahari langsung. Cukup di teras atau depan jendela kamar.

Lagipula, bayi yang baru lahir tidak boleh terpapar sinar matahari langsung karena tubuhnya belum memproduksi cukup melanin yang bisa melindungi kulitnya. Selain itu, ini juga berisiko membuat bayi dehidrasi, sunburn, atau bahkan heatstroke.

2. Perhatikan Cuaca

Tips menjemur bayi baru lahir yang perlu Mama perhatikan selanjutnya adalah periksa dulu kondisi cuaca. Pastikan cuacanya cukup hangat dan tidak terlalu berangin.

Jika cuaca sedang tidak bersahabat, menjemur bayi tidak diperlukan karena justru bisa menyebabkan masalah bagi kesehatan bayi.

3. Hindari Polusi Udara

Hal lain yang tak boleh luput diperhatikan adalah kondisi udara di lingkungan sekitar. Asap rokok, asap knalpot, debu halus, atau polusi udara berkonsentrasi tinggi justru berpotensi menyebabkan masalah pernapasan pada bayi karena sistem kekebalan belum optimal.

Sebaliknya, jika berada di situasi seperti itu, Mama bisa memanfaatkan air purifier yang bisa disewa di Mamasewa.

4. Perhatikan Waktunya

Tips Menjemur Bayi Baru Lahir

Waktu terbaik untuk menjemur bayi menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) adalah sebelum pukul 10 pagi. Sebaliknya, sangat tidak disarankan menjemur bayi di rentang pukul 10 pagi hingga 4 sore karena sinar matahari sedang terik-teriknya.

Selain itu, jangan terlalu lama, cukup 5-30 menit untuk mencegah potensi kerusakan kulit bahkan kanker kulit di kemudian hari.

BACA JUGA: 7 TIPS MERAWAT KULIT BAYI AGAR TETAP SEHAT DAN TIDAK KERING

5. Tidak Perlu Melepas Seluruh Pakaiannya

Nah, salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan saat menjemur bayi adalah melepas seluruh pakaian si kecil sehingga setiap jengkalnya terpapar sinar matahari. Padahal, praktik ini justru tidak tepat.

Biarkan si kecil tetap mengenakan pakaian, tapi pilih bahan yang tipis dan ringan. Dengan begitu, kulit si kecil tetap terlindungi dari paparan sinar matahari langsung.

6. Gunakan Pelindung Mata

Selain pakaian, hindari juga menjemur bayi di bawah terik matahari tanpda pelindung mata. Pasalnya, ini bisa memengaruhi retina matanya sekaligus memastikan si kecil tetap nyaman.

Mama juga bisa meletakkan bayi di atas stroller dan menutup sebagain cover atasnya sehingga si kecil tidak kesilauan. Kalau Mama belum sempat membeli stroller, sewa aja di Mamasewa!

7. Ubah Posisi Bayi

Umumnya, bayi dijemur dalam posisi telentang. Namun, supaya manfaatnya lebih optimal, Mama bisa memposisikan bayi tengkurap seperti sedang tummy time.

Tenang, ini aman kok Mam, asalkan Mama tetap mengawasinya dengan baik. Jika bayi mulai terlihat kelelahan atau tidak nyaman, segera balikkan lagi tubuhnya.

8. Pakaikan Lotion atau Tabir Surya

Tips menjemur bayi baru lahir yang selanjutnya adalah dengan mengoleskan tabir surya khusus bayi dengan minimal SPF 15. Saran ini disampaikan oleh IDAI dan menganjurkan orangtua untuk mengoleskannya sekitar 30 menit sebelum menjemur si kecil.

Namun, perhatikan gejala iritasi dan alergi pada kulit si kecil yang masih sensitif. Jika terlihat tidak cocok, hentikan penggunaannya dan konsultasikan pada dokter. Bisa jadi si kecil membutuhkan formulasi sunscreen yang lebih ringan. 

9. Berikan ASI setelah Berjemur

Setelah selesai berjemur dan mengeringkan keringatnya, Mama bisa segera menyusui si kecil untuk mencegahnya dehidrasi. Sama seperti Mama, si kecil bisa kehausan setelah berjemur, terutama di hari yang panas.

Itu tadi sederet manfaat dan tips menjemur bayi baru lahir yang bisa Mama terapkan. Untuk melengkapi kebutuhan Mama dan si kecil, pastikan Mamasewa selalu jadi solusinya ya, Mam!

Tinggalkan Balasan