Semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, tapi niat baik kita bisa menimbulkan dampak negatif pada perkembangan dan perilaku anak. Salah satunya satunya adalah membuat mereka menjadi manja. Meskipun wajar jika anak-anak manja dan “bertingkah” sesekali, tapi ada kalanya orang tua perlu mengevaluasi ulang dan mencari penyebab anak manja seperti yang dijelaskan di artikel berikut.

Kebiasaan yang Bisa Menjadi Penyebab Anak Manja

Anak-anak yang manja sering kali menunjukkan masalah perilaku di kemudian hari. Terlebih jika kebiasaan ini terbawa sampai dewasa.

Anak bisa tumbuh sebagai individu yang pemarah, mudah menyerah, suka mengeluh, tidak pernah puas, dan sering kali haus perhatian.

Untungnya hal-hal ini dapat dihindari dengan membangun resiliensi pada anak sedini mungkin. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang bisa menjadi penyebab anak manja dan sebaiknya Mama hindari.

1. Tidak Mengenalkan Batasan

Penyebab Anak Manja

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), penyebab utama anak menjadi manja adalah karena orang tuanya bersikap terlalu lunak atau sering kita sebut sebagai pola asuh permisif.

Sebagaimana ciri khas pola asuh ini, permissive parenting sering kali tidak menanamkan disiplin atau menegakkan batasan sehingga bisa menyebabkan anak berperilaku egois, tidak dewasa, dan terlalu manja.

2. Selalu Menuruti Kemauan Anak

Terkadang orang tua tidak mampu atau terlalu lelah menghadapi anaknya tantrum. Sebagai solusi cepat, orang tua sering menuruti kemauan anak-anaknya. Padahal, sebagaimana yang dijelaskan psikolog klinis Dr. Vasco Loper, sikap manja adalah perilaku yang dipelajari dan menjadi respons terkondisi.

Sederhananya, ketika orang tua selalu menuruti kemauan anak, terutama saat tantrum, anak belajar bahwa Mama dan Papanya akan mengalah selagi mereka berteriak dan menangis kencang.

BACA JUGA: SNOWPLOW PARENTING: CIRI-CIRI, DAMPAK, DAN CARA MENGHINDARINYA

3. Tidak Membiarkan Anak Mengalami Kesulitan

Sebagai orang tua, kita merasa bahwa sudah menjadi kewajiban kita untuk menjauhkan anak dari bahaya dan melakukan semua yang kita bisa untuk melindungi mereka.

Dalam kondisi yang cukup ekstrem, ada orang tua yang bahkan tidak ingin anak-anak mereka mengalami kesulitan atau tekanan emosional dalam bentuk apa pun sehingga mereka menyingkirkan semua kesulitan anak. Padahal, penting untuk mempelajari bagaimana cara membesarkan anak yang tangguh dan siap menghadapi tantangan.

4. Menjadikan Anak sebagai Obat Penebus

Beberapa orang tua melalui masa-masa sulit di masa kecilnya sehingga mungkin terlalu memanjakan anak-anaknya dengan harapan anak-anak mereka tidak kekurangan apa pun.

Di sisi lain, ada juga orang tua yang merasa bersalah karena tidak bisa meluangkan cukup waktu dengan anak karena pekerjaan dan tekanan lainnya sehingga merasa perlu “menebusnya” dengan bersikap longgar dan memanjakan anak untuk mengimbangi ketidakhadiran mereka.

BACA JUGA: APA ITU MOM GUILT DAN BAGAIMANA CARA MENGHADAPINYA

5. Membuat Anak Merasa “Berhak”

Ada juga orang tua yang ingin anaknya tahu betapa istimewanya mereka sehingga merayakan setiap hal kecil dengan meriah. Namun, memperlakukan anak seolah-olah mereka adalah pusat alat semesta bukan cara yang tepat untuk membangun kepercayaan dirinya.

Sebaliknya, ini membuat anak merasa “berhak” atas segala hal. Bahkan bisa lebih parah kalau Anda membiarkan anak-anak bertindak seperti “bos” hanya karena Anda ingin mereka bahagia—meski diam-diam tidak setuju dengan perilakunya.

6. Menormalisasi Kebiasaan Buruk

Orang tua juga sering kali menormalisasi kebiasaan buruk anak dan berpikir karena mereka “masih kecil” sehingga bisa mengabaikannya. Beranggapan suatu saat nanti, ketika tumbuh besar, mereka berhenti jadi anak manja.

Padahal, semakin lama perilaku buruk ini tidak diperbaiki, semakin besar kemungkinan ia akan tumbuh menjadi nirempati terhadap orang lain.

BACA JUGA: MENGENAL ADVERSITY QUOTIENT ANAK, BANTU MEREKA TUMBUH TANGGUH

7. Mencari Alasan atau Pembenaran

Penyebab Anak Manja

Penyebab anak manja lainnya adalah karena saat anak bertingkah, rewel, atau tantrum, orang tuanya selalu mencari alasan atau pembenaran—alih-alih mengoreksinya. 

Misalnya mereka mengamuk karena mengantuk, lapar, atau bosan. Ya, itu memang bisa saja terjadi. Namun, apakah wajar jika kebiasaan ini terbawa sampai mereka cukup besar? Semakin lama Anda menyangkalnya, semakin buruk perilakunya seiring berjalannya waktu.

8. Menyalahkan Orang Lain

Jika Anda berpikir anak Anda tidak bisa berbuat salah dan justru melimpahkannya pada orang lain atau situasinya, Anda hanya akan membuat mereka tidak pernah belajar. 

Memahami bahwa ada konsekuensi atas tindakannya sehingga mereka berpikir akan selalu lolos dari segalanya. Maka, cobalah bersikap seimbang dan bijaksana soal ini. 

BACA JUGA: 7 CARA MELATIH DAYA JUANG ANAK, INSPIRASI DARI KELUARGA KIMBERLY RYDER

9. Dibesarkan oleh Orang Tua yang Dimanja

Terakhir, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang juga terbiasa dimanja saat masih anak-anak, sangat mungkin mengembangkan perilaku yang sama. 

Pasalnya, sebagai orang tua, mereka tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mengasuh anak-anak secara dewasa dan bertanggung jawab.

Itulah penyebab anak manja yang harus diwaspadai. Bagaimana pun anak perlu belajar bahwa tidak semua hal bisa didapatkan dengan mudah. Ada kalanya harus didapatkan dengan susah payah bahkan tidak bisa sama sekali.

Untuk melatih daya juang anak, Mama bisa menstimulasi anak dengan berbagai permainan seperti brakiasi, alat musik, permainan peran,  atau sepeda yang semuanya bisa Mama sewa di Mamasewa

Tinggalkan Balasan