Memberikan pendidikan seksual sesuai dengan usia anak sangat baik untuk perkembangan anak. Pendidikan yang diberikan harus berisi tentang anatomi, pubertas, persetujuan atau consent, dan pelecehan.
Jika dimulai sejak dini dan sesuai dengan usia anak, ini dapat membuat pembicaraan tentang seks di kemudian hari menjadi lebih mudah. Ini juga akan menjadi dasar bagi anak untuk membuat pilihan yang lebih sehat tentang seks ketika dia lebih besar.
Pastikan anak mendapatkan pesan awal yang penting bahwa dia bisa percaya kepada orang tua, khususnya Mama, untuk mendapatkan informasi yang terbuka, jujur, dan dapat dipercaya mengenai seks.
Baca juga: Anak Kecanduan YouTube Shorts: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Cara Memberikan Pendidikan Seksual Sesuai Usia Anak
Berikut adalah cara yang bisa Mama lakukan saat memberikan pendidikan seksual pada anak, yang sesuai dengan usianya.
1. Anak 0 – 2 Tahun

Mama dapat menggunakan momen sehari-hari untuk membantu anak belajar tentang tubuh. Saat mandi atau berpakaian adalah saat yang tepat untuk memperkenalkan nama-nama bagian tubuh pada anak.
2. Anak 2 – 3 Tahun

Sebagian besar anak di usia ini sangat ingin tahu tentang nya mereka sendiri dan anak-anak lain. Dia juga akan menyadari bahwa tubuhnya berbeda dengan memiliki bagian tubuh temannya.
Anak juga mungkin mulai bertanya ‘itu apa’ atau ‘kenapa’. Mama dapat mengajarkan anak bahwa setiap bagian tubuh memiliki nama dan ‘tugas’ yang harus dilakukan. Misalnya, “Ini vagina/penis tempat adik pipis.”
Melihat buku bersama anak juga dapat membantu. Mama dapat menggunakan gambar-gambar untuk membantu anak mempelajari nama-nama bagian tubuh dan memahami bahwa tubuh itu berbeda.
3. Pendidikan Seksual yang Sesuai untuk Anak Usia 4 – 5 Tahun

Anak usia ini biasanya mulai bertanya dari mana bayi berasal. Jika anak bertanya, “Aku berasal dari mana?” atau “Aku bagaimana cara dibuatnya?”, Mama bisa bertanya balik, “Kalau menurut kamu bagaimana?”.
Ini akan membantu mengetahui apa yang sebenarnya ditanyakan oleh anak dan seberapa besar pemahamannya. Setelah itu, barulah berikan penjelasan sederhana seperti ‘bayi tumbuh di dalam tubuh yang disebut rahim’.
Jika Mama sedang hamil, anak mungkin bertanya, “Di mana bayi keluar?”. Jika ini terjadi, berikan jawaban yang sederhana, tetapi akurat.
Misalnya, “Bayi tumbuh di dalam rahim. Ketika bayi selesai bertumbuh, dia keluar melalui jalan lahir, yang disebut vagina. Tapi, bisa juga keluar lewat perut yang dibantu sama dokter.”
Mama juga bisa mulai mengajarkan tentang persetujuan atau consent pada usia ini. Jelaskan bahwa hanya anak yang jadi pemilik tubuhnya sehingga hanya dirinya yang boleh mengizinkan orang lain menyentuhnya.
Jelaskan pada anak, “Kalau ada orang yang ingin memeluk atau mencium kamu, dia harus bertanya dulu sama kamu Karena ini adalah tubuh kamu dan hanya kamu yang bisa mengizinkan apa yang terjadi dengan tubuh kamu.”
4. Anak 6 – 8 tahun

Pada usia ini, banyak anak yang tertarik pada bagaimana bayi dibuat dan mungkin mulai mengajukan pertanyaan. Jika anak bertanya, “Bagaimana bayi bisa masuk ke dalam rahim Anda?”, tanyakan kepadanya apa yang dipikirkannya.
Ini akan membantu Mama memahami apa yang telah diketahui anak. Kemudian jelaskan secara sederhana dengan memberikan informasi sebanyak yang Anda bisa.
Misalnya, “Untuk membuat bayi, sperma dan sel telur bergabung menjadi satu, yang terjadi saat dua orang dewasa yang sudah menikah melakukan hubungan seksual, seperti Mama dan Papa.”
Mama juga bisa menjelaskan bahwa terkadang bayi masuk ke dalam keluarga dengan cara yang berbeda, seperti bayi tabung atau adopsi.
Di usia ini, penting untuk terus memasukkan konsep persetujuan atau consent pada anak yang akan membantunya belajar tentang mengkomunikasikan batasan. Izinkan anak untuk mengatakan ‘tidak’ dan dukung keputusannya.
Baca juga: 7 Tips Mengajarkan Sikap Asertif pada Anak, Kenalkan Manfaatnya!
5. Anak Pra-Remaja dan Remaja

Jika Mama telah meletakkan dasar percakapan seputar anatomi dan persetujuan sejak kecil, teruskan untuk memberikan pendidikan seksual sesuai usia anak sekarang karena saat ini dia mulai dibanjiri lebih banyak informasi daripada sebelumnya.
Jawab semua pertanyaan anak dan jangan menghindarinya, yang justru bisa membuat anak mencari jawabannya di tempat lain, seperti teman-teman seusia atau bahkan internet yang bahkan lebih buruk.
Saat anak di usia ini, masalah bisa menjadi lebih rumit karena dia mulai lebih nyaman dengan teman sebaya, baik di dunia nyata atau online. Jelaskan pada anak bahwa persetujuan yang dimilikinya juga berlaku di ruang digital.
Semakin anak besar, mungkin pembicaraan tentang seks akan terasa canggung. Ini hal yang wajar. Namun, teruslah bersikap terbuka dan tekankan pada anak kalau dia bisa mendatangi orang tuanya jika memiliki pertanyaan seputar seks, tanpa perlu merasa malu.
Itulah penjelasan tentang pendidikan seksual pada anak. Untuk anak-anak yang masih kecil, Mama bisa melakukannya sambil bermain. Jika ingin memiliki mainan edukasi untuk anak, tak perlu beli karena sekarang semuanya bisa sewa di Mamasewa.
Mulai dari mainan pretend play, musik instrumen untuk anak-anak, playhouse, hingga mobil dan motor aki mainan. Selain harga sewanya terjangkau, waktunya juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
