Anak manja berpikir dan bertindak seolah-olah dunia berputar untuk mereka karena terbiasa mendapatkan apa yang mereka inginkan—dan jika tidak, mereka akan mengamuk sampai mereka mendapatkannya. Melihat ini, Mama pasti setuju jika ini bukan perilaku baik yang mesti dipelihara. Oleh karena itu, yuk cari tahu bagaimana cara mengatasi anak manja yang tepat!
Cara Mengatasi Anak yang Manja
Para ahli sepakat bahwa tidak ada anak yang terlahir manja sebab itu adalah perilaku yang dipelajari. Jadi, kabar baiknya adalah orang tua dapat mengubah perilaku ini dengan pendekatan pengasuhan yang lebih baik. Berikut adalah beberapa cara mengatasi anak manja yang disarankan.
1. Luangkan Waktu untuk Refleksi Diri

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah meluangkan waktu untuk memikirkan tentang beberapa keputusan dalam mengasuh anak.
Misalnya “Mengapa saya perlu membeli terlalu banyak barang untuk anak saya?”, “Mengapa saya merasa sulit untuk mengatakan tidak?”, dan sebagainya.
Jika jawabannya terhubung dengan masa lalu Anda, mulailah langkah-langkah kecil yang disengaja untuk membuat perubahan.
2. Tetapkan Batasan dan Harapan dengan Jelas
Menetapkan batasan dan harapan yang jelas sangat penting ketika berhadapan dengan anak yang manja. Ketika anak memahami batasan-batasan tersebut, mereka akan belajar bahwa perilaku tertentu tidak dapat diterima dan memiliki konsekuensi yang dapat diprediksi.
Jika kemudian anak melawan karena belum terbiasa dengan batasan yang Anda buat, bantu mereka untuk meregulasi emosinya—alih-alih “menghargai” amarahnya atau balik memarahinya.
BACA JUGA: TIPS MENGHADAPI STRONG-WILLED CHILDREN, BATU TIDAK BISA DILAWAN BATU
3. Dorong Anak untuk Bersyukur dan Berempati
Mengajarkan empati dan rasa syukur sangat penting bagi anak yang manja sehingga mereka bisa mengembangkan sikap prihatin dan menghargai.
Salah satu cara yang bisa Mama lakukan adalah melibatkan mereka dalam percakapan tentang perasaan orang lain dan dorong mereka untuk mengungkapkan rasa syukur dan menghargai apa yang mereka miliki.
Ketika mereka mulai belajar tentang nilai dari apa yang mereka miliki dan bagaimana orang tuanya mengelola keuangan, anak cenderung tidak akan mengeluh tentang sesuatu yang tidak mereka miliki.
4. Berikan Otonomi pada Anak

Simpan energi Mama untuk terus melayani anak. Biarkan mereka melakukan sendiri apa yang sudah bisa mereka lakukan secara mandiri.
Tugas Mama adalah untuk memandu dan mendorong mereka melakukan apa yang hampir bisa mereka lakukan sendiri, dan memberikan contoh pada hal-hal yang belum bisa mereka lakukan.
BACA JUGA: ANAK MUDAH MENYERAH, BANGUN RESILIENSINYA DENGAN INI!
5. Libatkan Anak dalam Pekerjaan Rumah
Ketika anak semua kebutuhannya dilayani, anak tidak akan belajar mandiri. Lebih bahaya lagi kalau mereka tumbuh sebagai generasi home service.
Untuk mengatasi ini, Mama bisa menerapkan rumus “kapan—lalu”. Contohnya, anak baru bisa makan malam setelah mereka membereskan mainannya atau setelah menggosok gigi dan ganti baju, baru Mama akan membaca buku, tapi lampu akan tetap dimatikan setelah pukul 8 malam.
Aktivitas yang teratur seperti ini membuat anak mengerti bahwa apa yang mereka dapatkan bukan “hadiah”, tapi rutinitas.
6. Hentikan Pemberian Hadiah atau Apresiasi Berlebihan
Memberi hadiah uang, camilan, atau mainan untuk memotivasi mereka mengerjakan pekerjaan rumah atau menggosok gigi mungkin berhasil saat itu. Namun dalam kehidupan nyata, hadiah untuk tugas-tugas dasar dan kecil tidak ada.
Itu kenapa penting untuk memupuk motivasi jangka panjang anak dengan menekankan manfaat yang datang dari upaya itu sendiri. Bukan karena hadiah atau imbalan dari orang lain.
Lagi pula Mama tidak mau bukan kalau anak melakukan sesuatu hanya karena mereka haus pujian?
BACA JUGA: 10 DAMPAK HELICOPTER PARENTING PADA ANAK, AWAS GANGGU PERKEMBANGANNYA!
7. Biarkan Anak Menyelesaikan Masalahnya

Orang tua cenderung ingin terburu-buru memperbaiki keadaan. Tidak apa-apa, bahkan bagus untuk membiarkan anak-anak gagal dan mengalami konsekuensi atas tindakan mereka.
Justru dari situ anak belajar mengelola ketidaknyamanan, mencari solusi, dan memperbaiki tindakannya di lain waktu.
8. Perbaiki dan Ajarkan Tata Krama
Boleh saja mengagumi anak Anda, tapi jangan lakukan ini berlebihan. Dukung apa yang mereka lakukan, tetapi jika mereka membuat kesalahan, berbuat curang, atau berperilaku tidak baik Mama perlu menegurnya.
Jangan tinggal diam dan membiarkan anak memelihara kebiasaan buruk. Sebaliknya, dorong mereka untuk merenungkan tindakannya dan ajari mereka untuk mempertimbangkan bagaimana cara mengatasinya.
BACA JUGA: HUKUMAN TIME OUT UNTUK ANAK, CARA MENDISIPLINKAN TANPA MARAH-MARAH
9. Terapkan Konsekuensi untuk Perilaku Negatif
Konsekuensi yang konsisten untuk perilaku negatif sangat penting untuk mencegah perilaku manja. Namun, pastikan bahwa konsekuensinya masih berkaitan dengan perilakunya dan hindari hukuman yang terlalu keras.
Kuncinya, konsekuensi harus segera dan proporsional agar anak memahami dampak tindakannya.
Nah, itulah beberapa cara mengatasi anak manja yang bisa Mama terapkan. Semoga informasi dari Mamasewa selalu bisa diandalkan untuk menjawab berbagai tantangan membesarkan si kecil!
-
Little Tikes Look and Learn WindowRp7.142 / Hari
-
Kolam Bola Ball Pit Large – Cream (Include Bola)Rp7.142 / Hari
-
Leap Frog Scoop & Learn Ice Cream Cart Diskon KondisiRp8.035 / Hari
-
ELC Keyboard Key-Boom-Board – Red Diskon KondisiRp5.500 / Hari
-
Happy Play Bus Slide Swing 3in1 – GreenRp20.222 / Hari
-
Fisher Price Pull & Play Learning WagonRp3.928 / Hari
-
Playgro Music And Light Pop Up Jungle PalsRp2.678 / Hari
-
Fisher Price Infant A to Z OtterRp3.928 / Hari
-
Leapfrog Learn And Groove Musical TableRp4.500 / Hari
-
Skip Hop Zoo Indoor Ride-On Scooter Toy – DogRp7.143 / Hari
-
Labeille Dream Playhouse & Slide Luxury Complete Set – Atap UnguRp16.607 / Hari
-
Labeille Whale Slide – GreenRp5.982 / Hari












