gtm

Cara Mengatasi Kasus GTM Pada Anak, Simak Ya!

Menjadi orang tua memang bukan pekerjaan yang mudah, ya! Mulai dari mempersiapkan kelahiran hingga memastikan nutrisi untuk tumbuh kembang si kecil. Tidak jarang Ayah dan Bunda menghadapi berbagai masalah seperti mulai dari keinginan si kecil yang bermacam-macam sampai penolakan si kecil, termasuk GTM. Penolakan GTM adalah upaya si Kecil menunjukkan ketidaksetujuan atau ketidaksukaan terhadap asupan yang diberikan orang tua dengan gerakan tutup mulut.

Penolakan makanan ini sering disebut sebagai GTM atau gerakan tutup mulut. Banyak orang tua yang mati gaya menghadapi tingkah si kecil yang menolak makanan! Namun ternyata ada banyak bentuk penolakan serta alasan mengapa si kecil enggan untuk menghabiskan makanan di piring.

Sikap seperti ini pasti membuat Anda sebal dan marah. Namun jangan sampai Anda memaksa si kecil untuk membuka mulut dan apalagi sampai memarahinya, ya! Karena hal tersebut bisa berdampak pada ketakutan anak terhadap makanan bahkan membencinya, lho. Kali ini Mamasewa akan membantu Anda juga mengenali bagaimana cara untuk mengatasi GTM dengan ampuh dengan cara yang ‘ramah’ anak!

gtm

Penyebab buah hati melakukan GTM

Sebelum Anda menerapkan tips untuk mengatasi GTM, penting untuk memahami mengapa si kecil melakukan GTM. Ini berarti Anda bersimpati sekaligus cara untuk mendekatkan diri kepada si kecil.

1. Luka atau sakit di dalam mulut

Coba perhatikan mulut si kecil, apakah terdapat luka? Anda juga bisa memperhatikan dari cara atau kebiasaannya berbicara atau kebiasaan aneh seperti menggigit mulutnya. Jangan-jangan ada luka atau sakit di dalam mulut yang menyebabkan rasa tidak nyaman!

Contoh luka pada bagian mulut adalah sariawan, sakit gigi, luka tenggorokan, luka gusi, bahkan hingga tumbuh gigi! Jika sudah seperti ini maka konsultasikan pada dokter spesialis anak andalan Anda, ya!

2. Adanya pengalaman buruk dengan makanan

Jangan salah, si kecil sangat rentan untuk trauma terhadap makanan, lho! Si kecil tentunya masih tergolong baru dalam mengenali jenis-jenis makanan. Makanan pedas seringkali menjadi penyebab utama GTM karena rasa yang ‘melukai’ si kecil. Ada pula jenis makanan seperti asam atau bergas yang menyebabkan perut kembung, muntah, atau gangguan pencernaan lain.

3. Enggan dipaksa

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, hindari memaksakan makanan pada anak. Hal ini berakibat pada pengalaman negatif dan tidak menyenangkan sehingga anak akan enggan untuk mencicipi makanan hingga dewasa nanti.

4. Bosan dengan citarasa makanan

Jika si kecil tidak memiliki masalah di mulut atau makanan yang membuat trauma, maka kemungkinan besar buah hati Anda sedang bosan denga cita rasa makanan! Bukan berarti si kecil bosan dengan jenis makanan ya, tapi lebih kepada bosan dengan cita rasa yang monoton.

5. Adanya masalah klinis dan kondisi khusus

Kondisi seperti anoreksia fisiologis atau gangguan pencernaan akut wajib hukumnya untuk dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak, ya! Penanganannya pun membutuhkan waktu dan sumber daya yang lebih banyak.

Ciri-ciri Gerakan Tutup Mulut

Anda mungkin bingung membedakan kapan anak sedang GTM atau sedang tidak ingin makan.

Ciri-ciri utama GTM adalah si kecil memalingkan wajah dan menutup mulut ketika disodori makanan. Bahkan tidak jarang buah hati Anda akan menangis ketika sendok diarahkan ke mulutnya! Hal ini bisa terjadi terus menerus apalagi jika ditawari makanan yang sama.

Nah jika sudah tahu ciri-cirinya, mari kita bahas bagaimana cara untuk mengatasi GTM dengan aman dan nyaman!

1. Ajak anak berolahraga

Jika si kecil menolak untuk diberi makanan, bisa jadi dia juga sedang tidak dalam kondisi yang benar-benar lapar. Solusinya adalah mengajak si kecil beraktivitas sehingga energi yang ada di tubuh teralihkan untuk berolahraga.

Dengan terkurasnya energi si kecil, maka bukan tidak mungkin si kecil akan merasa lapar dan meminta makanan kepada Anda!

2. Biarkan si kecil yang meminta

Kunci dari mengatasi GTM adalah tidak memaksa. Dengan kata lain, biarkan si kecil bertanggung jawab atas waktu makannya. Jika si kecil memilih makan nanti, biarkan saja. Nantinya saat lapar, buah hati Anda akan perlahan mendekati dan meminta makanan pada Anda. Bagaimana pun, mereka tidak mau kelaparan, kok!

3. Hindari snack!

Ini tips yang sering disepelekan oleh para orang tua. Anak belum bisa membedakan makanan yang bergizi dan tidak. Jika Anda sudah menerapkan 2 tips di atas tapi Anda justru memberikan snack sebagai kompensasi kelaparan, maka si kecil justru memanfaatkan hal ini sebagai cara untuk mendapatkan snack dan bukan makanan. Anda akan semakin kesulitan, tentunya!

4. Jangan membiarkan si kecil mencicipi junkfood

Junk food sebaiknya dihindari karena memiliki cita rasa yang berbeda dibanding makanan pada umumnya. Rasa yang lezat bukan berarti gizinya seimbang. Jika dibiarkan, anak justru akan menolak makanan rumahan. Ini berarti si kecil akan kesulitan mendapatkan makanan bergizi seperti sayur atau buah-buahan karena lebih memilih burger!

Apalagi jika Anda menggunakan junk food sebagai cara untuk mendapatkan perhatian anak agar segera makan. Wah, anak justru mempersepsikannya sebagai metode untuk meminta junk food, lho!

5. Jadwalkan dan batasi waktu makan

Menjadwalkan makan ternyata sangat penting. Ini agar si kecil lapar pada waktunya dan disiplin dalam menghabiskan makanannya. Pembatasan waktu perlu diterapkan agar anak cepat menghabiskan makanan dan menghindari bosan.

Snack boleh, tapi jangan saat mendekati makanan utama, ya! Ini dikarenakan si kecil akan merasa kenyang sebelum waktu makan dan justru enggan untuk menyantap makanan utama.

gtm

6. Buat waktu makan menjadi momen yang menyenangkan!

Tentu saja cara agar anak tertarik dan tidak sabar untuk makan adalah

menciptakan momen berkesan di waktu makan! Ayah dan Bunda bisa bekerja sama untuk menciptakan teknik-teknik keren sambil menyuapi si kecil seperti menyanyikan lagu dengan anak atau membacakan cerita.

Dengan begini, si kecil akan mengingat bahwa waktu makan adalah momen-momen menyenangkan bersama kedua orang tua!

7. Teruslah bereksperimen dengan makanan

Ingat, salah satu alasan GTM yang paling umum adalah bosan dengan citarasa makanan. Anda bisa memvariasikan bumbu-bumbu untuk menciptakan rasa yang disukai si kecil. Jika Anda mencoba memasak berbagai sajian yang berbeda namun dengan rasa yang serupa tentu saja hal ini tidak akan berhasil.

Anda tidak harus menyajikan masakan yang kompleks, namun bisa dengan makanan sederhana seperti oatmeal yang ditaburi buah atau bahkan sekadar nasi dan nutritional yeast!

8. Hindari penggunaan gadget

Ini adalah poin yang paling penting dan tidak boleh dilewatkan. Penggunaan gadget memang sulit untuk tidak dilakukan, namun dampaknya ternyata sangat besar terhadap jam makan anak. Gadget menawarkan berbagai atraksi yang menyita perhatian si kecil sehingga susah berkonsentrasi untuk makan. Akibatnya, si kecil akan enggan dan berusaha menghindari makanan demi mendapatkan konten yang dicari di dalam gadget tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan gadget saat makan ya!

Nah itu dia ciri-ciri, alasan, dan bagaimana cara untuk menghindari GTM. Jangan lupa untuk menyiapkan suasana makan yang menyenangkan seperti penggunaan kursi anak yang lucu dan menggemaskan. Anda bisa menyewa berbagai kursi bayi dan anak dengan tampilan yang berwarna-warni cocok saat anak mengalami GTM. Cek di sini sekarang, ya!

mendidik anak

Mendidik Anak Disiplin Tidak Harus Keras! Ini Tipsnya, Bunda

Kekerasan sering dianggap sebagai cara untuk membuat anak disiplin. Kira-kira begitulah mindset yang terpasang pada orang tua kita pada zaman dahulu. Orang tua zaman dahulu cenderung mendidik anak dengan keras agar disiplin. Namun apakah benar jika kekerasan selalu berasosiasi dengan tingkat disiplin pada anak?

Ternyata, memukul anak atau melakukan kekerasan fisik terbukti tidak membuat anak disiplin, lho! Hal itu hanya menyebabkan efek kepatuhan yang sesaat. Namun yang terjadi sebenarnya adalah si kecil justru merasa takut bahkan berdampak pada IQ mereka. Tidak jarang bahkan trauma pun bisa terjadi pada si kecil hingga dewasa, meskipun memiliki bentuk yang berbeda.

mendidik anak

Kemarahan ternyata merupakan bentuk emosional orang tua, bukan cara mendidik anak disiplin

Ternyata, kemarahan itu bukan metode yang tepat, melainkan hanya emosi Ayah dan Bunda sesaat, lho! Ya, siapa yang tidak kesal menghadapi si kecil yang berulah apalagi menolak tunduk pada aturan yang ada di rumah. Hal ini menumpuk rasa frustasi dan dalam hati kita ingin agar masalah tersebut cepat selesai.

Akhirnya, tanpa disadari pikiran kita mengarahkan pada kekerasan sebagai bentuk ‘jalan pintas’ agar anak diam. Anda mungkin merasa tenang bahwa si kecil sudah diam dan tidak mengungkitnya lagi. Namun sejatinya, si kecil merekam kejadian tersebut sehingga tersimpan hingga dewasa.

Anda perlu tahu bahwa hukuman tidak menghilangkan sikap negatif, namun mengubahnya ke bentuk lain. Yang perlu Anda terapkan adalah proses memberikan apresiasi ketika tindakan yang benar dilakukan dan menjelaskan mengapa perilaku buruk itu tidak boleh dilakukan!

Kali ini, Mamasewa akan mengajak Anda mengenali pengasuhan positif. Eits, pengasuhan positif bukan berarti pengasuhan yang membolehkan anak untuk melakukan banyak hal tanpa konsekuensi, ya! Sebaliknya, mendidik anak secara positif berfokus untuk mendorong perilaku baik dan mengenali perilaku buruk sehingga dihindari.

Seperti apa ya caranya?

1. Kenali bahwa tingkah laku anak-anak sejatinya adalah untuk menarik perhatian orang tua

Tidak ada anak yang tidak mencari perhatian orang tuanya. Berbagai perilaku dan ulah yang dilakukan bertujuan agar Anda merespon sesuatu. Seringkali, ketika anak ‘tidak melakukan sesuatu’ maka Anda pun tidak merespon mereka. Padahal, si Kecil juga membutuhkan respon atau inisiatif aksi dari Anda seperti mengajaknya berbicara atau bermain. Bagaimana pun, mereka adalah manusia kecil yang bergantung pada Anda. Jika Anda tidak memberikan perhatian, kemana lagi mereka akan mendapatkannya?

2. Coba renungkan, apa yang Anda lakukan saat si kecil melakukan hal yang baik?

Masih berkaitan dengan poin di atas, coba amati seberapa banyak si kecil melakukan hal baik dan buruk? Pasti Anda lebih mengingat perilaku buruk karena mengundang emosi Anda untuk naik pitam! Namun sesungguhnya, ada banyak hal baik yang bisa Anda apresiasi, seperti ketika si kecil diam, bermain sendiri, bahkan mungkin buah hati Anda mulai membaca tanpa Anda sadari!

Nah, sudah saatnya Anda mulai menyadari bahwa apa yang mereka lakukan bukan semata-mata karena niat jahat. Namun mungkin karena Anda masih kurang dalam mengapresiasi sikap baik buah hati Anda. Jangan malu untuk membahagiakannya!

mendidik anak

3. Tidak perlu menunggu Ayah untuk menghukum dan Bunda untuk menyayangi

Masyarakat Indonesia seringkali mengenal Ayah sebagai sosok yang ditakuti dan Bunda sebagai sosok yang penuh pengertian. Sehingga akhirnya jika anak melakukan suatu kesalahan, selalu ada ancaman ‘Nanti dilaporkan Ayah, lho!’ Apa yang selanjutnya terjadi? Si kecil akan merekam bahwa Ayah adalah sosok yang jahat dan akhirnya rusaklah hubungan antara ayah dan anak.

Padahal, pendisiplinan tidak harus dilakukan oleh satu pihak saja. Inti dari pengasuhan positif adalah ketika kedua pihak memberikan pendisiplinan yang sama dan fokus pada mendorong perilaku baik anak. Ayah pun bisa belajar caranya untuk menyayangi dan begitu pula Bunda juga harus tegas namun tidak menyakiti.

4. Kuncinya ada pada membangun hubungan yang positif dengan si kecil

Mendidik anak yang baik menitikberatkan komunikasi dan pembangunan hubungan baik dengan si kecil. Bagaimana buah hati Anda akan mendengarkan perintah jika Anda dianggap tidak memiliki hubungan baik? Oleh karena itu, Anda perlu berpartisipasi pada saat si kecil bermain, pahami dunianya, hobinya, termasuk mendengarkan apa yang mereka senangi.

Dengan demikian, si kecil akan menganggap Anda sebagai sahabat dan mampu mendengarkan nasehat Anda dengan seksama.

5. Jangan lupa untuk mencontohkan perilaku positif

Ini dia poin yang seringkali terlewat oleh beberapa orang tua! Jika Anda sudah menegaskan tidak boleh bermain gadget saat makan, mengapa Anda masih melakukannya? Tentu bukan salah mereka jika si kecil mencoba menirukan apa yang dilakukan orang tuanya. Begitu juga saat makan es krim atau mencoba makanan yang dilarang. Ingat, anak merekam apa yang orang tua lakukan, sehingga Andalah yang punya kendali atas apa yang tidak boleh dilakukan anak.

6. Buat kesepakatan dengan anak

Perlu diperhatikan bahwa kesepakatan di sini berarti kesepakatan yang mudah dipahami. Ini berarti si anak dengan sadar mengetahui dan menyepakati aturan yang sudah dibuat. Anda juga perlu dengan jelas menjelaskan kapan waktu bermain game dan berapa lama. Apa yang akan dilakukan jika si kecil tidak boleh bermain game? Anda juga perlu menjelaskan alternatifnya, misalkan membaca buku atau berolahraga bersama.

7. Ancaman dan suap bukan cara terbaik!

Seringkali mengancam menjadi andalan saat Anda sudah kehabisan ide bagaimana mendidik anak agar mereka disiplin. Contohnya seperti akan mengambil mobil-mobilan atau rumah boneka si kecil. Apakah hal ini ada hubungannya dengan masalah yang mereka timbulkan? Hindari menggunakan ancaman apalagi jika hukumannya tidak sesuai. Sebaiknya, Anda perlu mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik. Gunakan ‘bermain rumah boneka’ sebagai hadiah, bukan sebagai ancaman.

Begitu juga dengan suap seperti ‘Nanti Bunda ajak makan ayam goreng.’ Justru anak akan memanfaatkan hal ini sebagai cara untuk mencoba makan ayam goreng. Lebih baik berikan hadiah yang sesuai juga, ya! Seperti membelikan buku baru jika buku lama sudah habis dibaca.

mendidik anak

8. Ingat, Ayah dan Bunda juga harus konsisten, ya!

Jangan sampai Ayah berkata A dan Bunda berkata B. Orang tua adalah partner, bukan bersaing satu sama lain. Si kecil akan belajar menyayangi kedua orang tuanya tanpa menghakimi satu pihak dan pilih-pilih. Yuk mulai rapatkan suara antara suami dan istri!

9. Apresiasi, apresiasi, apresiasi

Jika kita sudah memahami cara mendidik anak yang benar dengan tidak menghukum, Anda juga perlu belajar cara untuk mengapresiaisi. Penelitian menunjukkan bahwa apresiasi perilaku baik jauh lebih bermanfaat untuk mempertahankan perilaku baik dibanding menghukum perilaku salah. Anak bisa memahami bahwa perilaku ini merupakan perilaku yang diterima di masyarakat dan membawa kebaikan bagi sekitarnya.

10. Belajarlah untuk menjadi pendengar tanpa menghakimi

Satu kemampuan yang masih perlu dipraktekkan oleh kita sebagai orang tua. Mendengarkan memang tidak lengkap tanpa memberi komentar, apalagi jika kita tahu mungkin itu tidak baik bagi anak. Namun hasilnya adalah anak justru semakin takut dalam bercerita dan memilih melakukan semuanya sendiri. Jika Anda berani untuk mendengarkan tanpa menghakimi, mereka akan menghargai usaha Anda dan akan mengapresiasi aturan yang disiapkan oleh Anda.

makanan bayi

Yuk Ma, Intip Tips Menyiapkan Makanan Bayi yang Sehat!

Siapa sih orang tua yang tidak senang melihat anaknya makan dengan lahap dan bahagia? Tentu tidak ada, ya! Makanan bayi yang sehat menjadi sumber nutrisi penting yang bisa mempengaruhi tumbuh kembang si kecil sejak bayi hingga balita.

Namun, orang tua pasti menemukan tantangan terbaru saat buah hati sudah berusia balita. Mulai dari pola makan yang berbeda, sudah mulai reaktif dan rewel, hingga variasi makanan yang harus kreatif namun juga tetap menyehatkan. Tidak semudah memberikan fast food dan snack saja, nutrisi yang masuk pun harus dipastikan sehat dan berkontribusi baik bagi tumbuh kembangnya!

Jika Ayah dan Bunda sedang menantikan dan mempersiapkan kebutuhan nutrisi si kecil yang beranjak balita, yuk kenali dulu mulai dari pola makan, nutrisi, hingga inspirasi makanan bayi sehat yang bisa dihidangkan menjadi kesukaan buah hati Anda!

makanan bayi

Pola makan balita yang bisa diterapkan

Saat buah hati beranjak balita, si kecil sudah mulai bisa memberikan reaksi terhadap beragam stimulus yang berbeda seperti televisi hingga rasa dari makanan tersebut. Jenis aktivitas pun juga akan menentukan bagaimana persepsi si kecil terhadap makanan.

Kabar baiknya, usia balita adalah usia emas untuk membiasakan si kecil makan secara sehat. Seperti apa ya kiatnya?

1. Menjaga jadwal makan

Si Kecil perlu belajar untuk menjaga jadwal makan dengan teratur sejak dini. Hal ini bisa membantu mereka untuk mengelola pola makan serta rasa lapar yang konsisten pada jam-jam tertentu. Lebih lanjut, pola ini juga membantu untuk menjaga berat badan, lho! Ini dikarenakan mereka bisa mengenali rasa lapar yang sesungguhnya dan kenyang dalam jangka waktu yang sesuai pula.

2. Snack tidak apa-apa, asal…

Mengkonsumsi snack bukan hal yang dilarang kok, Bunda! Bahkan snack pun juga disarankan sebagai pengganjal lapar di sela-sela jam makan. Namun yang perlu diperhatikan adalah jenis snack yang diberikan. Usahakan selalu memberikan snack berupa buah atau makanan bayi yang penuh serat dan air yang sehat dan mengenyangkan.

Contoh snack yang bisa diberikan adalah potongan buah, sayur rebus, keju, dan biskuit kecil.

3. Coba ajak si kecil duduk sendiri di kursi makan

Untuk melatih rasa tanggung jawab dan membiasakan makan, ajak si kecil untuk duduk di kursi makan yang sudah disediakan. Ini untuk melatih mereka fokus pada makan di saat mereka duduk di kursi makan. Ada banyak jenis kursi makan menurut usianya yang bisa kamu sewa di Mamasewa.

4. Biarkan si kecil berlatih tanggung jawab untuk makanannya

Anda bertanggung jawab untuk menyediakan makanan bayi yang ada di piringnya, namun si kecil lah yang bertanggung jawab untuk porsi makannya. Biarkan si kecil mengatakan sudah atau selesai saat mengkonsumsi makanan yang disajikan. Mereka perlahan akan mengetahui kapan mereka akan lapar dan kapan kenyang.

5. Hindari makan sambil menonton tv

Televisi dan gadget bisa menjadi distraksi yang menyebalkan saat waktu makan. Suara dan tampilan ceria justru membuat si kecil tidak fokus dan melakukan apapun untuk menyudahi makan, termasuk GTM alias gerakan tutup mulut. Nah, biasakan untuk disiplin dalam memberikan gadget, ya! Buat kesepakatan mereka boleh untuk menonton setelah menyelesaikan makanan dengan sempurna.

6. Perlahan-lahan mengenalkan makanan sehat secara bervariasi

Jangan berharap si kecil akan langsung nafsu untuk mengkonsumsi semua jenis makanan bayi sehat, ya! Anda perlu bergiliran dan memvariasikan sajian, namun jangan langsung berharap akan segera habis. Biarkan lidah si kecil beradaptasi dan terbiasa dengan rasa satu makanan.

makanan bayi

Makanan bayi dan nutrisi apa saja yang dibutuhkan si kecil?

Ada beberapa nutrisi utama yang perlu dikonsumsi oleh si kecil. Secara umum, buah hati Anda membutuhkan sekitar 1000-1300 kalori. Namun hal ini juga harus dipenuhi dengan pola makan seimbang. Jadi jangan cuma menyajikan 1 jenis makanan seperti fast food dengan kalori tinggi, ya!

Garis besar makanan seimbang adalah mengandung karbohidrat, sayuran, buah, susu, dan daging atau protein. Anda bisa menemukannya dalam makanan-makanan di bawah ini:

1. Telur

Telur adalah bahan makanan yang dapat dikreasikan menjadi berbagai resep sajian yang bervariasi. Disamping mudah diolah, telur sendiri mengandung protein dan nutrisi lengkap yang seimbang. Konsumsi telur mampu meningkatkan konsentrasi dan menjaga kesehatan mata dengan kandungan karoten, lutein, dan zeaxanthin.

2. Daging

Daging sudah dikenal sebagai sumber protein hewani yang baik. Namun pastikan jika daging dimasak hingga matang agar tidak menyimpan bakteri, ya. Anda juga perlu memilih daging dengan lemak yang rendah agar si kecil mendapatkan manfaat besar dari proteinnya secara utuh. Anda cukup menyajikan 1 porsi daging saja dalam sehari, kok!

3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan dan produk olahannya seperti tempe dan kacang hijau bisa menjadi sumber protein nabati yang bagus juga. Selain itu kacang-kacangan mengandung zat besi yang bagus untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

4. Ikan

Menyajikan ikan membutuhkan persiapan yang matang. Pertama Anda harus memastikan jika ikan yang akan diolah adalah ikan dengan merkuri yang rendah, ya. Ini penting untuk menjaga kesehatan si kecil. Selain itu masaklah ikan dengan matang agar bakterinya tidak masuk ke tubuh buah hati Anda. Ikan memiliki protein yang baik dan omega-3 yang luar biasa manfaatnya. Cobalah memilih ikan air tawar yang lebih rendah kemungkinan alergi.

makanan bayi

5. Sayuran dan buah

Ini adalah jenis makanan yang paling sulit untuk diberikan kepada si kecil! Rasanya yang cenderung pahit dan tawar serta teksturnya yang berbeda dari daging. Jangan paksa si kecil untuk menghabiskan sayurnya. Anda bisa mencoba 1-2 jenis sayuran saja agar membiasakan lidahnya. Jangan lupa untuk tetap kreatif agar si kecil bisa mendapatkan manfaat sayuran dan buah, ya!

6. Karbohidrat

Karbohidrat yang di sini tidak melulu nasi, ya. Ayah dan Bunda bisa mencoba mengenalkan oat, ubi, roti, dan pasta. Karbohidrat menjadi sumber energi bagi balita dan Anda bisa mengolahnya menjadi berbagai ragam sajian yang tentu saja mengundang selera.

Perlu diperhatikan bahwa gandum sebaiknya tidak diberikan pada usia 2 tahun di bawah, sehingga Anda perlu menghindari bahan ini. Alasannya adalah agar si kecil tidak merasa kenyang sebelum nutrisi hariannya terpenuhi.

7. Susu dan olahannya

Susu adalah minuman primadona bagi balita! Selain mengandung kalsium dan zat besi, susu serta produk olahan seperti yoghurt memiliki vitamin A dan beragam manfaat untuk membantu tubuh melawan infeksi. Tidak hanya susu, Anda juga bisa memberikan keju sebagai variasi produk olahan bahkan susu soya alias kedelai, kok! Jangan lupa untuk memastikan susu yang dikonsumsi adalah hasil pasteurisasi, ya!

Itulah daftar gizi yang diperlukan oleh si kecil serta inspirasi bahan makanannya! Perlu diketahui bahwa si kecil mungkin akan merepotkan Ayah dan Bunda karena permintaannya yang bermacam-macam. Namun sekali lagi jangan patah semangat, ya! Anda bisa mengajarkan si kecil betapa menyenangkannya waktu makan apalagi didampingi kedua orang tua yang selalu menyayanginya!

mainan edukasi anak

Perkembangan Si Kecil Usia 1 Tahun dan Mainan Edukasi Anak Terbaik!

Selamat ulang tahun yang pertama! Wah, tentunya hal ini memunculkan banyak perasaan pada hati Bunda. Mulai dari sedih karena si Kecil sudah mulai beranjak dewasa hingga bangga karena banyak hal yang akan dilalui si Kecil nantinya. Salah satu hal yang Bunda pasti ingin lakukan adalah memberi fasilitas pembelajaran untuk mengoptimalkan kemampuan pada usia 1 tahun. Salah satunya dengan mainan edukasi anak.

Mamasewa akan membantu Bunda untuk menemukan jenis mainan edukasi anak apa saja yang paling tepat untuk si kecil di usianya yang beranjak 1 tahun. Namun sebelumnya, yuk kita ketahui apa saja perkembangan yang bisa dilakukan anak berusia 1 tahun!

Apa saja yang sudah bisa dilakukan bayi usia 1 tahun?

Ada beberapa hal yang umumnya sudah bisa dicapai atau dilakukan bayi pada usia 1 tahun. Namun bukan berarti bayi Anda harus sudah bisa melakukan hal-hal ini, ya! Selalu berkonsultasi pada dokter anak atau psikolog anak dalam menentukan tolak ukur kemampuan bayi. Panduan di bawah ini hanya sebagai pengingat namun bukan pemaksaan agar bayi bisa melakukan hal-hal tersebut.

mainan edukasi anak

1. Bayi sudah mulai berjalan bahkan perlahan menaiki tangga!

Pada usia ini, si kecil sudah mulai berjalan! Langkah pertamanya akan terasa ringkih, namun Anda bisa menyemangatinya dan perlahan si kecil akan terbiasa! Ini adalah masa-masa yang pasti mengharukan pada usia ini. Anda bisa mulai menstimulasi gerakan-gerakan yang berhubungan dengan berjalan.

Bahkan tidak jarang ada yang sudah mau menaiki tangga perlahan, lho! Pastikan si kecil berada dalam tangga yang aman. Jika bisa, tutup tangga dengan penghalang agar si kecil tidak sembarangan naik. Namun ini artinya Anda bisa mencoba mainan berupa seluncuran.

2. Berat badannya meningkat 3 kali lipat!

Masih ingatkah Bunda akan tubuh si kecil yang mungil dan tidak berdaya? Kini jagoan Anda sudah tumbuh lebih besar kira-kira 3 kali lipat dari sebelumnya. Tingginya pun sudah bertambah sekitar 50%.

3. Mulai bisa makan dengan tangan sendiri

Perkembangan yang paling tampak adalah motorik. Selain berjalan, motorik halus anak Anda bisa dilatih pada usia ini. Anda mungkin mendapati si kecil sudah mulai memasukkan makanan ke mulutnya. Anda bisa mengajak si kecil melatih motorik halus untuk koordinasi yang lebih baik.

4. Menggerakkan tubuh saat Ayah dan Bunda memakaikan baju

Begitu pula dengan pergerakan tubuh. Tanpa disadari, si kecil ikut bergerak dan justru membantu Ayah dan bunda saat memakaikan baju. Sungguh menggemaskan, bukan?

mainan edukasi anak

5. Secara motorik perlahan mencoba menggunakan benda-benda sehari-hari seperti sendok

Anda mungkin terkejut ketika si kecil tiba-tiba menggerakkan sendok yang biasa digunakannya untuk MPASI. Di usia ini bayi memang sudah mulai bisa bermain dengan benda-benda sekitarnya termasuk sendok. Bunda bisa mempraktikkan penggunaan sendok dengan perlahan untuk membiasakannya.

Perlu diingat bahwa bayi tidak akan segera bisa menggunakannya dengan tepat, tapi melihat bayi memiliki tujuan yang sesuai seperti memasukkan makanan ke mulut saja sudah membuat senang, ya!

6. Mulai tidur lebih lama di malam hari

Jika bayi di bawah 1 tahun masih belum memiliki jadwal tidur yang seimbang, maka pada ulang tahunnya yang pertama si kecil sudah mulai tidur lebih lama pada malam hari. Ini artinya si kecil lebih sering terjaga pada siang hari meski masih tetap membutuhkan tidur siang.

7. Mulai bisa mendengar ucapan pertamanya!

Salah satu keberhasilan kecil lainnya di usia ini adalah Anda bisa mendengar kata pertama! Wah, ini adalah momen membahagiakan bagi Ayah dan Bunda. Umumnya kata pertamanya adalah ‘Papa’, ‘Yayah’, ‘Mama’, atau ‘Bubu’. Ini dikarenakan si kecil menirukan nama atau suara yang berada di sekitarnya. Mereka akan sering menirukan kata-kata dari Ayah, Bunda, atau keluarga lain.

mainan edukasi anak

8. Bersiaplah untuk perhatian yang lebih, bayi Anda akan mulai mencari perhatian!

Di usia ini bayi lebih bersosialisasi dengan lingkungannya. Salah satunya adalah mulai merespon segala permintaan atau perintah dari Ayah dan Bunda. Tidak jarang bayi keukeuh pada keinginannya untuk bilang ‘Tidak’! Wah, tentu Ayah dan Bunda butuh stok kesabaran lebih!

Namun jangan khawatir, Ayah dan Bunda bisa bersabar dan stimulasi anak, misalnya melalui mainan edukasi anak. Jika si kecil melakukannya, Anda wajib untuk memuji atau memberikan hadiah. Ini bukan untuk memanjakan, namun sebagai apresiasi bahwa apa yang dia lakukan benar.

9. Bayi akan lebih takut terhadap 1 orang dan memilih orang lainnya

Pada usia ini bayi juga sudah mulai memilih orang tertentu ynag favorit, seperti Ayah atau Bunda. Jika Anda pergi, maka jangan kaget jika bayi mulai rewel dan mencari perhatian. Cobalah untuk bersimpati pada kebutuhan yang normal ini, karena hal ini pasti akan berlalu.

Anda juga harus memaklumi jika si kecil takut terhadap orang baru. Ini adalah bentuk mengenal dunia versi bayi berusia 1 tahun.

10. Bayi akan lebih mudah mengeksplorasi sekitarnya

Dengan segala kemampuan baru yang dimilikinya, bayi akan mulai bereksplorasi di daerah sekitarnya. Menaiki tangga, bermain dengan sendok, dan masih banyak lagi yang tidak Anda bayangkan! Inilah saat yang tepat untuk mengganti semua peralatan yang mudah dijangkau dengan barang-barang aman. Jangan letakkan benda-benda tajam dan turunkan kasur agar dia tidak terjatuh.

Wah, menakjubkan sekali bukan perubahan yang dilakukan oleh si kecil di ulang tahun pertamanya? Lalu apa saja yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan perkembangannya? Berikut adalah mainan-mainan yang cocok untuk si kecil!

parklon fun slide

Ragam Mainan Edukasi Anak

1. Parklon Fun Slide

Ajak anak berkelana dan menikmati seluncuran yang aman dan nyaman dengan Parklon Fun Slide. Tangga yang rendah serta seluncuran yang cukup landai memastikan si kecil tidak terjatuh dengan kasar. Mainan edukasi anak satu ini, cocok digunakan untuk si kecil berusia 1,5 tahun ke atas bersama teman-temannya!

4. Coby Haus Fence Fold

Dengan bertambahnya aktivitas si kecil, Bunda mungkin kesulitan mencari waktu yang aman untuk memasak atau sekadar mandi. Hilangkan kekhawatiran Anda dengan memasang Coby Haus Fence Fold yang aman, sehingga si kecil tidak akan terjatuh atau pun bereksplorasi terlalu jauh. Anda bisa memasukkan beberapa mainan edukasi anak di dalamnya.

5. Fisher Price Musical Zebra Walker

Ini adalah mainan edukasi anak yang tepat untuk melatih keseimbangan si kecil saat berjalan! Fisher Price Musical Zebra Walker memiliki pegangan sehingga si kecil bisa aman belajar berjalan. Ada pula tombol-tombol interaktif yang membantu si kecil berlatih motorik halus atau mengenal suara dan bahasa. Lengkap!

6. ELC Little Senses Lights and Sounds Activity Table

Jika si kecil sudah memasuki usia 1 tahun, ada saja kegiatan yang ingin dilakukan! Buah hati Anda bisa berdiri dan berinteraksi dengan berbagai permainan seperti bola, corong, roda gigi, dan interaktif atau mainan edukasi anak lainnya yang bisa melatih motorik si kecil dengan aman!

makanan sehat untuk ibu hamil

Dear Para Bunda, Inilah Sederet Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil

Mengandung adalah pengalaman yang sangat membahagiakan bagi semua ibu di dunia. Ada rasa deg-degan saat menanti kehadiran si kecil untuk lahir di dunia. Saat-saat ini tentu wajib dirayakan dengan menyiapkan semua kebutuhan kecil mulai dari persiapan kelahiran hingga barang-barang untuk bayi. Tak lupa juga mengkonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil agar kesehatan janin terjaga.

Namun apakah Bunda juga sudah mempersiapkan kesehatan Anda sendiri? Ya, kesehatan ibu hamil sama pentingnya dengan kesehatan si kecil. Salah satunya adalah menjaga nutrisi dan kandungan gizi yang dikonsumsi. Hal ini penting untuk perkembangan janin dan tentunya ketahanan tubuh Bunda yang prima.

Kali ini Mamasewa akan membagikan apa saja makanan yang harus dikonsumsi ibu hamil dan wajib dihindari. Simak selengkapnya, ya!

makanan sehat untuk ibu hamil

Makanan apa saja yang wajib dikonsumsi oleh ibu hamil?

Saat Bunda mengandung, maka ada kebutuhan lebih karena kali ini Anda memberi makan untuk 2 orang! Tentunya berarti Anda tidak dapat sembarangan makan dan wajib memberikan gizi terbaik, bukan? Berikut ini terdapat daftar makanan sehat untuk ibu hamil, serta gizi yang dikandung dan dibutuhkan agar janin tumbuh berkembang sempurna:

1. Sayuran hijau

Bukan rahasia lagi jika sayuran hijau apalagi berwarna gelap memiliki kandungan gizi yang juara. Yang pertama adalah kandungan antioksidan untuk menjaga daya tahan tubuh dan janin kesayangan. Selain itu sayuran hijau juga mengandung berbagai vitamin seperti vitamin C, K, kalsium, zat besi, kalium, dan asam folat.

Apalagi sayuran hijau mengandung serat yang bagus untuk melancarkan pencernaan. Say goodbye to sembelit!

2. Produk susu dan turunannya

Susu  sudah dikenal mengandung kalsium yang bagus untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Protein dalam susu dan yoghurt juga bagus untuk perkembangan jaringan tubuh janin. Ada pula fosform vitamin B, magnesium, dan zinc yang membantu kelancaran pencernaan. Namun sebaiknya carilah susu rendah lemak, gula, dan sudah dipasteurisasi untuk menjamin kebersihannya, ya!

3. Telur

Makanan satu ini sudah pasti masuk ke dalam daftar, dengan catatan Anda memang tidak mengalami alergi telur, ya! Telur dapat dimasak apa saja, dan mengandung protein yang bagus untuk pertumbuhan jaringan tubuh Bunda dan janin. Telur juga mengandung kolin yang berperan dalam perkembangan otak janin, lho. Pastikan olahan telur memang bersih, ya!

4. Pisang

Siapa yang tidak menyukai pisang? Buah yang satu ini sangat mudah didapatkan dan mengandung kandungan gizi yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Anda bisa mendapatkan asam folat, kalsium, potasium, dan vitamin B6 serta sebagai sumber energi yang bagus. Jika Anda ingin ngemil, pisang bisa menjadi alternatif yang menyehatkan, lho.

makanan sehat untuk ibu hamil

5. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan sendiri menjadi santapan yang direkomendasikan oleh para ahli kesehatan untuk dikonsumsi minimal 1 jenis setiap harinya.  Pada ibu hamil, kacang bisa menjadi alternatif camilan karena mengandung lemak sehat seperti omega-3 dan protein untuk meningkatkan perkembangan otak janin.

6. Ikan

Ikan dikenal sebagai sumber asam lemak baik yaitu Omega-3 yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Kandungan ini sangat penting untuk membangun jaringan otak pada janin. Omega-3 juga membantu kesehatan mata ibu dan janin, lho!

Nah, ikan yang disarankan adalah ikan sungai yang minim alergi serta minim merkuri. Anda bisa mencoba ikan lele, nila, mujair, atau tuna dan salmon. Hindari ikan mackerel yang memiliki tingkat merkuri tinggi.

7. Daging

Sama seperti telur, daging memiliki kandungan protein tinggi serta zat besi untuk mencegah anemia. Konsumsi daging dengan seimbang juga menurunkan resiko bayi lahir prematur, lho. Pastikan daging matang dengan sempurna sehingga seluruh bakteri dan kuman sudah hilang, ya.

8. Sumber karbohidrat seperti oatmeal

Ibu membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi untuk beraktivitas. Apalagi saat ketika hamil, tentunya aktivitas akan semakin berat, ya Bunda! Nah, Anda bisa mencoba mengkonsumsi beragam karbohidrat bervariasi seperti oatmeal, nasi, kentang, bahkan roti gandum.

Selain itu, karbohidrat juga dibutuhkan dalam pembentukan organ tubuh janin, lho!

9. Jangan lupa untuk memastikan kebutuhan cairan terpenuhi

Hindari dehidrasi dengan memastikan Anda mengkonsumsi 8-10 gelas sehari, ya. Banyak yang meremehkan manfaat air putih, padahal ini adalah kunci agar Anda tetap segar dan dapat beraktivitas maksimal!

Bumil, Hindari Makanan Berikut Ini!

Jika tadi sudah bicara soal makanan sehat untuk ibu hamil yang waib dikonsumsi, sekarang kita juga membahas makanan apa saja yangw ajib dihindari oleh ibu hamil. Hal ini dikarenakan zat-zat dalam makanan tersebut dapat meningkatkan resiko kesehatan pada janin.

1. Ikan makarel dan ikan tinggi merkuri lainnya

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, beberapa ikan laut mengandung merkuri tinggi sehingga wajib dihindari. Merkuri sangat berbahaya bagi tubuh karena mengancam kesehatan dan keselamatan si kecil. Bunda bisa mencoba stop makan ikan laut besar seperti hiu, ikan todak, ikan makarel, dan tuna sirip kuning.

2. Sushi

Aduh, mungkin penggemar sushi akan kesulitan menahan keinginan ini, ya! Sushi memang dilarang untuk ibu hamil karena cara memasaknya. Seperti yang kita tahu, sushi merupakan ikan mentah atau setengah matang sehingga memungkinkan parasit dan bakteri lain untuk tertinggal dalam masakan tersebut. Hal ini tentu menjadi masalah pada kesehatan ibu dan janin. Stop dulu, ya Bunda!

3. Olahan makanan setengah matang

Selain sushi, Bunda juga perlu menghindari makanan setengah matang lain seperti daging steak setengah matang atau telur setengah matang. Bakteri seperti salmonella atau parasit toksoplasma sangat berbahaya dan mengancam jiwa janin dan ibu. Tidak jarang bisa menyebabkan keguguran dan infeksi cairan ketuban.

4. Jus di luar rumah

Wah, kenapa jus dilarang? Hal ini lebih kepada kebersihan alat serta buah yang dipilih. Jika Anda memilih membuat jus di dalam rumah, Anda bisa menentukan bagaimana kondisi buah dan daging yang layak serta kebersihan alat-alat pembuat jus.

5. Jeroan hewan

Ada banyak orang yang menyukai jeroan. Namun tahukah Anda jika jeroan mengandung kolesterol dan lemak yang buruk bagi kesehatan? Apalagi hati sapi yang mengandung vitamin A tinggi. Kandungan vitamin A yang terlalu tinggi bisa berdampak pada kesehatan jiwa janin.

6. Kafein dan alkohol

Kafein bisa meningkatkan detak jantung ibu dan bayi juga, lho! Inilah mengapa kafein wajib dihindari. Apalagi ada penelitian bahwa kafein meningkatkan resiko keguguran dan berat badan bayi yang rendah. Anda juga wajib menghindari alkohol yang memicu kondisi medis pada janin bahkan kelahiran mati.

7. Minyak ikan

Berbeda pada manfaat minyak ikan pada anak yang sudah lahir, minyak ikan pada ibu hamil justru dilarang, lho! Sama seperti hati sapi yang mengandung vitamin A berlimpah, inilah mengapa Bunda wajib menghindarinya.

8. Jamu herbal

Rasanya sulit sekali menghindari hal ini di Indonesia. Namun Anda tetap wajib menghindari konsumsi jamu, ya! Jamu herbal memiliki efek stimulan rahim sehingga menimbulkan kontraksi. Anda harus berkonsultasi kepada dokter jika memang ingin mengkonsumsi obat-obatan tambahan.

vacuum cleaner

Alergi Debu dan Vacuum Cleaner Terbaik Sesuai Kebutuhan Anda

Jika Anda sering bersin-bersin dikarenakan hidung gatal disertai berair, serta mata dan hidung yang memerah, Anda mungkin saja mengalami alergi debu. Memilih vacuum cleaner terbaik bisa jadi solusi untuk mencegah alergi debu.

Debu ini berasal dari kulit mati, jamur dan spora, bulu hewan, potongan tubuh kecoak yang sudah mati, juga hewan kecil bernama tungau. Bentuknya yang mikro memang sering tak kasat mata, namun Anda bisa melihat debu-debu ini mengambang apabila disorot sinar matahari. Jika terhirup oleh hidung, kotoran-kotoran inilah yang dapat menyebabkan bersin dan hidung meler.

Dalam artikel berikut, kami akan membahas perkara alergi debu, apa saja yang menjadi gejalanya, bagaimana cara meminimalisir alergi, juga tips kebersihan yang bisa Anda terapkan di rumah dengan penggunaan vacuum cleaner. Simak penjelasannya di bawah!

alergi debu

Gejala yang memicu alergi debu

Seperti yang sudah disebutkan tadi, gejala alergi debu berupa hidung yang gatal sehingga menyebabkan bersin-bersin. Namun, gejala ini juga diikuti dengan hidung tersumbat dan berair, mata dan hidung yang kemerahan, nyeri pada wajah, batuk, pembengkakan di area bawah mata, juga gatal pada langit-langit mulut serta tenggorokan.

Gejala alergi debu ini digolongkan menjadi dua, yaitu gejala ringan dan berat. Jika gejala ringan, seseorang dapat mengalami pilek, bersin-bersin, dan mata berair. Sedangkan apabila gejalanya berat, seseorang tidak hanya mengalami bersin secara terus-menerus, namun juga disertai hidung tersumbat, batuk, bahkan sesak napas hingga serangan asma berat.

Cara meminimalisir alergi debu

Tentu saja Anda bisa menghindari terpapar oleh debu dengan menjauhi benda-benda atau tempat-tempat yang menghasilkan debu yang banyak. Selain itu, Anda juga bisa meminimalisir alergi debu dengan cara-cara berikut:

  1. Melakukan pembersihan rumah secara rutin agar debu tidak menumpuk. Terutama pada tempat-tempat yang biasanya sering terabaikan, seperti rak buku, bagian atas kepala tempat tidur, bingkai foto, di bawah tempat tidur, di bawah sofa, atau di sela-sela lemari.
  2. Apabila Anda sedang melakukan pembersihan pada seisi rumah dan perabotan, jangan lupa gunakan masker pelindung agar debu tidak terhirup.
  3. Cuci tirai, seprai, dan selimut secara rutin dengan air bersuhu di atas 50 derajat Celcius. Ini dilakukan untuk membunuh kuman dan tungau yang ada pada kain.
  4. Hindari menggunakan selimut berbahan wol.
  5. Hindari meletakkan hiasan yang terlalu banyak di dalam rumah. Bunga buatan, hiasan dinding, boneka, mainan, atau pajangan meja dapat menjadi tempat berkumpulnya debu.
  6. Sebaiknya pilih perabotan yang berbahan kayu, kulit, atau plastik agar mudah dibersihkan.
  7. Untuk melindungi sang buah hati agar terhindar dari gejala yang menyebabkan alergi debu, Anda bisa memisahkan mainan-mainan yang berpotensi menyimpan debu dari kamar tidur anak Anda. Gunakan wadah penyimpanan yang memiliki tutup agar mainan terhindar dari debu.
  8. Perhatikan juga boneka berbulu yang dimiliki anak Anda. Pilihlah boneka yang mudah dicuci agar bisa dibersihkan secara berkala.
  9. Jangan lupa untuk membersihkan lantai dan karpet setiap hari. Untuk hasil yang lebih efektif, gunakanlah vacuum cleaner terbaik.

Tanda-tanda pilek biasa dan alergi debu memang mirip, sehingga mungkin sulit untuk membedakan apakah Anda mengalami pilek biasa atau alergi debu. Namun apabila gejala yang Anda rasakan sudah berlangsung lebih dari satu minggu, kemungkinan besar Anda mengalami alergi.

Jika gejala-gejala tersebut sudah membuat Anda kesulitan bernapas, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

vacuum cleaner terbaik

Memilih vacuum cleaner sebagai alat penunjang kebersihan yang praktis namun efektif

Seperti yang sudah disebutkan di atas, salah satu cara meminimalisir penyebaran dan penumpukan debu yaitu dengan rutin membersihkan lantai dan karpet.

Menggunakan sapu konvensional mungkin lebih nyaman untuk sebagian orang, namun menggunakan mesin penyedot debu akan terasa lebih efektif. Ini karena vacuum cleaner dapat memudahkan Anda menjangkau tempat-tempat yang sulit dijangkau dengan sentuhan tangan, sehingga Anda bisa membersihkan debu lebih maksimal.

Debu maupun kotoran berbentuk mikro dari bekas bangkai kecoa maupun tungau dapat dibersihkan dengan lebih cepat dan mudah menggunakan vacuum cleaner. Apalagi jika Anda memiliki hewan peliharaan yang berbulu, seperti anjing maupun kucing, di rumah. Bulu-bulu ini dapat mengganggu pernapasan dan menyebabkan gejala alergi juga, lho.

Vacuum cleaner dapat membantu membersihkan bulu-bulu hewan peliharaan Anda yang sering menempel di karpet, sofa, maupun yang rontok di lantai. Itu sebabnya menggunakan mesin penyedot debu akan memudahkan Anda dalam menjaga kebersihan di rumah agar terhindar dari alergi debu.

vacuum cleaner terbaik

Perhatikan hal-hal berikut sebelum membeli vacuum cleaner

Seiring berkembangnya zaman, performa vacuum cleaner juga ikut berkembang dengan berbagai teknologi yang terus memperbarui mesin tersebut. Sehingga Anda akan menemukan berbagai jenis vacuum cleaner terbaik dengan fitur dan harga yang berbeda-beda di pasaran.

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli vacuum cleaner, di bawah ini akan kami rangkum beberapa tips dan hal-hal apa saja yang perlu Anda perhatikan sebelum memilih mesin penyedot debu di pasaran. Hal ini perlu Anda perhatikan untuk menyesuaikan penggunaan vacuum cleaner dengan kebutuhan Anda di rumah.

1. Ketahui jenis tempat tinggal Anda

Jenis vacuum cleaner terbaik yang akan Anda pilih bisa disesuaikan dengan tempat tinggal Anda. Jika Anda bertempat tinggal di rumah pribadi dengan halaman, pilihlah tipe vacuum cleaner jenis wet and dry, sehingga Anda bisa membersihkan lantai yang basah. Sebaliknya, jika Anda tinggal di apartemen atau ruang yang lebih kecil, pilihlah vacuum cleaner jenis stick agar tidak memakan banyak tempat untuk penyimpanan.

Anda juga perlu mengetahui jenis keramik Anda. Jika Anda menggunakan keramik dan karpet, pilih mesin penyedot debu jenis canister. Bila rumah Anda menggunakan lantai marmer, Anda bisa menggunakan canister atau stick.

vacuum cleaner terbaik

2. Kenali jenis-jenis vacuum cleaner

Selain jenis vacuum cleaner terbaik yang sudah disebutkan di atas, berikut ini beberapa jenis lain yang sering muncul di pasaran:

  • Robotic Vacuum: Mesin penghisap debu yang satu ini menggunakan teknologi otomatis, dimana cara kerjanya bisa diatur menggunakan remote dan 100% otomatis.
  • Handheld Vacuum: Mesin ini berbentuk kecil, ringan, dan tanpa kabel. Cocok untuk membersihkan debu pada lemari, sofa, tempat sempit, hingga karpet mobil.
  • Upright Vacuum: Yang satu ini berukuran cukup besar dengan corong penghisap yang lebar di bagian bawah. Bentuknya cenderung lurus dan tegak.

3. Ketahui cara kerja mesin penyedot debu yang akan Anda pilih

Pastikan untuk mengetahui seberapa kuat dan seberapa baik vacuum cleaner Anda menyedot dan memfilter debu. Sebelum memutuskan membeli, cari tahu dulu fitur yang dimiliki, apakah sesuai dengan kebutuhan Anda atau tidak.

4. Pilih vacuum cleaner terbaik yang memiliki fitur mikropartikel

Kami menyarankan untuk memilih vacuum cleaner terbaik dengan fitur mikropartikel yang memiliki kemampuan untuk menyedot debu berukuran sangat kecil. Dengan begitu, vacuum cleaner ini bisa menyedot debu-debu yang berukuran 0,01mm sekalipun yang terdapat pada lantai, sofa, karpet, hingga tempat tidur sehingga Anda bisa menghindari terkena alergi debu.

pola makan sehat

6 Tips Ajarkan Pola Makan Sehat Pada Si Kecil

Menanamkan pola makan sehat pada si Kecil penting diajarkan sejak usia dini. Tujuannya, agar ia tebiasa menerapkan pola makan sehat, sehingga kebutuhan nutrisinya tercukupi dengan baik. Jika nutrisinya terpenuhi dengan baik, maka tumbuh kembangnya pun akan optimal. Mama dapat menyajikan menu makanan yang mengandung asupan nutrisi seimbang, dan mengatur jadwal makan ideal si Kecil. Untuk membiasakan pola makan sehat, terdapat beberapa cara yang harus dilakukan Mama. Yuk Ma, simak apa saja tips untuk membiasakan pola makan sehat si Kecil berikut ini!

pola makan sehat

Tips Ajarkan Pola Makan Sehat Sejak Dini

1. Memberikan Contoh Pola Makan Sehat Untuk Si Kecil

Si Kecil yang cenderung mengidolakan orang tuanya secara umum akan menirukan perilaku Mama dan Papanya. Untuk itu, orang tua harus menjadi panutan yang baik bagi si Kecil, termasuk dalam menerapkan pola makan. Mama bisa membiasakan si Kecil ikut menemani makan bersama di jam yang teratur. Kemudian, tunjukkan si Kecil makanan mana yang boleh ia makan dan yang tidak boleh. Misalnya, Mama bisa menunjukkan buah sebagai makanan yang boleh ia minta, sedangkan makanan pedas bukan untuknya.

pola makan sehat

2. Rutin Mengenalkan Rasa Baru

Agar si Kecil terbiasa dengan ragam rasa makanan yang dapat memenuhi nutrisinya, kenalkan ia dengan varian rasa yang berbeda. Mengenalkan rasa makanan padanya bisa dimulai sejak masa MPASI. Meskipun si Kecil tidak mudah menerima setiap rasa makanan, setidaknya ia mulai beradaptasi. Sehingga, semakin ia terbiasa dengan rasa baru, semakin mudah pula prosesnya dalam menerima makanan.

3. Temukan Cara Agar Si Kecil Menerima Makanan Sehat

Tidak mudah bagi si Kecil menerima rasa makanan yang baru dikenalkan padanya. Tetapi, ada berbagai cara yang bisa Mama lakukan agar si Kecil mudah menerima. Jangan memaksakan makanan yang ia tolak, berikan jeda beberapa waktu, lalu coba lagi di kemudian hari. Mama bisa juga mencampur makanan tersebut dengan bahan lainnya agar cita rasanya berpadu, dan lebih disukai si Kecil. Lalu, mengubah bentuk makanan juga bisa Mama coba, misalnya si Kecil tidak suka dengan buah pisang utuh, Mama bisa coba membuatnya menjadi bubur atau jus.

pola makan sehat

4. Mengenalkan Makanan Baru Saat Selera Makan Tinggi

Saat si Kecil nafsu makannya tinggi, Mama bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk ia mencoba rasa makanan baru. Pada masa ini, ia selalu ingin minta makan meskipun porsi makannya sudah ideal. Saat sedang berselera seperti ini, Mama bisa memberikan makanan yang belum pernah ia coba. Karena selera makannya sedang baik, kemungkinan besar si Kecil cara ini akan berhasil mendorong si Kecil menerima makanan baru.

5. Memenuhi Asupan Nutrisi

Nutrisi penting untuk optimalkan tumbuh kembang si Kecil agar mendapatkan gizi seimbang. Menentukan nutrisi apa saja pada menu makanannya harus diperhatikan orang tua. Karbohidrat, protein, serat, lemak, vitamin dan kalsium merupakan kebutuhan dasar nutrisi yang harus dipenuhi. Untuk itu, Mama harus memastikan menu makanan si Kecil mengandung nutrisi tersebut. Ketika terbiasa menyantap menu makanan dengan kandungan nutrisi cukup, secara tidak langsung ia akan merekam pola makan sehat untuknya.

6. Memperbanyak Wawasan Pola Makan Sehat Anak

Agar maksimal dalam menanamkan pola makan sehat sejak dini, orang tua perlu menambah wawasan tentang pola makan ideal untuk si Kecil. Menambah wawasan bisa dilakukan dari membaca informasi, berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak atau pakar nutrisi. Dengan dmikian, Mama bisa menyiapkan nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang si Kecil.

Selain mengajarkan pola makan sehat, tumbuh kembang si Kecil harus didukung dengan aktivitas yang menunjang. Seperti mengajaknya bermain agar dapat merangsang motorik harus dan kasar. Untuk memfasilitasi si Kecil bermain, Mama tidak harus selalu membeli mainan untuknya. Karena saat ini sudah tersedia platform sewa berbagai perlengkapan anak Mamasewa.com, yang memudahkan Mama memenuhi keperluan aktivitas si Kecil. Selain mudah, Mama juga bisa menghemat pengeluaran untuk si Kecil. Yuk, sewa mainan untuk si Kecil sekarang!  

perkembangan bayi

5 Fase Perkembangan Bayi yang Wajib Dipahami Orang Tua

Kelahiran buah hati adalah momen yang dinati-nantikan Mama dan keluarga. Tak heran jika sejak masa kehamilan, Mama sudah menyiapkan berbagai perlengkapan untuknya. Memenuhi apa yang dibutuhkan si Kecil sangat penting untuk optimalkan setiap tahapan tumbuh kembangnya. Tapi ada hal lain yang tak kalah pentingnya. Memahami setiap fase perkembangan bayi dan bagaimana cara mendukungnya menjadi hal paling penting yang harus diperhatikan orang tua. Sehingga, jika terjadi hambatan tumbuh kembang pada si Kecil, orang tua bisa segera menanganinya.

Apa saja fase-fase tumbuh kembang bayi yang perlu diperhatikan orang tua? Yuk simak penjelasannya berikut ini!

perkembangan bayi

Fase Perkembangan Bayi

1. Fase Awal Kelahiran

Pada fase awal kelahiran si Kecil akan terjadi beberapa perubahan pada tubuhnya, seperti penurunan berat badan. Ketika berat badan si Kecil mulai turun di minggu awal, Mama tak perlu khawatir. Proses ini normal terjadi pada bayi baru lahir. Perlahan berat badannya akan mulai naik kembali ketika ia sudah berusia lebih dari satu minggu. Selain berat badan, panjang badan dan lingkar kepala bayi juga mengalami perkembangan di satu bulan pertamanya.

perkembangan bayi

2. Fase Bayi Tengkurap (1-3 Bulan)

Perkembangan bayi pada usia 1-3 bulan menunjukkan perubahan pada berat dan tinggi badan yang cenderung meningkat. Ukuran lingkar kepala juga semakin bertambah. Berbeda dengan minggu awal kealhiran, dalam fase ini si Kecil Si Kecil sudah bisa merespon gerakan benda di sekitarnya. Pada fase ini ia sudah bisa mulai tengkurap sambil mengangkat kepala dan dadanya. Lalu, ia mulai banyak bermain dengan tangan dan kakinya, seperti menggenggam benda dan memasukkannya ke mulut, dan menggerak-gerakkan kaki.

3. Fase Bayi Berguling (4-6 Bulan)

Pada usia 4-6 bulan perkembangan bayi terjadi pada peningkatan berat badan yang signifikan hingga dua kali berat badannya saat lahir. Sementara tinggi serta lingkar kepalanya juga mengalami peningkatan. Aktivitas apa saja yang bisa dilakukan si Kecil pada fase ini, Ma? Di usia 4-6 bulan bayi sudah bisa berguling ke kanan dan ke kiri, dari tengkurap ke terlentang, dan sebaliknya. Ia sudah bisa duduk dengan dipegangi. Si Kecil juga mulai mengajak berbicara dan bermain dengan orang-orang di sekitarnya, mengucapkan satu dua kata namun belum jelas.

4. Fase Bayi Merangkak dan Duduk (7-9 Bulan)

Fase merangkak dan duduk terjadi ketika si Kecil memasuki usia 7-9 bulan. Seperti pada fase-fase sebelumnya,  si Kecil terus mengalami peningkatan berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepalanya. Sementara aktivitas yang mampu ia lakukan yaitu merangkak, menggunakan tangan, lutut, dan kaki untuk mendorong badannya. Ia sudah bisa duduk tegak tanpa dipegangi, dan mulai berdiri sambil berpegangan. Pada fase ini si Kecil bisa mengucapkan satu dua kata dengan jelas.

perkembangan bayi

5. Fase Berdiri dan Berjalan (10-12 Bulan)

Usia menjelang satu tahun yaitu 10-12 bulan, si Kecil mengalami peningkatan berat badan tiga kali lipat. Tinggi badan dan lingkar kepalanya terus mengalami peningkatan. Di fase ini ia sudah belajar berdiri tanpa bantuan pegangan. Si Kecil sudah bisa meminta benda yang diinginkan dengan menunjuk. Ia mampu merespon untuk mengatakan iya dan tidak dengan mengangguk dan menggeleng. Si Kecil juga sudah dapat memegang finger food dan memakannya.

Nah itu dia penjelasan fase-fase penting perkembangan bayi yang harus dipahami orang tua, untuk mendukung tumbuh kembang optimal si Kecil. Setiap anak tidak bisa disamakan fase perkembangannya, namun pemaparan di atas memberikan informasi secara umum yang dapat dijadikan wawasan oleh para orang tua.

Untuk mendukung perkembangan optimal si Kecil, orang tua bisa membantunya melakukan aktivitas-aktivitas yang mendorong tumbuh kembang seperti mengajaknya bermain. Berbagai macam mainan untuk tumbuh kembang si Kecil tidak harus dibeli dengan harga yang mahal, Ma. Di Mamasewa.com telah tersedia perlengkapan dan beragam mainan untuk si Kecil melakukan aktivitas sesuai usianya. Yuk Ma, sewa mainan untuk aktivitas tumbuh kembangnya sekarang!

parenting anak

5 Prinsip Parenting Anak Untuk Dukung Kesuksesan Di Masa Depan!

Menerapkan pola pengasuhan yang ideal pada anak perlu dipahami oleh para orang tua. Mendidik anak dengan cara yang benar sangat penting untuk membentuk karakter si Kecil, agar ia menjadi pribadi yang baik hingga dewasa kelak. Kesalahan orang tua dalam parenting anak dapat memengaruhi perilaku si Kecil di kemudian hari. Maka dari itu, untuk membentuk karakter positif pada anak, orang tua wajib memahami prinsip pola asuh yang ideal.

Setiap anak tumbuh menjadi pribadi yang berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh pola asuh orang tua saat mereka kecil. Mendidik anak dengan hal-hal yang positif akan membawanya menjadi sesorang yang juga positif perilaku dan mentalnya. Sebaliknya, jika anak dididik dengan keras maka ia juga akan menjadi pribadi yang keras. Akan menjadi apa si Kecil nantinya ditentukan pola asuh sejak usia dini. Maka dari itu penting bagi orang tua memahami prinsip-prinsip parenting anak. Yuk simak tipsnya berikut ini.

Parenting Anak yang Wajib Dilakukan Orang Tua

parenting anak

1. Rutin Meluangkan Waktu Untuk si Kecil

Perhatian dari orang tua merupakan kebutuhan bagi si Kecil agar ia dapat tumbuh dengan kasih sayang yang cukup. Memberikan perhatian secara rutin, berpengaruh pada psikologis si Kecil yang dapat membentuk tindakan-tindakan baik pada dirinya kelak.

Sebaliknya, jika si Kecil merasa kurang diperhatikan, bukan tidak mungkin ia akan melakukan tindakan-tindakan buruk untuk menarik perhatian orang tuanya. Tidak hanya Mama saja yang perlu meluangkan waktu dan memberikan perhatian untuk si Kecil, Papa pun perlu melakukan hal yang sama. Parenting anak dengan quality time ini, juga untuk membangun hubungan baik si Kecil dengan kedua orang tuanya.

Orang tua dapat menjadwalkan waktu berkualitas dengan si Kecil melalui cara-cara sederhana seperti menemani bermain, mengantar ke sekolah, menanyakan aktivitas yang ia lakukan di sekolah, atau sekadar makan bersama.

2. Tidak Terlalu Memanjakan si Kecil

Orang tua sering tidak tega jika anaknya dalam kesusahan atau kesulitan. Apalagi kalua si Kecil sampai merengek, hati orang tua mana yang tak iba. Sehingga, tak jarang orang tua selalu mengusahakan dan menuruti setiap kemauan si Kecil.

Menuruti kemauan si Kecil merupakan dukungan yang baik untuknya, tapi orang tua harus bijaksana dalam memenuhi permintaannya. Tidak semua permintaan si Kecil harus dipenuhi, karena hal ini akan membuatnya terlalu manja. Ada kalanya Mama dan Papa harus mendukung si Kecil untuk mendapatkan apa yang ia mau dengan usahanya sendiri. Jadi, nggak ada salahnya sesekali menolak atau tidak menuruti kemauan si Kecil, jika dampaknya kurang baik untuk anak di masa depan.

Misalnya, jika si Kecil meminta main game smartphone setiap hari, Mama tidak boleh menurutinya terus-menerus. Parents bisa melatihnya disiplin dengan membolehkan ia bermain game saat akhir pekan atau libur sekolah. Karena, jika si Kecil keasikan main game dan tidak terkontrol, hal ini dapat mempengaruhi aktivitas dan tanggung jawabnya seperti mengerjakan PR sekolah akan terbengkalai, hingga kecanduan game. Untuk itu parenting anak yang tepat benar-benar perlu diterapkan pada si Kecil.

3. Mengajarkan Kemandirian pada si Kecil

Mengajarkan kemandirian pada si Kecil perlu ditanamkan sejak dini agar ia terbiasa menjadi pribadi yang mandiri. Parenting anak ini dapat dilakukan orang tua untuk mengasah kemandirian. Misalnya, membiasakan si Kecil makan sendiri, merapikan mainannya, atau membersihkan tempat tidurnya sendiri. Dengan memberikan kepercayaan padanya, ia juga akan bertanggung jawab untuk menghadapi masalahnya sendiri.

Setelah si Kecil mulai berlatih mandiri, memberikan apresiasi atas apa yang dikerjakannya juga penting. Apresiasi atas usaha dan keberhasilannya dapat mendorong si Kecil tetap semangat dan konsisten meningkatkan kemandirian.

4. Membiasakan si Kecil Disiplin di Rumah

Menerapkan kedisiplinan di rumah dapat melatihnya memahami hal-hal yang benar dan tidak, baik dan buruk. Si Kecil juga akan lebih terbiasa mengontrol dirinya. Orang tua bisa menjelaskan kepadanya mengapa kedisiplinan penting, mengapa hal ini harus dilakuan, mengapa hal itu tidak boleh dilakukan.

Misalnya ketika tiba jam makan, ia harus menghentikan semua aktivitasnya dulu dan meluangkan waktu untuk makan pada jam tersebut. Makan adalah kebutuhan dasar yang harus dilakukan tepat waktu untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Dengan demikian ia akan mengerti dan tidak mengabaikan kesehatan dirinya.

Pola tersebut juga bisa diterapkan pada hal-hal lain yang memerlukan kedisiplinan seperti mematuhi jam tidur dan bangun, belajar, membatasi waktu bermain, dan sebagainya. Dengan demikian, si Kecil akan terbiasa disiplin yang memudahkannya dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

parenting anak

5. Menjadi Contoh yang Baik Untuk si Kecil

Katika masih berusia anak-anak sifat alami si Kecil cenderung melakukan imitasi atau meniru perilaku orang tua dan orang-orang di sekitarnya. Maka dari itu, orang tua wajib memberikan contoh perilaku yang baik kepada anak-anaknya. Menajdi panutan untuk si Kecil merupakan parenting anak yang sangat penting, karena perilaku anak akan terbentuk dari contoh yang diberikan orang tua.

Misalnya, orang tua mengjarkan cara berkomunikasi yang baik padanya, ramah terhadap orang lain, berkata jujur, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, dan lain sebagainya.

Nah Ma, itu dia prinsip parenting anak yang bisa diterapkan agar tumbuh kembang si Kecil optimal. Pola asuh anak yang baik dapat membentuk keceriaan, kemandirian, kepedulian dan hal positif lainnya yang membantu si Kecil tumbuh menjadi pribadi baik.

Dalam menjalankan prinsip parenting anak, Mama bisa memberikan fasilitas yang memadai untuk si Kecil yang dapat menunjang pertumbuhannya. Misalnya, untuk menumbuhkan kecerian buah hati tercinta, tak ada salahnya Mama meberikan mainan-mainan yang menyenangkan dan positif. Tidak harus membeli mainan mahal Ma, karena Mama bisa menyewa berbagai mainan si Kecil di Mamasewa.com dengan mudah dan murah. Tempat sewa kebutuhan si Kecil Mamasewa.com menyediakan berbagai permainan seru seperti trampolin, perosotan, hingga kolam renang karet yang bisa bantu tumbuh kembang si Kecil. Selain itu, dapat menjadi bentuk perhatian orang tua pada anak. Yuk, Ma sewa mainan seru untuk si Kecil sekarang juga!

golden age

Optimalkan Golden Age Si Kecil, Ini 5 Hal yang Wajib Dilakukan Orang Tua!

Golden age merupakan masa tahapan tumbuh kembang anak yang paling berharga. Fase ini terjadi pada usia 0-5 tahun pertama kehidupan si Kecil. Pada masa emasnya si Kecil mampu menyerap bebagai hal di sekitarnya dengan optimal. Dalam fase golden age, anak mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, sehingga penting bagi orang tua untuk menanamkan karakter yang baik pada si Kecil di masa ini. Lalu, apa saja hal-hal yang wajib dilakukan orang tua, saat si Kecil memasuki fase golden age?

Untuk memanfaatkan sebaik-baiknya fase golden age, orang tua wajib mendukung tumbuh kembang si Kecil di masa ini. Hal-hal yang harus dilakukan orang tua yaitu merangsang motorik si Kecil, mengasah kecerdasan dan kreativitasnya, mengenali potensinya, dan masih banyak lagi. Kali ini, Mamasewa akan mengajak Mama memahami hal-hal apa saja yang penting dilakukan orang tua di masa emas anak. Yuk Ma, simak penjelasannya berikut ini!

golden age

Optimalkan Masa Golden Age

1. Melakukan Stimulasi yang Tepat

Masa golden age si Kecil sangat menentukan dan berpengaruh pada tumbuh kembang di fase pertumbuhan berikutnya. Untuk itu, orang tua perlu memberikan stimulasi-stimulasi yang tepat pada tiap tahapan tumbuh kembang anak. Memberikan stimulasi yang tepat seperti rangsangan motorik halus maupun motorik kasar, mengasah kreativitas dan kecerdasan si Kecil, dapat menjadi bekal yang baik untuk masa depannya. Sehingga, nantinya si Kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, cerdas, kreatif, mandiri dan memiliki kemampuan sosial yang baik.

2. Merangsang Kreativitas si Kecil

Kreativitas merupakan ketrampilan dasar yang harus dimiliki si Kecil agar mampu berpikir menyelesaikan masalah yang ia hadapi. Selain itu, kreativitas juga membiarkan ia mengeksplorasi hal-hal baru. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk bantu mendorong kreativitas si Kecil sejak dini.

Dengan kreativitas yang mumpuni, si Kecil memiliki modal meraih kesuksesan dalam bidang-bidang yang diinginkan di masa depannya kelak. Pentingngnya mengasah kreativitas di masa golden age si Kecil akan membantunya saat dewasa, karena pembentukan karakter paling optimal terjadi pada usia anak.

3. Mengasah Kecerdasan si Kecil

Kecerdasaan pada anak tidak terjadi begitu saja tanpa adanya dorongan dan dukungan dari orang tua. Meskipun si Kecil bisa saja memiliki bakat sejak lahir, namun tanpa pendampingan dari orang tua, ketrampilannya tidak akan berkembang secara maksimal. Mengasah kecerdasannya bisa dilakukan sesuai tahapan usia. Beberapa kegiatan yang bisa mengasah kecerdasan si Kecil yaitu mengenal warna, nama buah, nama binatang, mendengarkan dongeng, mewarnai, dan sebagainya. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut, si Kecil mampu mengekspresikan apa yang ia serap dalam pikirannya.

Dalam mengasah kecerdasan anak, proes yang diperlukan tidak sebentar. Orang tua dan lingkungan terdekat yang akan menentukan keberhasilan proses kecerdasaan optimal si Kecil. Maka dari itu, peran orang tua sangat penting untuk memberikan stimulasi kecerdasan pada masa golden age, karena pada fase ini otak si Kecil mengalami pertumbuhan yang pesat.

golden age

4. Memahami Potensi si Kecil

Orang tua perlu mengenali dan memahami potensi si Kecil, agar dapat mendukungnya secara optimal. Dengan memahami potensinya, orang tua bisa mengarahkan potensi tersebut untuk diasah, sehingga menjadi ketrampilan yang bernilai. Sebagai contoh, jika si Kecil cenderung suka menyanyi, Mama bisa mendukungnya dengan melatih bernyanyi yang benar, atau mengikutsertakan ia dalam les vokal. Ketika orang tua mampu menangkap potensi yang dimiliki si Kecil pada masa golden age-nya, maka semakin mudah pula untuk mendukung kemampuannya. Potensi si Kecil apapun itu wajib didukung dengan baik, karena kemampuan tersebut merupakan ketrampilan yang dapat ia kuasai, dan akan membantu kesuksesannya di masa depan.

usia emas

5. Mengasah Kemampuan Kognitif

Mengasah kemampuan kognitif anak di usia emasnya adalah investasi yang dapat diberikan orang tua kepada si Kecil. Memahami dan mendukung kemampuan kognitif anak penting dilakukan agar ketika dewasa anak terbiasa berpikir logis. Selain itu, kemampuan kognitif yang baik dapat melatih kemampuan komunikasi yang baik, berkperilaku santun dan mencintai lingkungan sekitar. Upaya yang bisa dilakukan untuk mengasah kemampuan kognitif si Kecil yaitu dengan mengajaknya pergi ke tempat baru. Tempat baru termasuk tempat wisata seperti kebun binatang, pegunungan, pantai, tempat hiburan, yang belum pernah ia kunjungi. Setelah itu, Mama bisa meminta si Kecil untuk meceritakan pengalaman apa saja yang ia dapatkan sewaktu mengunjungi tempa baru. Dengan demikian, kemampuan kognitif si Kecil semakin terasah.

Itulah beberapa upaya yang wajib Mama lalukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil di masa emasnya. Masa golden age si Kecil tidak boleh disia-siakan, karena di usia ini orang tua dapat menanamkan nilai-nilai yang menentukan masa depannya. Untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil secara maksimal memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun hal ini jangan sampai menjadi penghambat pertumbuhan si Kecil ya, Ma. Agar bisa meminimalisir kebutuhan si Kecil, Mama tidak harus membeli semua kebutuhannya. Di Mamasewa.com, Mama bisa menyewa kebutuhan-kebutuhan tumbuh kembang si Kecil seperti mainan yang bisa merangsang motoriknya, hingga perlengkapan traveling. Selain bisa berhemat, menyewa segala kebutuhan si Kecil juga lebih efisien, karena mainan atau barang yang diperlukan si Kecil nantinya tidak terpakai lagi seiring pertambahan usia. Yuk, sewa kebutuhan si Kecil sekarang!