Berkebalikan dengan strong-willed children yang harus “direm”, untuk menghadapi anak yang mudah menyerah, Mama perlu terus memberikan dukungan yang dibutuhkan. Memang ada banyak alasan kenapa anak lebih mudah menyerah daripada anak-anak lainnya. Namun, apa pun penyebabnya, resiliensi anak bisa diasah dan dibangun. Berikut adalah cara-cara yang bisa Mama coba!
Tips Menghadapi Anak Mudah Menyerah
Takut gagal sebenarnya adalah sifat alami manusia. Namun, kalau anak sampai tidak mau mencoba sesuatu hanya untuk menghindari kegagalan, itu artinya mereka telah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pelajaran hidup yang tak ternilai. Maka, sangat penting untuk mengajari mereka bagaimana caranya berjuang, berani gagal, dan mencobanya lagi dengan cara sebagai berikut.
1. Jadi Teladan yang Baik

Menurut Center for the Developing Child di Universitas Harvard, faktor paling penting untuk mengembangakn resiliensi pada anak adalah hubungan keluarga yang harmonis serta komitmen orang tua untuk menjadi teladan yang baik.
Dengan begitu, anak jadi merasa memiliki “bahan bakar” yang cukup sehingga tidak akan membuatnya menyerah begitu saja.
2. Bantu Anak Menemukan Minatnya
Membantu anak menemukan sesuatu yang mereka sukai dapat memberikan banyak manfaat. Dengan melakukan apa yang mereka suka, apa pun masalahnya, anak akan lebih resilien saat menghadapi tantangan.
Tugas Anda sebagai orang tua adalah dengan terus mendorongnya. Lantas, jika anak belum menemukan apa yang mereka sukai, bantu mereka bereksplorasi dan mencoba aktivitas baru lainnya.
BACA JUGA: BELAJAR DARI CERITA KIMBERLY RYDER, INI CARA MELATIH DAYA JUANG ANAK
3. Jangan Menyelesaikan Masalahnya
Banyak orang tua cenderung turun tangan dan ingin segera menyelesaikan masalah anak-anaknya. Meskipun niatnya baik, hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini justru membuat anak jadi lebih mudah menyerah.
Idealnya, anak-anak perlu belajar, mencari tahu, dan menemukan solusinya sendiri. Kesalahan memang bisa terjadi, tetapi orang tua harus lebih fokus membimbing dan membantu anaknya belajar menemukan solusi.
Dengan kata lain, berhentilah menjadi snowplow parents yang selalu berusaha menyingkirkan dan menyelesaikan semua masalah anak-anaknya.
4. Biarkan Anak Membuat Kesalahan

Meskipun Mama merasa tidak nyaman membiarkan anak membuat kesalahan, tapi ini adalah salah satu cara terbaik untuk mengembangkan resiliensi. Justru, anak-anak yang tidak pernah membuat kesalahan, tidak akan pernah belajar caranya memperbaiki kesalahan atau membuat keputusan yang lebih baik.
Seorang psikolog klinis, Stephanie O’Leary, pun sepakat bahwa dengan mengalami kegagalan, anak akan mempelajari keterampilan mengatasi masalah. Ini mengajarkan ketekunan, kreativitas, dan daya juang.
5. Tunjukkan Simpati
Ketika anak Anda mengungkapkan keinginan untuk menyerah pada sesuatu yang baru saja mereka mulai, tunjukkan bahwa Anda mendengarkan sudut pandangnya. Bantu mereka untuk memahami tantangan yang mereka rasakan dan beri mereka ruang untuk mengekspresikan perasaannya tanpa berusaha membuat rencana atau menawarkan solusinya.
Apa pun yang Anda lakukan, berhati-hatilah untuk tidak mencampuradukkan keinginan anak dengan keinginan Anda untuk membantu mereka mencapai hasil akhir dengan cepat.
BACA JUGA: APA ITU GENERASI HOME SERVICE: DEFINISI, PENYEBAB, DAN CARA MENGHINDARINYA
6. Tawarkan Alternatif yang Lebih Mudah untuk Meningkatkan Kepercayaan Dirinya
Sering kali, cara terbaik untuk menumbuhkan daya juang anak adalah dengan menunjukkan bahwa mereka juga bisa berhasil. Ini membuat anak merasa bangga dan percaya diri.
Caranya dengan menawarkan sudut pandang, tanggung jawab, atau solusi yang lebih mudah mereka kelola. Sering kali, ini bisa menginspirasi mereka untuk bertahan dan terus maju di lain kesempatan.
7. Puji Prosesnya, Bukan Orangnya

Pujian dan apresiasi bisa menjadi motivasi bagi anak untuk bertahan menghadapi kesulitan. Namun, Mama perlu tahu bedanya people praise dan process praise.
People praise menyatakan kekaguman pada seseorang alih-alih usahanya. Contohnya “Kamu sangat pintar”. Meski terdengar menyenangkan, tapi ini bisa mengembangkan fixed mindset yang membuat anak berpikir bahwa dirinya akan selalu pintar. Akibatnya, ketika mereka kesulitan atau gagal melakukan sesuatu, anak merasa cemas atau cepat menyerah.
Sebaliknya, process praise berfokus pada usaha yang mereka lakukan saat belajar atau mencapai tujuan akhir. Ini lebih cenderung mendorong growth mindset. Contohnya “Kalau saya terus berlatih, pasti saya bisa lolos seleksi”.
8. Latih Anak untuk Mengendalikan Diri
Nah, untuk menindaklanjuti cara-cara di atas, cara lain untuk membantu anak yang mudah menyerah membangun resiliensi adalah dengan melatihnya mengendalikan diri (self-control).
Anak-anak perlu tahu kapan mereka harus mengerahkan kemampuannya dan kapan perlu istirahat supaya bisa kembali siap berjuang (bouncebackability). Intinya, bantu anak mendekati persoalan dengan cara yang berbeda—alih-alih memutuskan untuk menyerah.
BACA JUGA: 10 DAMPAK HELICOPTER PARENTING PADA ANAK, AWAS GANGGU PERKEMBANGANNYA!
9. Dorong Positive Self-talk
Kemudian, dorong anak untuk memperlakukan dirinya dengan baik dan melihatnya sebagai orang yang mampu. Salah satunya adalah dengan positive self-talk.
Bantu mereka untuk mampu mengafirmasi dirinya, misalnya dengan mengatakan “Saya hanya perlu mencoba yang terbaik”, “Saya sudah pernah melalui yang lebih menantang, maka saya bisa melakukannya lagi”, dan sejenisnya.
Maka, kalau Mama pernah mendengar ujaran positivity attracts positivity, memang itu benar adanya. Bahkan ini sudah dibuktikan secara ilmiah lho, Mam!
10. Bantu Anak Menerima Perubahan

Perubahan sering kali menakutkan bagi anak-anak. Namun, tak ada satu pun yang tak berubah—dan sering kali ini terjadi di luar kendali kita sebagai manusia.
Maka, membantu anak melihat bahwa perubahan adalah bagian dari kehidupan, adalah langkah penting untuk melatihnya resilien.
Mam, itulah beberapa cara mengatasi anak mudah menyerah yang bisa Mama terapkan. Selalu dukung dan berikan stimulasi yang tepat untuk membantunya berkembang menjadi individu yang tangguh. Salah satunya dengan bermain brakiasi, sepeda, atau mainan lain yang semuanya bisa Mama temukan di Mamasewa.
Yuk, cek koleksi selengkapnya hanya di www.mamasewa.com!
-
Bubble Wooden Activity WalkerRp6.250 / Hari
-
London Taxi Balance Bike – JadeRp6.666 / Hari
-
London Taxi Balance Bike – LilacRp6.666 / Hari
-
London Taxi Balance Bike – MustardRp6.666 / Hari
-
Sepeda London Taxi Kick Bike – Blue GrayRp6.666 / Hari
-
ELC Wooden Activity KitchenRp7.143 / Hari
-
Inui Baby Shark Tricycle – YellowRp2.500 / Hari
-
Inui Baby Shark Tricycle – BlueRp2.500 / Hari
-
Inui Baby Shark Tricycle – RedRp2.500 / Hari
-
ELC Wooden Activity WorkbenchRp4.910 / Hari
-
Inui Balance Bike – BlackRp2.321 / Hari
-
Brakiasi The Minigym with Bridge – ColorfulRp21.555 / Hari












