Perceraian bukan hal mudah bagi siapa pun, termasuk anak-anak. Namun, demi anak, orang tua harus tetap mengusahakan supaya mereka tumbuh dengan rasa aman, cinta, serta dukungan dari kedua orang tuanya. Jika Anda dalam situasi ini, pengaturan co-parenting dapat membantu. Jadi seperti apa co-parenting yang sehat dan tips suksesnya? Berikut informasinya.
Apa Itu Co-parenting?

Ketika orang tua bercerai atau berpisah, perihal pengasuhan anak sering kali menjadi pelik. Terlepas dari itu, anak-anak juga sangat mungkin mengalami gejolak emosi yang cukup kompleks.
Nah, dalam hal ini, co-parenting bisa membantu. Co-parenting atau shared parenting sendiri adalah sebuah pola pengasuhan yang dilakukan oleh kedua orang tua yang sudah bercerai atau berpisah untuk tetap saling berbagi tanggung jawab atas anak-anaknya.
Co-parenting yang efektif dapat meminimalkan dampak perpisahan, menurunkan tingkat stres, sekaligus mengurangi konflik antara orang tua—yang dampaknya tentu juga dirasakan oleh anak.
BACA JUGA: CARA MENGHADAPI ANAK YANG SEDANG SEDIH, JANGAN DISEPELEKAN!
Tips Co-parenting yang Sukses
Faktor penting dalam co-parenting yang efektif adalah memastikan bahwa kebutuhan anak tetap menjadi prioritas. Terlepas dari bagaimana perasaan orang tua terhadap satu sama lain.
Orang tua harus menyadari bahwa pengasuhan bersama memang cukup menantang. Terlebih lagi karena sekarang sudah terpisah jarak sehingga membuat pengasuhan anak menjadi lebih rumit. Meski begitu, manfaatnya sangat berharga bagi anak-anak sehingga Anda harus menyimak tips co-parenting berikut ini.
1. Mengupayakan Komunikasi yang Baik

Meski sudah berpisah, penting untuk tetap menjaga komunikasi tetap terbuka. Termasuk dengan keluarga mantan pasangan Anda dan terutama yang berkaitan dengan anak-anak.
Jika orang tuanya bisa berkomunikasi secara efektif, menyelesaikan konflik, dan mengatasi hambatan, anak akan lebih mudah menerima kondisinya.
Selain itu, ini juga bagus sehingga kedua orang tuanya sama-sama well-informed mengenai perkembangan, sekolah, kondisi medis, dan keseharian anak.
2. Berkompromi
Orang tua juga perlu berusaha terbuka terhadap kekhawatiran atau ide satu sama lain mengenai masalah anak-anak. Hanya dengan begitu, kedua orang tuanya bisa saling berkompromi dan mengakomodasi kebutuhan anak.
Ini juga termasuk tentang rencana pengasuhan, seperti pengaturan jadwal kunjungan, rutinitas harian, pendidikan, keuangan, kesehatan, dan sebagainya.
3. Menghargai Gaya Pengasuhan yang Berbeda
Pahami bahwa setiap orang memiliki gaya pengasuhan yang berbeda. Termasuk mantan pasangan Anda.
Jika cara mereka cukup berbeda, tapi tidak “menyimpang”, maka hargai itu. Biarkan anak tetap menjalin ikatan yang baik dengan mantan pasangan Anda. Bagaimana pun hubungan anak dan orang tua tidak akan berakhir, bahkan ketika orang tuanya bercerai.
Lagi pula anak juga perlu belajar cara beradaptasi dengan situasi dan hubungan yang berbeda. Untuk memuluskan ini, ada bagusnya kalau Anda memiliki basic agreement terkait keputusan-keputusan yang menyangkut tentang anak.
BACA JUGA: STRESS LANGUAGE ANAK: APA ITU DAN MACAM-MACAMNYA
4. Beri Ruang bagi Orang Tua Tiri

Baik Anda maupun mantan pasangan Anda mungkin akan melanjutkan hidup bersama orang lain. Maka, ketika momen ini akhirnya terjadi, tugas Anda selanjutnya adalah menghargai itu.
Selagi orang tua tirinya tetap menghargai hubungan Anda dan anak Anda, tak ada salahnya memberi mereka ruang untuk ikut mencintai anak Anda.
Namun, tetap hormati batasan satu sama lain. Hanya karena Anda dan mantan pasangan Anda “kompak” mengasuh anak bersama, bukan lantas Anda bisa mengabaikan kehadiran orang tua tirinya. Termasuk tidak ikut mengomentari hubungan mantan pasangan Anda dengan pasangan barunya.
5. Jaga Interaksi Tetap Ramah
Mungkin ada saatnya Anda harus bertemu atau berinteraksi dengan mantan pasangan Anda atau orang lain dalam kehidupan mereka, seperti anggota keluarga atau pasangan mereka saat ini.
Misalnya, saat mengantar atau menjemput anak, acara ulang tahun anak, atau acara di acara sekolah. Dalam kesempatan ini, cobalah untuk menjaga interaksi tetap ramah dan penuh rasa hormat. Buat anak mengerti bahwa orang tuanya masih saling menghargai meski sudah memulai babak baru.
6. Memberi Contoh dan Pengertian
Orang tua juga perlu memberikan pengertian dan penjelasan yang dibutuhkan oleh anak-anaknya dengan cara yang baik. Penting bagi mereka untuk mengetahui alasan dan konsekuensi dari keputusan orang tuanya.
Pun jika terjadi sesuatu yang buruk. Sudah seyogyanya orang tua yang baik akan memberi contoh yang baik pula. Pendekatan ini dapat memberdayakan anak-anak untuk meniru perilaku tersebut.
7. Persiapkan Diri saat Anak Tidak Bersama Anda

Wajar jika Anda merasa kehilangan atau kesepian saat anak Anda tidak bersama Anda. Perasaan ini mungkin lebih terasa di akhir pekan atau hari libur.
Ketika ini mulai terjadi, cobalah untuk mengubah pandangan Anda tentang rasa kehilangan tersebut menjadi kesempatan untuk beristirahat dan bersantai.
Anda mungkin bisa menjadwalkan kegiatan yang Anda sukai tetapi mungkin tidak dapat Anda lakukan saat anak Anda ada, seperti bertemu teman, menonton film, merencanakan perjalanan, atau melakukan hal-hal lain untuk diri sendiri.
BACA JUGA: KETAHUI, 5 PENTINGNYA ME TIME UNTUK IBU AGAR TETAP WARAS DAN BAHAGIA!
Yang Tidak Boleh Dilakukan dalam Co-parenting
Kalau di atas adalah tips co-parenting supaya sukses, maka ini adalah hal-hal yang perlu Anda hindari untuk membuatnya berhasil.
1. Mengganggu Rutinitas Anak
Cobalah untuk memastikan bahwa rutinitas anak Anda tetap konsisten, baik ketika sedang bersama Mama maupun Papanya. Menjaga rutinitas anak tetap konsisten, akan membantu anak mendapatkan stabilitas dan kenyamanan.
2. Merendahkan Mantan Pasangan

Kalau tidak mau anak mengalami parental alienation syndrome, maka hindari merendahkan mantan pasangan Anda atau bicara buruk tentang mereka di hadapan anak-anak. Meski sulit, mengesampingkan sakit hati dan kebencian adalah kunci penting untuk membuat ini berhasil.
Kalaupun ada konflik antara Anda dan mantan pasangan, selesaikan itu secara pribadi, saat tidak ada anak-anak. Di depan mereka, kedua orang tuanya hanya perlu menunjukkan rasa hormat terhadap keputusan masing-masing.
BACA JUGA: PARENTAL ALIENATION SYNDROME: APA ITU DAN BAHAYANYA BAGI ANAK
3. Membuat Anak Memilih
Menanyakan pada anak-anak tentang siapa yang lebih baik atau yang lebih mereka cintai sungguh-sungguh tidak ada gunanya. Ini hanya membuat anak merasa bingung dan terjebak.
Anda juga tidak perlu membeli hadiah berlebihan atau menawarkan sesuatu yang spektakuler sebagai upaya untuk mendapatkan perhatian anak.
4. Membuat Anak Merasa Bersalah

Meskipun Anda dan mantan pasangan sudah tidak bersama, tetap saja anak harus mempunyai kesempatan untuk memiliki hubungan yang penuh kasih dengan mantan pasangan Anda.
Jangan membuat mereka merasa bersalah karena mencintai mereka, menghabiskan waktu bersama mereka, menikmati waktu bersama mereka, berbicara kepada Anda tentang mereka, atau ingin menghubungi mereka saat mereka bersama Anda.
5. Menggunakan Anak sebagai Senjata
Bagaimana Anda bisa menjaga stabilitasnya jika masih terus menggunakan anak sebagai senjata untuk “menghukum” mantan pasangan Anda. Misalnya dengan menahan jadwal kunjungan atau membatasi kontak.
Jangan pernah juga menggunakan anak sebagai pembawa pesan. Setidaknya jangan pernah melibatkan dan menempatkan mereka dalam konflik apa pun. Jauh lebih baik jika orang tuanya berkomunikasi secara langsung satu sama lain.
Mama, itulah tips co-parenting yang mungkin berguna dan bisa dijadikan inspirasi bagi semua yang membutuhkan. Terlepas dari kondisi saat ini, anak tetap berhak mendapat kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya.
Selagi bersama anak, Mama bisa mengajak mereka melakukan berbagai aktivitas seru, seperti belajar naik sepeda, main perosotan dan brakiasi, atau bermain musik. Semua permainan ini bisa Mama temukan di Mamasewa, lho. Yuk, segera atur jadwal sewanya biar nggak keduluan orang lain!
-
Bubble Wooden Activity WalkerRp6.250 / Hari
-
London Taxi Balance Bike – JadeRp6.666 / Hari
-
London Taxi Balance Bike – LilacRp6.666 / Hari
-
London Taxi Balance Bike – MustardRp6.666 / Hari
-
Sepeda London Taxi Kick Bike – Blue GrayRp6.666 / Hari
-
Little Tikes First Slide PinkRp6.785 / Hari
-
Little Tikes Playhouse Little Baby Bum Wheels On The Bus Climber Diskon KondisiRp9.821 / Hari
-
ELC Keyboard Key-Boom-Board – Red Diskon KondisiRp5.500 / Hari
-
Labeille Whale Slide – BlueRp5.982 / Hari
-
Happy Play Bus Slide Swing 3in1 – GreenRp20.222 / Hari
-
Playgro Music And Light Pop Up Jungle PalsRp2.678 / Hari
-
Fisher Price Infant A to Z OtterRp3.928 / Hari
-
Playgro Lion Activity Kick ToyRp2.857 / Hari
-
Leapfrog Learn And Groove Musical TableRp4.500 / Hari
-
ELC Wooden Activity KitchenRp7.143 / Hari
-
Playtent 4in1 Tenda PlayhouseRp17.500 / Hari
-
Inui Baby Shark Tricycle – YellowRp2.500 / Hari
-
Inui Baby Shark Tricycle – BlueRp2.500 / Hari


















