Bayi Merangkak

Fase tumbuh kembang si Kecil akan jadi waktu yang sangat menyenangkan untuk diikuti. Terlebih untuk Mama, yang setiap hari dan setiap waktu melihat perkembangannya, tentu ini akan jadi momen-momen indah yang tidak boleh dilewatkan. Satu dari sekian banyak fase yang sangat berkesan tentu adalah ketika pertama kali bayi merangkak. Sederhana memang, namun untuk seluruh Mama, momen pertama kali akan selalu jadi yang paling berkesan.

Bayi merangkak, dalam timeline tumbuh kembang si Kecil, jadi salah satu milestone yang akan dilewati ketika ia menginjak usia tertentu. Pasti, segala bentuk rangsangan dan stimulus wajib diberikan agar si Kecil bisa lekas merangkak dengan baik, untuk kemudian berlanjut ke fase-fase setelahnya.

Tapi umur berapa bayi merangkak? Apa stimulasi yang bisa Mama berikan untuk mendukungnya? Bagaimana cara melatih agar si Kecil bisa merangkak dengan terampil? Mama bisa menemukan jawaban setiap pertanyaan tersebut di sini!

Bayi Merangkak Umur Berapa?

Bayi Merangkak

Mungkin pertanyaan paling mendasar, untuk mengawali pembahasan ini adalah umur berapa bayi merangkak untuk pertama kalinya?

Jawaban dari pertanyaan ini mungkin akan sangat subjektif, mengingat setiap anak memiliki proses tumbuh dan berkembang yang berbeda. Ada anak yang sudah mulai merangkak pada usia 6 atau 7 bulan, ada pula yang baru mahir pada usia 10 bulan ke atas. Tentu, banyak faktor yang berpengaruh dalam hal ini.

Idealnya, si Kecil akan mulai belajar merangkak pada usia tersebut, yakni 6 hingga 10 bulan. Pada rentang waktu tersebut, Mama harus memberikan stimulus yang intens agar ia dapat terus melatih kekuatan dan koordinasi gerak tubuhnya sehingga bisa merangkak dengan baik.

Kemampuan merangkak pada usia ini penting sebagai landasar fase selanjutnya, yakni berdiri, berjalan, dan seterusnya. Dengan dasar yang kuat, maka idealnya si Kecil bisa melanjutkan proses tumbuh kembang dengan efektif dan tanpa mengalami penundaan. Pijatan, sentuhan, serta berbagai mainan bisa jadi alat stimulasi yang efektif untuk merangsang kemampuan bayi merangkak.

Baca Juga :  Mengetahui Berat Badan Bayi yang Ideal dan Tips Meningkatkannya

Memberikan Stimulasi yang Tepat untuk si Kecil

Bayi Merangkak

Ada beberapa stimulasi yang bisa diberikan unutk melatih si Kecil agar mahir merangkak. Stimulasi-stimulasi ini akan sangat efektif jika dilakukan secara berkesinambungan, sehingga saling dukung satu sama lainnya.

Pada usia sekitar 7 bulan, si Kecil akan mulai bisai diajak bermain bersama. Nah, hal ini bisa dimaksimalkan sebagai salah satu stimulus yang diberikan agar ia lekas bisa merangkak.

Salah satu cara paling sederhana sebagai bentuk stimulus agar bayi merangkak lebih cepat adalah dengan memposisikannya dalam keadaan tengkurap. Si Kecil sudah mampu mengangkat kepalanya pada usia ini, jadi Mama tidak perlu cemas. Ketika pada posisi ini, Mama bisa berada di hadapannya dan memainkan mainan untuk memancing si Kecil mendatangi Mama.

Selain memberikan pancingan seperti itu, Mama juga bisa memberikan pijatan lembut padanya guna melatih otot dan kekuatan tubuh si Kecil. Jika memang Mama memiliki kekhawatiran tertentu, jangan ragu untuk membawanya ke orang yang lebih ahli atau tenaga profesional. Di sini ia akan mendapat pijatan yang tepat dan efektif, guna merangsang kekuatan otot tubuh dan koordinasi geraknya.

Begini Cara Melatih si Kecil dalam Hal Merangkak

Bayi Merangkak

Beberapa stimulus yang disebutkan di atas tadi jika dilakukan secara rutin akan jadi latihan yang sangat baik bagi si Kecil. Idealnya, tumbuh kembang si Kecil juga akan meningkatkan kemampuan otot serta koordinasi gerak anggota tubuh atau biasa disebut motorik kasar. Dua hal ini perlu dilatih terus menerus agar optimal, dan bisa jadi kemampuan dasar bagi si Kecil.

Latihan dengan Memancing Meraih Benda

Dalam posisi tengkurap, seperti yang disampaikan pada poin sebelumnya tadi, posisikan diri Mama di hadapan si Kecil. Untuk memancingnya, perlihatkan pada si Kecil mainan atau benda favoritnya. Ketika fokus pandangan sudah didapatkan, si Kecil secara otomatis akan melakukan upaya untuk bergerak ke depan dan meraih mainan favoritnya tersebut.

Baca Juga :  Bayi Cegukan? Ini Ulasan dan Cara Mengatasinya!

Penting untuk menjaga fokus dan konsentrasi si Kecil agar ia terus melakukan upaya bergerak maju sebagai latihan bagi otot-otot tubuhnya. Jadikan hal ini satu kegiatan rutin agar tubuh si Kecil terus mendapat rangsangan dan latihan dari luar. Pada saat yang bersamaan, pastikan kebutuhan nutrisi harian si Kecil tercukupi ya!

Posisi Tengkurap, untuk Latihan Awal Bayi Merangkak

Sebenarnya semua stimulasi bisa diawali dengan membiasakan si Kecil berada di posisi tengkurap. Well, hal ini merupakan latihan awal yang bagus untuk si Kecil belajar merangkak, karena ia akan lebih cepat belajar ketika terbiasa dalam posisi ini.

Mama bisa mulai melatih bayi merangkak sejak saat is Kecil sudah mampu mengangkat kepalanya pada posisi yang cenderung tegak ketika dia ditengkurapkan. Penting untuk memastikan hal ini agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Jangan ragu juga untuk berkonsultasi pada dokter atau tenaga profesional ya, karena tugas Mama memberikan segala yang terbaik untuk si Kecil.

Bayi tengkurap menjadi salah satu milestone yang harus dilewati oleh si Kecil dalam proses tumbuh kembangnya. Tentu, kondisi rumah yang mendukung harus selalu dipastikan, bersamaan dengan ketersediaan peralatan dan mainan yang bisa mendukung hal ini. Pada era modern seperti sekarang ini, Mama tidak lagi perlu membeli barang-barang tersebut, karena telah tersedia di mamasewa.com. Dengan menyewa mainan dan peralatan yang diperlukan, maka Mama tidak perlu repot menyimpan barang yang digunakan setelah fase ini terlewati. Dengan kualitas tinggi peralatannya serta jaminan higienitas, Mama bisa mendapatkan semua yang diperlukan langsung dengan mengunjungi situs mamasewa.com.

Tinggalkan Balasan