baby milestone

Mama, Begini Milestone Bayi Baru Lahir Hingga 12 Bulan

milestone bayi
People vector created by pikisuperstar – www.freepik.com

Selama kurang lebih 12 bulan setelah lahir, Si kecil akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa cepatnya. Mulai dari tersenyum, tertawa, tengkurap, hingga melakukan langkah pertamanya. Pada momen inilah, fase-fase pertumbuhan si Kecil menjadi sangat berharga bagi Mama dan Papa. Milestone bayi 12 bulan memang cukup cepat. Supaya Mama tak melewatkan sedikitpun perkembangannya, berikut ini adalah perkembangan milestone bayi dari baru lahir hingga 12 bulan yang perlu dipahami. 

Milestone Bayi Sejak Lahir Hingga 12 Bulan

1. Milestone bayi 0-3 bulan

Setelah lahir, Si Kecil bisa melakukan hal yang akan membantunya berkomunikasi. Hal pertama yang ia mulai adalah berteriak. Dengan berteriak ia mulai bernapas dan mengkoordinasikan gerakan pita suara. Sebelum anak mengembangkan kata-kata, ia harus mengembangkan control ini bersama dengan koordinasi lidah dan mulutnya. 

Setelah lahir, Si Kecil juga mencoba berkomunikasi dengan menangis. Dilansir dari Babycenter, bayi dilahirkan dengan kemampuan untuk menghasilkan tangisan dengan nada, volume, durasi, dan dengan maksud yang berbeda. Dan masing-masing tangisan memiliki arti tersendiri.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa ia lakukan ketika ia lahir sampai usia 3 bulan, yaitu:

  • Mampu mengangkat kepalanya sendiri
  • Mampu mengendalikan kepalanya
  • Sudah bisa tersenyum
  • Sudah bisa tertawa

2. Milestone bayi 4-6 bulan

milestone bayi
Baby photo created by gpointstudio – www.freepik.com

Memasuki usia 4 bulan, bayi sudah bisa tertawa kecil dan mulai memperhatikan wajah Mama saat berbicara dengannya. Ia mulai bisa menanggapi dengan tersenyum atau mengikuti nada Mama berbicara dengannya. Tanggapan Si Kecil biasanya berupa tanggapan suara vocal seperti “ooh”, atau “ah”. 

Di usia ini, dia juga sudah pandai bermain sendiri. Coba dengarkan Si Kecil ketika ia sedang bermain sendiri. Ia akan mengoceh, tertawa, terkekeh, dan memekik pada dirinya sendiri. Terkadang dia akan berteriak dengan kesal. 

Mama juga bisa menstimulasi perkembangannya dengan berbicara pada Si Kecil tentang hal-hal kecil sehari-hari. Atau bisa juga dengan menyanyikan lagu anak-anak untuk membantu ingatan dan keterampilan mendengarkan.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang bisa ia lakukan saat usianya 4-6 bulan, yaitu:

  • Bayi bisa berguling
  • Sudah bisa duduk
  • Si kecil sudah tumbuh gigi
  • Bisa mengambil beberapa benda

3. Milestone bayi 7-9 bulan

milestone bayi baru lahir
Baby photo created by gpointstudio – www.freepik.com

Bayi di usia 7 bulan biasanya sudah paham kata-kata seperti “Mama” atau “Papa”. Dia akan menoleh ketika mendengar suara atau dipanggil Namanya. Dia juga akan senang menghasilkan suara yang berbeda dengan membuat intonasi turun dan naik. Seringkali ia juga menunjukkan ekspresi wajah yang menirukan ekspresi Mama. 

Ocehannya juga sudah mulai jelas dan membentuk sebuah kata. Ia juga mungkin sudah bisa membuat suara seperti yang Mama lakukan. Mama dan Papa juga sudah bisa mengajaknya pura-pura membuat percakapan. Mama dan bayi seolah-olah bergantian berbicara padahal obrolannya belum membentuk kalimat. Dia akan mengenali nama-nama benda, mainan, dan orang yang dia cintai, seperti “mobil” dan “ayah”.

Selain itu, dia juga sudah bisa melakukan beberapa hal, seperti:

  • Merangkak
  • Berdiri dengan bantuan benda di sekitarnya
  • Sudah bisa mengambil barang besar dan kecil
  • Terus mengoceh
  • Membuat percakapan dengan Mama

4. Milestone bayi 10-12 bulan

Di usia bayi 10 bulan, biasanya ia sudah bisa berdiri sendiri tanpa bantuan benda di sekitarnya dan bergerak sesuai keinginannya. Bayi di usia ini semakin menggemaskan, mulai bisa bertepuk tangan, melepaskan benda ke dalam wadah dengan bukaan besar, kemudian menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk mengambil benda kecil.

Di usia menuju satu tahunnya, si Kecil juga sudah jelas mengatakan “Mama” untuk memanggil orang tuanya. Jari telunjuknya sudah jelas menunjuk apapun keinginannya. Si Kecil juga sudah paham kata tidak untuk menunjuk ke sesuatu hal yang bukan keinginannya.

Di usia 10-12 bulan, bayi juga sudah bisa bermain dengan mainan yang bervariasi. Mereka akan berjoget jika mendengar musik atau sesekali bernyanyi menirukan nyanyian dari lagu anak-anak. 

Nah, itu tadi adalah milestone bayi sejak lahir hingga 12 bulan. Untuk menunjang tumbuh kembangnya, berikan si Kecil stimulasi yang baik dengan mainan stimulasi yang bisa Mama sewa di Mamasewa.com. Harganya terjangkau dan kebersihan mainan juga sangat terjaga, jadi Mama tak perlu khawatir lagi. Yuk, cek sekarang juga, Ma!

Bayi 3 Bulan Bisa Apa

Bayi 3 Bulan Bisa Apa? Cermati Ulasan Berikut Ini!

Bayi 3 Bulan Bisa Apa
Foto oleh Daria Shevtsova dari Pexels

Menikmati perkembangan si Kecil seiring berjalannya waktu, merupakan satu kebahagiaan tersendiri untuk para Mama . Terlebih buat anak pertama, setiap fase tumbuh kembang akan selalu terasa seperti keajaiban. Biasanya, fase tumbuh kembang bayi akan dilihat dalam rentang usia 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, dan seterusnya. Nah, kali ini, mari kita bahas perkembangan bayi 3 bulan bisa apa saja. Karena pada tahap awal inilah semua keajaiban terasa sangat nyata.

Tanpa berpanjang lebar lagi, mari kita mengulas hal-hal yang sudah mulai bisa dilakukan si Kecil pada usia 3 bulan ini. Namun demikian, yang tertulis di sini merupakan acuan ideal, mungkin si Kecil sudah mencapai atau justru belum mencapainya. Jadi Mama tidak perlu khawatir jika ada beberapa yang belum si Kecil bisa.

Perkembangan Bayi 3 Bulan, Bisa Apa Saja?

Bayi 3 Bulan Bisa Apa
Foto oleh Lukas dari Pexels

Membahas tumbuh kembang bayi bisa dilihat dari setidaknya 3 sisi, yakni kemampuan motorik anak, kemampuan bicara anak, hingga kemampuan sosial anak. Ketiganya akan tumbuh bersamaan, dan memiliki milestone-nya masing-masing.

Kemampuan Motorik Bayi 3 Bulan

Kemampuan motorik sendiri merupakan kemampuannya untuk bergerak dan mengkoordinasikan gerakan anggota tubuhnya. Lalu idealnya bayi 3 bulan bisa apa untuk hal ini?

  • Si Kecil sudah bisa bermain dengan tangannya sendiri, entah memainkan jari-jarinya, menyatukan kedua tangan, hingga memasukkannya ke dalam mulut.
  • Si Kecil mulai bisa mengkoordinasikan tangan dan matanya dengan gerakan yang cukup baik. Untuk memastikannya, Mama bisa memegang mainan yang mencolok atau bersuara di hadapan si Kecil, dan lihat ia akan berupaya mengambilnya.
  • Menggerakkan kaki seperti menendang, hal ini didukung dengan kekuatan sendi lutut dan panggul sudah terbentuk, dan lebih fleksibel digerakkan.
  • Mulai tertarik dalam meraba benda dengan tekstur beragam. Si Kecil juga sudah mulai mampu menggenggam mainan kecil yang bisa masuk ke dalam genggamannya.
  • Mulai bisa menduplikasi gerakan sederhana yang Mama buat, seperti menjulurkan lidah, bersuara menyerupai apa yang didengarnya, dan sebagainya.
  • Idealnya si Kecil juga mampu berguling atau membalikkan badan sendiri.

Kemampuan Berbicara si Kecil

Meski belum benar-benar mampu menirukan dan mengucapkan apa yang Mama ungkapkan, namun si Kecil mulai bisa menanggapi apa yang Mama katakan. Misalnya ketika Mama mengajaknya berbicara, ia akan mengeluarkan respon dan berusaha ‘menjawab’ apa yang Mama bicarakan. Istilahnya adalah mumbling, atau  bergumam namun belum benar benar jelas.

Saat ini adalah saat terbaik untuk terus memberikan stimulus untuk si Kecil agar ia memiliki perbendaharaan kata yang kaya. Memang belum dapat diungkapkan, namun akan terekam dalam memori jangka panjangnya, dan memudahkan si Kecil belajar berbicara ketika waktunya tiba nanti.

Bayi 3 Bulan Juga Memiliki Kemampuan Sosial

Untuk kemampuan sosial anak-anak pada usia ini, ternyata cukup banyak milestone yang idealnya diraih olehnya. Diantaranya :

  • Mengenali Mama dan orang-orang terdekat, dan mengetahui ketika ada wajah baru yang ditemuinya.
  • Si Kecil sudah mulai bisa memilih dengan siapa ia merasa nyaman dan ingin berinteraksi lebih sering.
  • Bisa menemukan wajah yang dikenali ketika berada di keramaian, dan bisa merespon tatapan Mama dengan senyuman dan gerakan tangan.
  • Memberikan respon pada orang yang mengajaknya berinteraksi, dengan gumaman sederhana, suara khas bayi, serta tawa dan gerakan tangan dan kaki.
  • Mulai merasa tertarik dengan binatang yang ditemui, bayi lain yang ia temui, juga refleksinya ketika melihat cermin.

Rekomendasi Mainan Bayi 3 Bulan yang Cocok

Bayi 3 Bulan Bisa Apa
Foto oleh Polina Tankilevitch dari Pexels

Nah, karena pada usia ini si Kecil mulai mengembangkan berbagai indera yang dimilikinya, maka mainan-mainan terbaik adalah mainan yang melibatkan semua inderanya ketika dimainkan. Misalnya saja, mainan yang mengeluarkan bunyi, mainan yang memiliki beragam tekstur, mainan yang memiliki warna dan bentuk beragam, dan lain sebagainya. Mainan seperti ini dapat merangsang perkembangan si Kecil, sehingga pertanyaan bayi 3 bulan bisa apa akan terjawab dengan mantap ketika si Kecil meraih milestone yang ideal.

Terdengar cukup banyak ya Mama mainan yang diperlukan? Jangan khawatir, nanti Mama akan menemukan cara mendapatkan mainan-mainan edukatif dengan harga terjangkau, namun tetap bermanfaat untuk si Kecil.

Milestone Berat Badan Ideal Bayi 3 Bulan

Bayi 3 Bulan Bisa Apa
Gambar oleh Michael Gaida dari Pixabay

Selanjutnya pada acuan berat badan ideal untuk anak-anak berusia 3 bulan, Mama bisa mengacu pada ukuran berikut ini. Idealnya, bayi laki-laki dan perempuan memiliki berat badan normal yang berbeda, dan ini adalah sifat alaminya. Meski demikian, berat badan yang dituliskan berikut tidak semata-mata jadi patokan utama ya Mama, karena satu dan lain hal, mungkin ada yang menyebabkan si Kecil memiliki berat badan berbeda. Selama jaraknya masing cukup dekat dengan angka ini, hal tersebut bukanlah masalah.

Untuk bayi laki-laki, berat idealnya adalah antara 5,1 kilogram sampai 7,9 kilogram. Sedangkan panjang tubuh berkisar antara 57 cm sampai dengan 66 cm. Untuk bayi perempuan, berat badan idealnya adalah 4,6 kilogram sampai dengan 7,4 kilogram, sedangkan panjang tubuhnya antara 56 cm sampai dengan 64 cm.

Berikan Stimulasi yang Tepat!

Bayi 3 Bulan Bisa Apa
Gambar oleh 2081671 dari Pixabay

Mengingat kemampuan motoriknya berkembang sangat pesat, maka Mama juga perlu mainan yang tepat.

  • Pertama Mama bisa memberikan playmat sebagai tempat beraktivitas si Kecil. Di sana ia bisa berguling kesana dan kemari tanpa takut terbentur, karena permukaannya lembut dan empuk. Mama juga bisa menambahkan berbagai mainan di dalam sana. Contoh produk yang bisa Mama berikan adalah Mamacoco – Orchid, yang bisa didapatkan di mamasewa.com.
  • Selanjutnya mainan kerincingan yang mengeluarkan suara ketika dimainkan. Jenis mainan seperti ini baik untuk membuat si Kecil tertarik dan menggerakkan tangannya ketika ingin bermain. Stimulus ini masuk pada perkembangan motorik kasar dan baik untuk si Kecil.
  • Cermin pada jarak yang aman, stimulasi ini baik untuk membuatnya belajar mengenai ekspresi dan gerakan tubuh. Si Kecil akan tertarik pada gerakan dan bayangannya sendiri, dan melihat berbagai ekspresi yang dibuatnya.
  • Mama juga bisa memberikan mainan teether sebagai mainan gigit untuk melatih kekuatan rahang si Kecil. Yang harus dipastikan adalah higienitas dan kebersihan mainan yang Mama berikan padanya.

Sedikit ulasan mengenai bayi 3 bulan bisa apa di atas semoga bisa jadi hal yang informatif untuk Mama. Untuk mendukung tumbuh kembangnya, Mama tak perlu membeli mainan baru, cukup dengan klik mamasewa.com, dan Mama bisa dengan mudah mendapatkan semua yang Mama butuhkan.

Berat Badan Bayi

Mengetahui Berat Badan Bayi yang Ideal dan Tips Meningkatkannya

Berat Badan Bayi

Mengetahui berat badan bayi ideal pada setiap fase tumbuh kembangnya menjadi sebuah keharusan untuk Mama. Pasalnya, berat badan bayi bisa menjadi indikator kuat optimal atau tidaknya pertumbuhan si Kecil. Memang jika dilihat secara subjektif, berat badan anak akan berbeda satu dengan yang lain. Namun secara ideal ternyata terdapat acuan berat badan ideal untuk anak-anak, khususnya pada usia 0 sampai 12 bulan.

Berat badan ideal bayi ini biasanya akan dimasukkan ke dalam milestone tumbuh kembang. Milestone sendiri merupakan acuan-acuan ideal yang akan diraih oleh si Kecil selama ia tumbuh dan berkembang. Pada setiap fase dan usia, terdapat milestone spesifik yang idealnya dapat diraih. Meski demikian, pemenuhan milestone ini sendiri juga bisa saja berbeda satu anak dengan yang lain, karena dipengaruhi oleh banyak sekali faktor.

Nah, terkait dengan berat badan bayi yang ideal, berikut bisa Mama jadikan acuan sebagai tolak ukur tumbuh kembang si Kecil. SImak selengkapnya ya!

Berat Badan Bayi Ideal

Berat Badan Bayi

Biasanya untuk melihat tumbuh kembang si Kecil dari berat badan, rentang waktu yang digunakan adalah 1 sampai 3 bulan, 4 sampai 6 bulan, dan 7 sampai 12 bulan. Indikator ini menandai kemampuan pencernaan ideal si Kecil. Yakni tahap pertama sepenuhnya mengandalkan asupan ASI, tahap kedua mulai pengenalan MPASI, dan tahap ketigai kombinasi ASI dan makanan yang lebih padat.

Usia 1 sampai 3 Bulan

Mungkin Mama juga menyadari bahwa setelah si Kecil lahir, biasanya memiliki berat badan antara 2,5 sampai 4 kilogram, ia akan kehilangan berat badan tersebut. Meski demikian, hal ini merupakan hal alami, dan kira-kira pada hari ke 10 si Kecil akan mendapatkan berat badannya kembali.

Pada usia 1 sampai 3 bulan, berat badan rata-rata anak laki-laki berkisar antara 5 sampai 8 kilogram. Sedangkan pada anak perempuan beratnya adalah 4,5 sampai 7,5 kilogram. Sumber asupan nutrisi dan makanan utama adalah ASI, dengan jumlah setidaknya 8 kali dalam satu hari (setiap kali menyusu antara 180 sampai 200 mililiter ASI).

Usia 4 sampai 6 Bulan

Pada tahap kedua ini, usia 4 sampai 6 bulan, penambahan berat badan bayi idealnya akan cukup signifikan. Untuk bayi laki-laki kira-kira berat idealnya adalah 6,5 sampai dengan 9,8 kilogram. Sedangkan untuk bayi perempuan berat badannya akan berada di kisaran 5,8 sampai 9,2 kilogram.

Nah, pada usia 6 bulan, si Kecil sudah mulai bisa diperkenalkan pada MPASI yang teksturnya sangat lembut. Organ pencernaan si Kecil mulai siap menerima makanan dengan tekstur yang lebih padat, sehingga asupan nutrisi yang diberikan bisa lebih beragam.

Untuk asupan ASI setidaknya sebanyak 6 kali dalam sehari dengan porsi 180 sampai 250 mililiter, dan asupan MPASI bisa mencapai tiga kali.

Usia  7 sampai 12 Bulan

Setelah mengenal MPASI pada bulan ke 6, ia akan terus berkembang hingga mampu mencerna makanan yang lebih padat. Hal ini penting sebab kebutuhan nutrisi si Kecil juga meningkat, dan tak lagi bisa dipenuhi dengan asupan ASI saja.

berat badan ideal pada usia 12 bulan untuk anak laki-laki adalah 8 sampai 12 kilogoram, sedangkan untuk anak perempuan rata-rata kisaran 7 sampai 11 kilogram. Hal ini tentu dipengaruhi juga oleh aktivitas yang dilakukan si Kecil secara rutin dan pola makan serta istirahatnya.

Lalu Bagaimana Jika Berat Badannya Kurang? Ini Cara Menaikkan Berat Badan Bayi

Berat Badan Bayi

Berat badan bayi yang disampaikan tentu adalah acuan ideal yang digunakan untuk mengukur perkembangan si Kecil secara umum. Banyak faktor bisa membuat berat badan si Kecil tidak sesuai dengan kisaran tersebut. Namun selama selisihnya tidak terlalu besar, hal ini masih dianggap wajar.

Namun bila si Kecil mengalami kurang berat badan, maka ada baiknya Mama memastikan kondisi si Kecil dengan ke dokter. Untuk menaikkan berat badan si Kecil sendiri Mama tidak bisa semata-mata menambah porsi makannya, namun lebih kepada penerapan pola hidup yang lebih teratur.

Jadwal makan yang ketat, porsi makan yang terkontrol, pola aktivitas sehat yang baik, serta waktu istirahat yang juga disiplin. Pada intinya, untuk menambah berat badan bayi yang mungkin kurang, Mama wajib menerapkan pola hidup sehat dan teratur. Ada baiknya bila Mama berkonsultasi dengan dokter anak kepercayaan, untuk meminta rekomendasi menu makanan sehat yang bisa membantu penambahan berat badan anak.

Itu tadi sedikit penjelasan mengenai berat badan bayi ideal, serta sedikit tips untuk membantu menaikkan berat badannya. Tentu, aktivitas fisik yang teratur juga dapat membantu hal ini. Bermain dengan peralatan dan mainan yang berkualitas bisa menunjang aktivitas fisik tersebut. Tanpa perlu repot, Mama bisa menyewa semua mainan dan peralatan langsung di situs mamasewa.com. Kontrol kualitas yang selalu menjadi prioritas serta higienitas mainan selalu diuatamakan, jadi semua yang dimainkan si Kecil benar-benar aman dan bisa menunjang tumbuh kembangnya di setiap fase.

Timbangan Bayi

Rekomendasi Timbangan Bayi Praktis dan Ringkas

Timbangan Bayi

Tumbuh kembang si Kecil bisa dilihat dari berbagai indkator utama, salah satunya adalah berat badannya. Untuk mengetahui berat badan, biasanya Mama bisa membawa si Kecil ke rumah sakit terdekat atau Posyandu. Meski demikian, tentu akan lebih mudah melakukan pengukuran jika Mama memiliki timbangan bayi di rumah bukan? Selain lebih terjamin higienitasnya, Mama juga bisa melakukan penimbangan setiap saat tanpa harus repot keluar rumah.

Nah sebelum membeli timbangan bayi yang akan digunakan, ada baiknya jika Mama terlebih dahulu mengenal beberapa jenis timbangan bayi yang ada sekarang ini. Pada artikel ini, sekaligus Mama bisa mendaptkan beberapa rekomendasi timbangan bayi, spesifikasi, lengkap dengan harganya di berbagai e-commerce yang mudah diakses.
Tanpa berpanjang lebar lagi, mari simak ulasan singkat berikut ini!

Jenis Timbangan Bayi yang Sering Digunakan

Timbangan Bayi

Mungkin secara sekilas Mama mengenal beberapa bentuk timbangan yang digunakan ketika mengukur berat badan si Kecil. Ternyata, ada beberapa jenis timbangan lho yang sering digunakan. Secara umum, timbangan bayi bisa dibedakan menjadi dua jenis, yakni timbangan digital dan timbangan manual. Mungkin banyak dari Mama yang sudah mengenal dan pernah menggunakan keduanya.

Timbangan Bayi Digital

Timbangan bayi digital sendiri memanfaatkan tenaga listrik yang berasal dari baterai untuk mengoperasikannya. Pemanfaatan pegas dengan arus listrik lemah, kemudian hasil penimbangan ditunjukkan dengan indikator digital yang mudah terlihat. Biasanya, penilaian timbangan digital ini lebih akurat karena dapat nampak hingga beberapa angka dibelakang koma.

Timbangan Bayi Manual

Timbangan bayi ini banyak digunakan di rumah sakit atau Posyandu untuk melakukan pengukuran berkala secara bersama-sama. Biasanya yang digunakan adalah timbangan geser atau timbangan dengan beban tertentu sebagai penyeimbang. Meski pengukuran yang dilakukan bisa lebih mudah, namun hasilnya hanya bisa menunjukkan dalam satuan gram saja (atau kilogram), dan hanya bisa dioperasikan oleh orang yang sudah berpengalaman.

Rekomendasi Timbangan Bayi yang Praktis

Timbangan Bayi

Untuk penggunaan pribadi di rumah sendiri, biasanya lebih direkomendasikan timbangan bayi digital karena lebih praktis. Bentuknya yang ringkas serta cara melihat hasil pengukuran yang jelas menjadikan timbangan jenis ini banyak diminati oleh banyak kaum Mama di kota modern.

Nah untuk rekomendasinya, Mama bisa lihat sedikit penjelasan berikut ini.

Serenity Digital Baby and Kid Scale SR 721DM

Menjadi salah satu produk yang sangat mudah digunakan, Digital baby and Kid Scale yang diproduksi oleh Serenity ini bisa jadi pilihan untuk Mama yang tidak mau ribet. Mama tidak perlu menekan tombol untuk menyalakannya, karena timbangan ini akan secara otomatis bisa menyala ketika mendeteksi ada beban pada bagian wadah di atasnya. Selain bisa mengetahui berat badan si Kecil, Mama sekaligus bisa mengukur panjang badan ketika ia diletakkan pada wadah yang disediakan. Ditenagai dengan 4 buah baterai AAA, timbangan ini dibanderol dengan harga kurang lebih Rp.600.000.

Rossmax Qutie WE 300

Dibanderol dengan harga yang hampir sama, yakni di kisaran Rp.600.000-an, Mama bisa mendapatkan timbangan lucu yang satu ini. Desainnya yang simple dan ringkas dijamin akan membuat Mama mudah dalam menyimpannya. Dengan skala ukur hingga 5 gram, Mama bisa menimbang berat badan si Kecil bahkan ketika ia bergerak aktif. Hal ini dimungkinkan berkat teknologi HALT yang dimilikinya. Ditenagai satu bateri kancing tipe CR2032, Rossmax Qutie WE 300 menjadi salah satu rekomendasi untuk timbangan bayi modern nan ringkas.

Seca 334

Nah timbangan yang satu ini dipatok dengan harga yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan dua rekomendasi sebelumnya. Meski demikian, rasanya jika melihat fitur yang disediakan harga yang dipatok masih masuk akal.  Timbangan canggih yang satu ini bisa membantu Mama mengontrol berat badan si Kecil sekaligus asupan ASI yang masuk ke dalam tubuhnya. Ini penting agar si Kecil terhindar dari resiko obesitas yang biasanya terjadi karena kelebihan asupan ASI pada anak-anak. Harganya berkisar antara Rp.1.700.000-an di e-commerce.

Unique Baby Scale CB551

Kembali pada kisaran harga Rp.700.000-an, Mama bisa mendapatkan timbangan bayi yang satu ini. Dengan bentuk yang ringkas dan praktis, timbangan ini bisa digunakan dengan mudah. Dengan fitur pemutar musik dan karakter panda yang jadi alas utama, dijamin si Kecil akan lebih cepat tenang dan penimbangan berat badan bisa dilakukan dengan lebih akurat. Kapasitas pengukuran yang diberikan adalah hingga 20 kilogram, dan ditenagai dengan 4 buah baterai AA.

Charder Cupid 1 Digital Pediatric Scale MS 9002

Rekomendasi terakhir untuk timbangan bayi, sekaligus mungkin menjadi salah satu timbangan yang paling akurat, adalah Charder Cupid 1 Digital Pediatric Scale MS 9002. Dengan unit pengukuran terkecil mencapai 0.01 kilogram, dijamin berat badan si Kecil bisa ditimbang dengan sangat akurat. Dimensi bagian alas adalah 52 x 25 centimeter dan dapat dibongkar pasang. Selain memudahkan penimbangan si Kecil, hal ini juga memudahkan proses membersihkan timbangan sebelum dan setelah digunakan. Harga yang dipatok untuk timbangan akurat ini cukup tinggi, yakni sekitar Rp.1.470.000-an di e-commerce.

Jadi setelah melihat beberapa rekomendasi timbangan bayi di atas, mana yang menarik perhatian Mama? Pastikan memilih dengan mempertimbangkan berbagai hal agar Mama tidak salah  dalam menentukan pilihan. Selain itu, jika Mama perlu perlengkapan lain, jangan buru-buru membeli. Mama bisa menyewanya di mamasewa.com secara langsung, dengan mengunjungi situs resminya. Transaksi dilakukan tanpa perlu keluar rumah, barang diantar, dan Mama tinggal menyelesaikan administrasinya saja.

Bayi Merangkak

Merangsang Kemampuan Bayi Merangkak, Ini Ulasannya

Bayi Merangkak

Fase tumbuh kembang si Kecil akan jadi waktu yang sangat menyenangkan untuk diikuti. Terlebih untuk Mama, yang setiap hari dan setiap waktu melihat perkembangannya, tentu ini akan jadi momen-momen indah yang tidak boleh dilewatkan. Satu dari sekian banyak fase yang sangat berkesan tentu adalah ketika pertama kali bayi merangkak. Sederhana memang, namun untuk seluruh Mama, momen pertama kali akan selalu jadi yang paling berkesan.

Bayi merangkak, dalam timeline tumbuh kembang si Kecil, jadi salah satu milestone yang akan dilewati ketika ia menginjak usia tertentu. Pasti, segala bentuk rangsangan dan stimulus wajib diberikan agar si Kecil bisa lekas merangkak dengan baik, untuk kemudian berlanjut ke fase-fase setelahnya.

Tapi umur berapa bayi merangkak? Apa stimulasi yang bisa Mama berikan untuk mendukungnya? Bagaimana cara melatih agar si Kecil bisa merangkak dengan terampil? Mama bisa menemukan jawaban setiap pertanyaan tersebut di sini!

Bayi Merangkak Umur Berapa?

Bayi Merangkak

Mungkin pertanyaan paling mendasar, untuk mengawali pembahasan ini adalah umur berapa bayi merangkak untuk pertama kalinya?

Jawaban dari pertanyaan ini mungkin akan sangat subjektif, mengingat setiap anak memiliki proses tumbuh dan berkembang yang berbeda. Ada anak yang sudah mulai merangkak pada usia 6 atau 7 bulan, ada pula yang baru mahir pada usia 10 bulan ke atas. Tentu, banyak faktor yang berpengaruh dalam hal ini.

Idealnya, si Kecil akan mulai belajar merangkak pada usia tersebut, yakni 6 hingga 10 bulan. Pada rentang waktu tersebut, Mama harus memberikan stimulus yang intens agar ia dapat terus melatih kekuatan dan koordinasi gerak tubuhnya sehingga bisa merangkak dengan baik.

Kemampuan merangkak pada usia ini penting sebagai landasar fase selanjutnya, yakni berdiri, berjalan, dan seterusnya. Dengan dasar yang kuat, maka idealnya si Kecil bisa melanjutkan proses tumbuh kembang dengan efektif dan tanpa mengalami penundaan. Pijatan, sentuhan, serta berbagai mainan bisa jadi alat stimulasi yang efektif untuk merangsang kemampuan bayi merangkak.

Memberikan Stimulasi yang Tepat untuk si Kecil

Bayi Merangkak

Ada beberapa stimulasi yang bisa diberikan unutk melatih si Kecil agar mahir merangkak. Stimulasi-stimulasi ini akan sangat efektif jika dilakukan secara berkesinambungan, sehingga saling dukung satu sama lainnya.

Pada usia sekitar 7 bulan, si Kecil akan mulai bisai diajak bermain bersama. Nah, hal ini bisa dimaksimalkan sebagai salah satu stimulus yang diberikan agar ia lekas bisa merangkak.

Salah satu cara paling sederhana sebagai bentuk stimulus agar bayi merangkak lebih cepat adalah dengan memposisikannya dalam keadaan tengkurap. Si Kecil sudah mampu mengangkat kepalanya pada usia ini, jadi Mama tidak perlu cemas. Ketika pada posisi ini, Mama bisa berada di hadapannya dan memainkan mainan untuk memancing si Kecil mendatangi Mama.

Selain memberikan pancingan seperti itu, Mama juga bisa memberikan pijatan lembut padanya guna melatih otot dan kekuatan tubuh si Kecil. Jika memang Mama memiliki kekhawatiran tertentu, jangan ragu untuk membawanya ke orang yang lebih ahli atau tenaga profesional. Di sini ia akan mendapat pijatan yang tepat dan efektif, guna merangsang kekuatan otot tubuh dan koordinasi geraknya.

Begini Cara Melatih si Kecil dalam Hal Merangkak

Bayi Merangkak

Beberapa stimulus yang disebutkan di atas tadi jika dilakukan secara rutin akan jadi latihan yang sangat baik bagi si Kecil. Idealnya, tumbuh kembang si Kecil juga akan meningkatkan kemampuan otot serta koordinasi gerak anggota tubuh atau biasa disebut motorik kasar. Dua hal ini perlu dilatih terus menerus agar optimal, dan bisa jadi kemampuan dasar bagi si Kecil.

Latihan dengan Memancing Meraih Benda

Dalam posisi tengkurap, seperti yang disampaikan pada poin sebelumnya tadi, posisikan diri Mama di hadapan si Kecil. Untuk memancingnya, perlihatkan pada si Kecil mainan atau benda favoritnya. Ketika fokus pandangan sudah didapatkan, si Kecil secara otomatis akan melakukan upaya untuk bergerak ke depan dan meraih mainan favoritnya tersebut.

Penting untuk menjaga fokus dan konsentrasi si Kecil agar ia terus melakukan upaya bergerak maju sebagai latihan bagi otot-otot tubuhnya. Jadikan hal ini satu kegiatan rutin agar tubuh si Kecil terus mendapat rangsangan dan latihan dari luar. Pada saat yang bersamaan, pastikan kebutuhan nutrisi harian si Kecil tercukupi ya!

Posisi Tengkurap, untuk Latihan Awal Bayi Merangkak

Sebenarnya semua stimulasi bisa diawali dengan membiasakan si Kecil berada di posisi tengkurap. Well, hal ini merupakan latihan awal yang bagus untuk si Kecil belajar merangkak, karena ia akan lebih cepat belajar ketika terbiasa dalam posisi ini.

Mama bisa mulai melatih bayi merangkak sejak saat is Kecil sudah mampu mengangkat kepalanya pada posisi yang cenderung tegak ketika dia ditengkurapkan. Penting untuk memastikan hal ini agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Jangan ragu juga untuk berkonsultasi pada dokter atau tenaga profesional ya, karena tugas Mama memberikan segala yang terbaik untuk si Kecil.

Bayi tengkurap menjadi salah satu milestone yang harus dilewati oleh si Kecil dalam proses tumbuh kembangnya. Tentu, kondisi rumah yang mendukung harus selalu dipastikan, bersamaan dengan ketersediaan peralatan dan mainan yang bisa mendukung hal ini. Pada era modern seperti sekarang ini, Mama tidak lagi perlu membeli barang-barang tersebut, karena telah tersedia di mamasewa.com. Dengan menyewa mainan dan peralatan yang diperlukan, maka Mama tidak perlu repot menyimpan barang yang digunakan setelah fase ini terlewati. Dengan kualitas tinggi peralatannya serta jaminan higienitas, Mama bisa mendapatkan semua yang diperlukan langsung dengan mengunjungi situs mamasewa.com.

perkembangan bayi

5 Fase Perkembangan Bayi yang Wajib Dipahami Orang Tua

Kelahiran buah hati adalah momen yang dinati-nantikan Mama dan keluarga. Tak heran jika sejak masa kehamilan, Mama sudah menyiapkan berbagai perlengkapan untuknya. Memenuhi apa yang dibutuhkan si Kecil sangat penting untuk optimalkan setiap tahapan tumbuh kembangnya. Tapi ada hal lain yang tak kalah pentingnya. Memahami setiap fase perkembangan bayi dan bagaimana cara mendukungnya menjadi hal paling penting yang harus diperhatikan orang tua. Sehingga, jika terjadi hambatan tumbuh kembang pada si Kecil, orang tua bisa segera menanganinya.

Apa saja fase-fase tumbuh kembang bayi yang perlu diperhatikan orang tua? Yuk simak penjelasannya berikut ini!

perkembangan bayi

Fase Perkembangan Bayi

1. Fase Awal Kelahiran

Pada fase awal kelahiran si Kecil akan terjadi beberapa perubahan pada tubuhnya, seperti penurunan berat badan. Ketika berat badan si Kecil mulai turun di minggu awal, Mama tak perlu khawatir. Proses ini normal terjadi pada bayi baru lahir. Perlahan berat badannya akan mulai naik kembali ketika ia sudah berusia lebih dari satu minggu. Selain berat badan, panjang badan dan lingkar kepala bayi juga mengalami perkembangan di satu bulan pertamanya.

perkembangan bayi

2. Fase Bayi Tengkurap (1-3 Bulan)

Perkembangan bayi pada usia 1-3 bulan menunjukkan perubahan pada berat dan tinggi badan yang cenderung meningkat. Ukuran lingkar kepala juga semakin bertambah. Berbeda dengan minggu awal kealhiran, dalam fase ini si Kecil Si Kecil sudah bisa merespon gerakan benda di sekitarnya. Pada fase ini ia sudah bisa mulai tengkurap sambil mengangkat kepala dan dadanya. Lalu, ia mulai banyak bermain dengan tangan dan kakinya, seperti menggenggam benda dan memasukkannya ke mulut, dan menggerak-gerakkan kaki.

3. Fase Bayi Berguling (4-6 Bulan)

Pada usia 4-6 bulan perkembangan bayi terjadi pada peningkatan berat badan yang signifikan hingga dua kali berat badannya saat lahir. Sementara tinggi serta lingkar kepalanya juga mengalami peningkatan. Aktivitas apa saja yang bisa dilakukan si Kecil pada fase ini, Ma? Di usia 4-6 bulan bayi sudah bisa berguling ke kanan dan ke kiri, dari tengkurap ke terlentang, dan sebaliknya. Ia sudah bisa duduk dengan dipegangi. Si Kecil juga mulai mengajak berbicara dan bermain dengan orang-orang di sekitarnya, mengucapkan satu dua kata namun belum jelas.

4. Fase Bayi Merangkak dan Duduk (7-9 Bulan)

Fase merangkak dan duduk terjadi ketika si Kecil memasuki usia 7-9 bulan. Seperti pada fase-fase sebelumnya,  si Kecil terus mengalami peningkatan berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepalanya. Sementara aktivitas yang mampu ia lakukan yaitu merangkak, menggunakan tangan, lutut, dan kaki untuk mendorong badannya. Ia sudah bisa duduk tegak tanpa dipegangi, dan mulai berdiri sambil berpegangan. Pada fase ini si Kecil bisa mengucapkan satu dua kata dengan jelas.

perkembangan bayi

5. Fase Berdiri dan Berjalan (10-12 Bulan)

Usia menjelang satu tahun yaitu 10-12 bulan, si Kecil mengalami peningkatan berat badan tiga kali lipat. Tinggi badan dan lingkar kepalanya terus mengalami peningkatan. Di fase ini ia sudah belajar berdiri tanpa bantuan pegangan. Si Kecil sudah bisa meminta benda yang diinginkan dengan menunjuk. Ia mampu merespon untuk mengatakan iya dan tidak dengan mengangguk dan menggeleng. Si Kecil juga sudah dapat memegang finger food dan memakannya.

Nah itu dia penjelasan fase-fase penting perkembangan bayi yang harus dipahami orang tua, untuk mendukung tumbuh kembang optimal si Kecil. Setiap anak tidak bisa disamakan fase perkembangannya, namun pemaparan di atas memberikan informasi secara umum yang dapat dijadikan wawasan oleh para orang tua.

Untuk mendukung perkembangan optimal si Kecil, orang tua bisa membantunya melakukan aktivitas-aktivitas yang mendorong tumbuh kembang seperti mengajaknya bermain. Berbagai macam mainan untuk tumbuh kembang si Kecil tidak harus dibeli dengan harga yang mahal, Ma. Di Mamasewa.com telah tersedia perlengkapan dan beragam mainan untuk si Kecil melakukan aktivitas sesuai usianya. Yuk Ma, sewa mainan untuk aktivitas tumbuh kembangnya sekarang!