toilet training pada bayi

Berapakah Usia Toilet Training Bayi yang Tepat?

toilet trining bayi
Love photo created by pch.vector – www.freepik.com

Mengajarkan toilet training bayi harus pada usia yang pas. Jika dilakukan terlalu dini, bisa-bisa Si Kecil malah merasa tertekan karena terus Mama marahi saat buang air di popok. Lebih baik jadikan proses toilet training menjadi sesuatu yang menyenangkan alih-alih menekan dan memarahi Si Kecil.

Mama juga sebaiknya memberikan toilet training saat ia menunjukkan kesiapan secara fisik dan mental. Jika secara fisik ukuran tubuh bayi belum cukup dalam toilet anak, mungkin Si Kecil akan merasa kesulitan. Lantas, kapankah usia tepat toilet training untuk bayi? Yuk, simak ulasan tentang tahapan dan cara toilet training untuk Si Kecil!

Tanda-Tanda Anak Siap Toilet Training

Biasanya toilet training dilakukan ketika bayi berusia 1-1,5 tahun. Pada usia ini, Si Kecil mulai meniru perilaku Ayah dan Mama, termasuk buang air besar dan buang air kecil ke toilet, bukan popok. 

Tanda-Tanda Fisik Anak Siap Melakukan Toilet Training

usia pas toilrt training
Baby photo created by lookstudio – www.freepik.com

Ada pendapat bahwa anak perempuan lebih mudah mempelajari toilet training dibandingkan anak laki-laki. Tanda-tanda anak siap secara fisik adalah ketika mampu mengontrol keinginan untuk buang air kecil dan buang air besar.

Selain itu, ada beberapa tanda fisik lain yang menjadi patokan Si Kecil siap menjalani toilet training, yaitu:

– Si Kecil mengerti perkataan Mama jika mau buang air besar atau buang air kecil harus bilang.

– Popok kering saat bangun tidur atau setelah 2 jam pemakaian.

– Dapat menahan buang air kecil atau buang air besar.

– Tidak buang air pada malam hari.

Tanda-Tanda Mental Anak Siap Melakukan Toilet Training

Selain tanda fisik, tanda-tanda mental bahwa anak Siap melakukan toilet training bisa dijabarkan sebagai berikut:

  • Si Kecil tidak nyaman ketika popok basah atau kotor.
  • Menolak menggunakan popok dan lebih memilih menggunakan celana.
  • Memberi tahu Mama ketika merasa ingin buang air.
  • Menunjukkan ketertarikan ketika memakai kamar mandi.
  • Bersemangat ketika Mama mengajarkan toilet training.

Cara Toilet Training Bayi

cara toilet training
Baby photo created by bristekjegor – www.freepik.com

Setelah mengetahui tanda-tanda Si Kecil menunjukkan kesiapan, saatnya Mama tunjukkan tahapan dan cara toilet training. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Kenalkan pada toilet

Tahapan dan cara toilet training yang pertama adalah mengenalkannya pada berbagai macam bentuk dan ukuran toilet. Ada toilet duduk, toilet jongkok, toilet kecil untuk anak kecil, dan toilet besar untuk orang dewasa. Tahap pengenalan ini penting, Ma, supaya Si Kecil bisa buang air kecil dan buang air besar.

2. Memberikan contoh yang tepat kepada Si Kecil

Agar Si Kecil tahu cara penggunaan toilet, beri contoh yang benar kepada anak. Misalnya, saat buang air kecil untuk anak perempuan harus duduk, sedangkan untuk anak laki-laki berdiri pun bisa. Jika buang air besar, baik anak laki-laki maupun anak perempuan harus duduk.

Tunjukkan keseharian Mama dan Ayah saat menggunakan toilet sehingga Si Kecil bisa mencontohnya.

3. Mengajari cara menggunakan toilet

Ada beberapa hal yang juga Mama harus ajarkan kepada Si Kecil saat toilet training sebagai berikut.

– Mengajari duduk yang benar di toilet

– Mengajari cara membersihkan alat kelamin

– Cara membersihkan kotoran di toilet, seperti menekan tombol flush dan cara penggunaan bidet,

– Mengajari cara mencuci tangan setelah buang air besar dan buang air kecil 

Mama juga harus menjadikan buang air di toilet sebagai kebiasaan buat Si Kecil. Mungkin Mama bisa berikan pengecualian pada saat-saat tertentu untuk menggunakan popok. Contohnya saat darurat atau saat beraktivitas outdoor.

Butuh peralatan toilet training dan peralatan mandi bayi lainnya, Mam? Mama bisa sewa aja di mamasewa.com. Peralatan di Mamasewa harganya terjangkau, kebersihannya terjamin, dan bisa diantar ke rumah, lho. Tunggu apalagi, yuk, segera sewa sebelum kehabisan!

toilet training

11 Tips Toilet Training Ampuh untuk Si Kecil

Mam, apa si Kecil masih menggunakan popok hingga saat ini? Mungkin ini saat yang tepat untuk mengajarkan toilet training kepada si Kecil. Tahapan ini dapat menjadi salah satu indikasi perkembangan sikap mandirinya. Namun tentu ini bukanlah hal mudah.

Jangan khawatir, Mam. Mamasewa telah merangkum beberapa tips yang dapat membantu Mama selama masa toilet training. Yuk, langsung saja simak artikel yang satu ini.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memulai Toilet Training?

toilet training
Photo by Alexander Dummer on Unsplash

Langkah awal yang perlu Mama perhatikan adalah menentukan waktu yang tepat untuk mengajarkan si Kecil toilet training. Jangan sampai Mama memaksa si Kecil untuk menggunakan toilet karena hal ini tidak baik bagi perkembangannya ke depan.

Alangkah lebih baik jika Mama perlahan mendorong dan mencontohkan bagaimana orang dewasa pergi ke toilet. Proses ini dapat Mama mulai ketika si Kecil memasuki usia 2-3 tahun yaitu saat ia sudah mulai memahami perintah dan meniru tingkah laku orang-orang sekitar.

Berikut adalah beberapa tanda bahwa si Kecil sudah siap untuk melakukan toilet training:

  • Si Kecil tahu kapan popok mereka basah atau kotor dan merasa tidak nyaman
  • Mulai menyadari bahwa ia sedang buang air dan terkadang memberi tahu Mama
  • Umumnya si Kecil akan menunjukkan gerak-gerik tersendiri ketika akan buang air misalnya mencari tempat yang sepi

Tips Toilet Training yang Wajib Mama Coba

1. Tetapkan rutinitas saat mengajarkan toilet training

Meski si Kecil tidak menunjukkan tanda-tanda ingin buang air atau tidak mengatakannya kepada Mama, namun tubuh manusia memiliki jam biologisnya sendiri. Misalnya saat bangun dan sebelum tidur atau setelah minum banyak cairan.

2. Manfaatkan proses alamiah tubuh

Tips ini hampir sama dengan yang sebelumnya yaitu mengandalkan mekanisme tubuh. Mama bisa mulai toilet training dengan mengajak si Kecil duduk di toilet 15-30 menit setelah makan.

3. Jangan memaksa si Kecil untuk ke toilet saat ia tidak menginginkannya

toilet training
Photo by Lubomirkin on Unsplash

Saat Mama ingin membentuk suatu kebiasaan baru kepada si Kecil pastikan tidak ada paksaan di dalamnya. Karena hal tersebut hanya membuat si Kecil semakin enggan untuk pergi ke toilet.

4. Gunakan kata-kata yang mudah dipahami dan diucapkan

saat melakukan toilet training Mama bisa mengganti beberapa istilah menjadi kata-kata yang mudah misalnya “poo poo” atau “pee pee”. Hal ini akan membantu si Kecil dalam mengomunikasikan keinginannya ketika buang air.

5. Gunakan kursi toilet khusus anak

Ukuran toilet yang ada di rumah biasanya terlalu besar untuk digunakan oleh si Kecil. Demi memberikan kenyamanan pada si Kecil, Mama dapat menggunakan potty chair yang dapat memudahkan si Kecil melakukan toilet training.

6. Ajak si Kecil untuk segera menuju toilet saat Mama melihat tanda-tanda si Kecil akan buang air

Umumnya si Kecil akan menunjukkan tanda-tanda ketika ia ingin buang air. Tugas Mama adalah memperhatikan dan peka terhadap tanda tersebut sebelum terlambat.

7. Ajarkan kepada si Kecil saat membuang kotoran di popoknya ke dalam toilet

Saat membersihkan popok si Kecil, Mama dapat mengajaknya masuk ke dalam toilet dan memperlihatkan bagaimana caranya. Kegiatan ini dapat mengajarkan bahwa kotoran seharusnya ditempatkan di toilet.

8. Berikan pujian saat si Kecil berhasil melakukan kemajuan dalam melakukan toilet training

toilet training
Foto oleh Elina Fairytale dari Pexels

Afirmasi termasuk salah satu aspek terpenting dalam proses ini. Si Kecil akan merasa senang dan menganggap kegiatan pergi ke toilet menyenangkan. Di kemudian hari harapannya ia dapat mengulangi hal yang sama dengan baik

9. Mama dapat memberikan hadiah berupa sticker

Sama halnya dengan afirmasi, sticker berfungsi sebagai motivasi tersendiri bagi si Kecil. Selain itu sticker juga dapat membantu Mama dalam pemantauan perkembangan toilet training si Kecil setiap harinya.

10. Jangan memarahi si Kecil saat terjadi suatu “kecelakaan”

Mama perlu mengingat bahwa toilet training tidak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya si Kecil melakukan kesalahan dan membuat suatu “kecelakaan”. Ketika hal tersebut terjadi yang perlu Mama lakukan adalah Kembali memberikan pemahaman tentang keharusan pergi ke toilet ketika akan buang air tanpa perlu memarahinya

11. Pastikan semua anggota keluarga atau orang-orang di sekitar si Kecil mengikuti dan mendukung.

Bantuan dari orang-orang sekitar juga penting loh, Mam. Mama tidak dapat membentuk suatu kebiasaan baru tanpa dukungan orang-orang sekitar. Pastikan semua orang yang ada di rumah mengetahui bahwa si Kecil sedang dalam masa toilet training dan bersedia membantu di dalam prosesnya.

Itu tadi beberapa tips yang dapat Mamasewa berikan untuk membantu Mama dalam mengajarkan toilet training kepada si Kecil. Di dalam tahapannya, Mama pasti memerlukan beberapa perlengkapan yang berkualitas untuk membantu si Kecil. Tenang, Mamasewa bisa jadi solusinya.

Mamasewa menyediakan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan Mama dan si Kecil dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau. Tunggu apa lagi? Yuk, langsung cek barang apa yang sedang Mama butuhkan hanya di Mamasewa.