gangguan kognitif pada anak

Tanda-Tanda dan 6 Jenis Gangguan Kognitif pada Anak

gngguan kognitif pada anak
Girl photo created by pressfoto – www.freepik.com

Gangguan kognitif pada anak bisa diartikan sebagai ketidakmampuan belajar yang berdampak besar pada perkembangan belajar Si Kecil. Salah satu cara mudah untuk memahami keterampilan kognitif bisa mengacu pada klasifikasi Bloom yang bisa dijabarkan sebagai berikut:

  • Pengetahuan: mengingat informasi
  • Pemahaman: memahami apa yang telah dikomunikasikan
  • Pemecahan masalah: menggunakan berbagai konsep umum saat menghadapi masalah
  • Analisis: memecah informasi menjadi bagian-bagian untuk melihat hubungan antar ide
  • Sintesis: membuat sesuatu yang baru dengan mengatur informasi ke dalam hubungan atau pola baru
  • Evaluasi: memutuskan metode mana yang harus digunakan untuk memecahkan masalah

Anak yang memiliki gangguan kognitif biasanya kesulitan dengan ingatan, persepsi, dan belajar yang rendah dari rata-rata anak seusianya. Untuk itulah Mama perlu mengetahui jenis gangguan kognitif pada anak agar Si Kecil bisa segera mendapat perawatan yang sesuai.

Jenis Gangguan Kognitif pada Anak yang Umum Terjadi

People photo created by jcomp – www.freepik.com

Berikut ini adalah beberapa jenis gangguan kognitif pada anak usia dini. Simak, yuk, Ma!

1. Speech delay (terlambat bicara)

Speech delay atau terlambat bicara menjadi salah satu jenis gangguan kognitif yang umum terjadi pada anak. Gangguan yang berkaitan dengan kata dan bahasa ini kemungkinan besar disebabkan karena kebiasaan main gadget yang berlebihan pada anak. Saat main gadget, interaksi anak dan orang lain akan semakin berkurang. Oleh karena itulah Si Kecil mengalami keterlambatan bicara daripada anak seusianya.

2. Cognitive delay

Setiap anak memiliki perkembangannya masing-masing. Namun, jika tumbuh kembang anak berjalan tidak normal, bisa dikatakan anak mengalami cognitive delay atau terlambat berkembang. 

Biasanya pola perkembangan anak bertahap mulai dari motorik kasar (meliputi perkembangan gerak dan koordinasi antar anggota tubuh) lalu berlanjut pada perkembangan motorik halus (meliputi otot kecil dengan koordinasi mata-tangan). Jadi, jika Mama mengamati tumbuh kembang Si Kecil terhambat, segera hubungi tenaga medis untuk berkonsultasi, ya!

3. Gangguan tidur

Jangan sepelekan jam tidur anak ya, Ma. Karena jam tidur yang terlalu panjang atau terlalu pendek bisa jadi tanda anak mengalami gangguan kognitif. Hal ini karena tidur merupakan waktu untuk beristirahat bagi anak. Tidur tidak teratur justru malah akan mengacaukan jam biologis anak.

Oleh karena itulah, peran Ayah dan Mama sangat penting untuk mengatur jam tidur anak. Jangan sampai anak masih main sampai larut malam, atau terlalu banyak tidur.

4. Gangguan psikologis anak

gangguan kognitif anak
Kids photo created by freepik – www.freepik.com

Bukan hanya orang dewasa, anak juga bisa mengalami gangguan psikologis dan hal ini akan berpengaruh pada perkembangan kognitifnya. Jenis gangguan kognitif psikologis anak meliputi perubahan emosi, perilaku, kinerja mental dan fisik anak. Gangguan kognitif ini bisa muncul karena pola pengasuhan orangtua, masalah keluarga, trauma mendalam, penyakit kronis, atau perpisahan, sehingga anak tidak mampu menahan beban atau mengkomunikasikan dengan baik.

5. Gangguan Kebiasaan

Beberapa jenis gangguan kebiasaan yang seringkali dijumpai pada anak adalah menggigit kuku, memukul diri sendiri, membenturkan kepala ke tembok, atau menggoyangkan tubuh. Kemungkinan besar, gangguan kebiasaan ini merupakan salah satu cara untuk mengatasi stres yang ia alami.

Biasanya anak dengan gangguan kebiasaan akan menunjukkan perilaku yang aneh. Hal ini tentu harus diwaspadai jika mulai mengganggu. Misalnya, menggigit kuku sampai kukunya luka-luka.

6. Gangguan kecemasan

Anak-anak juga sering mengalami rasa cemas. Baik itu saat bertemu teman baru, masuk sekolah baru, atau pengalaman-pengalaman baru lainnya. Bisa jadi rasa cemas ini dapat terjadi secara berlebihan sehingga mengganggu aktivitasnya. Contoh umum gangguan kecemasan akibat perkembangan kognitif yang tidak sempurna adalah obsessive compulsive disorder.

Ketika Mama melihat tanda-tanda ini pada anak, sebaiknya segera minta bantuan psikolog atau tenaga ahli untuk membantu Si Kecil menghadapinya. 

Nah, itu dia adalah beberapa gangguan kognitif pada anak usia dini yang umum terjadi. Yuk, mulai perhatikan pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil demi masa depannya. Jangan lupa juga penuhi kebutuhan dan perlengkapan anak lainnya yang bisa Mama sewa di mamasewa.com. Daripada beli, Mama bisa sewa berbagai keperluan Si Kecil dengan harga terjangkau, kebersihan terjaga, dan tentunya berkualitas.