fase babbling

Fase Babbling di Tahap Perkembangan Bicara Anak

Wah apa si Kecil sudah pandai mengeluarkan suara dan kata-kata, Mam? Kira-kira apa kata pertama yang akan diucapakannya yaa? Mama pasti sangat menantikan dan bersemangat ketika si Kecil memasuki fase babbling.

Pada fase ini si Kecil sudah dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar menggunakan suara meskipun belum sepenuh jelas kata apa yang diucapkan.

Apa Itu Fase Babbling?

fase babbling
Photo by Travis Grossen on Unsplash

Fase babbling termasuk dalam beberapa tahap perkembangan bahasa pada anak. Babbling atau dalam bahasa Indonesia berarti mengoceh, merupakan kemampuan si Kecil dalam menghasilkan bunyi atau ukuran yang kombinasinya belum masuk akal atau tidak memiliki arti khusus seperti “babababa”, “dededede” atau “badubudibu”.

Si Kecil umumnya mulai masuk pada fase babbling pada usia 6 bulan karena memiliki kontrol yang lebih besar terhadap gerakan rahang, sehingga memungkinkan si Kecil untuk menghasilkan suara vokal i dan u serta konsonan g dan k.

Jenis Fase Babbling

Meski mengoceh termasuk dalam tahap perkembangan bicara, namun ternyata fase ini masih dapat dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu ocehan yang masih terbatas dan yang sesungguhnya.

1. Fase Babbling Terbatas

fase babbling
Photo by Humphrey Muleba on Unsplash

Tahap ini adalah yang paling menghibur selama tahun pertama karena si Kecil sangat ingin berkomunikasi dengan Mama. Ia benar-benar mulai bereksperimen dengan suara yang dikeluarkan dan sering kali terdengar sangat lucu dan menggemaskan.

Si Kecil akan berada dalam fase babbling terbatas saat memasuki usia 6-7 bulan. Ia sudah mulai mengucapkan vokal dan konsonan yang berbeda. Mama akan mendengar hal-hal seperti “maaaaaa”, “baaaaaa”, “daaaaaa”, dan diikuti oleh suara-suara lain, seperti tiupan yang bercampur dengan air liur.

Penelitian menunjukkan hubungan antara keterampilan motorik dan perkembangan bicara. Mama mungkin melihat si Kecil lebih gemetar atau melambaikan tangan sebelum ia mulai mengoceh kecil. Hal ini menunjukkan keterampilan motorik yang bagus akan mendorong perkembangan berbicara si Kecil dengan lebih baik.

Cara lain yang dapat dilakukan Mama untuk membantu si Kecil segera mengeluarkan kata pertamanya adalah dengan memberikan jeda atau mengeja saat berbicara. Memberikan jarak antar suku kata saat berbicara pada si Kecil memang terkesan lamban namun faktanya hal ini membantunya lebih mudah mengerti dan memahami bahasa yang diucapkan oleh Mama.

2. Babbling Resmi / Sesungguhnya

Hampir semua bayi mengalami hal yang sama dalam fase ini. Si Kecil sudah mulai banyak menguasai huruf konsonan dan semua huruf vokal. Ia akan menggabungkan beberapa suku kata menjadi “da ba bu”, “ma di da” atau “bu de di”.

Fase babbling ini biasanya memiliki sedikit fungsi komunikatif. Suara-suara ini adalah penanda suara yang akan digunakan si Kecil ketika mereka mulai menggunakan kata-kata. Pada tahapan ini si Kecil juga mulai mengenali dan menggunakan suara-suara yang ada di sekitarnya. Misalkan bayi yang terbiasa mendengar suara keras akan cenderung berteriak saat mengoceh begitu pun sebaliknya.

5 Tahapan Penting Perkembangan Bicara Anak Usia 0-12 bulan

fase babbling
Foto oleh Daniel Reche dari Pexels
  • Cooing merupakan produksi suara pertama si Kecil selain tangisan. Biasanya terjadi antara usia 6-8 minggu.
  • Tertawa umumnya baru bisa dilakukan si Kecil pada minggu ke-16 sebagai respons terhadap hal-hal di dunianya.
  • Fase babbling seperti yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu penggunaan suku kata berulang-ulang seperti tanpa arti khusus.
  • Kata tidak sudah mulai bisa dimengerti si Kecil pada usia 6-11 bulan. Si Kecil perlu diajarkan arti kata larangan dan menghentikan apa yang ia lakukan, meski hanya sesaat, saat mendengarnya.
  • Kata pertama si Kecil akan muncul pada usia 10-12 bulan. Berbeda dengan fase babbling, kata pertama akan memiliki arti yang jelas meskipun hanya kata sederhana seperti “Mama” atau “Papa”.

Itulah beberapa tahapan bicara yang akan dilalui si Kecil dan salah satunya adalah fase babbling. Mengajak si Kecil mengobrol merupakan salah satu stimulus paling baik untuk melatih perkembangan bicaranya. Mama juga bisa membacakan dongeng-dongeng sederhana sebelum tidur.

Selain itu, saat Mama tidak dapat selalu mendampingi si Kecil stimulus melalui mainan edukasi yang menghasilkan suara juga dapat menjadi alternatif yang baik. Mama tidak perlu bingung untuk mendapatkan mainan edukasi yang berkualitas dengan harga terjangkau. Mamasewa adalah solusinya.

Di Mamasewa semua perlengkapan dan mainan edukasi yang dibutuhkan si Kecil sudah lengkap tersedia. Seiring dengan tumbuh kembang si Kecil yang sangat cepat, Mama tak perlu banyak mengeluarkan biaya untuk membeli segalanya. Cukup dengan menyewa di Mamasewa, semua kebutuhan akan terlengkapi.

Mamasewa juga menerima jasa antar jemput barang langsung ke rumah Mama. Praktis bukan? Nah, tunggu apa lagi? Penyewaan segala perlengkapan dan mainan edukasi untuk si Kecil, Mamasewa jagonya. Mama hebat, Mama hemat!

melatih motorik halus

Melatih Motorik Halus Anak dalam 5 Tahapan Usia

Mama pasti tidak ingin ketinggalan sedikitpun momen berharga bersama si Kecil. Mulai dari pertumbuhan fisiknya hingga perkembangan kecerdasannya. Semua momen tersebut adalah hal tak ternilai yang perlu dioptimalkan. Untuk mengoptimalkannya, Mama dapat membantunya dengan cara melatih motorik halus si Kecil, lho!

Secara umum, kemampuan motorik anak dibagi menjadi 2, yaitu motorik kasar dan motorik halus. Di usia emasnya, yaitu sejak lahir hingga berumur 5 tahun, otak anak berkembang sangat pesat. Untuk itu, Mama perlu memberikan perhatian ekstra dan metode yang tepat untuk mengembangkan potensi si Kecil.

Apa yang Dimaksud Motorik Halus?

melatih motorik halus
Photo by Tai’s Captures on Unsplash

Motorik halus merupakan keterampilan yang melibatkan otot-otot halus saat melakukan aktivitas seperti mengancingkan baju, membuka kotak makan, memegang pensil, dan masih banyak lagi. Kemampuan ini mempengaruhi kualitas hasil serta kecepatan yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas.

Berbagai kegiatan yang dapat melatih motorik halus juga melibatkan kemampuan koordinasi antar organ tubuh untuk bekerja sama mencapai suatu tujuan. Motorik halus berkaitan erat dengan kecerdasan dan problem solving.

Mengapa Mengoptimalkan Motorik Halus Itu Penting?

Melatih motorik halus pada si Kecil akan membantunya dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Jika tidak dikembangkan maka dampak jangka panjang yang dapat terjadi adalah menurunnya prestasi akademik si Kecil.

Di jaman yang serba modern seperti sekarang ini, kecanduan gadget juga dapat menjadi penghambat si Kecil untuk mengembangkan motorik halusnya. Ia akan lebih menyukai kegiatan-kegiatan pasif yang hanya berfokus ke layar. Tentunya Mama tidak ingin hal ini terjadi kan?

Untuk menghindari hal tersebut, Mamasewa telah merangkum berbagai tahapan dan kegiatan yang dapat Mama lakukan untuk melatih motorik halus si Kecil.

Tahapan dan Pilihan Aktivitas untuk Melatih Motorik Halus Anak

1. Motorik Halus pada Usia 0-1 Tahun

melatih motorik halus
mamasewa.com

Pada awal kelahiran hingga memasuki usia 6 bulan, si Kecil akan mulai belajar memegang barang-barang yang ada di sekitarnya. Dimulai dengan genggaman menyeluruh pada salah satu tangan kemudian diikuti otot-otot jari yang mulai berkembang dan dapat menggoyangkan benda dengan kedua tangan.

Pada usia 9 bulan si Kecil sudah dapat melakukan gerakan menjepit menggunakan jari hingga memegang botol. Mama dapat membantu si Kecil dengan mendekatkan mainan dengan berbagai ukuran dan tekstur agar si Kecil dapat mempelajarinya. Pastikan semua benda tersebut bersih karena si Kecil akan cenderung memasukkannya ke dalam mulut.

2. Kegiatan pada Usia 1-2 Tahun

Di usia 1-2 tahun si Kecil sudah mulai dapat menyusun mainan baloknya. Mereka mulai aktif menggerakkan benda-benda yang dipegangnya seperti mencoret tembok dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya sendiri. Membebaskan si Kecil bereksplorasi juga termasuk melatih motorik halus.

Mama dapat membuat play dough dari tepung untuk menstimulasi tangan si Kecil dengan tekstur lembut dan dapat berubah bentuk sesuai keinginannya. Mama juga bisa mengajarkan si Kecil untuk mewarnai secara abstrak di suatu objek misal kertas atau kanvas. Metode ini dapat dijadikan sebagai media pengenalan warna.

3. Permainan Motorik Halus yang Sesuai pada Usia 2-3 Tahun

Menginjak usia 3 tahun si Kecil sudah bisa diajarkan cara memakai serta melepas sepatunya sendiri. Ia juga sudah mulai mahir minum melalui gelas dan makan secara mandiri menggunakan sendok dan garpu.

Pada usianya sekarang, permainan yang paling cocok untuk melatih motorik halus adalah permainan edukasi yang melibatkan warna, bentuk, dan ukuran. Mama dapat menggunakan kertas lipat untuk membuat berbagai bentuk dan ukuran yang kemudian akan dikelompokkan oleh si Kecil.

4. ahapan Aktivitas pada Usia 3-4 Tahun

melatih motorik halus
Photo by Jelleke Vanooteghem on Unsplash

Melatih motorik halus pada anak usia 3-4 berarti mulai mengajarkan mereka tentang bagaimana cara menggambar objek secara lebih jelas serta menggunakan atau melepas baju secara mandiri. Mama tetap dapat membantunya saat mencapai tahap mengancing atau bagian yang lebih rumit.

Kegiatan menyelesaikan puzzle bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengembangkan motorik halus si Kecil. Puzzle dengan ukuran 4-5 bagian bisa menjadi alternatif melatih kemampuan menyelesaikan masalah dan koordinasi otak.

5. Aktivitas Pengembangan Motorik Halus pada Usia 4-5 Tahun

Di usia ini si Kecil akan memasuki masa sekolah. Ia seharusnya sudah bisa memegang pensil dengan benar, membuat berbagai bentuk seperti lingkaran atau segitiga di kertas dan menggambar manusia dengan minimal 6 bagian tubuh.

Mama dapat memberikan tugas sederhana untuk menggambar anggota keluarga dengan masing-masing perbedaan fisik yang dimiliki. Selain melatih kemampuan motorik halusnya, hal ini juga dapat mengembangkan ketajamannya dalam mengidentifikasi sebuah objek.

Itu tadi beberapa tahapan dan kegiatan yang dapat Mama coba untuk mengembangkan motorik halus si Kecil. Tak perlu repot mencari mainan edukasi atau barang-barang yang dibutuhkan si Kecil. Di Mamasewa semua mainan dan barang yang disewakan berkualitas dan aman untuk si Kecil.

Mama tak perlu khawatir tentang harga tinggi yang perlu dibayarkan untuk membeli semua mainan pada tahap perkembangannya. Mamasewa memudahkan Mama untuk dapat mengoptimalkan perkembangan si Kecil dengan tepat dan hemat.

motorik kasar

5 Cara Merangsang Motorik Kasar Si Kecil Sejak Dini

Tahapan tumbuh kembang anak harus dioptimalkan sesuai usianya. Salah satunya, dengan melatih motorik kasar Si Kecil sejak dini. Singkatnya, motorik kasar merupakan kemampuan Si Kecil melakukan gerakan pada bagian-bagian tubuhnya. Bagian tubuh yang digerakkan adalah otot-otot besar yang meliputi tangan, perut dan kaki. Lalu, aktivitas yang ditimbulkan diantaranya duduk, berdiri, berjalan, berenang dan kegiatan lain yang melibatkan gerak tubuhnya.

Merangsang motorik kasar pada Si Kecil perlu dilakukan secara rutin agar perkembangannya optimal. Perkembangan motorik kasar yang optimal dapat membantu kelancaran aktivitasnya sehari-hari. Dengan ketrampilan motorik kasar yang baik, ia bisa berjalan, berlari atau melompat dengan stabil, sehingga tidak membuatnya mudah terjatuh. Kemudian, jika Si Kecil memiliki ketrampilan motorik kasar yang baik, aktivitas-aktivitas dasar seperti makan dan ke kamar mandi juga dapat berjalan lancar.

motorik kasar

Selain itu, perkembangan motorik kasar yang baik juga akan mempengaruhi kinerja motorik halus Si Kecil. Misalnya, ketika ia bisa duduk stabil, maka ketika ia menggambar atau belajar menulis, Si Kecil tidak kesulitan memposisikan badan, sehingga dapat mendukung hasil kerja motorik halusnya.

Lalu, bagaimana cara menstimulasi motorik kasar Si Kecil sejak dini, Ma? Beragam cara dapat Mama lakukan untuk menstimulasi motorik kasar Si Kecil agar perkembangannya optimal. Cara yang paling mudah adalah dengan memberikan mainan maupun permainan yang dapat membantu menstimulasi geraknya. Yuk Ma, simak apa saja yang dapat membantu perkembangan motorik kasar Si Kecil!

Merangsang Motorik Kasar Si Kecil

1. Bermain di Playmat

Playmat adalah alas atau matras yang dibuat secara khusus untuk arena bermain Si Kecil. Di playmat yang biasanya dilengkapi dengan gambar dan warna menarik, dapat mendorong Si Kecil melakukan banyak aktivitas seperti menyentuh, berguling, tengkurap dan measakan tekstur matras. Hal ini dapat menstimulasi Si Kecil untuk mengekplor lingkungan sekitarnya.

Mengajak Si Kecil bermain di playmat dapat melatih fokus dan koordinasi antara penglihatan dan otot tangan atau kakinya. Playmat yang biasa dilengkapi dengan warna-warna menarik serta mainan, dapat menarik perhatian Si Kecil untuk menggerakkan kaki dan tangannya sesering mungkin. Hal ini tentu dapat merangsang motorik kasarnya saat Si Kecil melakukan gerakan-gerakan tubuh.

motorik kasar

2. Belajar Berjalan dengan Push Walker

Saat Si Kecil mulai belajar berjalan, Mama perlu mendukungnya. Salah satu cara agar Si Kecil semakin lancar berjalan, Mama dapat membantunya dengan alat atau mainan seperti push walker. Mainan ini dapat membantu Si Kecil agar berjalan stabil dalam jangka waktu yang lebih lama. Melatih Si Kecil berjalan menggunakan push walker bisa dimulai sejak ia sudah bisa duduk dengan posisi sempurna dan mulai berdiri.

Biasnya, mainan push walker dilengkapi dengan berbagai permainan menarik yang dapat membuat Si Kecil happy. Permainan pada push walker seperti musik, lampu, boneka, dan lainnya, dapat meningkatkan daya tarik Si Kecil. Dengan bermain push walker, otot kaki Si Kecil akan terlatih dan menjadi lebih kuat.

motorik kasar

3. Memainkan Mainan Edukatif Pemukul

Memainkan permainan pukul-memukul seperti palu memukul boneka dan sejenisnya, dapat menstimulasi otot tangan Si Kecil. Biasanya permainan memukul ini dilengkapi dengan tambahan fitur yang dapat menarik perhatiannya seperti bunyi dan lampu. Sehingga, Si Kecil tertarik untuk mengulangnya berkali-kali. Hal ini secara tidak langsung dapat melatih otot tangannya menjadi lebih kuat. Sehingga kemampuan motorik kasarnya meningkat.

4. Bermain Bola

Mengajak Si Kecil bermain menggunakan mainan sejenis bola dapat efektif membantu merangsang motorik kasarnya. Untuk merangsang motorik kasar Si Kecil, Mama bisa memberikan bola dengan bahan yang lembut. Stimulasi akan terjadi ketika ia memainkan bola dan bergerak ke sana kemari untuk mengejar bola tersebut. Secara tidak langsung motorik kasarnya akan terlatih dengan permainan bola tadi.

5. Bersepeda Roda Tiga

Saat Si Kecil memasuki usia satu tahun ke atas, Mama dapat melatih motorik kasarnya dengan belajar bersepeda. Aktivitas bersepeda bisa dimulai dengan melatihnya bersepeda roda tiga terlebih dahulu, yang memungkinkan Si Kecil mampu mengendalikan keseimbangan. Bersepeda akan memperkuat otot kakinya dan melatih keseimbangan tubuh. Selain itu kecerdasan parsial Si Kecil juga dapat meningkat dengan aktivitas bersepeda. Jika dilakukan terus-menerus bersepeda sngat baik untuk menstimulasi motorik kasar Si Kecil agar tumbuh kembangnya optimal.

Beragam cara bisa Mama lakukan untuk merangsang motorik kasar Si Kecil. Cara-cara di atas merupakan kegiatan sederhana yang secara tidak langsung dapat melatih perkembangan motorik kasar anak. Mama nggak perlu bingung ke mana harus membeli mainan-mainan untuk stimulasi motorik Si Kecil, karena Si Kecil bisa memiliki mainan tersebut di Mamasewa.com. Tidak perlu membeli Ma, sewa aja dulu. Selain menghemat budget, Mama juga tidak perlu khawatir mainan tersebut nggak terpakai lagi nantinya saat Si Kecil sudah tidak membutuhkan. Mamasewa.com menyediakan playmat, push walker dan berbagai mainan lainnya yang dapat disewa dengan mudah dan murah. Mama pun tidak repot dalam mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil. Yuk Ma, sewa mainan Si Kecil sekarang juga!