cara menyimpan asi perah

5 Cara Menyimpan ASI Perah dengan Benar dan Tidak Mudah Basi

Life as a mother is never easy but super fun. Ungkapan itu benar sekali ya, Mam. Terlebih ketika masa menyusui anak. Harus memompa ASI setiap dua jam sekali dan mengalami struggle karena sering kali bingung bagaimana cara menyimpan ASI perah dengan benar.

Jika Mama adalah sosok ibu muda yang baru melahirkan anak pertama, pasti sekarang sedang giat mencari tahu bagaimana cara menyimpan ASI perah, bukan?

Mama tidak perlu jauh-jauh nih. Artikel ini akan memberikan beberapa tips sehingga ASI yang sudah Mam pompa tidak terbuang sia-sia akibat basi karena salah cara menyimpannya. Yuk deh, Mam, langsung simak saja tak perlu menunggu terlalu lama!

Apakah ASI bisa Tahan Lama di Suhu Ruang?

Jika Mam bertanya apakah ASI bisa bertahan lama di suhu ruang, jawabannya adalah bisa. Namun, ASI perah hanya bisa bertahan sekitar 6 atau paling lama 8 jam dan itu pun kesegarannya sudah berkurang untuk diberikan kepada si kecil.

Hal tersebut tentu saja tidak efektif dan akan menyia-nyiakan ASI karena pada akhirnya bisa basi lalu dibuang. Padahal Mama juga akan memompa ASI setiap dua hingga tiga jam sekali dan jika tidak disimpan dengan baik tentu saja semakin banyak ASI yang terbuang bukan?

Cara menyimpan ASI perah dengan baik sehingga bertahan lama, Mama bisa menggunakan dua cara, yaitu disimpan di dalam lemari pendingin atau tanpa lemari pendingin.

Pastikan Media Penyimpanan Higienis

Cara menyimpan ASI perah yang benar dimulai dengan memperhatikan wadah penyimpanannya. Gunakan botol yang berkualitas bagus supaya aman untuk si kecil. Selain membelinya, Mama juga bisa loh menyewanya.

Kehigienisan saat menyewa peralatan bayi pasti dipertanyakan oleh setiap orang tua karena itu akan digunakan si kecil. Namun, jika Mam menyewanya melalui Mamasewa, penjagaan kebersihan tentu tak perlu diragukan lagi. Terutama untuk peralatan yang berkaitan dengan ASI.

Botol ASI yang baru atau telah digunakan tentu mengandung bakteri. Untuk menghilangkannya, Mam cukup merebut botol atau kantong tersebut di air mendidih selama kurang lebih sepuluh menit supaya bakteri mati.

Setelah itu, biarkan kantong dan botol tersebut kering dengan sendirinya. Mam bisa menggunakan tisu sebagai alas lalu botol ditengkurapkan hingga air terserap oleh tisu. Masa pengeringan ini juga digunakan untuk mengurangi suhu panas dari botol yang baru saja direbus sehingga tidak memengaruhi suhu ASI.

Menyimpan ASI Perah di Lemari Pendingin

cara menyimpan asi perah
A photo by Debby Hudson on Unsplash

Lemari pendingin menjadi solusi terbaik untuk menyimpan ASI. Jika Mam memiliki dana lebih, Mama bisa memberi lemari pendingin pribadi yang dikhususkan untuk menyimpan ASI. Biasanya menggunakan lemari pendingin berukuran kecil yang khusus freezer.

Jika dicampur dengan lemari pendingin yang biasa digunakan sehari-hari, Mam harus memberikan ruang khusus untuk ASI ya. ASI bisa bertahan hingga 4 hari di lemari pendingin biasa bersuhu kurang lebih 4o.

Cara menyimpan ASI perah supaya bertahan lebih lama lagi adalah dengan menaruhnya di freezer sehingga ASI menjadi beku. Dengan begini, ASI bisa bertahan hingga 2 pekan bahkan lebih.

Tidak Menggunakan Lemari Pendingin

Tidak menggunakan lemari pendingin memang memiliki risiko ASI bisa basi dengan cepat. Namun, ini tentu saja bisa menjadi cara menyimpan ASI perah jika Mam dan keluarga sedang atau akan melakukan bepergian.

Mam bisa menggunaka box pendingin yang di dalamnya diletakkan banyak es batu. Penyimpanan ini akan membantu ASI bertahan hingga 24 jam atau lebih lama jika Mam rajin mengganti es batu yang sudah mencari dengan yang baru sehingga tingkat dinginnya lebih lama.

Cara Menyimpan ASI Perah

Ada beberapa langkah yang harus Mam lakukan nih saat menyimpan ASI sehingga bisa bertahan lama. Terdapat 5 langkah penting yang Mam harus perhatikan seperti berikut ini.

  • Tempat Sudah Steril

Gunakan botol kaca atau plastik dengan BPA free. Mama juga bisa menggunakan kantong plastik tebal yang memiliki zip sebagai penutupnya.Ingat ya, Mam, tempat yang digunakan tersebut harus sudah disterilkan dengan cara di atas.

  • Bagi ASI sama Banyak

Sekali pumping, Mam bisa menghasilkan ASI yang berbeda banyaknya. Bisa sedikit atau melimpah tergantung kondisi saat itu.

Ketika jumlah ASI yang Mam pompa dalam sekali waktu melimpah, Mam harus membagi ASI tersebut ke beberapa tempat. Jangan taruh dalam satu botol atau kantong dengan membuatnya penuh. Beri ruang untuk memberinya udara.

Khusus di kantong dengan zipper, cukup isi setengah atau dua pertiga dari keseluruhan kantong. Pipihkan kantong supaya tidak memberikan ruang udara.

  • Beri Label Waktu

Mam tentu saja dianjurkan untuk sering melakukan pumping sehingga ASI yang keluar lebih banyak, bukan? Nah, waktu memompa yang sering tentu saja akan berpengaruh pada kualitas ASI yang berbeda.

Dengan begini, cara menyimpan ASI perah dengan benar setelah memompa adalah Mam harus memberikan label waktu di tiap botol atau kantongnya. Berikan label sedetail mungkin dengan mencantumkan tanggal, bulan, hingga jam.

  • Jangan Dicampur ASI lama dan Baru

Botol dan kantong yang digunakan untuk menyimpan ASI tersebut harus dipisah penyimpanannya, jangan dicampur. Mama bisa membedakannya dengan cara menyimpan ASI yang lebih lama di bagian depan dan yang lebih baru di bagian belakang. Tujuannya tentu saja supaya yang lebih lama bisa terlihat dan digunakan terlebih dahulu.

  • Langsung Disimpan

Setelah Mam memompa, usahakan langsung menyimpannya di lemari pendingin. Namun, harus diperhatikan cara penyimpanannya ya, Mam. Jika Mam ingin menaruhnya di freezer, jangan langsung masukan ke sana.

Cara menyimpan ASI perah di freezer dengan benar adalah membiarkannya di bagian bawah terlebih dahulu selama kurang lebih satu jam untuk menyesuaikan suhunya. Setelah itu pindahkan ke freezer supaya beku dan bisa bertahan lebih lama.

Itulah 5 cara menyimpan ASI perah yang bisa Mam pelajari. Jika mendadak aliran listri mati, segera gunakan box pendingin yang sudah diisi es batu ya, Mam, supaya ASI bisa diselamatkan.

memompa asi dengan tangan

5 Tahap Memompa ASI dengan Tangan

Menyusui anak memang menjadi tahap yang menyenangkan ya, Mam, untuk dijalani. Mungkin ada kalanya merasa lelah karena harus rajin memompa ASI. Namun, ketika kita paham bagaimana cara memompa pasti akan semakin lancar, terutama memompa ASI dengan tangan.

Memompa ASI dengan Tangan

Sebagian dari kita mungkin merasa memompa ASI dengan alat pompa akan jauh lebih efisien karena mudah dan praktis. Namun, ada kalanya memompa ASI dengan tangan dibutuhkan loh, Mam, supaya payudara terbebas dari alat pompa. Terlebih, tentu saja tekstur tangan dan alat pompa berbeda sehingga lebih aman.

Nah, bagaimana cara efektif dan yang dibenarkan untuk memompa ASI dengan tangan? Mama bisa menyimak penjelasan berikut ya, Mam, untuk tahu dan belajar dengan baik. Terutama Mama muda dengan anak pertama, pasti kerap kali merasa bingung kan?

Yuk, langsung simak saja, Mam!

1. Pastikan Tangan Steril

memompa asi dengan tangan
Photo by Wendy Wei from Pexels

Hal pertama yang harus dipastikan adalah kebersihan diri, terutama tangan. Cuci tangan dengan baik dan teliti menggunakan sabun cuci tangan. Jangan sampai sela jari atau bagian lainnya tidak tercuci ya, Mam.

Selain tangan, pastikan juga botol atau wadah ASI nantinya juga sudah dalam keadaan steril ya, Mam. Mama bisa merebuskan terlebih dahulu di air mendidih agar bakteri mati lalu mengeringkannya secara alami. Setelah itu lap dengan air bersih dan baru bisa digunakan deh.

2. Mengompres Payudara

Tahap pertama memompa ASI dengan tangan, yaitu mencuci tangan hingga bersih sudah terlaksana. Namun, jangan langsung memompa ASI ya, Mam. Relakskan dahulu payudara agar tidak merasa kaget.

Mama bisa melakukannya dengan mengompres payudara menggunakan kain yang sudah dibasuh dengan air hangat. Hal ini dilakukan supaya payudara mendapatkan bayangan untuk dipompa.

3. Pijat Ringan

Setelah mengompres payudara dengan kain yang sudah dibasahi dengan air hangat, yang harus dilakukan selanjutnya adalah memijat payudara dengan ringan. Pemijatan ini dimaksudkan agar payudara mendapat stimulus sehingga setiap kelenjarnya relaks lalu bisa mengeluarkan ASI dengan baik.

Pijat dengan gerakan lembut secara melingkat ya, Mam. Jangan sampai salah dengan memijatnya ke arah luar karena itu merupakan gerakan yang kurang direkomendasikan dan bisa membuat payudara lecet.

4. Menempatkan Tangan dengan Benar

Setelah itu, mulailah memompa dengan menempatkan tangan dengan benar, ayitu ibu jati di bagian dekat puting lalu telapak tangan dan keempat jari lainnya menyangga payudara. Jika ini dilakukan dengan benar, Mama bisa mendapatkan produksi ASI dengan baik loh.

5. Menekan Tangan ke Arah Dada

Tekan tangan ke arah dada ya, Mam, bukan ke arah luar. Hal ini dimaksudnya supaya puting tidak lecet. Dengan gerakan yang benar, Mama juga bisa menemukan titik di mana payudara bisa menghasilkan ASI yang paling deras.

Nah, kalau sudah

Menyimpan ASI Perah dengan Benar

Setelah dipompa, simpan ASI dengan baik ya, Mam. Jangan sampai ASI terbuang percuma karena basi akibat lupa disimpan atau salah cara menyimpan.

Ada beberapa cara menyimpan ASI nih, Mam. Jika Mama masih bingung, bisa mengikuti cara berikut supaya ASI tersimpan dengan baik. Dijelaskan mengenai penyimpanan ASI dengan cara dibekukan di freezer.

1. Tempatkan ASI di wadah yang sudah steril, bisa botol ataupun kantong plastik tebal

Penempatan ini akan membantu ASI untuk tersimpan dengan baik ya, Mam. Yang harus Mama ingat adalah jangan menempatkan ASI secara penuh. Beri ruang sekitar 30% dari total wadah.

Dengan begitu, ASI tetap bisa bernapas dengan udara normal di dalam wajah. Namun, nanti saat dibekukan juga akan menempati seluruh ruangan sehingga tidak meluber.

2. Jangan langsung masukan ke dalam freezer

ASI yang baru diperas memiliki suhu ruangan. Suhu ini tentu saja sangat berbeda dengan suhu yang ada di freezer. ASI tidak bisa dikenai perbedaan suhu yang sesignifikan itu ya, Mam.

Jadi, setelah dipompa, Mama harus mendiamkannya terlebih dahulu di chiller yang suhunya agak dinaikan sehingga tidak terlalu berbeda dengan suhu ruang. Tempatkan ASI hasil memompa ASI dengan tangan di chiller selama satu hingga dua jam.

3. Labeli wadah sesuai waktu perah

Mama memompa ASI dengan tangan pada hari ini pukul 6 pagi. Setelah selesai memompa, pindahkan ke dalam wadah lalu beri label ya, Mam. Label tersebut harus lengkap berisi tanggal, bulan, tahun, hingga waktu memompa.

Pemberian label ini dimaksudkan supaya Mama bisa mengetahui ASI mana yang harus dikonsumsi si kecil terlebih dahulu sehingga tidak mubadzir karena basi.

4. Bekukan di freezer

Setelah kurang lebih dua jam di chiller, masukan ASI tersebut ke dalam freezer supaya membeku dan bisa tahan lama.

Itulah cara memompa ASI dengan tangan yang bisa Mama pelajari ya. Selain itu, tentu saja Mama bisa memompa dengan alat pompa. Memiliki alat pompa tidak harus dengan membelinya kok, Mam. Terlebih alat pompa hanya digunakan selama si kecil mengonsumsi ASI eksklusif.

Mama bisa menyewanya saja agar lebih hemat waktu, ruang, dan uang. Jangan khawatir tentang kebersihan dan kualitasnya. Menyewa di Mamasewa terjamin secara kualitas hingga kebersihannya.