penambah nafsu makan anak

Ini Dia 6 Makanan Penambah Nafsu Makan Anak, Yuk Coba Mam!

penambah nafsu makan anak
Baby photo created by cookie_studio – www.freepik.com

Makanan penambah nafsu makan anak diperlukan saat Si Kecil mulai menunjukkan gejala gerakan tutup mulut alias GTM. Kalau sudah GTM begini, si Kecil jadi kelaparan, Mama yang pusing karena takut terjadi apa-apa dengan anak. Apalagi dalam masa tumbuh kembang si Kecil, yang mana nutrisi dan asupan gizi sangat dibutuhkan dan penting bagi tubuhnya.

Tentu, Mama yang pertama kali paling sedih dan panik saat si Kecil kehilangan nafsu makan, bukan? Tapi tak perlu terlalu cemas Mam, karena hal ini proses yang wajar dalam fase tumbuh kembang anak. Mama pun dapat mengantisipasi kalau-kalau si Kecil nggak nafsu makan. Yuk, kenali dulu apa penyebab anak tidak nafsu makan, dan menu makanan apa saja yang bisa membantu menambah selera makan si Kecil!

Penyebab si Kecil Tidak Nafsu Makan

Penyebab anak tidak nafsu makan bermacam-macam. Bisa jadi karena anak sedang tumbuh gigi, sariawan, diare, demam, atau tidak suka dengan makanannya. Alasan lain bisa juga karena si Kecil terlalu banyak makan camilan, seperti permen, cokelat, snack, atau jajanan, yang menyebabkan ia kekenyangan duluan dan kurang nafsu pada menu makanan utama.

Nah, agar Mama nggak bingung lagi kalau si Kecil mengalami fase tidak nafsu makan, Mama bisa berikan makanan penambah nafsu makan anak berikut ini. Simak, ya!

Makanan Penambah Nafsu Makan Anak

makanan penambah nafsu makan anak
Baby photo created by freepik – www.freepik.com

Berikut ini makanan penambah nafsu makan anak yang perlu Mama tahu:

1. Minyak Ikan

Minyak ikan dipercaya sebagai makanan penambah nafsu makan anak. Kandungan omega-3 yang ada pada minyak ikan dapat membuat si Kecil mau membuka mulut dan makan makanan yang Mama tawarkan. Coba selipkan minyak ikan ke dalam menu makanan si Kecil, sebelum Mama menghidangkannya.

Menurut beberapa ahli kesehatan untuk anak, memang masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak minyak ikan terhadap meningkatnya nafsu makan anak. Akan tetapi, Mama masih bisa memberikan minyak ikan pada si Kecil karena baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otaknya.

2. Jahe

Jahe adalah bumbu yang biasa Mama gunakan untuk masakan. Nah, kali ini kita tambahkan dalam menu makanan penambah nafsu makan si Kecil, yuk! Mama bisa kreasikan dengan cara menggabungkan ke dalam minuman atau makanan kesukaan si Kecil.

Selain menambah nafsu makan anak, jahe juga dipercaya mampu mengatasi perut kembung, mual, atau muntah.

3. Makanan Penambah Nafsu Makan Anak dari Kacang-kacangan

menu makanan penambah nafsu makan anak
Food photo created by rawpixel.com – www.freepik.com

Selain minyak ikan dan jahe, Mama juga bisa berikan si Kecil kacang-kacangan untuk menambah nafsu makannya. Misalalnya, Mama dapat mengolahnya jadi menu bubur kacang hijau atau sebagai topping makanan lainnya. 

Beberapa pilihan kacang yang bisa Mama berikan ialah kacang mete, kacang almon, kacang tanah, atau kacang hijau yang kaya akan vitamin, mineral, dan kalsium yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.

4. Kentang

Selain nasi, Mama bisa mengganti sumber karbohidrat dari olahan kentang. Mungkin saja si Kecil bosan dengan makanan yang itu-itu saja. Kuncinya, Mama harus kreatif mengkreasikan berbagai menu menjadi makanan kesukaan si Kecil. Dengan begitu, kemungkinan nafsu makan si Kecil semakin tinggi.

5. Menu Makanan Penambah Nafsu Makan Anak dari Olahan Wortel

Wortel bisa jadi pilihan dalam menu penambah nafsu makan anak. Kandungan vitamin A yang tinggi pada wortel juga sangat baik untuk kesehatan mata si Kecil. Nah, kalau anak kurang suka dengan wortel, Mama bisa membuat kreasi wortel menjadi bakwan, nugget sayur, atau sop ayam yang dicampur wortel. Dengan begitu, si Kecil jadi tidak bosan melahap masakan Mama.

6. Alpukat

Buah alpukat dikenal karena kandungan kalorinya yang tinggi sehingga baik untuk pertumbuhan anak. Tak hanya tinggi kalori, alpukat juga padat nutrisi dengan mengandung 20 jenis vitamin dan mineral serta lemak tak jenuh.

Alpukat juga bisa dikreasikan dengan berbagai bahan makanan lainnya sehingga Si Kecil tidak bosan memakannya. Mama bisa mengkreasikan alpukat menjadi berbagai menu penambah nafsu makan Si Kecil. Misalnya, jus alpukat, alpukat kocok, salad, dan roti bakar isi alpukat. Pasti Si Kecil suka karena rasa alpukat yang gurih dan teksturnya yang mudah dikunyah.

Selain memberikan makanan di atas, Mama juga bisa memberikan makanan kesukaan Si Kecil. Kalau anak lebih suka makan gorengan, jangan lupa tambahkan sayuran supaya asupan nutrisinya tetap terjaga. Usahakan jangan melakukan apa pun selain fokus pada makanan saat waktu makan tiba. Hal ini untuk melatih fokus Si Kecil agar tidak terbagi.
Mama juga bisa menyewa berbagai peralatan makan Si Kecil, seperti high chair, food processor, kursi makan, alat makan, dan berbagai kebutuhan Si Kecil lainnya di Mamasewa.com.

Barang-barang di Mamasewa sudah terbukti kualitasnya, higienis karena dibersihkan terlebih dahulu, harganya terjangkau, menarik perhatian Si Kecil karena lucu-lucu, dan bisa diantar langsung ke rumah. Daripada beli hanya terpakai sebentar, mending sewa aja yuk, Ma!

gtm anak

5 Penyebab GTM Anak dan Menu Rekomendasi Buat si Kecil!

gtm anak

Saat si Kecil tiba-tiba melakukan GTM, Mama tak perlu buru-buru panik. Meskipun hal ini membuat Mama sedikit cemas, Mama tak perlu khawatir. Jangan khawatir kebutuhan nutrisi si Kecil tidak terpenuhi atau berat badannya akan menurun. Sebab, gerakan tutup mulut yang dilakukan si Kecil merupakan proses tumbuh kembang alamiah dan sering terjadi pada anak. Apabila Mama menemui buah hati sedang dalam fase GTM anak, yuk coba tips ini biar si Kecil nggak lagi mogok makan!

Penyebab GTM Anak

Selidiki Penyebab si Kecil Tak Mau Makan

Pertama, yang harus Mama lakukan adalah mencari tahu penyebab anak tidak mau makan. Mama dapat mengamati perilaku si Kecil atau mencoba mengetesnya dengan menu yang berbeda. Munkin si Kecil tidak mau makan karena ia tidak menyukai menu makanan tertentu. Banyak penyebab lain yang mungkin terjadi. Bisa saja si Kecil sudah kenyang dengan asupan susu, atau sedang mengalami sakit perut, dan sebagainya.

Untuk itu, Mama tak perlu memaksakan si Kecil harus makan saat sedang alami GTM. Tetapi selidiki terlebih dahulu, dan pahami kondisi apa yang sedang ia alami. Sehingga, Mama bisa menemukan solusi yang tepat.

Tentukan Jadwal Makan

gtm anak

Menentukan jadwal makan yang teratur dan rutin buat si Kecil penting lho, Ma. Dari mulai kapan waktu memberikan ia susu, snack, hingga makan besar. Misalnya untuk makan besar adalah sehari 3 kali, pagi pada pukul 7, siang pada pukul 12, malam pada pukul 6. Di sela-sela waktu makan besar tiba Mama bisa memberikan susu atau snack. Jika jadwal yang telah ditentukan dilaksanakan secara rutin, maka si Kecil akan terbiasa dengan waktu makan di jam-jam tersebut. Sehingga, mengurangi risiko GTM pada si Kecil.

Mama dapat berkonsultasi tentang penentuan jadwal makan ini dengan dokter anak, atau ahli di bidangnya.

Coba Berbagai Menu

Jika penyebab GTM pada anak adalah rasa bosan atau tidak suka terhadap makanan tertentu, maka Mama dapat mencoba berbagai menu yang mungkin disukai si Kecil. Rasa bosan bisa terjadi jika si Kecil sering diberikan menu makanan yang itu-itu saja. Sementara rasa tidak suka terhadap makanan tertentu dapat terjadi karena si Kecil sudah mengenal banyak rasa dari menu makanan yang diberikan. Sehingga anak menyeleksi mana makanan yang disukai dan mana yang tidak.

Nah, jika Mama mencoba berbagai menu, mungkin akan ada menu tertentu yang disukai si Kecil tanpa drama GTM lagi.

Biarkan si Kecil Saat Menolak Makan

Mama tidak perlu sedih ketika si Kecil alami GTM. Terlebih sampai memaksanya untuk makan. Sebaiknya Mama membiarkan si Kecil terlebih dahulu saat ia lakukan GTM. Setelah beberapa saat membiarkan ia menolak makanannya, coba tawari kembali setelah ia melakukan aktivitas lainnya. Jika si Kecil sudah merasa lapar atau mood-nya sudah membaik, ia mungkin mau menerima makanan yang Mama tawarkan.

Membuat Aktivitas Makan Jadi Menyenangkan

Membuat aktivitas makan menjadi menyenangkan merupakan hal wajib yang harus Mama lakukan. Misalnya, sembari menyuapi si Kecil makan, Mama juga ikut makan dan menunjukkan ekspresi bahagia bahwa makanan tersebut sangatlah enak. Membuat si Kecil bersemangat saat makan juga dapt dilakukan dengan hal-hal yang mebuatnya senang. Misalnya sambil duduk di high chair kesayangannya dan semeja dengan orang tuanya. Upaya bertujuan untuk menemukan solusi agar si Kecil mau makan.

Ide Kreasi Menu Makanan Untuk Atasi GTM pada Anak

gtm anak

Setelah membahas berbagai tips dan upaya menghadapi GTM pada si Kecil, pembahasan selanjutnya adalah ide kreasi menu makanan yang dapat mengatasi GTM pada anak. Berikut ide-ide kreasi menu yang bisa Mama coba buat si Kecil tercinta.

Menu Bubur Kari Mix Brokoli Kentang

Menu bubur berbahan dasar brokoli dan kentang rebus sangat sederhana, namun memiliki kecenderungan rasa tawar-manis yang cukup disukai anak. Untuk membuat menu ini, Mama cukup mengukus brokoli dan kentang, kemudian dicampur dan dihaluskan dengan kaldu ayam kampung yang sudah dimasak.

Puding Pisang

Puding pisan merupakan salah satu menu andalan para Mama yang memiliki anak balita. Jika selama ini si Kecil baru merasakan bubur pisang atau pisang yang dihaluskan saja, yuk coba buatkan si Kecil pudding pisang Ma. Cara membuatnya cukup mudah. Mama hanya perlu menyiapkan pisang, agar-agar, dan air matang sebagai bahan dasarnya. Kemudian haluskan pisang, dan campurkan ke dalam agar-agar yang sudah dimasak dengan air matang. Selanjutnya cetak ke cetakan karakter yang lucu, dan dinginkan pudding.

Puding Buah Naga

Seperti yang Mama tahu, banyak balita yang menyukai buah naga. Mama sudah pernah mencoba memberikan buah naga buat si Kecil, belum? Jika si Kecil tidak terlalu menyukai makan buah secara langsung, mungkin menu olahan puding buah naga bisa Mama coba. Cara membuatnya pun sangat mudah, tidak berbeda dengan membuat puding pisang, hanya saja buahnya yang diganti.

Nah, itu dia Ma cara mengetahui penyebab GTM anak, tips mengatasi, hingga ide menu makanan agar si Kecil no no drama lagi. Untuk membantunya makan dengan nyaman Mama bisa meletakkan si Kecil pada tempat duduk atau tempat makan yang nyaman sesuai usianya. Salah satunya dengan menggunakan high chair. Selain si Kecil nyaman, duduk di high chair juga membuatnya lebih aman.

Nggak perlu khawatir kalau si Kecil belum punya high chair Ma, tak perlu buru-buru membeli. Sewa aja dulu di Mamasewa.com, karena selain lebih hemat, menyewa juga lebih efisien. Mama bisa mengembalikan barangnya jika si Kecil ternyata tidak cocok. Yuk, cek berbagai pilihan high chair berkualitas sekarang dari Mamasewa!

gtm

Cara Mengatasi Kasus GTM Pada Anak, Simak Ya!

Menjadi orang tua memang bukan pekerjaan yang mudah, ya! Mulai dari mempersiapkan kelahiran hingga memastikan nutrisi untuk tumbuh kembang si kecil. Tidak jarang Ayah dan Bunda menghadapi berbagai masalah seperti mulai dari keinginan si kecil yang bermacam-macam sampai penolakan si kecil, termasuk GTM. Penolakan GTM adalah upaya si Kecil menunjukkan ketidaksetujuan atau ketidaksukaan terhadap asupan yang diberikan orang tua dengan gerakan tutup mulut.

Penolakan makanan ini sering disebut sebagai GTM atau gerakan tutup mulut. Banyak orang tua yang mati gaya menghadapi tingkah si kecil yang menolak makanan! Namun ternyata ada banyak bentuk penolakan serta alasan mengapa si kecil enggan untuk menghabiskan makanan di piring.

Sikap seperti ini pasti membuat Anda sebal dan marah. Namun jangan sampai Anda memaksa si kecil untuk membuka mulut dan apalagi sampai memarahinya, ya! Karena hal tersebut bisa berdampak pada ketakutan anak terhadap makanan bahkan membencinya, lho. Kali ini Mamasewa akan membantu Anda juga mengenali bagaimana cara untuk mengatasi GTM dengan ampuh dengan cara yang ‘ramah’ anak!

gtm

Penyebab buah hati melakukan GTM

Sebelum Anda menerapkan tips untuk mengatasi GTM, penting untuk memahami mengapa si kecil melakukan GTM. Ini berarti Anda bersimpati sekaligus cara untuk mendekatkan diri kepada si kecil.

1. Luka atau sakit di dalam mulut

Coba perhatikan mulut si kecil, apakah terdapat luka? Anda juga bisa memperhatikan dari cara atau kebiasaannya berbicara atau kebiasaan aneh seperti menggigit mulutnya. Jangan-jangan ada luka atau sakit di dalam mulut yang menyebabkan rasa tidak nyaman!

Contoh luka pada bagian mulut adalah sariawan, sakit gigi, luka tenggorokan, luka gusi, bahkan hingga tumbuh gigi! Jika sudah seperti ini maka konsultasikan pada dokter spesialis anak andalan Anda, ya!

2. Adanya pengalaman buruk dengan makanan

Jangan salah, si kecil sangat rentan untuk trauma terhadap makanan, lho! Si kecil tentunya masih tergolong baru dalam mengenali jenis-jenis makanan. Makanan pedas seringkali menjadi penyebab utama GTM karena rasa yang ‘melukai’ si kecil. Ada pula jenis makanan seperti asam atau bergas yang menyebabkan perut kembung, muntah, atau gangguan pencernaan lain.

3. Enggan dipaksa

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, hindari memaksakan makanan pada anak. Hal ini berakibat pada pengalaman negatif dan tidak menyenangkan sehingga anak akan enggan untuk mencicipi makanan hingga dewasa nanti.

4. Bosan dengan citarasa makanan

Jika si kecil tidak memiliki masalah di mulut atau makanan yang membuat trauma, maka kemungkinan besar buah hati Anda sedang bosan denga cita rasa makanan! Bukan berarti si kecil bosan dengan jenis makanan ya, tapi lebih kepada bosan dengan cita rasa yang monoton.

5. Adanya masalah klinis dan kondisi khusus

Kondisi seperti anoreksia fisiologis atau gangguan pencernaan akut wajib hukumnya untuk dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak, ya! Penanganannya pun membutuhkan waktu dan sumber daya yang lebih banyak.

Ciri-ciri Gerakan Tutup Mulut

Anda mungkin bingung membedakan kapan anak sedang GTM atau sedang tidak ingin makan.

Ciri-ciri utama GTM adalah si kecil memalingkan wajah dan menutup mulut ketika disodori makanan. Bahkan tidak jarang buah hati Anda akan menangis ketika sendok diarahkan ke mulutnya! Hal ini bisa terjadi terus menerus apalagi jika ditawari makanan yang sama.

Nah jika sudah tahu ciri-cirinya, mari kita bahas bagaimana cara untuk mengatasi GTM dengan aman dan nyaman!

1. Ajak anak berolahraga

Jika si kecil menolak untuk diberi makanan, bisa jadi dia juga sedang tidak dalam kondisi yang benar-benar lapar. Solusinya adalah mengajak si kecil beraktivitas sehingga energi yang ada di tubuh teralihkan untuk berolahraga.

Dengan terkurasnya energi si kecil, maka bukan tidak mungkin si kecil akan merasa lapar dan meminta makanan kepada Anda!

2. Biarkan si kecil yang meminta

Kunci dari mengatasi GTM adalah tidak memaksa. Dengan kata lain, biarkan si kecil bertanggung jawab atas waktu makannya. Jika si kecil memilih makan nanti, biarkan saja. Nantinya saat lapar, buah hati Anda akan perlahan mendekati dan meminta makanan pada Anda. Bagaimana pun, mereka tidak mau kelaparan, kok!

3. Hindari snack!

Ini tips yang sering disepelekan oleh para orang tua. Anak belum bisa membedakan makanan yang bergizi dan tidak. Jika Anda sudah menerapkan 2 tips di atas tapi Anda justru memberikan snack sebagai kompensasi kelaparan, maka si kecil justru memanfaatkan hal ini sebagai cara untuk mendapatkan snack dan bukan makanan. Anda akan semakin kesulitan, tentunya!

4. Jangan membiarkan si kecil mencicipi junkfood

Junk food sebaiknya dihindari karena memiliki cita rasa yang berbeda dibanding makanan pada umumnya. Rasa yang lezat bukan berarti gizinya seimbang. Jika dibiarkan, anak justru akan menolak makanan rumahan. Ini berarti si kecil akan kesulitan mendapatkan makanan bergizi seperti sayur atau buah-buahan karena lebih memilih burger!

Apalagi jika Anda menggunakan junk food sebagai cara untuk mendapatkan perhatian anak agar segera makan. Wah, anak justru mempersepsikannya sebagai metode untuk meminta junk food, lho!

5. Jadwalkan dan batasi waktu makan

Menjadwalkan makan ternyata sangat penting. Ini agar si kecil lapar pada waktunya dan disiplin dalam menghabiskan makanannya. Pembatasan waktu perlu diterapkan agar anak cepat menghabiskan makanan dan menghindari bosan.

Snack boleh, tapi jangan saat mendekati makanan utama, ya! Ini dikarenakan si kecil akan merasa kenyang sebelum waktu makan dan justru enggan untuk menyantap makanan utama.

gtm

6. Buat waktu makan menjadi momen yang menyenangkan!

Tentu saja cara agar anak tertarik dan tidak sabar untuk makan adalah

menciptakan momen berkesan di waktu makan! Ayah dan Bunda bisa bekerja sama untuk menciptakan teknik-teknik keren sambil menyuapi si kecil seperti menyanyikan lagu dengan anak atau membacakan cerita.

Dengan begini, si kecil akan mengingat bahwa waktu makan adalah momen-momen menyenangkan bersama kedua orang tua!

7. Teruslah bereksperimen dengan makanan

Ingat, salah satu alasan GTM yang paling umum adalah bosan dengan citarasa makanan. Anda bisa memvariasikan bumbu-bumbu untuk menciptakan rasa yang disukai si kecil. Jika Anda mencoba memasak berbagai sajian yang berbeda namun dengan rasa yang serupa tentu saja hal ini tidak akan berhasil.

Anda tidak harus menyajikan masakan yang kompleks, namun bisa dengan makanan sederhana seperti oatmeal yang ditaburi buah atau bahkan sekadar nasi dan nutritional yeast!

8. Hindari penggunaan gadget

Ini adalah poin yang paling penting dan tidak boleh dilewatkan. Penggunaan gadget memang sulit untuk tidak dilakukan, namun dampaknya ternyata sangat besar terhadap jam makan anak. Gadget menawarkan berbagai atraksi yang menyita perhatian si kecil sehingga susah berkonsentrasi untuk makan. Akibatnya, si kecil akan enggan dan berusaha menghindari makanan demi mendapatkan konten yang dicari di dalam gadget tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan gadget saat makan ya!

Nah itu dia ciri-ciri, alasan, dan bagaimana cara untuk menghindari GTM. Jangan lupa untuk menyiapkan suasana makan yang menyenangkan seperti penggunaan kursi anak yang lucu dan menggemaskan. Anda bisa menyewa berbagai kursi bayi dan anak dengan tampilan yang berwarna-warni cocok saat anak mengalami GTM. Cek di sini sekarang, ya!