perbedaan pertumbuhan dan perkembangan

Memahami Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Bayi (0-6 Bulan)

pertumbuhan dan perkembangan
Baby photo created by onlyyouqj – www.freepik.com

Setiap bayi baru lahir akan melewati fase pertumbuhan dan perkembangan berdasarkan usianya. Sebagai orang tua, khususnya yang akan memulai peran sebagai parents untuk kali pertama tentu wajib mengetahui bagaimana tahapan tumbuh kembang pada bayi. Dengan begitu, orang tua dapat memantau tumbuh kembang si Kecil dengan baik.

Apa Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan?

Pertumbuhan sendiri merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada fisik si Kecil dari waktu ke waktu, dapat diukur dan bersifat kuantitatif. Aspek pertumbuhan pada bayi meliputi berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan sebagainya, berdasarkan parameter pertumbuhan yang menjadi standar kesehatan bayi.

Sementara itu, perkembangan merupakan peningkatan kemampuan dan fungsi pada diri bayi. Perkembangan pada si Kecil meliputi kemampuan yang terjadi berdasarkan tahapan usinya, seperti tengkurap, merangkak, berjalan, dan lain sebagainya.

Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada bayi. Faktor-faktor tersebut meliputi gen, jenis kelamin, nutrisi, hingga kondisi lingkungan dimana ia dibesarkan.

Awal Masa Kehidupan Bayi

Di usia awal kehidupan bayi yaitu 0-6 bulan pertama, si Kecil akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan. Ketika orang tua dapat memahami proses tersebut, nantinya lebih mudah dalam mendukung dan menstimulasi tumbuh kembang buah hati. Jika terjadi hambatan atau masalah dalam fase pertumbuhan maupun perkembangan, maka dapat dilakukan pencegahan maupun penanganan lebih awal.

Lalu, bagaimana proses pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 0-6 bulan? Yuk, simak proses dan tahapan-tahapan tumbuh kembang si Kecil berikut ini!

Proses Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi 0-6 Bulan

1. Bayi Usia 0 – 1 Bulan

pertumbuhan dan perkembangan
Background photo created by freepic.diller – www.freepik.com

Di usia awal kehidupannya, si Kecil akan mengalami penurunan berat badan setelah hari kelahirannya. Pada tahap ini, bayi akan kehilangan sekitar 10% berat badan pada hari kedua setelah lahir. Perubahan tersebut berlangsung selama kurun waktu 2 minggu pertama usianya. Hal ini normal terjadi pada bayi baru lahir. Bayi akan mendapatkan berat lahirnya kembali ketika memasuki minggu kedua.

Usai pada minggu kedua, berat badan si Kecil kembali meningkat dari hari ke hari. Kemudian, saat memasuki usia 1 bulan, tinggi badan si Kecil mulai bertambah kurang lebih 3 cm. Selanjutnya diikuti dengan bertambahnya ukuran lingkar kepala sekitar 2,5 cm dari ukuran semula. Sementara itu, pada usia menuju 1 bulan ini penglihatan bayi masih belum sepenuhnya fokus.

2. Memasuki Usia Bayi 1-3 Bulan

tumbuh kembang bayi
Baby photo created by freepic.diller – www.freepik.com

Ketika memasuki usia 1-3 bulan, bayi akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat. Untuk berat dan tinggi badannya akan terus bertambah dari bulan pertama sampai bulan ke-3. Kemudian, lingkar kepala juga mengalami pertambahan ukuran kurang lebih 1,25 cm per bulannya.

Pada fase usia 1-3 bulan, Si Kecil sudah bisa mulai mengangkat dada dan kepalanya pada posisi tengkurap. Si Kecil juga sudah dapat mengenali suara yang berasal dari sekitarnya. Ia mulai mampu memainkan jari dan memasukkannya ke mulut. Si Kecil juga sudah bisa menggenggam benda-benda kecil di sekitarnya. Untuk perkembangan penglihatan, bayi sudah dapat mengarahkan pandangannya mengikuti arah benda bergerak.

3. Fase Usia 4-6 Bulan

bayi usia 4-6 bulan
People photo created by prostooleh – www.freepik.com

Ketika si Kecil mulai memasuki fase usia 4-6 bulan, terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan baik dari segi fisik maupun kognitifnya. Pada usia ini berat badan bayi terus bertambah dua kali lipat dari berat badannya ketika lahir. Kemudian, tinggi badannya juga bertambah mulai dari 1 cm sampai 2 cm per bulannya. Sementara ukuran lingkar kepala juga meningkat kurang lebih 1 cm tiap bulan.

Di usia 4-6 bulan, si Kecil mulai bisa berguling-guling dan duduk sendiri tanpa dipegangi. Ia juga sudah dapat berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, mengajak berbicara dan bermain. Meskipun belum jelas, si Kecil mulai mengeluarkan sepatah dua patah kata dari mulutnya.

Nah, itu dia tahapan pertumbuhan dan perkembangan pada si Kecil usia 0-6 bulan yang penting untuk Mama dan Papa pahami. Terlebih dengan pemahaman ini, orang tua dapat memantau tumbuh kembang anak secara optimal. Yuk maksimalkan pertumbuhan dan perkembangan si Kecil dengan perlengkapan bayi berkualitas! Nggak perlu beli mahal, karena sewa di Mamasewa.com bisa jadi solusi hemat buat Mama.

Bayi Merangkak

Merangsang Kemampuan Bayi Merangkak, Ini Ulasannya

Bayi Merangkak

Fase tumbuh kembang si Kecil akan jadi waktu yang sangat menyenangkan untuk diikuti. Terlebih untuk Mama, yang setiap hari dan setiap waktu melihat perkembangannya, tentu ini akan jadi momen-momen indah yang tidak boleh dilewatkan. Satu dari sekian banyak fase yang sangat berkesan tentu adalah ketika pertama kali bayi merangkak. Sederhana memang, namun untuk seluruh Mama, momen pertama kali akan selalu jadi yang paling berkesan.

Bayi merangkak, dalam timeline tumbuh kembang si Kecil, jadi salah satu milestone yang akan dilewati ketika ia menginjak usia tertentu. Pasti, segala bentuk rangsangan dan stimulus wajib diberikan agar si Kecil bisa lekas merangkak dengan baik, untuk kemudian berlanjut ke fase-fase setelahnya.

Tapi umur berapa bayi merangkak? Apa stimulasi yang bisa Mama berikan untuk mendukungnya? Bagaimana cara melatih agar si Kecil bisa merangkak dengan terampil? Mama bisa menemukan jawaban setiap pertanyaan tersebut di sini!

Bayi Merangkak Umur Berapa?

Bayi Merangkak

Mungkin pertanyaan paling mendasar, untuk mengawali pembahasan ini adalah umur berapa bayi merangkak untuk pertama kalinya?

Jawaban dari pertanyaan ini mungkin akan sangat subjektif, mengingat setiap anak memiliki proses tumbuh dan berkembang yang berbeda. Ada anak yang sudah mulai merangkak pada usia 6 atau 7 bulan, ada pula yang baru mahir pada usia 10 bulan ke atas. Tentu, banyak faktor yang berpengaruh dalam hal ini.

Idealnya, si Kecil akan mulai belajar merangkak pada usia tersebut, yakni 6 hingga 10 bulan. Pada rentang waktu tersebut, Mama harus memberikan stimulus yang intens agar ia dapat terus melatih kekuatan dan koordinasi gerak tubuhnya sehingga bisa merangkak dengan baik.

Kemampuan merangkak pada usia ini penting sebagai landasar fase selanjutnya, yakni berdiri, berjalan, dan seterusnya. Dengan dasar yang kuat, maka idealnya si Kecil bisa melanjutkan proses tumbuh kembang dengan efektif dan tanpa mengalami penundaan. Pijatan, sentuhan, serta berbagai mainan bisa jadi alat stimulasi yang efektif untuk merangsang kemampuan bayi merangkak.

Memberikan Stimulasi yang Tepat untuk si Kecil

Bayi Merangkak

Ada beberapa stimulasi yang bisa diberikan unutk melatih si Kecil agar mahir merangkak. Stimulasi-stimulasi ini akan sangat efektif jika dilakukan secara berkesinambungan, sehingga saling dukung satu sama lainnya.

Pada usia sekitar 7 bulan, si Kecil akan mulai bisai diajak bermain bersama. Nah, hal ini bisa dimaksimalkan sebagai salah satu stimulus yang diberikan agar ia lekas bisa merangkak.

Salah satu cara paling sederhana sebagai bentuk stimulus agar bayi merangkak lebih cepat adalah dengan memposisikannya dalam keadaan tengkurap. Si Kecil sudah mampu mengangkat kepalanya pada usia ini, jadi Mama tidak perlu cemas. Ketika pada posisi ini, Mama bisa berada di hadapannya dan memainkan mainan untuk memancing si Kecil mendatangi Mama.

Selain memberikan pancingan seperti itu, Mama juga bisa memberikan pijatan lembut padanya guna melatih otot dan kekuatan tubuh si Kecil. Jika memang Mama memiliki kekhawatiran tertentu, jangan ragu untuk membawanya ke orang yang lebih ahli atau tenaga profesional. Di sini ia akan mendapat pijatan yang tepat dan efektif, guna merangsang kekuatan otot tubuh dan koordinasi geraknya.

Begini Cara Melatih si Kecil dalam Hal Merangkak

Bayi Merangkak

Beberapa stimulus yang disebutkan di atas tadi jika dilakukan secara rutin akan jadi latihan yang sangat baik bagi si Kecil. Idealnya, tumbuh kembang si Kecil juga akan meningkatkan kemampuan otot serta koordinasi gerak anggota tubuh atau biasa disebut motorik kasar. Dua hal ini perlu dilatih terus menerus agar optimal, dan bisa jadi kemampuan dasar bagi si Kecil.

Latihan dengan Memancing Meraih Benda

Dalam posisi tengkurap, seperti yang disampaikan pada poin sebelumnya tadi, posisikan diri Mama di hadapan si Kecil. Untuk memancingnya, perlihatkan pada si Kecil mainan atau benda favoritnya. Ketika fokus pandangan sudah didapatkan, si Kecil secara otomatis akan melakukan upaya untuk bergerak ke depan dan meraih mainan favoritnya tersebut.

Penting untuk menjaga fokus dan konsentrasi si Kecil agar ia terus melakukan upaya bergerak maju sebagai latihan bagi otot-otot tubuhnya. Jadikan hal ini satu kegiatan rutin agar tubuh si Kecil terus mendapat rangsangan dan latihan dari luar. Pada saat yang bersamaan, pastikan kebutuhan nutrisi harian si Kecil tercukupi ya!

Posisi Tengkurap, untuk Latihan Awal Bayi Merangkak

Sebenarnya semua stimulasi bisa diawali dengan membiasakan si Kecil berada di posisi tengkurap. Well, hal ini merupakan latihan awal yang bagus untuk si Kecil belajar merangkak, karena ia akan lebih cepat belajar ketika terbiasa dalam posisi ini.

Mama bisa mulai melatih bayi merangkak sejak saat is Kecil sudah mampu mengangkat kepalanya pada posisi yang cenderung tegak ketika dia ditengkurapkan. Penting untuk memastikan hal ini agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Jangan ragu juga untuk berkonsultasi pada dokter atau tenaga profesional ya, karena tugas Mama memberikan segala yang terbaik untuk si Kecil.

Bayi tengkurap menjadi salah satu milestone yang harus dilewati oleh si Kecil dalam proses tumbuh kembangnya. Tentu, kondisi rumah yang mendukung harus selalu dipastikan, bersamaan dengan ketersediaan peralatan dan mainan yang bisa mendukung hal ini. Pada era modern seperti sekarang ini, Mama tidak lagi perlu membeli barang-barang tersebut, karena telah tersedia di mamasewa.com. Dengan menyewa mainan dan peralatan yang diperlukan, maka Mama tidak perlu repot menyimpan barang yang digunakan setelah fase ini terlewati. Dengan kualitas tinggi peralatannya serta jaminan higienitas, Mama bisa mendapatkan semua yang diperlukan langsung dengan mengunjungi situs mamasewa.com.

perkembangan bayi

5 Fase Perkembangan Bayi yang Wajib Dipahami Orang Tua

Kelahiran buah hati adalah momen yang dinati-nantikan Mama dan keluarga. Tak heran jika sejak masa kehamilan, Mama sudah menyiapkan berbagai perlengkapan untuknya. Memenuhi apa yang dibutuhkan si Kecil sangat penting untuk optimalkan setiap tahapan tumbuh kembangnya. Tapi ada hal lain yang tak kalah pentingnya. Memahami setiap fase perkembangan bayi dan bagaimana cara mendukungnya menjadi hal paling penting yang harus diperhatikan orang tua. Sehingga, jika terjadi hambatan tumbuh kembang pada si Kecil, orang tua bisa segera menanganinya.

Apa saja fase-fase tumbuh kembang bayi yang perlu diperhatikan orang tua? Yuk simak penjelasannya berikut ini!

perkembangan bayi

Fase Perkembangan Bayi

1. Fase Awal Kelahiran

Pada fase awal kelahiran si Kecil akan terjadi beberapa perubahan pada tubuhnya, seperti penurunan berat badan. Ketika berat badan si Kecil mulai turun di minggu awal, Mama tak perlu khawatir. Proses ini normal terjadi pada bayi baru lahir. Perlahan berat badannya akan mulai naik kembali ketika ia sudah berusia lebih dari satu minggu. Selain berat badan, panjang badan dan lingkar kepala bayi juga mengalami perkembangan di satu bulan pertamanya.

perkembangan bayi

2. Fase Bayi Tengkurap (1-3 Bulan)

Perkembangan bayi pada usia 1-3 bulan menunjukkan perubahan pada berat dan tinggi badan yang cenderung meningkat. Ukuran lingkar kepala juga semakin bertambah. Berbeda dengan minggu awal kealhiran, dalam fase ini si Kecil Si Kecil sudah bisa merespon gerakan benda di sekitarnya. Pada fase ini ia sudah bisa mulai tengkurap sambil mengangkat kepala dan dadanya. Lalu, ia mulai banyak bermain dengan tangan dan kakinya, seperti menggenggam benda dan memasukkannya ke mulut, dan menggerak-gerakkan kaki.

3. Fase Bayi Berguling (4-6 Bulan)

Pada usia 4-6 bulan perkembangan bayi terjadi pada peningkatan berat badan yang signifikan hingga dua kali berat badannya saat lahir. Sementara tinggi serta lingkar kepalanya juga mengalami peningkatan. Aktivitas apa saja yang bisa dilakukan si Kecil pada fase ini, Ma? Di usia 4-6 bulan bayi sudah bisa berguling ke kanan dan ke kiri, dari tengkurap ke terlentang, dan sebaliknya. Ia sudah bisa duduk dengan dipegangi. Si Kecil juga mulai mengajak berbicara dan bermain dengan orang-orang di sekitarnya, mengucapkan satu dua kata namun belum jelas.

4. Fase Bayi Merangkak dan Duduk (7-9 Bulan)

Fase merangkak dan duduk terjadi ketika si Kecil memasuki usia 7-9 bulan. Seperti pada fase-fase sebelumnya,  si Kecil terus mengalami peningkatan berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepalanya. Sementara aktivitas yang mampu ia lakukan yaitu merangkak, menggunakan tangan, lutut, dan kaki untuk mendorong badannya. Ia sudah bisa duduk tegak tanpa dipegangi, dan mulai berdiri sambil berpegangan. Pada fase ini si Kecil bisa mengucapkan satu dua kata dengan jelas.

perkembangan bayi

5. Fase Berdiri dan Berjalan (10-12 Bulan)

Usia menjelang satu tahun yaitu 10-12 bulan, si Kecil mengalami peningkatan berat badan tiga kali lipat. Tinggi badan dan lingkar kepalanya terus mengalami peningkatan. Di fase ini ia sudah belajar berdiri tanpa bantuan pegangan. Si Kecil sudah bisa meminta benda yang diinginkan dengan menunjuk. Ia mampu merespon untuk mengatakan iya dan tidak dengan mengangguk dan menggeleng. Si Kecil juga sudah dapat memegang finger food dan memakannya.

Nah itu dia penjelasan fase-fase penting perkembangan bayi yang harus dipahami orang tua, untuk mendukung tumbuh kembang optimal si Kecil. Setiap anak tidak bisa disamakan fase perkembangannya, namun pemaparan di atas memberikan informasi secara umum yang dapat dijadikan wawasan oleh para orang tua.

Untuk mendukung perkembangan optimal si Kecil, orang tua bisa membantunya melakukan aktivitas-aktivitas yang mendorong tumbuh kembang seperti mengajaknya bermain. Berbagai macam mainan untuk tumbuh kembang si Kecil tidak harus dibeli dengan harga yang mahal, Ma. Di Mamasewa.com telah tersedia perlengkapan dan beragam mainan untuk si Kecil melakukan aktivitas sesuai usianya. Yuk Ma, sewa mainan untuk aktivitas tumbuh kembangnya sekarang!