penambah nafsu makan anak

Ini Dia 6 Makanan Penambah Nafsu Makan Anak, Yuk Coba Mam!

penambah nafsu makan anak
Baby photo created by cookie_studio – www.freepik.com

Makanan penambah nafsu makan anak diperlukan saat Si Kecil mulai menunjukkan gejala gerakan tutup mulut alias GTM. Kalau sudah GTM begini, si Kecil jadi kelaparan, Mama yang pusing karena takut terjadi apa-apa dengan anak. Apalagi dalam masa tumbuh kembang si Kecil, yang mana nutrisi dan asupan gizi sangat dibutuhkan dan penting bagi tubuhnya.

Tentu, Mama yang pertama kali paling sedih dan panik saat si Kecil kehilangan nafsu makan, bukan? Tapi tak perlu terlalu cemas Mam, karena hal ini proses yang wajar dalam fase tumbuh kembang anak. Mama pun dapat mengantisipasi kalau-kalau si Kecil nggak nafsu makan. Yuk, kenali dulu apa penyebab anak tidak nafsu makan, dan menu makanan apa saja yang bisa membantu menambah selera makan si Kecil!

Penyebab si Kecil Tidak Nafsu Makan

Penyebab anak tidak nafsu makan bermacam-macam. Bisa jadi karena anak sedang tumbuh gigi, sariawan, diare, demam, atau tidak suka dengan makanannya. Alasan lain bisa juga karena si Kecil terlalu banyak makan camilan, seperti permen, cokelat, snack, atau jajanan, yang menyebabkan ia kekenyangan duluan dan kurang nafsu pada menu makanan utama.

Nah, agar Mama nggak bingung lagi kalau si Kecil mengalami fase tidak nafsu makan, Mama bisa berikan makanan penambah nafsu makan anak berikut ini. Simak, ya!

Makanan Penambah Nafsu Makan Anak

makanan penambah nafsu makan anak
Baby photo created by freepik – www.freepik.com

Berikut ini makanan penambah nafsu makan anak yang perlu Mama tahu:

1. Minyak Ikan

Minyak ikan dipercaya sebagai makanan penambah nafsu makan anak. Kandungan omega-3 yang ada pada minyak ikan dapat membuat si Kecil mau membuka mulut dan makan makanan yang Mama tawarkan. Coba selipkan minyak ikan ke dalam menu makanan si Kecil, sebelum Mama menghidangkannya.

Menurut beberapa ahli kesehatan untuk anak, memang masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak minyak ikan terhadap meningkatnya nafsu makan anak. Akan tetapi, Mama masih bisa memberikan minyak ikan pada si Kecil karena baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otaknya.

2. Jahe

Jahe adalah bumbu yang biasa Mama gunakan untuk masakan. Nah, kali ini kita tambahkan dalam menu makanan penambah nafsu makan si Kecil, yuk! Mama bisa kreasikan dengan cara menggabungkan ke dalam minuman atau makanan kesukaan si Kecil.

Selain menambah nafsu makan anak, jahe juga dipercaya mampu mengatasi perut kembung, mual, atau muntah.

3. Makanan Penambah Nafsu Makan Anak dari Kacang-kacangan

menu makanan penambah nafsu makan anak
Food photo created by rawpixel.com – www.freepik.com

Selain minyak ikan dan jahe, Mama juga bisa berikan si Kecil kacang-kacangan untuk menambah nafsu makannya. Misalalnya, Mama dapat mengolahnya jadi menu bubur kacang hijau atau sebagai topping makanan lainnya. 

Beberapa pilihan kacang yang bisa Mama berikan ialah kacang mete, kacang almon, kacang tanah, atau kacang hijau yang kaya akan vitamin, mineral, dan kalsium yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.

4. Kentang

Selain nasi, Mama bisa mengganti sumber karbohidrat dari olahan kentang. Mungkin saja si Kecil bosan dengan makanan yang itu-itu saja. Kuncinya, Mama harus kreatif mengkreasikan berbagai menu menjadi makanan kesukaan si Kecil. Dengan begitu, kemungkinan nafsu makan si Kecil semakin tinggi.

5. Menu Makanan Penambah Nafsu Makan Anak dari Olahan Wortel

Wortel bisa jadi pilihan dalam menu penambah nafsu makan anak. Kandungan vitamin A yang tinggi pada wortel juga sangat baik untuk kesehatan mata si Kecil. Nah, kalau anak kurang suka dengan wortel, Mama bisa membuat kreasi wortel menjadi bakwan, nugget sayur, atau sop ayam yang dicampur wortel. Dengan begitu, si Kecil jadi tidak bosan melahap masakan Mama.

6. Alpukat

Buah alpukat dikenal karena kandungan kalorinya yang tinggi sehingga baik untuk pertumbuhan anak. Tak hanya tinggi kalori, alpukat juga padat nutrisi dengan mengandung 20 jenis vitamin dan mineral serta lemak tak jenuh.

Alpukat juga bisa dikreasikan dengan berbagai bahan makanan lainnya sehingga Si Kecil tidak bosan memakannya. Mama bisa mengkreasikan alpukat menjadi berbagai menu penambah nafsu makan Si Kecil. Misalnya, jus alpukat, alpukat kocok, salad, dan roti bakar isi alpukat. Pasti Si Kecil suka karena rasa alpukat yang gurih dan teksturnya yang mudah dikunyah.

Selain memberikan makanan di atas, Mama juga bisa memberikan makanan kesukaan Si Kecil. Kalau anak lebih suka makan gorengan, jangan lupa tambahkan sayuran supaya asupan nutrisinya tetap terjaga. Usahakan jangan melakukan apa pun selain fokus pada makanan saat waktu makan tiba. Hal ini untuk melatih fokus Si Kecil agar tidak terbagi.
Mama juga bisa menyewa berbagai peralatan makan Si Kecil, seperti high chair, food processor, kursi makan, alat makan, dan berbagai kebutuhan Si Kecil lainnya di Mamasewa.com.

Barang-barang di Mamasewa sudah terbukti kualitasnya, higienis karena dibersihkan terlebih dahulu, harganya terjangkau, menarik perhatian Si Kecil karena lucu-lucu, dan bisa diantar langsung ke rumah. Daripada beli hanya terpakai sebentar, mending sewa aja yuk, Ma!

mainan bayi 6 bulan

Ini 8 Mainan Untuk Bayi Usia 6 Bulan, Mams Wajib Tahu!

mainan bayi 6 bulan
Baby photo created by azerbaijan_stockers – www.freepik.com

Melihat Si Kecil sudah mulai bisa bermain di usia 6 bulan memang bikin Mama gemes sendiri. Mama mungkin merasa baru kemarin ia lahir, baru bisa digendong dan si Kecil belum bisa ngapa-ngapain. Tetapi seiring berjalannya waktu, sekarang ia menjadi bayi kecil yang selalu waspada, ingin tahu, bahkan senyum kalau dibecandain, suka ngoceh, dan suka mencoba hal-hal baru. Untuk mendukungnya, Mama dapat memberikan mainan bayi 6 bulan yang tepat.

Bermain dengan anak penting untuk menemani pertumbuhan usianya. Terutama saat bayi bertransisi dari bayi baru lahir ke usia menuju batita dan balita. Bayi di seputar usia ini menyukai interaksi dengan dunia di sekitar mereka. Sehingga, bermain tidak hanya menyenangkan tapi juga baik untuk membangun keterampilan fisik, kognitif, serta kecerdasan sosial dan emosional.

Daftar Lengkap Mainan Bayi 6 Bulan

1. Boneka bernyanyi

People photo created by freepik – www.freepik.com

Bernyanyi, bermain, dan menari bersama boneka lucu akan membantu Si Kecil belajar mengucapkan kata-kata pertama, merangsang perasaan, emosi, hingga belajar berhitung, dan mengenal warna. Pastikan Mama memberikan mainan dari bahan yang aman buat bayi. Jangan ada bagian yang terlepas dan berisiko tertelan. Selain itu, pilihlah ukuran boneka sedang sehingga Si Kecil nyaman saat bermain.

2. Mainan bayi 6 bulan: Cangkir susun berwarna

Cangkir berwarna merupakan mainan bayi 6 bulan edukatif yang bisa ditumpuk, dituang, dan diisi dengan berbagai benda. Setiap cangkir biasanya memiliki variasi lubang yang berbeda di bagian bawah, sehingga Si Kecil senang mengisinya dengan air, atau bisa juga dengan pasir.

Cangkir susun berwarna ini biasanya berbahan plastik sehingga mudah dibersihkan. Selain itu beratnya cukup ringan, namun cukup kokoh untuk bayi.

3. Sensory balls

Libatkan indera motorik bayi dengan mainan sensory ball. Bisa untuk digulung, digenggam, dilempar, dan dipantulkan. Desain warna cerah dan permukaan yang bergerigi tumpul sangat cocok untuk bayi usia 6 bulan. Ukuran bola yang kecil membuat sensory ball sangat mudah digenggam Si Kecil.

4. Mainan alat musik

Mainan bayi 6 bulan selanjutnya adalah mainan alat musik. Si Kecil pasti sangat tertarik dengan semua mainan yang dapat mengeluarkan bunyi. Baik itu dipencet, dipukul, atau ditekan, mainan tersebut akan mengeluarkan bunyi. Saat bermain musik ini, bayi akan belajar untuk mengenali sumber bunyi berasal, sekaligus merangsang kemampuan motoriknya.

5. Mainan bayi 6 bulan: Activity cube

Bayi 6 bulan dapat menggunakan ototnya untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar dan bermain dengan kubus ini. Si Kecil bisa duduk di atasnya, menyusunnya, atau memasukkannya ke dalam lubang yang tersedia. Meskipun direkomendasikan untuk usia 12 bulan ke atas, sebagian besar bayi 6 bulan dapat mulai bermain dengan mainan ini. 

6. Mainan pukul / pencet

mainan bayi 6 bulan ke atas

Melansir dari The Spurce, bayi menyukai mainan pencet-pencet yang ketika ditekan mengeluarkan cahaya atau suara. Biasanya mainan ini berbentuk activity table yang berisi tombol warna-warni yang dapat menarik perhatian bayi. Si Kecil perlu berdiri ketika ia ingin memencet permainan, sehingga otot Si Kecil akan lebih kuat untuk berdiri.

7. Permainan kaca

Cermin juga ternyata bagus dijadikan sebagai mainan bayi. Melansir dari Very Well Family, mainan kaca untuk bayi 6 bulan dapat mengajarkan keterampilan sosial pada bayi. Si Kecil bisa belajar untuk membaca emosi di wajahnya sendiri.

Mama bisa menyediakan cermin yang aman untuk si Kecil, dengan bagian sisi dilengkapi mainan tumpul, sehingga tidak tajam dan berbahaya. Jika ada bagian sudut yang membahayakan, Mama dapat menutupnya dengan plastik.

8. Buku Dongeng

Cara mudah untuk meningkatkan perkembangan Bahasa dan ikatan hubungan dengan Si Kecil adalah mendengarkan Mama membacakan buku dongeng. Dengan mendengarkan kata-kata, Si Kecil akan meniru Bahasa, memahami pengulangan, dan mengembangkan keterampilan sosialnya. 

Pilihlah buku dongeng dengan sedikit tulisan, dan visual yang besar nan lucu. Jangan lupa pilih dengan bahan kayu atau kain supaya tidak mudah sobek saat dimainkan oleh Si Kecil. 

Karena Si Kecil mengalami fase pertumbuhan yang cukup cepat di awal-awal usianya, jadi ia membutuhkan dukungan mainan yang variatif setiap bulan. Tapi Mama tak perlu khawatir, karena Mama bisa sewa saja semua mainan si Kecil di Mamasewa.com. Terdapat banyak pilihan mainan yang bisa Mama pilih untuk Si Kecil. Selain itu, sewa mainan di Mamasewa.com juga terjamin bersih dan higienis, jadi tak perlu ragu lagi Mam!

baby milestone

Mama, Begini Milestone Bayi Baru Lahir Hingga 12 Bulan

milestone bayi
People vector created by pikisuperstar – www.freepik.com

Selama kurang lebih 12 bulan setelah lahir, Si kecil akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa cepatnya. Mulai dari tersenyum, tertawa, tengkurap, hingga melakukan langkah pertamanya. Pada momen inilah, fase-fase pertumbuhan si Kecil menjadi sangat berharga bagi Mama dan Papa. Milestone bayi 12 bulan memang cukup cepat. Supaya Mama tak melewatkan sedikitpun perkembangannya, berikut ini adalah perkembangan milestone bayi dari baru lahir hingga 12 bulan yang perlu dipahami. 

Milestone Bayi Sejak Lahir Hingga 12 Bulan

1. Milestone bayi 0-3 bulan

Setelah lahir, Si Kecil bisa melakukan hal yang akan membantunya berkomunikasi. Hal pertama yang ia mulai adalah berteriak. Dengan berteriak ia mulai bernapas dan mengkoordinasikan gerakan pita suara. Sebelum anak mengembangkan kata-kata, ia harus mengembangkan control ini bersama dengan koordinasi lidah dan mulutnya. 

Setelah lahir, Si Kecil juga mencoba berkomunikasi dengan menangis. Dilansir dari Babycenter, bayi dilahirkan dengan kemampuan untuk menghasilkan tangisan dengan nada, volume, durasi, dan dengan maksud yang berbeda. Dan masing-masing tangisan memiliki arti tersendiri.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa ia lakukan ketika ia lahir sampai usia 3 bulan, yaitu:

  • Mampu mengangkat kepalanya sendiri
  • Mampu mengendalikan kepalanya
  • Sudah bisa tersenyum
  • Sudah bisa tertawa

2. Milestone bayi 4-6 bulan

milestone bayi
Baby photo created by gpointstudio – www.freepik.com

Memasuki usia 4 bulan, bayi sudah bisa tertawa kecil dan mulai memperhatikan wajah Mama saat berbicara dengannya. Ia mulai bisa menanggapi dengan tersenyum atau mengikuti nada Mama berbicara dengannya. Tanggapan Si Kecil biasanya berupa tanggapan suara vocal seperti “ooh”, atau “ah”. 

Di usia ini, dia juga sudah pandai bermain sendiri. Coba dengarkan Si Kecil ketika ia sedang bermain sendiri. Ia akan mengoceh, tertawa, terkekeh, dan memekik pada dirinya sendiri. Terkadang dia akan berteriak dengan kesal. 

Mama juga bisa menstimulasi perkembangannya dengan berbicara pada Si Kecil tentang hal-hal kecil sehari-hari. Atau bisa juga dengan menyanyikan lagu anak-anak untuk membantu ingatan dan keterampilan mendengarkan.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang bisa ia lakukan saat usianya 4-6 bulan, yaitu:

  • Bayi bisa berguling
  • Sudah bisa duduk
  • Si kecil sudah tumbuh gigi
  • Bisa mengambil beberapa benda

3. Milestone bayi 7-9 bulan

milestone bayi baru lahir
Baby photo created by gpointstudio – www.freepik.com

Bayi di usia 7 bulan biasanya sudah paham kata-kata seperti “Mama” atau “Papa”. Dia akan menoleh ketika mendengar suara atau dipanggil Namanya. Dia juga akan senang menghasilkan suara yang berbeda dengan membuat intonasi turun dan naik. Seringkali ia juga menunjukkan ekspresi wajah yang menirukan ekspresi Mama. 

Ocehannya juga sudah mulai jelas dan membentuk sebuah kata. Ia juga mungkin sudah bisa membuat suara seperti yang Mama lakukan. Mama dan Papa juga sudah bisa mengajaknya pura-pura membuat percakapan. Mama dan bayi seolah-olah bergantian berbicara padahal obrolannya belum membentuk kalimat. Dia akan mengenali nama-nama benda, mainan, dan orang yang dia cintai, seperti “mobil” dan “ayah”.

Selain itu, dia juga sudah bisa melakukan beberapa hal, seperti:

  • Merangkak
  • Berdiri dengan bantuan benda di sekitarnya
  • Sudah bisa mengambil barang besar dan kecil
  • Terus mengoceh
  • Membuat percakapan dengan Mama

4. Milestone bayi 10-12 bulan

Di usia bayi 10 bulan, biasanya ia sudah bisa berdiri sendiri tanpa bantuan benda di sekitarnya dan bergerak sesuai keinginannya. Bayi di usia ini semakin menggemaskan, mulai bisa bertepuk tangan, melepaskan benda ke dalam wadah dengan bukaan besar, kemudian menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk mengambil benda kecil.

Di usia menuju satu tahunnya, si Kecil juga sudah jelas mengatakan “Mama” untuk memanggil orang tuanya. Jari telunjuknya sudah jelas menunjuk apapun keinginannya. Si Kecil juga sudah paham kata tidak untuk menunjuk ke sesuatu hal yang bukan keinginannya.

Di usia 10-12 bulan, bayi juga sudah bisa bermain dengan mainan yang bervariasi. Mereka akan berjoget jika mendengar musik atau sesekali bernyanyi menirukan nyanyian dari lagu anak-anak. 

Nah, itu tadi adalah milestone bayi sejak lahir hingga 12 bulan. Untuk menunjang tumbuh kembangnya, berikan si Kecil stimulasi yang baik dengan mainan stimulasi yang bisa Mama sewa di Mamasewa.com. Harganya terjangkau dan kebersihan mainan juga sangat terjaga, jadi Mama tak perlu khawatir lagi. Yuk, cek sekarang juga, Ma!

belajar menulis

Mama, Ini 5 Mainan Terbaik Untuk Bayi Usia 3 Bulan!

Ketika Si Kecil sudah memasuki usia 3 bulan, ia mulai suka menjelajah, mencari tahu berbagai hal yang ia belum ketahui. Menurut Institute for Learning and Brain Science University of Washington, Mam sebagai orangtua harus secara aktif mendorong jenis eksplorasi ini, salah satunya dengan memberikan Si Kecil mainan bayi 3 bulan. Mama bisa melihat label pada kemasan mainan, karena biasanya tertera untuk usia berapa mainan tersebut.

Hal yang Harus Dipertimbangkan Saat Membeli Mainan Bayi 3 Bulan

Sebelum memilih mainan untuk bayi 3 bulan, sebaiknya Mam mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:

1. Ukuran

Untuk mainan bayi 3 bulan, tak perlu ukuran yang besar. Mainan yang lebih kecil akan membantu mendorong naluri untuk menggenggam dan memegang barang sendiri.

2. Mainan Tummy Time

Bayi berumur 3 bulan biasanya sudah bisa tengkurap dan melakukan tummy time. Pilih mainan yang menyenangkan dan menarik minat Si Kecil, sekalipun saat ia sedang tengkurap.

3. Keamanan

Bayi pada usia ini biasanya menjelajah dengan mulutnya. Jadi Mama harus ekstra hati-hati memperkenalkan mainan Si Kecil. Bisa-bisa Si Kecil malah menelan mainan tersebut. Selain itu, pilih mainan dengan bahan cat yang aman untuk anak-anak, plastik bebas BPA, dan bahan ramah bayi lainnya. Jangan lupa mainan Si Kecil rutin dibersihkan ya, Mam.

Mainan Terbaik untuk Bayi Usia 3 Bulan

mainan bayi 6 bulan

1. Mainan Block dari kain untuk melatih genggaman

Bayi belum bisa membangun block-block membentuk sebuah Gedung mainan, tapi bayi bisa menyentuh mainan ini. Setiap block berwarna cerah menampilkan nomor, huruf, karakter, dan pola warna-warni yang berbeda. Block dibuat tanpa lateks karet alam dan bebas BPA sehingga bayi dapat menggigitnya dengan aman.

2. Baby playmat and gym

Mainan gantung bayi 3 bulan bisa jadi stimulasi yang baik untuk bayi. Si Kecil bisa berbaring, telentang, memukul mainan, menarik, atau menggigit. Matras bermain juga memberikan ruang yang aman bagi bayi untuk tengkurap.

Gym bayi ini biasanya mencakup 10 mainan gantung yang melibatkan stimulasi indera Si kecil. Karet matras dan mainannya pun bisa dicuci, jadi Mam tak perlu khawatir akan kebersihannya.

3. Baby bouncer dengan mainan gantung

Selain jadi mainan, baby bouncer ini bisa jadi tempat duduk dan ayunan bayi, sehingga Mama tak perlu terus-menerus menggendong Si Kecil. Bayi pun juga lebih tenang dan bisa bermain sendiri di tempat yang aman. Tapi pastikan bayi selalu berada dalam jangkauan penglihatan Mama dan berada di permukaan lantai yang aman.

Baby bouncer biasanya memiliki posisi dan jenis ayunan yang beragam, ini dapat menenangkan bayi yang rewel. Biasanya terdapat juga bar mainan yang bisa dilepas dengan dua mainan tambahan. Begitu bayi semakin bertumbuh, bouncer dapat beralih fungsi sebagai kursi goyang balita. 

Untuk membersihkan bouncer ini pun relatif mudah, bantalan kursi dapat dilepas dan dicuci.

4. Mainan Bayi 3 Bulan; Teether

Mainan yang dapat digigit-gigit sangat cocok buat Si Kecil yang mulai senang menggigit dan mengunyah. Biasanya fase ini terjadi ketika gusinya gatal dan mau tumbuh gigi. Biasanya mainan gigit ini juga berukuran pas dengan genggaman tangan bayi, sehingga melatih motorik tangannya. Bahan mainan terbuat dari plastik bebas BPA dan karet. Warna cerah dan bertekstur juga membantu tumbuhnya gigi depan, tengah, dan belakang bayi. 

5. Buku

Si Kecil memang belum bisa membaca, tapi ia sudah bisa melihat visual penuh warna yang ada pada buku. Ia juga senang mendengarkan suara Mama saat membacakan buku untuknya. Karena itu, cobalah kembangkan kemampuan bicara, Bahasa, social, dan kognitif Si Kecil dengan membaca buku. Sebaiknya, pilih buku dari bahan kayu atau kain agar tidak mudah rusak. Pilih buku dengan gambar-gambar besar dan berwarna sehingga Si Kecil mudah tertarik.

Mama bisa menyewa mainan di atas di Mamasewa.com lho! Higienitasnya sangat dijaga! Jadi, tidak ada tuh yang namanya barang-barang kurang bersih saat sampai di rumah penyewa. Selain mainan, juga tersedia perlengkapan kebutuhan Si Kecil lainnya. Mama tinggal lihat di laman web Mamasewa.com. Yuk, cek sekarang, Mam!

permainan anak edukatif

Ini Dia 4 Rekomendasi Permainan Anak yang Mendidik dan Manfaatnya!

permainan anak anak
Background photo created by pvproductions – www.freepik.com

Siapa bilang bermain membuat si Kecil menjadi malas belajar? Justru sebaliknya, jika orang tua memilihkan permainan anak yang tepat sesuai usia si Kecil, maka bisa memberikan banyak manfaat. Melalui permainan, si Kecil dapat melakukan eksplorasi dan mempelajari hal-hal baru yang dapat menstimulasi kemampuan otaknya. Selain itu, permainan yang tepat juga bisa menjadi stimulasi tumbuh kembang.

Alih-alih mengenalkan permainan di gadget pada anak, mengajaknya melakukan permainan seru dan menyenangkan malah memberikan banyak manfaat. Apa saja permainan anak edukatif yang tepat untuk si Kecil? Yuk, simak pembahasannya berikut ini Ma!

Rekomendasi Permainan Anak Untuk Dukung Tumbuh Kembang

1. Permainan Anak Tradisional

permainan anak tradisional
People photo created by yanalya – www.freepik.com

Permainan tradisional khas Indonesia ternyata banyak memiliki manfaat untuk si Kecil, lho Ma, Pa. Selain dapat melatih fisik anak, permainan anak tradisional juga dapat melatih kemampuan berpikir si Kecil dan mengasah kecerdasannya. Ragam permainan tradisional seru yang bisa Mama jadikan pilihan untuk bermain bareng si Kecil diantaranya adalah petak umpet, congklak, gasing, lompat tali, dan lain sebagainya.

2. Bermain Pasir-pasiran

Melakukan permainan seru di rumah dengan bahan utama pasir, ternyata nggak cuma bermanfaat untuk sensori si Kecil. Permainan satu ini juga memberikan ruang eksplorasi bagi si Kecil yang bermanfaat meningkatkan kreativitas dan kemampuan motoriknya. Banyak cara bermain pasir yang dapat menambah keseruan bermain saat di rumah. Si Kecil bisa membuat istana pasir, membuat bentuk-bentuk benda sesuai dengan imajinasinya, hingga membuat adonan pasir. Yuk, coba ajak si Kecil bermain pasir-pasiran Ma!

3. Berenang Di Kolam Renang Karet

kolam renang karet
People photo created by master1305 – www.freepik.com

Satu ini adalah permainan yang banyak digemari anak-anak, yaitu bermain air. Tidak hanya sekadar menambah keseruan si Kecil bermain di rumah, berenang dan bermain air di kolam renang karet juga mengalihkan si Kecil games di gadget.

Mengajak si Kecil bermain di kolam renang karet pun tidak repot. Mama cukup memompa kolam renang karet dan mengisinya dengan air. Keamanan si Kecil juga lebih terjamin, karena bisa berenang di rumah. Kedalaman kolam karet relatif dangkal, bisa disesuaikan dengan tinggi badan buah hati.

4. Permainan Transaksi Jual – Beli

Mengajak si Kecil bermain peran jual-beli sangat sederhana. Mama tidak perlu melakukan persiapan yang merepotkan. Mama dan Papa cukup memanfaatkan mainan si Kecil di rumah. Lalu, ajak si Kecil bermain peran sebagai penjual maupun pembeli. Mama dan si Kecil berpura-pura seolah sedang melakukan transaksi sungguhan. Permainan ini dapat mengasah imajinasi si Kecil, melatih kemampuan berhitung, dan mengasah kemampuan berinteraksi.

Nah, permainan-permainan tersebut dapat Mama jadikan pilihan untuk mengajak si Kecil bermain. Menemani buah hati bermain tak hanya membuatnya senang, namun juga memberikan banyak manfaat. Apa saja sih manfaatnya? Yuk, simak pemaparannya berikut ini!

Manfaat Permainan Anak Untuk si Kecil

1. Merangsang Motorik Halus dan Motorik Kasar

Bermain memang menjadi kegiatan utama bagi anak-anak. Namun, kegiatan bermain tidak semata-mata membuat si Kecil senang dan ceria. Melakukan permainan anak yang tepat dapat mendukung berbagai aspek tumbuh kembangnya juga Ma. Salah satunya, bermain dapat meningkatkan kemampuan motorik si Kecil. Karena saat bermain ia akan melibatkan kemampuan fisik maupun imajinasi yang berguna menstimulasi motorik halus maupun motorik kasar pada anak.

2. Stimulasi Kecerdasan dan Kognitif

Membimbing si Kecil dalam menentukan permainan apa yang harus ia mainkan sesuai usianya memang penting, Ma. Permainan yang tepat untuk si Kecil nantinya juga berpengaruh pada kemampuan berpikir atau kognitifnya. Misalnya, dalam melakukan permainan tertentu, si Kecil memfokuskan perhatiannya, mempelajari hal baru, hingga mencari tahu cara memecahkan masalah. Tanpa disadari, permainan anak tersebut mengasah kecerdasan dan kognitif si Kecil.

3. Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak

permainan anak anak
School photo created by alexeyzhilkin – www.freepik.com

Setiap permainan anak memiliki dinamika keseruan dan tantangan masing-masing. Hal ini membuat si Kecil bebas mengekspresikan apa yang ia pikirkan, dan mempraktikkan gagasan tersebut selama bermain. Kepercayaan diri si Kecil dalam mencoba permainan baru inilah yang akan membuatnya semakin pe-de. Terlebih jika Mama sering memberikan apresiasi atas keberanian si Kecil mencoba permainan atau hal baru. Hal ini semakin meningkatkan rasa percaya diri pada si Kecil.

4. Menstimulasi Kemampuan Emosional dan Sosial

Kemampuan emosional dan sosial pada anak juga bisa dilatih lewat permainan lho, Ma. Misalnya saat si Kecil bermain dengan Mama-Papa di rumah, akan berpengaruh pada kemampuan berinteraksinya. Interaksi dan upaya komunikasi yang ia lakukan untuk menyelesaikan permainan akan melatih kemampuan sosial si Kecil. Selain itu, melalui permainan yang dilakukan si Kecil bersama Mama-Papa atau teman-temannya, juga bermanfaat untuk melatih anak mengelola emosi.

Yuk Ma, dukung tumbuh kembang si Kecil dengan berbagai permainan dan mainan edukatif sesuai usianya. Sekarang ini, Mama nggak harus beli mainan-mainan edukatif yang harganya relatif mahal. Menyewa mainan di Mamasewa.com menjadi solusi tepat buat Mama! Selain jauh lebih hemat, produk-produk di Mamasewa berkualitas dan dijamin bersih higienis. Cek berbagai mainan anak edukatif di sini!

pagar bayi terbaik

Info Harga dan 5 Rekomendasi Pagar Bayi Terbaik 2021

pagar bayi

Bagi orang tua yang memiliki buah hati, memberikan pengamanan untuk si Kecil di setiap aktivitasnya sangatlah penting. Menjadi hal yang wajar jika Mama melakukan berbagai upaya terbaik untuk memberikan perlindungan buat si Kecil. Salah satunya menyediakan pagar pengaman bayi di rumah, agar dapat melindungi si Kecil dari hal-hal berbahaya. Pagar tersebut berfungsi membatasi ruang gerak si Kecil dan dapat mencegah dari risiko terjatuh atau terbentur. Dengan bantuan pagar pengaman bayi, Mama pun lebih tenang saat hendak meninggalkan si Kecil sesaat.

Namun, banyaknya bedrail yang tersedia di pasaran, kadang membuat Mama bingung dalam memilih jenis pagar pengaman bayi yang tepat buat si Kecil. Tapi nggak perlu khawatir Ma, yuk simak rekomendasi pagar bayi terbaik versi Mamasewa berikut ini!

Rekomendasi Pagar Bayi dan Harga

1. Bedrail Skida Extra Tall Slide Down

pagar bayi skida

Pagar pengaman bayi Skida Extra Tall Slide Down dirancang guna mencegah si Kecil terjatuh dari tempat tidur. Bedrail Skida aman untuk si Kecil karena pembuatannya menggunakan material durable oxford yang ramah kulit anak. Berbeda dengan pagar pengaman bayi lainnya, bedrail dari skida ini dapat dipasang pada tempat tidur saja. Namun, kelebihan dari bedrail ini yaitu tingginya dapat disesuaikan dari angka 75 cm sampai dengan 103 cm, tergantung ketebalan pada matras yang digunakan.

Bedrail Skida Extra Tall Slide Down lengkap dengan fitur double lock slide down yang memungkinan bedrail dapat dibuka dari segala sisi. Selain itu, terdapat flat bottom bar yang berfungsi mencegah si Kecil terhindar dari himpitan kasur dan bedrail. Sehingga, Mama tak perlu khawatir lagi karena si Kecil sudah pasti aman dan tidak terjatuh.

Pagar Skida Extra Tall Slide Down ini dijual dengan harga 500-600 ribuan di pasaran.

2. Pagar Bayi Baby Safe 

bedrail baby safe

Brand pagar bayi Baby Safe mengeluarkan beragam produk pagar pengaman bayi, salah satunya bedrail khusus tempat tidur anak. Memiliki ukuran 180 cm yang berfungsi sebagai pengaman tempat tidur agar bayi tidak terjatuh. Dilengkapi juga dengan strap yang berguna menahan bedrail tetap berada pada posisinya. Baby safe menyediakan berbagai pilihan warna dan motif menarik yang dapat Mama pilih sesuai dengan karakter si Kecil.

Pemasangan pagar dari Baby Safe juga terbilang mudah karena desainnya sudah disesuaikan dengan berbagai jenis ranjang. Untuk harganya, bedrail Baby Safe dipatok dengan harga per satuan kurang lebih 600-700 ribuan.

3. Baby Safe XY009

Bedrail Baby Safe tipe XY009 ini juga merupakan pagar pengaman bayi yang dilengkapi dengan fitur-fitur fungsional. Salah satunya dilengkapi fitur kunci ganda atau double lock yang menjamin keamanan si Kecil. Ditambah lagi dengan ketinggian pagar yang mencapai 77 cm mencegah si Kecil bergerak ke ruang terbuka yang dapat membahayakannya. Pagar pengaman bayi dengan double lock sangat mudah dibuka orang dewasa, namun tidak gampang terbuka dengan gerakan-gerakan aktif si Kecil.

Baby Safe XY009 memiliki keunggulan bedrail bayi berkualitas yakni ketika pintu dibuka hampir secara keseluruhan, setelahnya dapat menutup dengan sendirinya.

Tak perlu khawatir soal pemasangan pagar ini, karena instalasinya terbilang cukup mudah hanya dengan merangkainya saja. Mama juga dapat memasang dan melepasnya dengan mudah sesuai kebutuhan. Untuk bedrail baby safe tipe ini dijual dengan harga 600-ribuan di pasaran.

4. Baby Safe Net Barrier XY010A

Baby Safe Net Barrier XY010A merupakan tipe pagar pengaman bayi yang dibuat dengan perpaduan material dasar besi dan kain jaring yang tebal. Dirancang dengan ketinggian 60 cm yang dapat mencegah si Kecil keluar pagar. Bedrail yang sangat fungsional ini menjaga bayi dengan aman karena si Kecil tidak mudah menerobos. Sementara itu, Mama juga dapat menyesuaikan luasnya hingga 100 cm.

Meskipun pemasangan Baby Safe Net menggunakan tekanan, namun hal ini cukup aman dan tidak merusak dinding karena sudah dirancang sedemikian rupa. Mama dapat memiliki Baby Safe Net Barrier XY010A ini dengan harga dibawah 500 ribu, cukup terjangkau.

5. Bedrail GOL BabyQiner

bedrail gol baby qiner

Bedrail GOL BabyQiner ini juga bisa jadi pilihan pagar pengaman bayi yang tepat untuk melindungi si Kecil, Ma. Pasalnya, banyak keunggulan dari bedrail satu ini yang dapat memenuhi kebutuhan Mama dalam menjaga si Kecil. Salah satunya memberikan Mama kemudahan merakit pagar pengaman ke ranjang, karena cukup dengan menggunakan mur. Bedrail GOL BabyQiner juga memiliki ketinggian yang dapat diatur sesuai kebutuhan.

Jika sedang tidak dipakai, pagar pengaman juga bisa dilipat ke bawah. Mama tak perlu khawatir posisi bedrail ini akan bergeser. Bedrail Gol BabyQiner kuat dan kokoh yang aman mencegah si Kecil dari terjatuh. Bedrail ini dijual dengan harga 500-600 ribuan per satu pagar.

Itulah lima rekomendasi pagar bayi terbaik yang dapat Mama jadikan referensi sebelum membeli. Jika khawatir nantinya si Kecil tidak cocok dengan pagar pengaman yang sudah terlanjur dibeli, menyewa jadi solusi tepat buat Mama. Menyewa baby bedrail di Mamasewa.com, selain produknya berkualitas, Mama juga bisa menghemat budget dan efisien. Dengan menyewa, barang bisa dikembalikan jika si Kecil tidak cocok.

cara belajar efektif

Parents, Pahami 8 Cara Belajar Efektif Untuk Anak Usia Awal Sekolah

cara belajar efektif
School photo created by freepik – www.freepik.com

Mama sering nggak sih memikirkan bagaimana metode atau cara belajar efektif, untuk buah hati tercinta? Setiap anak memiliki keunikan dan potensi yang berbeda-beda, sehingga cara belajar yang efektif untuk masing-masing anak juga tak bisa disamakan. Untuk menemukan cara belajar yang tepat buat si Kecil, Mama perlu mengenali karakter belajar buah hati terlebih dahulu. Namun, Mama bisa mencoba berbagai metode belajar dalam membimbing si Kecil.

Mengapa Mama perlu memahami cara belajar yang pas buat si Kecil? Jika Mama dapat membantu si Kecil menemukan metode belajar yang efektif untuknya, hal ini dapat memudahkan si Kecil dalam belajar. Pada kesempatan kali ini, Mama bisa mencoba 8 cara belajar efektif untuk si Kecil pada pemaparan berikut ini!

Cara Belajar Efektif Untuk Anak

1. Membuat Jadwal Belajar yang Rutin

Membuat jadwal belajar secara rutin dapat membantu si Kecil menguasai pelajaran yang ingin dikuasai. Jika belajar dilakukan secara berulang, maka si Kecil menghabiskan lebih banyak waktu untuk mempelajari pelajaran tertentu. Lebih penting lagi, pola belajar rutin melatih kedisiplinan anak, sehingga si Kecil menyadari bahwa belajar secara rutin merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan. Nantinya, tanpa diminta, si Kecil akan terbiasa belajar rutin dengan sendirinya. Mempelajari sesuatu secara berulang dan rutin dapat menjadi cara belajar efektif yang membantu si Kecil memahami materi.

2. Menciptakan Suasana Belajar Asik

cara belajar efektif
Background photo created by master1305 – www.freepik.com

Agar si Kecil betah berlama-lama belajar, Mama perlu membantunya menciptakan suasana belajar yang asik. Dengan suasana yang asik, misalnya membuat dekorasi ruang belajar anak menjadi bagus dan wangi, maka si Kecil akan lebih bersemangat belajar. Ruang belajar yang nyaman juga dapat memberikan suasana positif untuk si Kecil, sehingga ia senang berada di sana.

3. Melakukan Pemetaan Terkait Mata Pelajaran

Membuat pemetaan terkait dengan pelajaran yang telah dipelajari, dapat membantu si Kecil lebih mudah memahami pelajaran tersebut. Dengan adanya pemetaan pelajaran, pemahaman tentang pelajaran menjadi lebih sederhana, sehingga si Kecil cepat menguasai materi dengan mudah. Hal ini juga membuat si Kecil mudah mengingat materi tertentu, meskipun banyak mata pelajaran yang diberikan di sekolah.

4. Cara Belajar Efektif dengan Memanfaatkan Gawai

Gawai atau gadget tidak semata-mata memberikan dampak buruk pada anak. Jika dimanfaatkan dengan tepat dan semestinya sesuai kebutuhan si Kecil, tentu gawai dapat memberikan manfaat positif. Memanfaatkan gawai untuk mendukung proses belajar dapat memudahkan si Kecil dalam mempelajari bidang pelajaran yang diberikan. Misalnya dengan memanfaatkan akses internet untuk menemukan materi-materi yang mendukung proses belajarnya, atau menonton video yang mengajarkan cara menyelesaikan sebuah perhitungan, dan lain sebagainya. Dengan dukungan alat dan teknologi canggih ini, ternyata bisa jadi cara belajar efektif yang menyenangkan buat si Kecil.

Dengan bantuan dan pengawasan Mama dalam menemani si Kecil belajar menggunakan gawai, berarti juga mengontrol penggunaan gawai agar tidak berlebihan. Sehingga, si Kecil memanfaatkan pemakaian gawai secara positif.

5. Menyelingi Proses Belajar dengan Permainan

tips belajar efektif
Education photo created by freepik – www.freepik.com

Usia anak awal sekolah biasanya masih senang dengan hal-hal yang bersifat permainan. Tak jarang jika si Kecil di usia tersebut lebih gemar bermain daripada belajar. Untuk itu, Mama perlu membantu si Kecil menemukan metode belajar yang seru, salah satunya diselingi dengan permainan yang menyenangkan. Mama bisa mengemas cara belajar menjadi pemainan, sebagai contoh dalam belajar berhitung Mama dapat memanfaatkan bantuan mainan atau media tertentu. Misalnya berhitung menggunakan stik es krim atau batu kecil warna-warni. Dengan bantuan media yang menarik dan dikemas dalam permainan berhitung yang menyenangkan, diharapkan si Kecil lebih menikmati belajarnya karena terasa seperti bermain.

6. Cara Belajar Efektif Melalui Lagu

Si Kecil pada usia awal sekolah biasanya senang dengan musik dan tarian. Si Kecilpun senang menyanyikan lagu anak-anak, atau menari dengan musik kesukaannya. Untuk itu, Mama dapat memanfaatkan hal ini sebagai media belajar. Seperti membimbingnya belajar lewat lagu-lagu yang mengandung pesan pendidikan, misalnya lagu yang berkaitan dengan berhitung, menghafal warna, dan lain sebagainya.

7. Memulai Belajar dengan Hal yang Disukai

Dari sekian banyak mata pelajaran, biasanya ada salah satu yang menjadi favorit si Kecil. Jika anak lebih suka belajar matematika, biarkan ia belajar matematika terlebih dahulu sebelum belajar mata pelajaran yang lain. Ketika si Kecil sudah mendapatkan semangat dan motivasi belajar, barulah ajak ia mempelajari pelajaran yang lain. Dengan perasaan senang dan semangat yang tinggi, maka belajar menjadi lebih efektif ketimbang memaksakan pelajaran yang kurang disukai.

8. Mempraktikkan Apa yang Sudah Dipelajari

Cara belajar efektif kali adalah mempraktikkan materi-materi pelajaran yang sudah dipelajari si Kecil. Tujuannya, agar si Kecil lebih mudah memahami dan menyerap inti dari pelajaran tertentu. Jika suatu pelajaran memungkinkan untuk dipraktikkan, Mama dapat membantu si Kecil mendalami ilmu tersebut melalui percobaan. Misalnya, jika si Kecil belajar tentang nama-nama tumbuhan, Mama dapat mengajaknya berkebun atau pergi ke taman, dan meminta si Kecil menunjuk nama tumbuhan yang sudah dihafalkan.

Itulah 8 cara belajar efektif pada anak yang dapat Mama terapkan untuk mendukung si Kecil di usia awal sekolahnya. Agar tips belajar efektif berjalan lancar, siapkan tempat belajar yang nyaman. Salah satunya menggunakan playmat sebagai alas. Mama juga dapat menciptakan kondisi ruangan menjadi segar dengan bantuan air purifier. Untuk mendapatkan air purifier berkualitas, Mama nggak harus membelinya, menyewa bisa jadi pilihan yang solutif karena jauh lebih hemat.

Di Mamasewa.com menyediakan sewa berbagai peralatan rumah tangga seperti air purifier dan vacuum cleaner, juga berbagai perlengkapan anak. Yuk sewa produk-produk kebutuhan Mama dan si Kecil hanya di Mamasewa!

perbedaan pertumbuhan dan perkembangan

Memahami Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Bayi (0-6 Bulan)

pertumbuhan dan perkembangan
Baby photo created by onlyyouqj – www.freepik.com

Setiap bayi baru lahir akan melewati fase pertumbuhan dan perkembangan berdasarkan usianya. Sebagai orang tua, khususnya yang akan memulai peran sebagai parents untuk kali pertama tentu wajib mengetahui bagaimana tahapan tumbuh kembang pada bayi. Dengan begitu, orang tua dapat memantau tumbuh kembang si Kecil dengan baik.

Apa Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan?

Pertumbuhan sendiri merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada fisik si Kecil dari waktu ke waktu, dapat diukur dan bersifat kuantitatif. Aspek pertumbuhan pada bayi meliputi berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan sebagainya, berdasarkan parameter pertumbuhan yang menjadi standar kesehatan bayi.

Sementara itu, perkembangan merupakan peningkatan kemampuan dan fungsi pada diri bayi. Perkembangan pada si Kecil meliputi kemampuan yang terjadi berdasarkan tahapan usinya, seperti tengkurap, merangkak, berjalan, dan lain sebagainya.

Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada bayi. Faktor-faktor tersebut meliputi gen, jenis kelamin, nutrisi, hingga kondisi lingkungan dimana ia dibesarkan.

Awal Masa Kehidupan Bayi

Di usia awal kehidupan bayi yaitu 0-6 bulan pertama, si Kecil akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan. Ketika orang tua dapat memahami proses tersebut, nantinya lebih mudah dalam mendukung dan menstimulasi tumbuh kembang buah hati. Jika terjadi hambatan atau masalah dalam fase pertumbuhan maupun perkembangan, maka dapat dilakukan pencegahan maupun penanganan lebih awal.

Lalu, bagaimana proses pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 0-6 bulan? Yuk, simak proses dan tahapan-tahapan tumbuh kembang si Kecil berikut ini!

Proses Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi 0-6 Bulan

1. Bayi Usia 0 – 1 Bulan

pertumbuhan dan perkembangan
Background photo created by freepic.diller – www.freepik.com

Di usia awal kehidupannya, si Kecil akan mengalami penurunan berat badan setelah hari kelahirannya. Pada tahap ini, bayi akan kehilangan sekitar 10% berat badan pada hari kedua setelah lahir. Perubahan tersebut berlangsung selama kurun waktu 2 minggu pertama usianya. Hal ini normal terjadi pada bayi baru lahir. Bayi akan mendapatkan berat lahirnya kembali ketika memasuki minggu kedua.

Usai pada minggu kedua, berat badan si Kecil kembali meningkat dari hari ke hari. Kemudian, saat memasuki usia 1 bulan, tinggi badan si Kecil mulai bertambah kurang lebih 3 cm. Selanjutnya diikuti dengan bertambahnya ukuran lingkar kepala sekitar 2,5 cm dari ukuran semula. Sementara itu, pada usia menuju 1 bulan ini penglihatan bayi masih belum sepenuhnya fokus.

2. Memasuki Usia Bayi 1-3 Bulan

tumbuh kembang bayi
Baby photo created by freepic.diller – www.freepik.com

Ketika memasuki usia 1-3 bulan, bayi akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat. Untuk berat dan tinggi badannya akan terus bertambah dari bulan pertama sampai bulan ke-3. Kemudian, lingkar kepala juga mengalami pertambahan ukuran kurang lebih 1,25 cm per bulannya.

Pada fase usia 1-3 bulan, Si Kecil sudah bisa mulai mengangkat dada dan kepalanya pada posisi tengkurap. Si Kecil juga sudah dapat mengenali suara yang berasal dari sekitarnya. Ia mulai mampu memainkan jari dan memasukkannya ke mulut. Si Kecil juga sudah bisa menggenggam benda-benda kecil di sekitarnya. Untuk perkembangan penglihatan, bayi sudah dapat mengarahkan pandangannya mengikuti arah benda bergerak.

3. Fase Usia 4-6 Bulan

bayi usia 4-6 bulan
People photo created by prostooleh – www.freepik.com

Ketika si Kecil mulai memasuki fase usia 4-6 bulan, terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan baik dari segi fisik maupun kognitifnya. Pada usia ini berat badan bayi terus bertambah dua kali lipat dari berat badannya ketika lahir. Kemudian, tinggi badannya juga bertambah mulai dari 1 cm sampai 2 cm per bulannya. Sementara ukuran lingkar kepala juga meningkat kurang lebih 1 cm tiap bulan.

Di usia 4-6 bulan, si Kecil mulai bisa berguling-guling dan duduk sendiri tanpa dipegangi. Ia juga sudah dapat berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, mengajak berbicara dan bermain. Meskipun belum jelas, si Kecil mulai mengeluarkan sepatah dua patah kata dari mulutnya.

Nah, itu dia tahapan pertumbuhan dan perkembangan pada si Kecil usia 0-6 bulan yang penting untuk Mama dan Papa pahami. Terlebih dengan pemahaman ini, orang tua dapat memantau tumbuh kembang anak secara optimal. Yuk maksimalkan pertumbuhan dan perkembangan si Kecil dengan perlengkapan bayi berkualitas! Nggak perlu beli mahal, karena sewa di Mamasewa.com bisa jadi solusi hemat buat Mama.

belajar menulis

Begini 8 Tips Efektif Mengajari Si Kecil Belajar Menulis

belajar menulis
People photo created by prostooleh – www.freepik.com

Si Kecil yang akan memasuki usia pendidikan dini biasanya mulai bereksplorasi banyak hal. Beberapa di antaranya adalah mewarnai dan belajar menulis. Pada fase ini Mama mungkin sudah mengenalkannya pada gambar dan warna, pena dan kertas, serta buku-buku dongeng. Sehingga nantinya saat si Kecil masuk ke sekolah formal, dapat lebih mudah beradaptasi dengan keterampilan tersebut.

Pada tahap perkembangan ini, si Kecil mulai suka corat-coret. Mama dapat membantu si Kecil belajar menulis dan meningkatkan keterampilan menulisnya dengan melakukan stimulasi. Lalu, bagaimana sih Ma, cara tepat mengajari si Kecil belajar menulis? Yuk, simak tipsnya berikut ini!

Tips Efektif Belajar Menulis pada Anak

1. Memililih Alat Tulis yang Tepat Untuk si Kecil

Pemilihan alat tulis yang tepat buat si Kecil sangat penting. Seberapa nyaman si Kecil menggunakan alat tulis tertentu, berpengaruh pada semangat belajarnya. Berikan alat tulis yang menarik perhatian si Kecil, seperti pena warna-warni dan kertas berwarna. Semakin betah dan giat si Kecil belajar menulis, maka kemampuannya juga semakin meningkat. Dengan alat tulis yang nyaman dan menarik, Mama dapat mengajari si Kecil menarik garis, membuat bentuk persegi, lingkaran, menirukan bentuk huruf, dan lain sebagainya. Dari sini eksplorasi menulis si Kecil dapat dikembangkan.

2. Memberikan Contoh Secara Rutin

belajar menulis
School photo created by diana.grytsku – www.freepik.com

Si Kecil pada di usia balita senang menirukan apa yang dilakukan orang dewasa di sekitarnya. Dalam membimbing anak belajar menulis, Mama bisa memberikan contoh kebiasaan menulis kepada si Kecil. Misalnya, Mama memberikan kertas yang bertuliskan nama menu makanan pada mangkok camilan si Kecil. Saat si Kecil merasa penasaran, Mama dapat mengajaknya menuliskan nama menu-menu makanan lain dan menempelnya di meja makan. Dengan demikian, ketertarikan si Kecil untuk menulis semakin besar. Hal ini dapat merangsang kemampuan menulisnya sedini mungkin.

3. Belajar Menulis di Tempat yang Nyaman

Siapkan tempat yang nyaman saat belajar menulis bersama si Kecil. Mama dapat menyiapkan playmat atau bumper bed yang empuk namun memiliki permukaan datar dan nyaman untuk menulis. Hindari memilih tempat belajar seperti tempat tidur, karena tempat tidur cenderung memiliki permukaan yang dinamis. Pastikan tempat belajar si Kecil di suasana yang tenang, agar ia mudah berkonsentrasi.

4. Melatih si Kecil Menulis Hal-hal Sederhana

Pahami apa yang bisa menjadi daya tarik bagi si Kecil. Dalam mengajari anak menulis, Mama dapat memilih cara yang paling dekat dengan ketertarikan si Kecil. Jika si Kecil suka dengan gambar-gambar hewan, buah, atau sayur, Mama dapat mengajaknya mencatat nama-nama pada gambar tersebut.

5. Belajar Menulis Kartu Ucapan

Momen ulang tahun atau hari-hari besar, dapat Mama manfaatkan untuk melatih si Kecil mengembangkan kemampuan menulisnya, yaitu dengan menulis kartu ucapan untuk orang-orang terdekat. Saat menulis kartu ucapan, si Kecil belajar menyampaikan pesan melalui tulisan. Semakin sering menuliskan pesan yang ingin ia sampaikan ke orang-orang tercintanya, maka semakin bagus pula kemampuan si Kecil dalam merangkai sebuah tulisan.

6. Sering Mengajak si Kecil Berdialog

belajar menulis
Baby photo created by prostooleh – www.freepik.com

Cara ampuh menstimulasi kemampuan menulis anak adalah dengan mengajaknya berdialog. Kemampuan komunikasi yang baik memberikan si Kecil berbagai wawasan kosa kata baru. Wawasan ini akan membantunya saat belajar menulis dan merangkai kata-kata. Kekayaan kosa kata yang dimiliki memudahkan si Kecil menemukan kata-kata yang tepat saat ia belajar menulis.

7. Perhatikan Mood si Kecil

Proses belajar pada anak akan memberikan hasil yang efektif jika si Kecil melakukannya dengan perasaan gembira. Sebelum mengajaknya belajar menulis, perhatikan dahulu bagaimana suasana hati si Kecil. Apakah ia siap untuk menerima pelajaran atau tidak. Jangan memaksakan si Kecil untuk belajar saat ia sedang mengantuk, atau saat ia sedang fokus pada kegiatan lain ya, Ma. Mama dapat bertanya dulu pada si Kecil kapan ia ingin belajar, agar saat melaksanakannya dalam kondisi siap belajar dan dalam keadaan mood yang baik.

8. Belajar Sambil Bermain

Membuat belajar seolah-olah seperti bermain dapat menjadi cara belajar yang efektif untuk anak. Begitu pun dengan belajar menulis, Mama dapat membantu si Kecil membuat belajar menjadi menyenangkan, seperti bermain lewat permainan-permainan. Misalnya bermain game batu-kertas-gunting, lalu siapa yang menang atau yang kalah harus menuliskan kata “menang, kalah, batu, kertas, atau gunting” kepada lawan bermain. Dari menulis satu atau dua kata sederhana, dapat menstimulasi keterampilan menulis pada si Kecil.

Gimana, nggak sulit kan Ma mengajari si Kecil belajar menulis secara efektif? Agar si Kecil semakin termotivasi belajar, yuk gunakan playmat atau bumper bed yang nyaman dan memiliki warna-warna menarik. Sewa playmat dan bumper bed anak berkualitas di Mamasewa.com, platform sewa perlengkapan anak terlengkap. Menyewa aja yuk, nggak perlu beli!

Baby Walker

Baby Walker, Manfaat Umum dan Rekomendasinya untuk si Kecil

Baby Walker

Memberikan dukungan pada setiap proses tumbuh kembang anak menjadi kewajiban Mama sebagai orang tua. Selain pendampingan setiap saat, Mama juga bisa memberikan berbagai mainan, alat bantu, dan alat pendukung dalam rangka mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Baby walker, bisa jadi salah satu perangkat yang sangat efektif dalam membantu si Kecil belajar berjalan ketika ia sudah mulai mampu berdiri dengan berpegang pada benda tertentu.

Tapi bukankah penggunaan walker memiliki resiko untuk keselamatan dan kesehatan si Kecil?

Resiko, dalam berbagai skala dan bentuk, selalu akan muncul ketika Mama melakukan sesuatu. Demikian halnya dengan memberi dukungan pada si Kecil. Memang terdapat resiko, namun jika dilakukan dengan pendampingan intens, maka Mama akan melihat si Kecil mendapatkan manfaat optimal dari perangkat seperti baby walker ini.

Untuk meyakinkan Mama mengenai manfaat perangkat yang satu ini, Mama bisa lihat uraian singkat berikut lengkap dengan rekomendasi dan review beberapa produk tersebut. Simak selengkapnya ya!

Manfaat Baby Walker secara Umum

Sedikitnya jika dilihat, terdapat 4 manfaat umum yang bisa didapatkan si Kecil dari penggunaan alat bantu atau mainan ini.

1. Berlatih untuk Terus Bergerak

Baby Walker

Melatih gerakan si Kecil jadi hal mendasar yang dilakukan untuk mendukung tumbuh kembangnya. Seiring bertambahnya usia, si Kecil juga akan mulai memiliki kekuatan otot yang lebih baik, dan koordinasi gerak yang berkembang. Salah satu manfaat baby walker adalah untuk membantu si Kecil bisa bergerak dan melatih otot kaki untuk bisa berjalan. Namun ingat untuk selalu mendampinginya ya!

2. Rangsangan pada Sistem Motorik

Baby Walker

Sistem motorik kasar juga turut terangsang ketika si Kecil menggunakan baby walker. Sistem motorik kasar meliputi gerakan-gerakan ‘besar’ yang dilakukan si Kecil, dengan koordinasi kekuatan otot dan gerakan pada tubuh. Berjalan adalah satu bagian dari motorik kasar yang dapat terangsang dengan optimal ketika si Kecil menggunakan alat ini. Ia juga secara terus menerus akan menggenggam baby walker, sehingga motorik halusnya juga turut mendapat rangsangan.

3. Rasa Percaya Diri

Baby Walker

Eksplorasi yang dilakukan, tempat dan area baru yang dikunjungi, dan perasaan bangga bisa berjalan dengan kemampuannya sendiri menjadi boosting yang baik untuk membangun rasa percaya diri si Kecil. Ketika ia merasa ia memiliki pencapaian dalam kegiatan setiap hari, si Kecil akan tumbuh jadi pribadi yang mandiri, punya rasa bangga pada diri sendiri, serta kepercayaan diri yang tinggi.

4. Pengenalan Ruang dan Lingkungan

Baby Walker

Menggunakan walker untuk mengeksplorasi rumah juga bisa menjadi latihan bagus untuk si Kecil mengetahui bagian-bagian rumah. Karena ia ‘menjelajah’ sendiri, maka pengalaman yang didapatkannya akan lebih diingat dan berkesan. Perlahan kemampuan pengenalan ruang juga akan terbangun, sembari terus berkembang dan bertumbuh.

Dengan manfaat di atas, mari kita lanjutkan pada rekomendasi baby walker yang terbaik untuk si Kecil.

Rekomendasi Baby Walker untuk Anak

1. Family-Trike Baby Walker FB-1827

Baby Walker

Masuk ke dalam golongan baby walker murah, namun manfaat yang sama tetap bisa Mama berikan untuk si Kecil. Walker yang satu ini tepat digunakan untuk anak-anak berusia 6 sampai 9 bulan, karena ukurannya yang ringkas serta fitur dukungan yang baik. Dilengkapi dengan kanopi sederhana yang bisa membantu si Kecil terhindar dari sengatan sinar matahari. Dengan dukungan 8 roda di empat sisinya, Mama bisa membawa pulang walker ini dengan harga sekitar Rp.330.000 saja.

2. Baby Walker Terbaik dari Bebe Confort

Baby Walker

Dengan model Walker Push Walker 4 in 1 Multifunction, produk yang satu ini dilengkapi juga dengan 3C Certification Number. Sertifikat ini sebagai tanda bahwa produk sudah melewati uji kualitas, sehingga benar-benar aman dan nyaman untuk digunakan anak-anak. Tampilan modern dan elegan, membuat produk ini dimasukkan dalam golongan rekomendasi baby walker terbaik untuk si Kecil. Dengan harga mencapai Rp.1.400.000-an, Mama bisa membawa pulang produk ini.

3. Fisher Price Musical – Zebra Walker

Baby Walker

Rekomendasi selanjutnya bisa masuk dalam kategori baby walker murah, karena hanya dipatok pada harga Rp.500.000 saja. Meski nampak sederhana, walker ini dilengkapi  dengan desain yang imut, fitur musik ketika ditekan tombolnya, dan figur zebra yang disukai anak-anak. Batas usia penggunaan yang tercantum dalam produk adalah 6 bulan sampai 3 tahun, jadi bisa digunakan untuk jangka waktu yang cukup lama. Tapi apa benar untuk mendapatkannya harus dengan membelinya?

4. Bright Starts Giggling Gourmet Shop n Cook Walker, Salah Satu Baby Walker Terbaik

Baby Walker

Dengan harga mencapai Rp.1.000.000-an, Bright Starts Giggling Gourmet Shop n Cook Walker menjadi salah satu rekomendasi baby walker terbaik yang kami berikan. Si Kecil akan mendapatkan pengalaman seperti tengah berbelanja sembari ia melatih kekuatan kaki dan koordinasinya. Anjuran penggunaan untuk usia 6 bulan ke atas, si Kecil dijamin tak bosan bermain dengan walker ini sekaligus mendapatkan manfaatnya secara optimal.

Penggunaan walker sendiri direkomendasikan ketika si Kecil telah mencapai usia 6 bulan ke atas. Ini menjawab pertanyaan mengenai penggunaan baby walker di usia berapa. Sederhana, karena pada usia ini si Kecil sudah mulai aktif dan mulai belajar berdiri, jadi akan tepat jika diberikan mainan seperti ini. Tentu saja Mama tak perlu selalu melakukan pembelian, Mama bisa menyewa baby walker tersebut di mamasewa.com. Dengan harga terjangkau, kualitas terjamin, serta higienitas yang selalu diutamakan, Mama akan selalu mendapat produk terbaik untuk setiap kategorinya.