perawatan pompa asi

5 Rekomendasi Buku Parenting Pilihan Mamasewa, Wajib Dibaca!

Rekomendasi Buku Parenting – Pernah mendengar ungkapan “anak adalah cerminan dari orang tua”? Yap, ungkapan ini merupakan hal nyata yang akan Mama temukan saat si kecil hadir. Sebab, faktanya anak memang akan cenderung mengikuti dan mempelajari secara tidak langsung perilaku yang dia lihat ketika orang tua akan melakukan tindakan. 

Memberikan pendidikan terbaik dalam mengasuh dan mendidik anak sejak dini penting untuk dilakukan. Sebab orang tua sangat memiliki pengaruh yang besar dalam tumbuh kembang si kecil. Apalagi di era teknologi yang semakin canggih saat ini, akan banyak tantangan yang dihadapi para orang tua.

Nah, agar Mama tidak kesulitan dalam mendidik anak nantinya, ada berbagai macam sumber pembelajaran yang bisa mama jadikan acuan. Salah satunya dengan membaca buku parenting!

Biasanya buku ini dibuat berdasarkan dari kisah para ibu dalam mendidik dan mengasuh si kecil hingga mereka berhasil dan bagaimana peran orang tua dalam pertumbuhan sang buah hati. Selain itu, ada berbagai pakar dari bidangnya yang akan memberikan arahan yang tepat untuk mama dan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.

Kira-kira apa saja sih rekomendasi buku parenting yang tepat untuk mama baca? Mamasewa memberikan pilihannya untuk Mam! Yuk disimak selengkapnya!

1. Calmer, Easier, Happier Parenting – Noel Jarnis, Norton

rekomendasi buku parenting
http://amazon.co.uk

Salah satu rekomendasi buku parenting best seller impor yang layak untuk Mama baca pertama kali adalah Calmer, Easie, Happier Parenting. Buku terbaik ini dapat membantu mama bagaimana mengasuh anak dengan baik, benar, namun tetap selalu bahagia.

Menariknya, di dalam buku ini Mama akan mendapatkan berbagai macam strategi dalam mengasuh anak agar mau mendengarkan dan melakukan apa yang Mama minta kepadanya.

Saat menggunakan strategi-strategi ini, si kecil tidak hanya menjadikannya lebih kooperatif namun akan menjadi lebih percaya diri, mandiri dan perhatian. Buku ini dilengkapi dengan contoh kisah nyata dari orang tua lainnya.

Pastinya hal ini dapat menjadi pedoman bagi orang tua lainnya dengan panduan yang jelas agar tetap tenang dan lebih bahagia dalam mengasuh si kecil sekalipun dalam masa aqil baligh nantinya.

Untuk mendapatkan buku terbaik ini, mama cukup membeli dengan kisaran harga Rp 200.000,- saja. Tentu saja harga ini sangat pas jika dibandingkan dengan ilmu yang nantinya akan didapat.

2. Yes, Your Baby is Genius – Glenn Doman, Janet Doman 

rekomendasi buku parenting
http://tokopedia.com

Buku satu ini sangat menarik lho Mam untuk dibaca! Karena dari buku ini, Mama bisa belajar untuk memberikan stimulus pada si kecil dan mengukur serta memperkaya di tahun pertama kehidupannya.

Terlebih, saat bulan pertama kelahirannya. Hal ini penting, karena kebahagiaan si kecil akan menjadi kesejahteraan bagi dirinya di jangka waktu yang panjang. 

Dari Yes, Your Baby is Genius, Mama akan mendapatkan informasi penting yang diperlukan untuk membantu sang buah hati dalam mengenal pertumbuhannya dari masa ke masa. Selain itu, buku ini juga memberikan bimbingan kepada orang tua untuk menciptakan lingkungan rumah yang baik untuk meningkatkan perkembangan otak si kecil. Karena kembali lagi, lingkungan yang baik akan tentu saja akan mempengaruhi tumbuh kembang sang anak.

Mama bisa mendapatkan buku terbaik ini secara online dengan harga di kisaran Rp 250.000,-.

3. ParenThink – Mona Ratuliu

rekomendasi buku parenting
http://facebook.com

Tidak bisa dipungkiri, banyak artis Indonesia yang tidak hanya jago dalam berakting saja lho. Ada banyak artis lainnya yang memiliki kemampuan yang bisa menjadi inspirasi untuk banyak orang. Salah satunya Mona Ratuliu.

Yap, selain jago dalam berakting artis satu ini juga merupakan seorang penulis dari buku terbaik yaitu ParenThink.  Sebagai artis dan juga orang tua bagi ketiga anaknya, Mona Ratuliu membagikan pengalamannya dalam mendidik sang buah hati.

Tentunya, buku ini sangat cocok dibaca untuk orang tua muda yang merupakan pemula dalam dunia parenting. Dengan menerapkan ilmu parenting ala Indonesia yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara, Mona mengajak para orangtua untuk menjadi teladan bagi anak. Selain itu membangun semangat, serta terus memberikan dorongan agar anak tumbuh menjadi manusia dewasa yang sesungguhnya.

Tertarik untuk membacanya? Mama bisa mendapatkannya dengan harga kisaran Rp 40.000,- saja!

4. Gentle Discipline – Sarah Ockwell, Smith 

rekomendasi buku parenting
http://ubuy.co.id

Sering bingung dengan cara menangani anak yang memiliki sikap buruk atau sulit diatur? Mama bisa membaca buku satu ini!

Gentle Discipline karya Ockwell dan Smith merupakan salah satu rekomendasi buku parenting lainnya yang membahas tentang cara menempatkan empati dan rasa hormat kepada si kecil sebagai pusat pengasuhan. Tentu saja, tujuan dari buku ini untuk orang tua memahami, mengapa anak-anak mereka berperilaku buruk.

Selain itu, Mama dapat mengetahui bagaimana si kecil dapat merespons secara efektif dan lembut.

Gentle Discipline akan membawa para orang tua sadar dan memahami penyebab perilaku buruk si kecil dengan lebih mudah tanpa perlu melibatkan emosi sesaat. Di sini, mama dapat belajar cara memperbaiki hubungan yang baik dengan si kecil. Pastinya memberikan solusi dalam permasalahan yang dialami saat mendidik sang buah hati.

Mama bisa mendapatkannya dengan harga mulai dari Rp 100.000,- di toko online kesayangan!

5. Pemuda Bukan Remaja – Kiki Barkiah

rekomendasi buku parenting
http://shopee.co.id

Mempersiapkan anak menuju aqil baligh menjadi sebuah proses panjang yang harus dilakukan oleh para orang tua. Tentu saja, pondasi dasarnya harus dimulai sejak usia dini. Karena jika tidak, si kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang terlambat untuk dewasa serta belum siap untuk memikul beban serta tanggung jawab saat usia aqil baligh nanti. 

Pemuda bukan remaja menjadi salah satu buku yang akan membawa para orang tua untuk belajar mendidik si kecil berdasarkan pengalaman dari para orang tua lainnya termasuk dari kisah sang penulis. Dengan begitu, mama bisa mendapatkan berbagai ilmu dari berbagai referensi para orang tua lainnya terkhusus di masa ia akan beranjak ke masa aqil baligh.

Selain itu, buku ini juga memberikan pelajaran bagaimana mengajarkan si kecil untuk mandiri nantinya sesuai dengan pemaparan berbagai problematika para pemuda yang ada di tengah masyarakat. Buku ini akan memberikan solusi berdasarkan pembahasan dan masalah yang dialami para orang tua.

Buku dengan pelajaran menarik ini bisa Mama dapatkan dengan harga kisaran mulai dari Rp 60.000,- untuk persiapan sang buah hati menuju masa aqil baligh nya nanti.

Nah, ini dia 5 rekomendasi buku parenting pilihan Mamasewa yang wajib dibaca oleh Mama! Rajin membaca buku, akan memudahkan mam untuk mendapatkan solusi serta ilmu saat mendidik si kecil terutama di masa tumbuh kembangnya. Karena kebahagiaan ibu adalah kebahagiaan untuk si kecil juga!

perkembangan kognitif anak

Ini Dia Tahapan Perkembangan Kognitif Anak yang Perlu Diketahui!

Perkembangan Kognitif Anak – Seiring berjalannya waktu, si kecil akan terus mengalami perkembangan baik secara fisik maupun area kognitif. Perkembangan kognitif biasanya mengacu pada kemampuannya untuk proses mengingat, pemecahan masalah, dan juga pengambilan keputusan.

Hal ini tentu saja akan berpengaruh terhadap kecerdasan si kecil lho, Mam!

Seorang pakar psikologi dari Swiss, Jean Peaget mengembangkan teori mengenai perkembangan kognitif pada anak sejak tahun 1927-1980. Teori ini mengungkapkan bahwa cara berpikir pada anak-anak akan berbeda dengan orang dewasa umumnya.

Ini dikarenakan, cara berpikir si kecil memang belum matang dan pengetahuannya cenderung masih terbatas. Dalam penelitiannya pada saat itu, Peaget juga mengungkapkan bahwa tahap perkembangan intelektual dan pertambahan usia akan mempengaruhi si kecil dalam memahami dan mengetahui ilmu yang ada.

Lalu, bagaimana tahap perkembangan kognitif anak yang perlu dikenali oleh Mama ? Ini bisa menjadi bahan pengamatan untuk mama sebagai orang tua dalam mengetahui pertumbuhan dan perkembangan si kecil!

1. Usia 0–3 bulan

perkembangan kognitif anak
Photo by Garrett Jackson on Unsplash

Rentan usia 0 hingga 3 bulan menjadi tahap paling menakjubkan yang pernah Mama temui. Di sini, perkembangan utama si kecil akan berpusat pada eksplorasi pancaindra dan lingkungan sekitarnya.

Biasanya di periode ini, sebagian besar anak mulai menunjukkan perkembangan seperti melihat benda dengan lebih jelas dalam jarak 30 cm, fokus pada objek bergerak, mengenal berbagai rasa dengan indra pengecap. Selain itu, si kecil dapat mendeteksi perbedaan nada dan volume saat berbicara serta melihat berbagai warna dengan baik. 

2. Usia 3–6 bulan

Di masa 3 hingga 6 bulan, menjadi masa dimana persepsi si kecil mulai mengalami perkembangan. Pada periode ini, sebagian besar si kecil mulai menunjukkan perkembangan seperti mengenali wajah seseorang yang terdekat dengannya seperti anggota keluarga, dapat merespons berbagai ekspresi wajah dengan baik dan mulai menirukannya. Selain itu, si kecil juga dapat mengenali dan merespons suara-suara yang sering di dengarnya.

3. Usia 6–9 bulan

perkembangan kognitif anak
Photo by yuri tasso on Unsplash

Tahap perkembangan di usia 6-9 bulan akan membawa si kecil mengalami perkembangan seperti memahami berbagai benda yang ada di sekitarnya, serta mengenali perbedaan gambar dengan jumlah objek berbeda. Si kecil juga mulai penasaran dengan berbagai benda yang tidak dapat digapai olehnya, seperti melihat pesawat terbang dll.

4. Usia 9–12 bulan

Di tahap usia 9 hingga 12 bulan, biasanya si kecil akan mengalami kematangan fisik dan kognitif dengan baik. Hal ini disebabkan karena perkembangan fisik yang kuatnya membuat ia lebih mudah untuk menjelajah sekitar secara lebih dalam.

Selama periode ini, sebagian si kecil juga sudah mampu meniru gerakan serta beberapa tindakan seperti bertepuk tangan.

Tidak hanya itu saja, biasanya Mama akan menemukan saat dimana si kecil akan paham cara menempatkan satu objek ke objek lain misalkan memindahkan mainan yang ia miliki ke keranjang.

5. Usia 1–2 tahun

perkembangan kognitif anak
Photo by serjan midili on Unsplash

Pada tahapan 1 hingga 2 tahun, si kecil akan memasuki perkembangan secara sosial dengan baik. Ia akan menghabiskan banyak waktu dengan mengamati tindakan orang terdekat dan disinilah pengaruh Mama sebagai orang tua dalam memberikan contoh perilaku yang baik.

Si kecil akan menunjukkan respons saat memahami kata-kata yang terucap dan mengerti kapan waktu yang tepat saat menggunakan kata aku dan kamu. Ia juga akan mudah meniru tindakan dan ucapan dari orang dewasa serta mempelajari lingkungan sekitar dengan baik.

6. Usia 2–3 tahun

Usia 2 hingga 3 tahun, anak-anak akan cenderung sudah mandiri dan mulai bisa diperkenalkan dengan tempat-tempat yang bisa dijelajahi. Disini mama bisa membawanya ke tempat-tempat yang memiliki pengetahuan seperti museum hingga tempat hiburan lainnya.

Pengalaman menarik nan menyenangkan akan menjadi hal yang tak terlupakan dan tersimpan di memorinya dengan baik. 

7. Usia 3–4 tahun

perkembangan kognitif anak
Photo by Alvin Mahmudov on Unsplash

Pada periode usia ini, anak-anak akan menganalisa dunia sekitarnya dengan lebih kompleks dan sering aktif dalam proses belajar. Selain itu, si kecil juga akan mulai sering mengajukan berbagai pertanyaan terkait hal-hal yang ada di sekitarnya.

Nah, pada tahap ini mama jangan sungkan untuk selalu menjawab setiap pertanyaannya ya! Karena ia akan lebih banyak mencari jawaban pada lingkungan sekitarnya. Alangkah baiknya setiap jawaban yang ia dapatkan berasal dari orang tua, dibandingkan orang lain. 

8. Usia 4–5 tahun

Pada fase ini, si kecil sudah semakin paham saat ingin mengungkapkan suatu hal dengan menggunakan kalimat yang baik. Selain itu, ia  juga sudah menuju pada usia sekolah dan meniru tindakan orang dewasa serta berhitung dengan baik.

Tidak jarang juga, Mama juga dapat menemukan anak-anak seusianya yang sudah mampu berhitung dan memberi tahu tempat tinggalnya. Daya serap yang dimiliki oleh si kecil akan cenderung lebih tajam pada usia 4 hingga 5 tahun ini. 

Dalam mengasah perkembangan kognitif si kecil, mama bisa lakukan dengan memberikan mainan edukatif menyenangkan untuknya. Bermain memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan anak baik secara kognitif, sosio emosi dan fisik. Tidak sulit kok untuk mendapatkan mainan terbaik bagi si kecil karena mama bisa mendapatkannya di Mamasewa.

Pilihan mainan yang lengkap dari brand ternama dapat mama pilih sesuai keinginan lho! Selain itu, mama tidak perlu mengeluarkan dana yang besar untuk membeli mainan terbaik ini. Karena mama bisa menyewanya sesuai dengan durasi waktu yang diinginkan dan sesuai kebutuhan pastinya. Menarik bukan? Tertarik untuk melihat berbagai pilihan mainan keren yang ada di Mamasewa? Cek pilihan lengkapnya disini!

tips menyapih anak dengan cinta

5 Tips Menyapih Anak dengan Cinta, Cara Alami Menyapih tanpa Drama Berlebih

Menyapih anak dengan cinta sering disebut sebagai cara menyapih yang paling pengertian. Tips menyapih anak dengan cinta ini akan menghindarkan Mama dari drama berlebih jika memang dilakukan dengan benar.

Seperti apa sih memangnya menyapih anak dengan cinta itu? Apakah memang benar-benar efektif dan tidak akan menyakiti anak bahkan anak bisa langsung mengerti? Mama langsung simak saja nih penjelasan berikut. Yuk, tidak perlu berlama-lama!

Tips Menyapih Anak dengan Cinta

Ada satu ikatan antara ibu dan anak yang sama sekali tidak dimiliki atau digantikan oleh ayah, yaitu proses menyusui. Sebab, menyusui anak bukan hanya sekadar memberikan makan ketika anak ketika lapar, tetapi lebih kepada proses mengasihi dan memberikan kenyaman kepada si anak.

Selama menyusui, anak akan merasa diberikan perhatian yang hebat dan mendapatkan kenyamanan yang tidak bisa digantikan oleh proses lainnya. Dengan begini, menyusui tidak hanya penting untuk anak, tetapi juga untuk ibu.

Inilah mengapa, proses penyapihan selalu menjadi momen yang berat bagi ibu dan anak selama prosesnya. Nah, bagaimana sih cara menyapih yang nyaman dan tidak menimbulkan banyak drama? Mama pasti juga sedang mencari caranya, kan?

Konon, proses menyapih anak dengan cinta adalah jawabannya. Cara menyapih ini adalah proses yang disingkat dari proses panjang penyapihan yang harus dilakukan secara perlahan dan penuh pengertian dan bisa saja harus sudah dipersiapkan selama berbulan-bulan sehingga tanpa terasa si kecil lepas menyusu dengan sendiri.

Iya, Mam, tidak instan memang. Perlu strategi dan harus super sabar. Apakah ada tipsnya? Tentu saja ada. Itulah mengapa artikel ini hasil untuk Mam.

1. Kurangi Waktu Menyusui

Mama bisa melakukan ini mungkin 1-3 bulan sebelum hari di mana Mama benar-benar memutuskan untuk menyapih si buah hati. Pengurangan jadwal menyusui akan melatih anak untuk tidak terlalu bergantung pada payudara ibu sehingga saat tersapih nanti, ia akan terbiasa dan tidak syok.

Pengurangan jadwal menyusui merupakan salah satu cara menyapih anak dengan cinta yang juga akan membantu Mama tidak merasa kehilangan. Bagaimanapun, selama hampir dua tahun Mama selalu dicari si kecil ketika ia haus, lapar, hingga saat bosan, bukan?

Perasaan diandalkan akan hilang dan itu merupakan momen yang cukup emosional.

Tidak hanya mengenai menjaga emosi antara anak dan ibu saja, pengurangan waktu menyusui juga akan memberikan efek yang bagus untuk kondisi payudara loh, Mam. Hal ini dikarenakan, ketika proses menyusui berkurang, produksi ASI akan menyusut juga sehingga payudara akan belajar dan menyesuaikan dengan kondisi tersebut.

Jadi, payudara Mama tidak akan merasa sakit karena tidak disusu.

2. Tidak Menawarkan ASI dalam Kondisi Krusial

tips menyapih anak dengan cinta
Photo by Sigmund on Unsplash

Biasanya, Mama tentu akan dengan refleks menawarkan ASI kepada buah hati saat ia menangis, bosan, bahkan saat emosinya tidak stabil, bukan? Tujuannya sih supaya si anak bisa tenang dan senang kembali.

Nah, mulai sekarang, saat Mam yakin melakukan menyapih anak dengan cinta, hindari keadaan seperti ini ya, Mam!

Jangan sampai anak tetap merasa bahwa ASI adalah pelabuhan terbaiknya saat merasakan emosi tertentu. Terlebih, si anak juga sudah bisa makan makanan selain ASI sehingga ia bisa teralihkan ke camilan lain atau bahkan kegiatan yang menyenangkan lainnya.

3. Tidak Membohongi Anak adalah Bagian dari Proses Menyapih Anak dengan Cinta

Mungkin, ibu-ibu zaman dahulu akan melancarkan cara ekstrem untuk menyapih anak, seperti memberikan ekstrak mahoni di payudara, mengoleskan betadin di puting, hingga cerita bohong kepada anak. Namun, itu adalah cara yang tidak tepat loh, Mam.

Anak adalah sosok yang sensitif. Mungkin benar mereka sangat polos dan bisa dibohongi dengan mudah. Namun, mereka akan dengan sendirinya sadar bahwa kondisi yang sedang ia jalani adalah hal yang tidak benar sehingga mereka suatu hari akan menyadarinya dan memprotes.

Menyapih anak dengan cinta adalah hal paling baik untuk dilakukan. Prosesnya yang tidak instan inilah yang akan memberikan anak perasaan dimengerti dan ia juga harus memberikan pengertian kepada si ibu.

Jadi, Mama jangan sampai mengatakan hal-hal bohong seperti itu ya. Lebih baik, Mam komunikasikan dengan jelas kepada si anak. Mereka akan dengan baik hati mengerti jika memang dijelaskan dengan lembut dan penuh perhatian.

4. Berikan Nutrisi yang Baik

Kita semua tahu kan Mam jika ASI mengandung banyak nutrisi untuk anak? Nah, selama proses penyapihan, kenalkan berbagai cemilan lezat atau bahkan menu makanan lezat penuh nutrisi lainnya.

Selain untuk mencari makanan kesukaan sehingga proses ketergantungan kepada ASI tergantikan, si anak juga tetap mendapatkan makanan penuh gizi dan nutrisi sehingga tumbuh kembangnya tidak terganggu.

5. Gantikan Waktu Menyusui dengan Kegiatan Lain

tips menyapih anak dengan cinta
Photo by Ben Griffiths on Unsplash

Mama pasti hafal di luar kepala kapan saja biasanya buah hati akan menyusui, kan? Selama proses menyapih anak dengan cinta yang dengan sengaja mengurangi waktu menyusu, gantikan waktu tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan.

Ketika pagi, mungkin bisa Mam ganti dengan memberikan cemilan lezat. Saat siang atau sore hari, Mama bisa temani si kecil dengan bermain sehingga keinginan menyusul akan terdistrak kegiatan tersebut. Malam hari bisa Mama ganti dengan kegiatan bercerita atau bermain sebentar sebelum tidur.

Berikan si kecil mainan yang lucu dan benar-benar ia inginkan untuk teman bermain. Nah, di sini mungkin Mama akan mengeluarkan budget lebih banyak supaya tujuan menyapih bisa terlaksana. Namun, jangan khawatir Mam, mainan bagus tidak perlu membeli dengan harga mahal kok.

Jika Mama mampir ke Mamasewa, Mama pasti akan melihat banyak mainan lucu dan bagus yang menarik perhatian si kecil. Tidak perlu memberi, Mam bisa menyewanya sehingga ketika si kecil sudah bosan dengan mainan tersebut, Mam bisa mengembalikannya dan menyewa yang lain.

Itulah 5 tips menyapih anak dengan cinta yang bisa Mam praktikan. Dijamin, tidak ada drama berlebih dan si kecil mengerti dengan perlahan.

cara menyimpan asi perah

5 Cara Menyimpan ASI Perah dengan Benar dan Tidak Mudah Basi

Life as a mother is never easy but super fun. Ungkapan itu benar sekali ya, Mam. Terlebih ketika masa menyusui anak. Harus memompa ASI setiap dua jam sekali dan mengalami struggle karena sering kali bingung bagaimana cara menyimpan ASI perah dengan benar.

Jika Mama adalah sosok ibu muda yang baru melahirkan anak pertama, pasti sekarang sedang giat mencari tahu bagaimana cara menyimpan ASI perah, bukan?

Mama tidak perlu jauh-jauh nih. Artikel ini akan memberikan beberapa tips sehingga ASI yang sudah Mam pompa tidak terbuang sia-sia akibat basi karena salah cara menyimpannya. Yuk deh, Mam, langsung simak saja tak perlu menunggu terlalu lama!

Apakah ASI bisa Tahan Lama di Suhu Ruang?

Jika Mam bertanya apakah ASI bisa bertahan lama di suhu ruang, jawabannya adalah bisa. Namun, ASI perah hanya bisa bertahan sekitar 6 atau paling lama 8 jam dan itu pun kesegarannya sudah berkurang untuk diberikan kepada si kecil.

Hal tersebut tentu saja tidak efektif dan akan menyia-nyiakan ASI karena pada akhirnya bisa basi lalu dibuang. Padahal Mama juga akan memompa ASI setiap dua hingga tiga jam sekali dan jika tidak disimpan dengan baik tentu saja semakin banyak ASI yang terbuang bukan?

Cara menyimpan ASI perah dengan baik sehingga bertahan lama, Mama bisa menggunakan dua cara, yaitu disimpan di dalam lemari pendingin atau tanpa lemari pendingin.

Pastikan Media Penyimpanan Higienis

Cara menyimpan ASI perah yang benar dimulai dengan memperhatikan wadah penyimpanannya. Gunakan botol yang berkualitas bagus supaya aman untuk si kecil. Selain membelinya, Mama juga bisa loh menyewanya.

Kehigienisan saat menyewa peralatan bayi pasti dipertanyakan oleh setiap orang tua karena itu akan digunakan si kecil. Namun, jika Mam menyewanya melalui Mamasewa, penjagaan kebersihan tentu tak perlu diragukan lagi. Terutama untuk peralatan yang berkaitan dengan ASI.

Botol ASI yang baru atau telah digunakan tentu mengandung bakteri. Untuk menghilangkannya, Mam cukup merebut botol atau kantong tersebut di air mendidih selama kurang lebih sepuluh menit supaya bakteri mati.

Setelah itu, biarkan kantong dan botol tersebut kering dengan sendirinya. Mam bisa menggunakan tisu sebagai alas lalu botol ditengkurapkan hingga air terserap oleh tisu. Masa pengeringan ini juga digunakan untuk mengurangi suhu panas dari botol yang baru saja direbus sehingga tidak memengaruhi suhu ASI.

Menyimpan ASI Perah di Lemari Pendingin

cara menyimpan asi perah
A photo by Debby Hudson on Unsplash

Lemari pendingin menjadi solusi terbaik untuk menyimpan ASI. Jika Mam memiliki dana lebih, Mama bisa memberi lemari pendingin pribadi yang dikhususkan untuk menyimpan ASI. Biasanya menggunakan lemari pendingin berukuran kecil yang khusus freezer.

Jika dicampur dengan lemari pendingin yang biasa digunakan sehari-hari, Mam harus memberikan ruang khusus untuk ASI ya. ASI bisa bertahan hingga 4 hari di lemari pendingin biasa bersuhu kurang lebih 4o.

Cara menyimpan ASI perah supaya bertahan lebih lama lagi adalah dengan menaruhnya di freezer sehingga ASI menjadi beku. Dengan begini, ASI bisa bertahan hingga 2 pekan bahkan lebih.

Tidak Menggunakan Lemari Pendingin

Tidak menggunakan lemari pendingin memang memiliki risiko ASI bisa basi dengan cepat. Namun, ini tentu saja bisa menjadi cara menyimpan ASI perah jika Mam dan keluarga sedang atau akan melakukan bepergian.

Mam bisa menggunaka box pendingin yang di dalamnya diletakkan banyak es batu. Penyimpanan ini akan membantu ASI bertahan hingga 24 jam atau lebih lama jika Mam rajin mengganti es batu yang sudah mencari dengan yang baru sehingga tingkat dinginnya lebih lama.

Cara Menyimpan ASI Perah

Ada beberapa langkah yang harus Mam lakukan nih saat menyimpan ASI sehingga bisa bertahan lama. Terdapat 5 langkah penting yang Mam harus perhatikan seperti berikut ini.

  • Tempat Sudah Steril

Gunakan botol kaca atau plastik dengan BPA free. Mama juga bisa menggunakan kantong plastik tebal yang memiliki zip sebagai penutupnya.Ingat ya, Mam, tempat yang digunakan tersebut harus sudah disterilkan dengan cara di atas.

  • Bagi ASI sama Banyak

Sekali pumping, Mam bisa menghasilkan ASI yang berbeda banyaknya. Bisa sedikit atau melimpah tergantung kondisi saat itu.

Ketika jumlah ASI yang Mam pompa dalam sekali waktu melimpah, Mam harus membagi ASI tersebut ke beberapa tempat. Jangan taruh dalam satu botol atau kantong dengan membuatnya penuh. Beri ruang untuk memberinya udara.

Khusus di kantong dengan zipper, cukup isi setengah atau dua pertiga dari keseluruhan kantong. Pipihkan kantong supaya tidak memberikan ruang udara.

  • Beri Label Waktu

Mam tentu saja dianjurkan untuk sering melakukan pumping sehingga ASI yang keluar lebih banyak, bukan? Nah, waktu memompa yang sering tentu saja akan berpengaruh pada kualitas ASI yang berbeda.

Dengan begini, cara menyimpan ASI perah dengan benar setelah memompa adalah Mam harus memberikan label waktu di tiap botol atau kantongnya. Berikan label sedetail mungkin dengan mencantumkan tanggal, bulan, hingga jam.

  • Jangan Dicampur ASI lama dan Baru

Botol dan kantong yang digunakan untuk menyimpan ASI tersebut harus dipisah penyimpanannya, jangan dicampur. Mama bisa membedakannya dengan cara menyimpan ASI yang lebih lama di bagian depan dan yang lebih baru di bagian belakang. Tujuannya tentu saja supaya yang lebih lama bisa terlihat dan digunakan terlebih dahulu.

  • Langsung Disimpan

Setelah Mam memompa, usahakan langsung menyimpannya di lemari pendingin. Namun, harus diperhatikan cara penyimpanannya ya, Mam. Jika Mam ingin menaruhnya di freezer, jangan langsung masukan ke sana.

Cara menyimpan ASI perah di freezer dengan benar adalah membiarkannya di bagian bawah terlebih dahulu selama kurang lebih satu jam untuk menyesuaikan suhunya. Setelah itu pindahkan ke freezer supaya beku dan bisa bertahan lebih lama.

Itulah 5 cara menyimpan ASI perah yang bisa Mam pelajari. Jika mendadak aliran listri mati, segera gunakan box pendingin yang sudah diisi es batu ya, Mam, supaya ASI bisa diselamatkan.

toilet training

11 Tips Toilet Training Ampuh untuk Si Kecil

Mam, apa si Kecil masih menggunakan popok hingga saat ini? Mungkin ini saat yang tepat untuk mengajarkan toilet training kepada si Kecil. Tahapan ini dapat menjadi salah satu indikasi perkembangan sikap mandirinya. Namun tentu ini bukanlah hal mudah.

Jangan khawatir, Mam. Mamasewa telah merangkum beberapa tips yang dapat membantu Mama selama masa toilet training. Yuk, langsung saja simak artikel yang satu ini.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memulai Toilet Training?

toilet training
Photo by Alexander Dummer on Unsplash

Langkah awal yang perlu Mama perhatikan adalah menentukan waktu yang tepat untuk mengajarkan si Kecil toilet training. Jangan sampai Mama memaksa si Kecil untuk menggunakan toilet karena hal ini tidak baik bagi perkembangannya ke depan.

Alangkah lebih baik jika Mama perlahan mendorong dan mencontohkan bagaimana orang dewasa pergi ke toilet. Proses ini dapat Mama mulai ketika si Kecil memasuki usia 2-3 tahun yaitu saat ia sudah mulai memahami perintah dan meniru tingkah laku orang-orang sekitar.

Berikut adalah beberapa tanda bahwa si Kecil sudah siap untuk melakukan toilet training:

  • Si Kecil tahu kapan popok mereka basah atau kotor dan merasa tidak nyaman
  • Mulai menyadari bahwa ia sedang buang air dan terkadang memberi tahu Mama
  • Umumnya si Kecil akan menunjukkan gerak-gerik tersendiri ketika akan buang air misalnya mencari tempat yang sepi

Tips Toilet Training yang Wajib Mama Coba

1. Tetapkan rutinitas saat mengajarkan toilet training

Meski si Kecil tidak menunjukkan tanda-tanda ingin buang air atau tidak mengatakannya kepada Mama, namun tubuh manusia memiliki jam biologisnya sendiri. Misalnya saat bangun dan sebelum tidur atau setelah minum banyak cairan.

2. Manfaatkan proses alamiah tubuh

Tips ini hampir sama dengan yang sebelumnya yaitu mengandalkan mekanisme tubuh. Mama bisa mulai toilet training dengan mengajak si Kecil duduk di toilet 15-30 menit setelah makan.

3. Jangan memaksa si Kecil untuk ke toilet saat ia tidak menginginkannya

toilet training
Photo by Lubomirkin on Unsplash

Saat Mama ingin membentuk suatu kebiasaan baru kepada si Kecil pastikan tidak ada paksaan di dalamnya. Karena hal tersebut hanya membuat si Kecil semakin enggan untuk pergi ke toilet.

4. Gunakan kata-kata yang mudah dipahami dan diucapkan

saat melakukan toilet training Mama bisa mengganti beberapa istilah menjadi kata-kata yang mudah misalnya “poo poo” atau “pee pee”. Hal ini akan membantu si Kecil dalam mengomunikasikan keinginannya ketika buang air.

5. Gunakan kursi toilet khusus anak

Ukuran toilet yang ada di rumah biasanya terlalu besar untuk digunakan oleh si Kecil. Demi memberikan kenyamanan pada si Kecil, Mama dapat menggunakan potty chair yang dapat memudahkan si Kecil melakukan toilet training.

6. Ajak si Kecil untuk segera menuju toilet saat Mama melihat tanda-tanda si Kecil akan buang air

Umumnya si Kecil akan menunjukkan tanda-tanda ketika ia ingin buang air. Tugas Mama adalah memperhatikan dan peka terhadap tanda tersebut sebelum terlambat.

7. Ajarkan kepada si Kecil saat membuang kotoran di popoknya ke dalam toilet

Saat membersihkan popok si Kecil, Mama dapat mengajaknya masuk ke dalam toilet dan memperlihatkan bagaimana caranya. Kegiatan ini dapat mengajarkan bahwa kotoran seharusnya ditempatkan di toilet.

8. Berikan pujian saat si Kecil berhasil melakukan kemajuan dalam melakukan toilet training

toilet training
Foto oleh Elina Fairytale dari Pexels

Afirmasi termasuk salah satu aspek terpenting dalam proses ini. Si Kecil akan merasa senang dan menganggap kegiatan pergi ke toilet menyenangkan. Di kemudian hari harapannya ia dapat mengulangi hal yang sama dengan baik

9. Mama dapat memberikan hadiah berupa sticker

Sama halnya dengan afirmasi, sticker berfungsi sebagai motivasi tersendiri bagi si Kecil. Selain itu sticker juga dapat membantu Mama dalam pemantauan perkembangan toilet training si Kecil setiap harinya.

10. Jangan memarahi si Kecil saat terjadi suatu “kecelakaan”

Mama perlu mengingat bahwa toilet training tidak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya si Kecil melakukan kesalahan dan membuat suatu “kecelakaan”. Ketika hal tersebut terjadi yang perlu Mama lakukan adalah Kembali memberikan pemahaman tentang keharusan pergi ke toilet ketika akan buang air tanpa perlu memarahinya

11. Pastikan semua anggota keluarga atau orang-orang di sekitar si Kecil mengikuti dan mendukung.

Bantuan dari orang-orang sekitar juga penting loh, Mam. Mama tidak dapat membentuk suatu kebiasaan baru tanpa dukungan orang-orang sekitar. Pastikan semua orang yang ada di rumah mengetahui bahwa si Kecil sedang dalam masa toilet training dan bersedia membantu di dalam prosesnya.

Itu tadi beberapa tips yang dapat Mamasewa berikan untuk membantu Mama dalam mengajarkan toilet training kepada si Kecil. Di dalam tahapannya, Mama pasti memerlukan beberapa perlengkapan yang berkualitas untuk membantu si Kecil. Tenang, Mamasewa bisa jadi solusinya.

Mamasewa menyediakan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan Mama dan si Kecil dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau. Tunggu apa lagi? Yuk, langsung cek barang apa yang sedang Mama butuhkan hanya di Mamasewa.

pillow talk dengan anak

Pillow Talk dengan Pasangan: Manfaat, Contoh, dan Tipsnya

Apa yang Dimaksud Pillow Talk dengan Pasangan?

Sesuai dengan sebutannya, pillow talk berarti sebuah percakapan yang dilakukan oleh pasangan di atas tempat tidur untuk mempererat keintiman. Kegiatan ini termasuk dalam bentuk komunikasi yang lazim dilakukan oleh pasangan suami istri.

Umumnya pillow talk dilakukan setelah pasangan melakukan hubungan badan. Percakapan yang terjadi akan terasa sangat intim dan saling terbuka satu sama lain. Namun tidak menutup kemungkinan jika Mama dan pasangan ingin menjadikan pillow talk sebagai rutinitas komunikasi yang baik sebelum tidur.

Manfaat dari Pillow Talk dengan Pasangan

pillow talk dengan pasangan
Photo by Toa Heftiba on Unsplash

Apakah Mama sudah pernah melakukan pillow talk bersama pasangan? Atau mungkin akhir-akhir intensitasnya menurun? Berdasarkan penelitian, pillow talk membantu pasangan lebih mudah mengomunikasikan berbagai topik yang sensitif dan jarang dibicarakan pada kesempatan biasa.

Hal inilah yang membuat pillow talk sangat penting dalam menjaga keintiman dan keharmonisan suatu hubungan. Penelitian lain juga mengatakan bahwa salah satu kunci hubungan yang berhasil adalah komunikasi yang baik. Tentunya hubungan orang tua yang baik akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang si Kecil.

Contoh Topik saat Pillow Talk

1. Membicarakan tentang hal yang disukai dan tidak disukai satu sama lain

Pillow talk menjadi sarana untuk Mama dan pasangan saling jujur satu sama lain. Berkata jujur tentang hal-hal yang kita suka dan tidak suka terkadang menjadi topik yang canggung jika tiba-tiba dibicarakan. Mengetahui apa yang disukai dan yang tidak disukai oleh pasangan dapat membuat kita saling mengerti dan memahami.

2. Berbagi mimpi terkait masa depan dan rencana hidup

Meski sudah menikah, terkadang masih ada mimpi-mimpi pribadi yang belum terwujud. Hal ini tentu penting dibicarakan bersama pasangan untuk menyesuaikannya dengan mimpi keluarga. Mama dapat memulainya saat pillow talk dengan pasangan.

Di momen ini Mama juga dapat membicarakan tentang rencana masa depan si Kecil. Meski ada yang berpendapat bahwa tidak perlu merencanakan segala hal secara mendetail, namun dengan mengomunikasikannya bersama pasangan akan membangun suatu visi dan misi yang selaras.

3. Mengenang momen spesial ketika pillow talk dengan pasangan

pillow talk dengan pasangan
Foto oleh William Fortunato dari Pexels

Mengingat kenangan yang indah dapat meningkatkan suasana hati. Pillow talk dengan pasangan menjadi sarana yang tepat untuk saling mengenal masa-masa indah yang pernah dilalui bersama. Mama dapat menjadikan kesempatan ini untuk kembali jatuh cinta kepada pasangan.

Tidak selalu kenangan indah, masa-masa sulit yang penuh perjuangan juga dapat menjadi suatu pelajaran untuk mempererat hubungan antar suami istri. Mengenal kembali momen spesial akan akan menjadikan momen pillow talk Mama menjadi hangat.

4. Mengungkapkan ketakutan saat pillow talk dengan pasangan

Setiap individu pasti memiliki rasa takut, cemas, dan khawatirnya masing-masing. Ketika kita tidak saling mengomunikasikannya dengan pasangan, maka perasaan tersebut sulit untuk dimengerti kemudian terpendam dan akan membebani diri sendiri.

Berbagi rasa takut, cemas, dan khawatir saat pillow talk dengan pasangan dapat membantu Mama sedikit melegakan isi pikiran. Akan lebih baik jika saat mendiskusikannya bersama, pasangan Mama dapat memberikan solusi atau jalan keluar dari masalah yang dikhawatirkan.

5. Bercerita tentang kegiatan yang telah dilakukan selama sehari

Meski telah menjadi sepasang suami istri, Mama dan pasangan tidak selalu bersama selama 24 jam. Ada kalanya Mama dan pasangan menjalani hari dengan kegiatan masing-masing. Pillow talk sebelum tidur bisa menjadi waktu yang tepat untuk saling berbagi apa saja yang telah dilakukan seharian saat tidak bersama.

Pillow talk dengan pasangan tidak harus selalu membahas hal-hal yang sangat rumit dan membingungkan. Mama bisa membicarakan hal-hal sepele terkait kendala yang dialami saat pasangan tidak ada di rumah, atau tentang perkembangan yang dilakukan oleh si Kecil.

Tips Lain Untuk Menjaga Keintiman Bersama Pasangan

pillow talk dengan pasangan
Photo by Oziel Gómez on Unsplash
  1. Habiskan lebih banyak waktu dengan sentuhan

Interaksi melalui sentuhan terbukti secara ilmiah dapat mempererat suatu hubungan. Terkadang tidak semua dapat diungkapkan dengan kata-kata. Saat Mama merasa kalut atau membutuhkan seseorang, pelukan dari pasangan dapat sangat membantu.

2. Jangan memainkan gadget sebelum tidur

Di jaman digital seperti sekarang, rasanya mustahil melakukan kegiatan tanpa melibatkan gadget. Mulai dari bangun tidur hingga akan pergi tidur lagi hal pertama dan terakhir yang dilakukan adalah bermain gadget. Mama dan pasangan dapat mengurangi dan menggantinya dengan kegiatan lain yang lebih berpengaruh terhadap hubungan.

Langkah ini dapat dimulai perlahan dengan tidak memainkan smartphone saat berada di tempat tidur. Cobalah berkomunikasi secara langsung dengan pasangan dan bangun hubungan yang lebih baik.

3. Cari tahu love language pasanganmu

Love language merupakan cara seseorang menyampaikan dan menerima kasih sayang. Ada berbagai jenis love language di antaranya, waktu yang berkualitas, memberikan atau menerima hadiah, kata-kata afirmasi, Tindakan nyata yang membantu dan masih banyak lagi.

Saling mengetahui dan mempelajari love language masing-masing dapat mempermudah pasangan untuk memahami satu sama lain.

Semoga dengan artikel ini Mama dapat terbantu menjalin hubungan yang lebih erat dan intim dengan pasangan. Jangan lupa juga untuk selalu memenuhi kebutuhan perlengkapan Mama dan si Kecil hanya di Mamasewa. Selain semua barangnya berkualitas, harga yang dibutuhkan untuk menyewa akan lebih ringan dibandingkan untuk membelinya. Mama hebat, mama hemat!

self care ala mama

Self Care ala Mama: 5 Dasar Pemikiran dan 7 Tips Menyenangkan

Self care merupakan kegiatan yang bertujuan untuk merawat dan menyayangi diri sendiri. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh siapa saja termasuk Mama. Ketika si Kecil hadir, umumnya Mama akan memberikan perhatiannya 100% kepada di Kecil dan lupa untuk memprioritaskan dirinya sendiri karena tidak memiliki cukup waktu. Maka dari itu munculah self care ala Mama.

Self care ditujukan untuk para Mama yang super sibuk selama mengurus si Kecil dan untuk para Mama yang masih harus bekerja. Ingin tau sebenarnya apa manfaat self care ala Mama dan bagaimana cara melakukannya? Tenang, Mamasewa sudah merangkum semuanya khusus untuk Mama.

Mengapa Self Care ala Mama Penting?

self care ala mama
Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Menjadi seorang mama bukanlah pekerjaan yang mudah. Tidak adanya batasan tugas, waktu, dan tanggung jawab menjadikan pekerjaan yang satu ini sering kali mengorbankan kepentingan diri sendiri. Apakah Mama juga merasakan hal yang sama?

Mamasewa mengajak Mama untuk membangun pengalaman menjadi seorang mama yang penuh dengan kemudahan tanpa perlu disertai kewalahan dan kepanikan. Kita perlu mulai melakukan segala tugas dengan lebih terorganisir, efektif, dan yang paling penting jangan melupakan perawatan diri sendiri.

Self care ala Mama bukan merupakan hal egois. Merawat dan menyayangi diri sendiri adalah hal dasar yang perlu Mama lakukan sebelum memberikan kasih sayang yang penuh kepada si Kecil dan keluarga.

Saat Mama tidak menjaga dan merawat diri sendiri, ada kemungkinan Mama akan jatuh sakit, stres, dan tertekan. Jika terus-menerus diabaikan hal ini tentu menjadi tidak baik untuk diri Mama maupun perkembangan si Kecil ke depannya.

Self Care ala Mama sebagai Sarana Menyayangi Diri Sendiri

Kami tahu bahwa Mama pasti sangat menyayangi si Kecil. Namun apakah Mama sudah menyayangi diri Mama sendiri?

Merawat diri bukanlah sebuah penghargaan atas apa yang telah Mama lakukan, melainkan sebuah perjalanan yang membutuhkan proses. Self care menjadi salah satu kegiatan yang menunjukkan rasa sayang terhadap diri sendiri.

Saat melakukan self care ala Mama perasaan senang dan dihargai akan muncul. Hal ini dapat meningkatkan suasana hati dan memberikan energi positif. Selain itu masih banyak manfaat lainnya yang bisa Mama dapatkan saat menyayangi diri melalui self-care.

5 Pemikiran Dasar yang Harus Mama Tanamkan dalam Diri Sebelum Melakukan Self Care

self care ala mama
Photo by Benjamin Child on Unsplash
  1. Self care tidak selalu hal besar dan mewah
  2. Bagaimana Mama memperlakukan diri sendiri adalah gambaran bagaimana Mama ingin diperlakukan oleh orang lain
  3. Self care ala Mama dapat menjadi contoh bagi si kecil tentang cara merawat dirinya sendiri di masa depan
  4. Jangan pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Mama adalah versi terbaik dari diri Mama sendiri
  5. Mama hanya bisa menyayangi orang lain sebanyak Mama menyayangi diri sendiri

7 Tips Melakukan Self Care ala Mama

1. Buat Rutinitas Pagi yang Menyenangkan

Pagi hari adalah waktu yang sangat krusial sebelum melakukan kegiatan sepanjang hari. Usahakan Mama memiliki rutinitas pagi yang menyenangkan untuk membangun suasana hati yang baik selama seharian penuh. Mama bisa mulai dengan minum teh dan membaca buku sebelum si Kecil bangun.

2. Me Time Termasuk dalam Self Care ala Mama

Meluangkan waktu untuk diri sendiri bukanlah hal yang egois. Ada kalanya Mama membutuhkan ruang sendiri untuk menenangkan hati dan pikiran. Mama dapat mendiskusikannya dengan pasangan untuk berbagi peran selama Mama melakukan me time.

3. Gerakan Badan untuk Mengalirkan Energi Positif

Olahraga menjadi hal penting dalam perjalanan self care ala Mama. Peregangan ringan di pagi hari juga dapat dikategorikan sebagai olahraga. Badan yang sehat dan prima juga dapat membantu Mama lebih bersemangat mendampingi si Kecil seharian.

4. Menjalin Hubungan Baik dengan Orang Terdekat Bisa Menjadi Self Care ala Mama

self care ala mama
Foto oleh Alexandr Podvalny dari Pexels

Komunikasi yang baik dengan pasangan merupakan salah satu cara untuk membangun hubungan yang sehat. Tidak hanya bersama pasangan, ternyata Mama juga perlu menjalin hubungan baik dengan orang terdekat lain seperti sahabat, orang tua, atau mertua. Bagikan cerita atau keluh kesah yang dapat meringankan isi hati atau pikiran Mama.

5. Tentukan Batasan untuk Diri Sendiri

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, menjadi seorang mama hampir tidak memiliki batasan tugas. Mama rela melakukan segala yang terbaik bagi si Kecil. Namun untuk kebaikan bersama, sebenarnya Mama perlu menerapkan batasan-batasan pada diri sendiri seperti ruang pribadi, apa yang masuk dan keluar dari mulut, waktu, tenaga, emosi serta pikiran.

6. Menjaga Pola Hidup Sehat Merupakan Self Care Terbaik

Pola hidup mencakup pola makan dan pola tidur. Apakah Mama sudah memaksimalkan keduanya? Jika terjadi ketidakseimbangan di antara keduanya maka hal tersebut dapat mengganggu sistem tubuh Mama. Tentunya Mama tidak ingin jatuh sakit, kan?

7. Pastikan Mama Tetap Terhubung dan Menjadi Diri Sendiri

Sebagai seorang ibu, sering kali kita kehilangan jati diri karena terlalu sibuk dalam rutinitas mengurus si Kecil dan keluarga. Untuk kembali terhubung dengan diri sendiri Mama memerlukan kegiatan seperti meditasi, melakukan hobi lama, merenungkan apa saja yang telah dilalui beberapa tahun ke belakang dan masih banyak lagi.

Wah, ternyata self care ala Mama memiliki banyak manfaat dan sangat penting ya, Mam. Untuk memudahkan Mama dalam melakukan self care, Mamasewa menyediakan berbagai perlengkapan bayi dan anak yang berkualitas untuk memudahkan tugas Mama sehari-hari. Ingin tau apa saja perlengkapan dan mainan yang kami sediakan? Yuk cek sekarang!

cara menghadapi mom shaming

7 Cara Menghadapi Mom Shaming dengan Ampuh

Apakah Mama pernah merasakan mom shaming? Mom shaming dapat meninggalkan perasaan yang tidak enak kepada korbannya. Tentunya sikap ini sangat tidak baik ditunjukkan kepada sesama Mama yang sama-sama berjuang untuk pertumbuhan terbaik si Kecil. Lantas bagaimana cara menghadapi mom shaming?

Sebelum kita membahasnya lebih jauh, akan lebih baik jika Mama memahami apa itu mom shaming dan mengapa banyak orang yang melakukannya. Kira perlu tahu motif orang lain mengetahui hal tersebut. Berikut Mamasewa telah merangkum informasi tersebut spesial untuk Mama.

Apa yang Dimaksud dengan Mom Shaming?

cara menghadapi mom shaming
Foto oleh SHVETS production dari Pexels

Mama pasti pernah mendengar istilah mom shaming. Apa Mama sudah tau apa arti mom shaming? Mom shaming adalah tindakan mengkritik seorang mama tentang bagaimana mereka mendidik dan mengasuh anak mereka. Mom shaming biasanya dipicu oleh budaya dan cara mengasuh anak yang berbeda.

Tindakan mengkritik dalam mom shaming bukan bertujuan untuk memberikan pengertian atau pun edukasi, melainkan lebih ke arah menghakimi. Maka dari itu sering kali mom shaming menimbulkan rasa tidak aman, cemas, sakit hati, dan minder kepada para mama.

Mengapa Orang Melakukan Mom-Shaming?

Seiring dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat di era digital, mom shaming juga ikut berkembang dan memanas di berbagai sosial media.  Mungkin Mama pernah memposting foto atau video kegiatan si Kecil ke media sosial. Tujuan awalnya adalah sebagai ungkapan rasa bangga terhadap tiap tahap tumbuh kembang si Kecil.

Namun tidak semua orang memiliki pemikiran yang sama. Ada kalanya momen yang membahagiakan bagi Mama malah berbalik menjadi sebuah serangan dari beberapa orang tentang bagaimana penampilan si Kecil, cara mama mendidiknya, dan masih banyak lagi.

Secara naluriah manusia tidak menyukai perbedaan. Hal ini menjadi faktor pendorong utama mengapa orang lain melakukan mom shaming. Mereka merasa apa yang dilakukan Mama kepada si Kecil berbeda dengan apa yang mereka lakukan kepada buah hatinya.

Mempermalukan dan menghina tentang bagaimana cara Mama mengasuh si Kecil juga memberikan rasa yakin tersendiri bagi pelaku bahwa pola asuhnya adalah yang paling benar. Atau yang lebih menyedihkan adalah ungkapan jahat tersebut merupakan sebuah pelampiasan akibat kondisi buruk yang sebenarnya sedang pelaku alami.

Cara Menghadapi Mom Shaming

cara menghadapi mom shaming
Foto oleh Anastasia Shuraeva dari Pexels

1. Tidak Memberikan Tanggapan adalah Cara Terbaik Menghadapi Mom Shaming

Meski terasa sangat menyebalkan dan tidak bisa dibiarkan, namun cara terbaik untuk menghadapi mom shaming adalah dengan tidak memberikan tanggapan. Memberi tanggapan atas apa yang pelaku ucapkan hanya akan memperpanjang perdebatan meskipun Mama tau pasti bahwa yang dikatakan pelaku tentu tidak benar.

2. Menghindari Orang yang Melakukan Mom Shaming

Ketika Mama sudah mengetahui karakteristik seseorang yang suka melakukan mom shaming, ada baiknya Mama menghindarinya demi ketenangan hati pribadi. Jika hal ini terjadi di media sosial, Mama bisa memblokirnya atau mencegahnya melihat postingan tentang si Kecil.

3. Batasi Aktivitas di Media Sosial

Mengabadikan setiap momen yang dilalui si Kecil merupakan kenangan tersendiri bagi Mama. Namun ada kalanya kita tidak perlu memposting semuanya di media sosial. Dokumentasi kegiatan si Kecil dapat dijadikan sebagai arsip pribadi untuk dikenang di masa yang akan datang. Hal ini termasuk salah satu cara menghadapi mom shaming.

4. Hindari Pola Pikir Korban termasuk Cara Menghadapi Mom Shaming

Saat Mama pernah mendapatkan mom shaming dan merasa sedih atau bersalah hingga berlarut-larut, yang harus Mama lakukan adalah membuang pemikiran sebagai seorang korban. Untuk dapat pulih dan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa memikirkan omongan orang lain Mama perlu memiliki keyakinan bahwa apa yang telah Mama lakukan adalah yang terbaik untuk si Kecil.

5. Fokus pada Pertumbuhan si Kecil dan Kemampuan Mama

cara menghadapi mom shaming
Photo by Wesley Tingey on Unsplash

Ketika Mama mendapatkan perkataan buruk dari orang lain tentang bagaimana Mama mengasuh si Kecil, coba pikirkan kembali. Apakah perkataan tersebut rasional dan realistis? Pisahkan mana perkataan yang hanya berisi kebencian dan kecemburuan dengan yang bisa Mama manfaatkan sebagai bahan untuk membangun diri yang lebih baik.

6. Cobalah Memahami dan Berpikir dengan Sudut Pandang yang Berbeda

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada banyak faktor yang menyebabkan orang-orang melakukan mom shaming. Saat Mama merasa sakit hati, tarik nafas dan pikirkan ulang mengapa pelaku memikirkan hal tersebut. Ini bisa menjadi salah satu cara untuk menghadapi mom shaming.

7. Cara Menghadapi Mom Shaming Paling Ampuh adalah Stay Positive

Inti dan rangkuman dari segala cara menghadapi mom shaming adalah dengan selalu berpikiran positif. Orang bijak mengatakan bahwa Anda hanya dapat terluka jika Anda mengijinkan orang lain melukai Anda. Maka demi ketenangan hati dan pikiran Mama perlu mengabaikan hal-hal buruk dan stay positive!

Untuk membantu Mama lebih berkembang dan memberikan yang terbaik bagi tumbuh kembang si Kecil, Mamasewa menyediakan berbagai perlengkapan dan mainan edukasi yang sesuai untuk kebutuhan si Kecil. Semua barang yang ada di Mamasewa sangat berkualitas dan harganya terjangkau. Tunggu apa lagi? Mama hebat, Mama hemat!

fase babbling

Fase Babbling di Tahap Perkembangan Bicara Anak

Wah apa si Kecil sudah pandai mengeluarkan suara dan kata-kata, Mam? Kira-kira apa kata pertama yang akan diucapakannya yaa? Mama pasti sangat menantikan dan bersemangat ketika si Kecil memasuki fase babbling.

Pada fase ini si Kecil sudah dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar menggunakan suara meskipun belum sepenuh jelas kata apa yang diucapkan.

Apa Itu Fase Babbling?

fase babbling
Photo by Travis Grossen on Unsplash

Fase babbling termasuk dalam beberapa tahap perkembangan bahasa pada anak. Babbling atau dalam bahasa Indonesia berarti mengoceh, merupakan kemampuan si Kecil dalam menghasilkan bunyi atau ukuran yang kombinasinya belum masuk akal atau tidak memiliki arti khusus seperti “babababa”, “dededede” atau “badubudibu”.

Si Kecil umumnya mulai masuk pada fase babbling pada usia 6 bulan karena memiliki kontrol yang lebih besar terhadap gerakan rahang, sehingga memungkinkan si Kecil untuk menghasilkan suara vokal i dan u serta konsonan g dan k.

Jenis Fase Babbling

Meski mengoceh termasuk dalam tahap perkembangan bicara, namun ternyata fase ini masih dapat dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu ocehan yang masih terbatas dan yang sesungguhnya.

1. Fase Babbling Terbatas

fase babbling
Photo by Humphrey Muleba on Unsplash

Tahap ini adalah yang paling menghibur selama tahun pertama karena si Kecil sangat ingin berkomunikasi dengan Mama. Ia benar-benar mulai bereksperimen dengan suara yang dikeluarkan dan sering kali terdengar sangat lucu dan menggemaskan.

Si Kecil akan berada dalam fase babbling terbatas saat memasuki usia 6-7 bulan. Ia sudah mulai mengucapkan vokal dan konsonan yang berbeda. Mama akan mendengar hal-hal seperti “maaaaaa”, “baaaaaa”, “daaaaaa”, dan diikuti oleh suara-suara lain, seperti tiupan yang bercampur dengan air liur.

Penelitian menunjukkan hubungan antara keterampilan motorik dan perkembangan bicara. Mama mungkin melihat si Kecil lebih gemetar atau melambaikan tangan sebelum ia mulai mengoceh kecil. Hal ini menunjukkan keterampilan motorik yang bagus akan mendorong perkembangan berbicara si Kecil dengan lebih baik.

Cara lain yang dapat dilakukan Mama untuk membantu si Kecil segera mengeluarkan kata pertamanya adalah dengan memberikan jeda atau mengeja saat berbicara. Memberikan jarak antar suku kata saat berbicara pada si Kecil memang terkesan lamban namun faktanya hal ini membantunya lebih mudah mengerti dan memahami bahasa yang diucapkan oleh Mama.

2. Babbling Resmi / Sesungguhnya

Hampir semua bayi mengalami hal yang sama dalam fase ini. Si Kecil sudah mulai banyak menguasai huruf konsonan dan semua huruf vokal. Ia akan menggabungkan beberapa suku kata menjadi “da ba bu”, “ma di da” atau “bu de di”.

Fase babbling ini biasanya memiliki sedikit fungsi komunikatif. Suara-suara ini adalah penanda suara yang akan digunakan si Kecil ketika mereka mulai menggunakan kata-kata. Pada tahapan ini si Kecil juga mulai mengenali dan menggunakan suara-suara yang ada di sekitarnya. Misalkan bayi yang terbiasa mendengar suara keras akan cenderung berteriak saat mengoceh begitu pun sebaliknya.

5 Tahapan Penting Perkembangan Bicara Anak Usia 0-12 bulan

fase babbling
Foto oleh Daniel Reche dari Pexels
  • Cooing merupakan produksi suara pertama si Kecil selain tangisan. Biasanya terjadi antara usia 6-8 minggu.
  • Tertawa umumnya baru bisa dilakukan si Kecil pada minggu ke-16 sebagai respons terhadap hal-hal di dunianya.
  • Fase babbling seperti yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu penggunaan suku kata berulang-ulang seperti tanpa arti khusus.
  • Kata tidak sudah mulai bisa dimengerti si Kecil pada usia 6-11 bulan. Si Kecil perlu diajarkan arti kata larangan dan menghentikan apa yang ia lakukan, meski hanya sesaat, saat mendengarnya.
  • Kata pertama si Kecil akan muncul pada usia 10-12 bulan. Berbeda dengan fase babbling, kata pertama akan memiliki arti yang jelas meskipun hanya kata sederhana seperti “Mama” atau “Papa”.

Itulah beberapa tahapan bicara yang akan dilalui si Kecil dan salah satunya adalah fase babbling. Mengajak si Kecil mengobrol merupakan salah satu stimulus paling baik untuk melatih perkembangan bicaranya. Mama juga bisa membacakan dongeng-dongeng sederhana sebelum tidur.

Selain itu, saat Mama tidak dapat selalu mendampingi si Kecil stimulus melalui mainan edukasi yang menghasilkan suara juga dapat menjadi alternatif yang baik. Mama tidak perlu bingung untuk mendapatkan mainan edukasi yang berkualitas dengan harga terjangkau. Mamasewa adalah solusinya.

Di Mamasewa semua perlengkapan dan mainan edukasi yang dibutuhkan si Kecil sudah lengkap tersedia. Seiring dengan tumbuh kembang si Kecil yang sangat cepat, Mama tak perlu banyak mengeluarkan biaya untuk membeli segalanya. Cukup dengan menyewa di Mamasewa, semua kebutuhan akan terlengkapi.

Mamasewa juga menerima jasa antar jemput barang langsung ke rumah Mama. Praktis bukan? Nah, tunggu apa lagi? Penyewaan segala perlengkapan dan mainan edukasi untuk si Kecil, Mamasewa jagonya. Mama hebat, Mama hemat!

cara mengajarkan anak untuk berbagi

Perhatikan! Berikut Beberapa Cara Mengajarkan Anak untuk Berbagi

Percaya atau tidak, berbagi merupakan suatu konsep yang dirasa asing bagi kebanyakan balita. Inilah sebabnya Mama perlu segera mencari tahu cara mengajarkan anak untuk berbagi. 

Coba Mama bayangkan bagaimana si kecil saat tumbuh dewasa nanti, bilamana pola pikir ‘milikku’ masih merajai dirinya. Melansir laman Today’s Parent, anak berumur 2 tahun memiliki konsep pemikiran “berbagi = mengambil barang milik orang lain” yang kuat. Jika pada usia 4 tahun — masa bertumbuhnya rasa empati — mereka belum memahami hakikat berbagi, ada kemungkinan mereka tumbuh menjadi pribadi yang egois.

Maka itu, Mam, gunakanlah masa kecil sang buah hati sebaik mungkin. Kenali situasi dan tempatkan harapan sesuai kondisi si kecil. Teruslah mengajarkan si kecil cara berbagi dengan orang lain, sampai mengakar kuat menjadi karakter dan nilai hidup mereka, bukan sekadar melakukannya karena takut mendapatkan teguran dari Papa Mama.   

Berikut beberapa cara mengajarkan anak untuk berbagai yang bisa Mama lakukan di rumah. Simak baik-baik, ya!

1. Ajarkan Konsep Egois Terlebih Dahulu Sebelum Memutuskan untuk Mengajarinya Tentang Berbagi 

cara mengajarkan anak untuk berbagi
Photo by Victor Chaidez on Unsplash

“Lho, kok mengajarkan konsep keegoisan terlebih dahulu?” Mungkin beberapa di antara Mama ada yang bertanya-tanya. Heran dan takut bercampur satu sekaligus.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan mendidik anak untuk menjadi pribadi yang egois dulu, lho, Mam. Justru ini langkah yang bagus. Karena, pada kenyataannya kata pertama yang dikeluarkan oleh si kecil adalah “milikku”.

Anak yang sedang dalam masa pertumbuhannya mengembangkan keterikatan emosional pada benda dan orang-orang. Pembentukan keterikatan ini sangatlah penting untuk menjadikan si kecil sebagai orang yang sehat secara emosional. 

Selain itu, kepemilikan atas mainan juga menjadi identitas mereka. Dengan mengetahui seberapa pentingnya mainan bagi anak, mereka akan tahu kapan bisa meminjamkannya kepada anak lain. Mama pun bisa lebih efektif dalam meyakinkan mereka untuk berbagi mainannya.

2. Tidak Menghukumnya Ketika Memutuskan Tidak Berbagi adalah Cara Efektif dalam Mengajarkan Anak untuk Berbagi?

cara mengajarkan anak untuk berbagi
Photo by Omar Lopez on Unsplash

Mungkin memalukan melihat anak Mama merebut boneka teddy bear miliknya dari temannya, bahkan memutuskan tidak meminjamkan mainan itu lagi ke temannya. Nah, saat seperti ini, sebaiknya Mama tidak melabeli dirinya sebagai anak egois, karena bisa saja dia menangkap pesan berbagi sebagai sesuatu yang buruk.

Alih-alih menyadari perbuatannya, mereka malah merasa malu dan defensif. Ini pun membuat dirinya kesulitan atau takut mempelajari hal-hal baru. Jadi, cobalah untuk memberi anak Mama kelonggaran, dan akui kalau dia mungkin tidak bermaksud jahat atau kasar dengan menolak untuk berbagi.

Perlu Mama ingat bahwa wajar jika anak Mama ingin menyimpan beberapa barang untuk dirinya sendiri, itu artinya ia sedang mengembangkan pemahaman tentang rasa memiliki sesuatu. Yakinlah bahwa saat dia dewasa, dia akan belajar betapa menyenangkannya berbagi ketimbang bermain sendiri.

3. Tekankan kepada si kecil Kalau Berbagi Bukan Sekadar Memberi Hadiah

cara mengajarkan anak untuk berbagi
Photo by Robert Collins on Unsplash

Berbagi bukan hanya tentang memberi hadiah, entah meminjamkan ataupun menghadiahkan boneka untuk teman. Mama juga perlu menekankan kepada si kecil kalau menggunakan jatah giliran secara adil tergolong sebagai perbuatan berbagi.

Berilah contoh dan dorong si kecil untuk melakukan semua perbuatan berbagi. Baik itu membuat sup untuk diberikan ke tetangga yang sedang sakit ataupun mengantre di toko kelontong. Yang jelas, biarkan si kecil melihat bagaimana Mama melakukan perbuatan berbagi sambil menyebutkan kata “berbagi” kepadanya. 

4. Cara Mengajarkan Anak untuk Berbagi Lainnya? Menggunakan Timer!

cara mengajarkan anak untuk berbagi
Photo by Veri Ivanova on Unsplash

Gunakan metode waktu pemakaian apabila terjadi pertengkaran antara si kecil dengan temannya dalam memperebutkan hak mainannya. Biarkan anak-anak mengambil nomor undian untuk mendapatkan jatah giliran memainkan mainannya. Kemudian atur waktu dua menit pada timer. Ketika berbunyi, maka mainan itu pergi ke anak kedua. Dan begitu seterusnya.

Jika metode ini tidak berhasil, batasilah hak mainan si kecil. Letakkan mainan di atas rak dan jelaskan bahwa mainan itu tetap di sana sampai mereka belajar membagikannya. Ia mungkin merajuk untuk sementara waktu karena mainannya tidak digunakan, tetapi cepat atau lambat kesadarannya muncul bahwa lebih baik berbagi daripada kehilangan mainan sepenuhnya. 

5. Mengajarkan Konsep Keterbatasan dalam Memiliki Sesuatu

Jika anak Mama kesulitan membagikan mainannya dengan teman-temannya, cobalah rutin mendatangkan mainan sewaan pada si kecil. Tentu si kecil tidak akan menolak mainan yang baru bagi mereka.

Berbagai mainan di Mamasewa bisa jadi pilihan terbaik Mama. Ada sepeda motor, pistol mainan, keyboard, dan wahana lainnya yang bisa Mama pilihkan pada si kecil. Selain menumbuhkan rasa empati mereka, Mama pun bisa tetap cerdas dalam mengelola keuangan keluarga. 

Dengan menyewa mainan, anak Mama akan menyadari betapa terbatas haknya dalam memiliki sesuatu. Apalagi jika Mama menekankan larangan merusak atau mengotori mainan sewaan, barang tentu si kecil akan memahami konsep berbagi “barang bagus” dengan pihak penyewa. Jelas si kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang jujur, tidak egois, dan mengedepankan keadilan.

Itulah beberapa cara mengajarkan anak untuk berbagi. Masa kanak-kanak merupakan masa terbaik dalam menumbuhkembangkan rasa empati si kecil. Demikianlah Mama perlu mengajarkannya cara berbagi agar ia tumbuh menjadi individu yang ramah bersahabat terhadap orang lain.